Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
69. Happy Anniversary!


__ADS_3

Waktu terus bergulir meninggalkan kenangan. Di sore hari itu, nampak senja mulai menampakkan raut langit jingga bagaikan taburan emas berkilau menghiasi pancaran cahayanya, mengundang semua mata penghuni bumi menatapnya kagum sebagai bentuk syukur mereka kepada Sang Penguasa semesta.


Sepasang pasutri yang sedang memadu kasih duduk di tepi pantai sambil melingkarkan tangan mereka dipinggang pasangannya.


Naura dan Tuan Reno memandang panorama alam yang memanjakan manik mereka, yang masih setia menunggu mentari yang akan terbenam sempurna, hingga menenggelamkan wajahnya untuk memberikan kesempatan kepada bulan yang ingin hadir menghiasi malam menggantikan dirinya.


Senja mulai berganti malam. Gelap mulai merambah bumi. Deru ombak laut yang terdengar tenang namun tetap menghempaskan ombaknya yang tetap setia mencium bibir pantai.


Tidak lama terdengar kumandang azan magrib mulai bertalu menggema angkasa kota Jakarta, menyerukan suara panggilan Muazin mewakili Illahi mengingatkan pada makhluk hidup untuk bertasbih memujaNya dalam bentuk ibadah sholat magrib bagi kaum muslim.


Tuan Reno mengajak Naura untuk menunaikan sholat magrib di mushola yang terdapat di area pantai Ancol.


Tuan Reno sengaja mengajak istrinya ini ke pantai Ancol sekedar memberi hiburan untuk Naura yang sudah tiga bulan ini berkutat dengan pekerjaannya, bahkan keduanya jarang bertemu walaupun berada di gedung perusahaan yang sama.


Kini keduanya memutuskan untuk mencari hiburan di akhir pekan dengan mengunjungi pantai Ancol yang lebih dekat di kota Jakarta itu


Sholat sudah ditunaikan Tuan Reno mengajak Naura makan malam di salah satu restoran seafood yang terkenal di dalam area pantai Ancol.


Kendaraan mewah berwarna merah telah terparkir di ruas jalan yang sudah di penuhi mobil lainnya. Tuan Reno merengkuh pinggang Naura memasuki restoran yang sudah di reservasi sebelumnya.


Naura mengenakan kaos coklat di padu dengan celana Levis, memakai sepatu sneaker of white dengan tas selempang hitam, makeup lembut sebagai pelengkap kecantikan ibu dari satu anak ini.


Begitu juga dengan Tuan Reno yang mengenakan kaos berwarna biru dan celana jeans biru serta sepatu yang sama seperti Naura, tapi jenis untuk cowok .


Keduanya sudah duduk di tempat duduk yang langsung menghadap ke arah pantai. Wajah Naura terlihat makin cantik saat rambut nya terkibas oleh angin pantai. Tuan Reno menatap wajah istrinnya yang ada dihadapannya tanpa berkedip mengagumi sosok ibu satu anak ini yang tampak tidak kelihatan sama sekali kalau Naura telah memiliki seorang putra.


"Sayang, kamu mau makan ikan apa," tanya Naura pada Tuan Reno yang sedari tadi sibuk mengamati wajahnya.


"Apa yang kamu pesan, aku akan memakannya, sayang"


"Baiklah kita pesan ikan bakar, kerang saus padang dan lobster."


Pelayan restoran menghampiri Naura dan mencatat menu yang dipesan oleh istrinya Reno itu. Pelayan itu membaca ulang apa yang menjadi pesanan Naura dan menawarkan jenis minuman dan nasi yang belum terdaftar di menu pilihan pasangan ini.


"Maaf nona, minumannya dan nasinya belum di sertakan dalam pesanan anda," ucap pelayan wanita itu pada Naura dan Tuan Reno.

__ADS_1


"Sayang kamu mau minum apa?"


"Es kelapa!"


"Dua es kelapa dan dua nasi putih."


"Baik nona, boleh saya ambil buku menunya?"


Naura mengembalikan buku menu itu pada pelayan sambil tersenyum ramah pada pelayan itu.


Pelayan itu meninggalkan pasangan ini menuju dapur restoran. Tuan Reno yang masih betah memandang wajah cantik istrinya membuat Naura makin salah tingkah.


"Mas Reno! kapan kamu bisa berhenti menatapku?"


Tanya Naura yang sudah tidak tahan dengan tingkah suaminya yang menjadi genit kepada dirinya.


Bukannya mengubah sikapnya, Tuan Reno malah mendekati Naura lalu mengecup bibir kenyal milik istrinya lembut. Naura yang merasa jengah mendorong tubuh Tuan Reno untuk menjauhinya.


"Mas Reno, jaga sikapmu sayang, disini banyak orang, malu tahu!"


"Saat ini duniaku ada bersamamu sayang, aku tidak perduli dengan pandangan orang. Lagian mengapa kamu sangat risau dengan pandangan orang lain? toh kita berdua sudah suami istri bukan janda dan duda lagi yang baru di pertemukan oleh takdir." Ucap Tuan Reno mengingatkan istrinya atas status mereka berdua.


