Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
58. Di Usir


__ADS_3

Mendengar permintaan bodoh Aurelia membuat ibu Rukmini meremang hingga spontan menampar pipi Aurel.


Semua yang ada di situ tercengang karena tidak menyangka Bu Rukmini menampar putrinya yang baru diketahui identitasnya.


"Kau..! Kau menamparku?" Beginikah caramu menyambutku setelah mengetahui siapa aku bagimu?" Bentak Aurelia.


"Yah, aku memang ingin menamparmu bahkan ingin mencekik mu. Aku lebih baik mengorbankan sepuluh anak kandung sepertimu, untuk bisa memiliki putri angkat seperti Naura.


Jika aku lebih awal mengetahui kau adalah putriku, mungkin aku tidak sudi mengakui mu sebagai putri kandungku." Tegas ibu Rukmini.


"Kau..! Berani benar berkata itu padaku? apakah kamu kita aku suka memiliki kalian sebagai orangtuaku yang lebih pantas menjadi pembantuku, hah?"


"Plaakkkk...!"


"Keluar kau dari rumahku!" Pergi!!


Aku tidak tahan hidup bersama anak durhaka sepertimu, walaupun itu hanya sesaat." Ucap ibu Rukmini sambil mendorong tubuh putrinya yang terlalu frontal dalam bersikap.


Tuan Brotoseno mengajak istrinya untuk cepat tinggalkan kediaman pak Indarto agar Aurelia tidak merengek pada mereka.


"Aku lebih senang lagi karena tidak ingin tinggal dengan kalian yang tidak pantas menjadi kedua orangtuaku." Ucap Aurelia sambil menarik kopernya keluar dari rumah besar itu.


Ketika menapaki kakinya di teras rumah minimalis modern itu, betapa kagetnya Aurel saat melihat tiga mobil mewah milik kedua orangtua angkatnya sudah hilang di tempat itu.


"Sial! Mereka benar-benar berniat membuangku setelah mengetahui Naura putri kandung mereka, lihat saja Naura, akan aku balas perbuatan kedua orangtuamu itu melalui dirimu. Aku ingin merebut apa yang kamu miliki saat ini." Ucap Aurelia sambil menyeringai seperti iblis.


Aurelia memesan taksi online untuk mengantarnya ke hotel. Setibanya di hotel ia memesan kamar Presidential suite room. Bagian resepsionis meminta untuk di bayar di depan. Aurelia segera mengeluarkan kredit card miliknya.


"Maaf nona, kartu ini tidak bisa digunakan?" Apakah ada kartu yang lain?"


"Apa...?"


Aurelia mengeluarkan lagi tiga kartu kredit sekaligus namun sayang, kartu itu sudah di blokir semuanya.


"Maaf nona! Kartu ini juga tidak bisa digunakan.

__ADS_1


"Sialan kalian berdua!" Kalian tidak tanggung-tanggung mengusirku dengan memblokir semua fasilitas yang kalian berikan kepadaku.


Aurelia mengeluarkan kartu terakhirnya, yaitu kartu debit yang sudah ia persiapkan untuk dirinya jika suatu saat nanti kedua orangtuanya marah dan blokir kartunya ia punya kartu andalan miliknya sendiri.


Aurelia memberikan kartu itu dan menekan pin untuk membayar tagihan kamar hotel yang dipesannya. Transaksi berjalan dengan lancar. Petugas hotel, room boy mengantarkan koper dan barang bawaannya ke kamar Aurelia.


Setibanya di kamar, Aurelia memilih tidur untuk melepaskan kesialannya hari ini.


Ia berjanji akan mengakhiri semua hubungannya dengan dua keluarga yang telah tega mengusir dirinya, kecuali Naura yang ingin sekali ia hancurkan.


Di rumah pak Indarto telah terjadi keributan besar antara pak Indarto dengan istrinya masalah putri mereka Aurelia.


"Bagaimana mungkin kamu bisa mengusir putriku yang baru kita temukan setelah sekian lama kita tidak berjumpa dengannya?" Tanya pak Indarto kesal.


"Apakah ayah tidak melihat tingkahnya yang angkuh itu dan terlihat sok hebat memandang rendah kita sebagai orangtuanya? dan lebih menyakitkan lagi, dia berani meminta suaminya Naura menjadi miliknya, bukankah itu masuk akal?"


