Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
8. Menahan Geram


__ADS_3

Tuan Reno yang menyadap perdebatan Naura dengan kedua orangtuanya, menahan geram karena tuan Dandy mampu meyakinkan mertuanya dengan membalikkan fakta untuk menyudutkan Naura.


Ingin rasanya dia mendatangi rumah Naura, namun langkahnya tertahan mengingat tuduhan tak berdasar dari kedua orangtuanya Naura membuat ia mengurungkan niatnya untuk mengklarifikasi fakta sebenarnya kepada kedua orangtuanya Naura yang sudah tertipu dengan mulut buaya tuan Dandy.


"Apa yang harus aku lakukan sayang?" untuk menolong dirimu?" Keluh Tuan Reno menahan kepedihannya yang ikut menjadi korban dari perselingkuhan antara tuan Dandy dan istrinya Maya.


Sementara itu Naura dibawa paksa oleh suaminya untuk ikut lagi bersamanya ke Jakarta. Tuan Reno yang memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah Naura menyaksikan adegan yang menyedihkan hatinya.


"Naura!" Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu karena kamu masih berstatus istrinya tuan Dandy. Semoga kamu bisa mengajukan gugatan cerai pada suamimu yang bajingan itu." Ucapnya sedih.


Mobil dinas yang dikendarai oleh tuan Dandy sudah menghilang dalam kegelapan malam. Tuan Reno yang diam-diam mengikuti mobil itu, meminta anak buahnya tetap mengawasi tuan Dandy.


"Jika dia berani menyentuh istrinya lagi, kalian harus memberinya pelajaran." Titah Tuan Reno sambil menyetir mobilnya menuju bandara karena tuan Dandy membawa Naura ke bandara untuk kembali ke Jakarta dengan penerbangan terakhir.


Naura yang tidak ingin suaminya mengetahui dirinya membawa ponsel, dengan cepat Naura menyembunyikan ponsel itu ke dalam kaos kakinya.


"Dari mana saja kamu selama ini, hah?" Bentak tuan Dandy sambil menangkup kedua pipi Naura.


"Untuk apa kamu mau tahu aku di mana dan ke mana. Bukankah kamu sudah mengusirku?" Lagian untuk apa bersandiwara pada kedua orangtuaku, kalau kamu ingin menikahi perempuan ******* itu."Naura menurunkan tangan suaminya dari pipinya yang sudah sangat sakit.


"Oh, jadi sekarang kamu sudah banyak teman, jadi dengan mudahnya kamu mendapatkan perhatian mereka dengan menjual deritamu?" Tanya tuan Dandy dengan mengangkat tangannya hendak menampar lagi Naura.


"Pukul..pukul ...pukul mas!"


Asal kau tahu, hasil visum wajahku yang kemarin kamu tonjok sudah aku simpan dan itu sebagai bukti bahwa kamu sudah melakukan kekerasan kepadaku." Teriak Naura makin menggila.


"Keluarkan aku dari sini!" Aku tidak mau pulang bersamamu ke Jakarta." Teriak Naura histeris.


"Ok, kalau begitu, aku akan menurunkan kamu dari mobilku dan silahkan pulang lagi ke rumahmu yang kumuh itu." Ucap tuan Dandy sarkas.

__ADS_1


"Berhenti pak!" Titah tuan Dandy pada sopir pribadinya.


"Sekarang kamu turun!" Aku juga sudah muak denganmu." Cuhhh!"


Tuan Dandy meludahi wajah istrinya lalu mendorong gadis malang itu dari mobilnya, hingga Naura jatuh terjerembab.


"Naura!" Teriak Tuan Reno histeris saat mobil yang berlawan arah hampir menabrak gadisnya. Dengan segera, Tuan Reno menghalangi mobil itu agar tidak menabrak tubuh Naura.


Bunyi derit ban mobil beradu dengan aspal menimbulkan suara ngilu bagi yang mendengarnya.


Sementara itu, mobil milik tuan Dandy yang tidak jauh dari lokasi itu sempat melihat adegan mengerikan itu dan menyumpahi istrinya Naura yang sangat keras kepala.


"Mampus kamu Naura!" Umpat tuan Dandy lalu meminta sopirnya langsung ke bandara.