"Emang ada masalah apa dengan mereka, sayang? Mereka hanya sedang iri pada kita karena kita adalah pasangan yang paling mesra di restoran ini." Ujar Tuan Reno acuh.


Apakah perlu aku umumkan di sini bahwa aku mencintai kamu sayang?" Ledek Tuan Reno makin membuat wajah Naura bersemu merah.


Tuan Reno bangkit dari duduknya menuju ke tempat biduanita yang sedang siap menghibur para pengunjung restoran.


Tuan Reno meminjam mikrofon dari biduanita itu untuk meminjamkan kepadanya. Tuan Reno mengumumkan sepatah dua kata untuk meminta perhatian pengunjung restoran itu.


"Assalamualaikum, selamat malam semuanya! bolehkah saya meminta waktu kalian untuk mendengarkan saya sebentar?"


Semua pengunjung menatap Tuan Reno dengan serius lalu siap mendengarkan lelaki


tampan ini menyampaikan niatnya.

__ADS_1


"Malam ini saya ingin mengungkapkan rasa cinta saya untuk istri yang selama ini membuat saya menjadi lelaki yang paling bahagia dan beruntung karena sudah mendampingi saya selama lima tahun perjalanan cinta kami yang penuh dengan lika liku ujian kehidupan.


"Happy Anniversary sayang! Sudah menjadi istri terbaikku dan juga ibu hebat untuk putra kita." Ucap Tuan Reno.


Naura tercengang sambil menutup mulutnya karena dia sendiri lupa kalau hari ini hari ulang tahun pernikahan mereka.


"Astaga mas Reno, aku lupa kalau...?"


"Tidak apa sayang! Yang penting kamu tidak lupa untuk selalu mencintaiku sepanjang waktu." Ucap Tuan Reno lalu menarik tangan istrinya untuk berdiri.


Tuan Reno lalu mengeluarkan sekotak perhiasan dari balik jaket kulitnya yang di dalamnya terdapat gelang mutiara dua puluh empat karat, lalu di kenakan di pergelangan tangan istrinya.


Tuan Reno mengecup bibir istrinya sekilas.


Tuan Reno memanfaatkan momen ketika Naura mendekatinya dengan menyambar bibir sensual Naura secara spontan.


Ciuman itu sekejap karena Naura merasa tidak nyaman dihadapan banyak pasang mata yang menatap mereka dengan berbagai perasaan di hati dan pikiran mereka.


"Mas Reno tolong jaga sikapmu, kalau aku berharga bagimu tolong jangan mempertontonkan hal yang memalukan ini dihadapan orang walaupun kita ini suami istri.


"Maafkan aku sayang, aku gemas melihatmu," ucap Tuan Reno terkekeh melihat Naura yang masih menahan rasa malu.


Makanan yang di santap mereka telah habis, Tuan Reno memanggil salah satu pelayan untuk mengambil bill miliknya dan bill para pengunjung restoran yang sudah di traktirnya malam ini.


Tidak lama pelayan itu datang dengan bill yang terselip di buku pembayaran dan menyerahkan kepada Tuan Reno. Tuan Reno menyerahkan kartu ajaibnya lalu memberitahukan sesuatu pada pelayan itu.


Rupanya bukan hanya para pengunjung restoran saja yang ditraktir oleh Tuan Reno tapi para karyawan juga mendapatkan cipratan rejeki dari pria tajir ini dengan nilai fantastis itu yaitu satu miliar yang harus dibagikan secara merata pada seluruh karyawan baik yang bertugas pada malam hari ini maupun yang lagi off malam ini.


Pelayan itu menerima kartu ajaib milik Tuan Reno dengan tangan gemetar sambil mengucapkan beribu-ribu terimakasih pada Tuan Reno dan Naura . Tuan Reno mengajak Naura pulang.


Naura yang sudah dipeluk pinggangnya oleh tangan Tuan Reno melangkah keluar sambil menundukkan kepalanya sedikit kepada para pengunjung restoran yang menatap mereka sambil mengucapkan doa dan ucapan selamat pada pasangan serasi itu.


Ketika keduanya mendekati meja kasir untuk mengambil kartu ajaib semua karyawan termasuk pemilik restoran sudah berdiri berjejer menyambut Naura dan Tuan Reno dengan mengucapkan berbagai macam kalimat yang keluar dari mulut mereka.


Ada yang bersalaman dengan Tuan Reno tapi ketika ada yang ingin menyalami istrinya, Tuan Reno langsung mencegahnya.

__ADS_1


"Terimakasih tuan sudah mengunjungi restoran saya," kata pemilik restoran pada Tuan Reno.


"Terimakasih tuan Tuan Reno , saya manajer restoran ini mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas kebaikan anda dan happy Anniversary hari ini, semoga selalu bahagia." Ucap pemilik restoran tersebut.


__ADS_2