"Tapi kita bisa mendidiknya pelan-pelan, tanpa harus memperlakukannya dengan buruk di saat dia baru mengenal kita, lagi pula perkataannya tentang suami Naura, itu hanya ancaman bohongan yang ingin membuat kita kesal saja, ibu." Tukas pak Indarto membela putrinya.


"Apa ayah bilang? Ancaman bohongan? apakah harus tunggu kebenaran terlihat nyata di depan ayah baru ayah menyesal, begitu?"


"Lebih baik mencegah ciri-ciri pelakor sepertinya dari pada memelihara dia di rumah ini, akan membawa petaka untuk keluarga ini." Ucap ibu Rukmini tidak mau kalah.


"Astaga! Ibuuuu, kenapa tega sama anak kandung sendiri?"


"Aku harus tega ayah, walaupun dia adalah putri kandungku." Ujar ibu Rukmini sambil menangis.


"Ibu saja sebagai ibu kandungnya sudah menolaknya, bagaimana dia akan bertahan hidup di luar sana? sementara keluarga Brotoseno jelas-jelas tidak lagi menginginkannya setelah mereka mengetahui Naura adalah putri kandungnya mereka."


"Dia akan pulang, kalau uangnya sudah habis dan tidak ada tempat untuk kembali, kecuali rumah ini sebagai tujuan akhirnya." Ucap ibu Rukmini.


"Ya Allah, Gusti!! kenapa ceritanya harus berakhir menyedihkan seperti ini?" Ucap pak Indarto sedih.


Pria paruh baya ini keluar dari rumahnya menuju saung untuk melihat hamparan sawah hijau untuk menenangkan hatinya usai bertengkar hebat dengan sang istri.


Di kediaman mertuanya Naura, gadis ini sedang menjalankan profesi barunya sebagai ibu muda. Ia begitu telaten mengurus bayinya sendiri tanpa melibatkan baby sitter.

__ADS_1


Tuan Reno lebih bersemangat lagi mencari nafkah untuk keluarga kecilnya. Apapun makanan favorit istrinya pasti di belikan nya, asal itu tidak terlalu pedas dan asam.


"Sayang! Apakah kamu ingin membuat tubuhku seperti gorila?" Tanya Naura ketika Tuan Reno menyiapkan makanan begitu banyak di atas meja makan untuknya.


"Itu untuk bayi kita sayang, karena dia makan melalui ASI mu, makanya aku membelikannya untukmu."


"Ya Allah, mas Reno!" Emangnya aku kambing harus kunyah makanan setiap saat?"


"Tenang saja, aku sudah memanggil guru senam aerobik dan yoga untukmu, jadi kamu tidak perlu takut untuk gemuk."


"Kamu ini merepotkan sekali. Selalu punya cara sendiri untuk membungkam mulutku." Ucap Naura kesal.


"Apakah kamu ingin aku membungkam mulutmu dengan yang lainnya?" Goda Tuan Reno sambil memberikan isyarat dengan matanya mengarah ke miliknya.


"Cih!" Kau selalu mengalihkan perhatianku. Dasar suami mesum." Ucap Naura lalu memilih makanan yang harus ia makan terlebih dahulu.


"Sayang...! Sebelum kamu berolahraga raga untuk mengurangi lemak di tubuhmu, aku bisa ko mengajarkan senam terbaik agar kamu cepat ramping." Ucap Tuan Reno makin membuat wajah Naura terlihat seperti tomat.


"Tidak perlu, aku akan menunggu kedatangan guru senam yang sudah kamu rekomendasikan." Tolak Naura secara halus.


"Tapi aku tetap menginginkan kamu sayang karena kamu sudah tidak nifas lagi kan?"


"Aku masih nifas ko?" Ucap Naura dengan mimik serius.


"Tidak mungkin!" Tadi sebelum aku tiba di rumah, aku sudah melihat kamu menunaikan ibadah sholat isya, apakah kamu ingin mengelak nya?"


"Mungkin mas Reno salah lihat, itu bukan aku." Naura masih menghindar.


"Baiklah, kalau begitu biar aku yang memeriksa sendiri milikmu." Ucap Tuan Reno langsung menggendong istrinya yang baru meneguk minumannya.


Tuan Reno membawa tubuh Naura yang saat ini berontak dalam gendongannya.


"Mas Reno. Turunkan aku!" Pinta Naura.


"Nanti saja di kasur aku akan menurunkan mu." Ucap Tuan Reno cuek.

__ADS_1


__ADS_2