"Naura!" Kamu tidak apa sayang?" Tanya Tuan Reno yang langsung menggendong tubuh Naura yang saat ini sangat gemetar karena syok berat.


Para anak buahnya Tuan Reno langsung mengamankan lokasi kejadian dan mengantarkan Tuan Reno ke mobil lain yang sudah mereka siapkan.


Naura masih gemetar ketakutan. Gadis ini tidak mengetahui dibalik kasih sayang suaminya selama ini ternyata menyimpan kebusukan dihatinya.


"Dasar serigala berbulu domba!" Kau ingin mengusai diriku tapi kau tidak rela meninggalkan wanitamu." Batin Naura dengan hatinya yang kacau.


Tuan Reno memeluk tubuh Naura untuk memberikan rasa nyaman bagi gadis ini, walaupun Naura merasa jengah dengan perhatian Tuan Reno kepadanya tapi tubuhnya menginginkan perlindungan dari seorang lelaki yang bisa ia andalkan saat ini.


"Kejar bajingan itu sampai ketemu dan berikan dia pelajaran agar apa yang dirasakan oleh istrinya sama yang dirasakannya saat ini!" Titah Tuan Reno kepada anak buahnya.


"Baik bos!" Kami sedang menghadangnya sekarang." Ucap anak buahnya Reno di susul dengan bunyi deritan antara ban dan aspal hingga mampu menghentikan laju mobil milik tuan Dandy.


"Buka pintunya!" Titah anak buahnya Tuan Reno pada sang sopir.

__ADS_1


Sopir yang ketakutan dihajar oleh preman itu, membuatnya terpaksa membuka pintu mobil dan seketika pintu mobil belakang di buka oleh anak buahnya Tuan Reno sambil menarik kerah baju milik tuan Dandy.


"Siapa kalian?" Mau apa kalian?" Tanya tuan Dandy ketakutan.


"Hari ini, aku belum merasakan tanganku ini memukul seseorang yang tega menyakiti wanita.


Sekarang rasakan ini!" Bukkk..


Bukkk!" Lelaki itu jatuh tersungkur dengan empat kali mendapatkan bogem mentah yang cukup membuat hidung dan gigi tuan Dandy hampir patah. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya serta hidungnya secara bersamaan.


"Lihatlah perbuatanmu, beberapa kendaraan hampir saling bertabrakan dengan satu sama lain karena tidak tega menabrak istrimu."


"Ayo foto wajahnya dan kirimkan ke wartawan. Sepertinya ia adalah pejabat penting negara ini, kalau di lihat dari plat mobil dinasnya." Ujar Raka pada temannya.


Setelah mendapatkan beberapa foto dari tuan Dandy sebagai bukti kalau mereka sudah membereskan lelaki breng*ek ini sebagai laporan mereka pada bosnya. Mobil yang membawa anak buahnya Tuan Reno sudah berada di tempat parkir hotel di mana saat ini. Tuan Reno sedang bersama Naura yang masih terlihat syok.


"Tidurlah Naura!" Aku ada di kamar sebelah. Tolong jangan pergi! tanpa diriku. Aku ada urusan penting dan akan kembali lagi sepuluh menit melihatmu.


Biar aku yang memegang kunci kamarmu agar bisa mengawasi mu dengan mudah." Ucap Tuan Reno yang ingin menemui anak buahnya di kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Naura.


"Ini bos!" Foto wajah pria itu yang sudah kami buat babak belur." Ucap Raka seraya memberikan hasil jepretan kamera ponsel mereka pada Tuan Reno.


"Kerja yang bagus. Ini bayaran kalian." Ucap Tuan Reno lalu menyimpan foto-foto tuan Dandy untuk ia sebarkan ke internet.


"Tuan kami juga mengambil video saat lelaki itu menurunkan istrinya di tengah jalan." Ucap Raka.


"Kirimkan kepadaku videonya!" Dengan bukti itu, Naura akan mudah menggugat cerai pria bajingan itu." Ucap Tuan Reno.


Sementara di bandara, tuan Dandy sedang membersihkan lukanya di klinik Bandara. Ia pun mengutuk istrinya yang selalu menyusahkan dirinya.

__ADS_1


"Aku akan membuat hidupmu menderita Naura, sehingga kamu takut untuk hidup lagi di dunia ini." Ucap tuan Dandy penuh dendam pada istrinya.


__ADS_2