
Tuan Reno mengantar istrinya ke rumah sakit. Keduanya melihat layar monitor di mana pergerakan bayi mereka sudah terlihat sambil mendengarkan penjelasan dokter Riana.
"Perkembangan janin pun sudah mulai terlihat jelas. Di usia janin 3 bulan, wajah sudah dilengkapi dengan mata, hidung, dan mulut. Tulang dan otot juga sudah terbentuk.
Kuku-kuku pada jari pun sudah mulai tumbuh. Alat kelamin sudah mulai terbentuk saat usia janin mencapai 3 bulan, namun belum berkembang secara sempurna, sehingga belum terlihat jelas jenis kelaminnya.
Masih ada lagi perkembangan menarik saat janin berusia 3 bulan loh Mami. Janin sudah bisa menggeliat bahkan menguap. Ia bahkan mulai belajar menghisap, menelan, dan buang air kecil. Perkembangan janin pun sudah mencapai 3.5 inci.
Jangan lupa untuk terus mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi dan hindarilah makanan mentah atau caffein. Mami juga disarankan melakukan olah raga selama kehamilan. Cukupi juga tubuh Mami dengan vitamin-vitamin yang berguna pada masa kehamilan.
Tidak perlu khawatir jika perut Many masih terlihat kecil. Karena hal ini tergantung pada ukuran janin di dalam perut pun masih belum sempurna. Hanya beberapa bagian saja yang telah terbentuk.
Atau ada faktor lain seperti bentuk ukuran perut Mami terbilang kecil, jadi jadi walaupun usia kehamilan sudah melewati usia 3 bulan, bisa saja perut Mami terlihat masih kecil.
Yang terpenting, jangan lupa untuk menjaga kesehatan Mami dan si kecil ya. Walaupun sudah melewati masa trimester pertama, ini adalah gerbang Mami dalam menghadapi masa-masa selanjutnya." Jelas dokter Riana pada pasangan muda ini.
"Tapi dokter saya tidak merasakan gejala kehamilan seperti wanita kebanyakan seperti mual, pusing dan kepingin makan yang asam-asam bahkan saya tidak merasakan tonjolan pada perut saya." Ucap Naura yang tidak merasakan gejala kehamilan sama sekali.
"Setiap gejala awal yang dirasakan oleh ibu hamil sangat beragam selain yang mami sebutkan tadi. Seperti mudah tersinggung, marah-marah nggak jelas dan paranoid akan sesuatu hal bahkan berubah posesif pada suaminya." Imbuh dokter Riana.
Deggg...
Tuan Reno mengenang lagi dua bulan lalu saat Naura yang terlihat posesif kepadanya karena perubahan hormon tadi.
"Apakah saat itu istriku sudah menunjukkan gejala awal kehamilannya dan aku sendiri tidak mengetahuinya." Batin Reno.
"Terimakasih dokter akan penjelasan dan juga sarannya. Kalau begitu kami permisi dulu." Naura dan Tuan Reno meninggalkan poli kandungan milik dokter Riana.
"Sayang!" Aku mau bertemu mami dan setelah itu menghubungi kedua orangtuaku. Aku ingin memberitahukan kepada mereka tentang kabar gembira ini." Ucap Naura girang.
Tuan Reno benar-benar tidak mengerti dengan sikap Naura yang masih saja pecicilan berjalan di sampingnya.
"Mas Reno!" Apakah mami akan percaya aku hamil?" Perutku masih terlihat rata begini?"
"Mami sudah melahirkan dua anak jadi percaya dengan ucapanmu, lagi pula ada bukti foto print janin kita, sayang."
"Begitu ya."
Keduanya langsung menuju ke mansion nyonya Nunung. Kebetulan nyonya Nunung dan suaminya berada di kediaman mereka.
Pelayan segera memberitahukan kedatangan pasangan pengantin baru ini. Nyonya Nunung mengernyitkan dahinya merasa heran dengan pasangan pengantin yang sudah pulang dari bulan madu mereka yang rencananya ingin menginap tiga hari di hotel.
__ADS_1
Naura bergegas turun dari mobil dan setengah berlari sambil berteriak memanggil ibu mertuanya.
"Mami... mami!"
"Naura!" Jangan lari sayang!" Teriak Tuan Reno makin pusing menjaga Naura.
"Hei!" Mami di sini sayang." Ucap nyonya Nunung menangkap tubuh Naura yang hampir menabraknya.
"Mami sini deh!" Kami punya kabar gembira untuk mami dan ayah." Wajah Naura sumringah menatap wajah cantik ibu mertuanya.
"Kabar apa sayang?"
"Naura hamil mami!" Pekik Naura lalu memeluk ibu mertuanya tanpa memberikan kesempatan ibu mertuanya untuk memberinya selamat.
"Benarkah kamu hamil?" Ibu mertuanya menguraikan pelukan Naura yang terlalu kuat mendekapnya.
"Iya mami!" Kami barusan dari dokter dan dokter sudah print hasil USG tiga dimensi foto bayinya."
Naura menyerahkan foto itu kepada ibu mertuanya yang terlihat sudah berkaca-kaca.
Nyonya Nunung memperhatikan foto itu sambil mengusap air mata bahagianya.
"Alhamdulillah, akhirnya aku akan menjadi seorang nenek. Ayah lihatlah ini penampakan calon cucumu dalam rahim menantu mu." Ucap nyonya Naura memberikan foto hasil USG pada suaminya.
"Sekarang Naura mau makan apa?" Mami minta chef kita masakin untukmu.
"Naura belum lapar mami."
"Atau mau makan kesukaan Naura, biasanya mau makan apa?"
"Sebenarnya Naura tidak merasakan ngidam tapi Naura mau makan bubur abalone seperti di drama Korea yang sering Naura tonton."
"Baiklah!" Kalau begitu biar chef pesan bahan mentahnya dulu. Sekarang kalian istirahat di kamar Reno dan jangan pulang ke apartemen dulu karena mami mau memanjakan kamu sayang.
Kamu harus dibawah pengawasan mami." Ucap nyonya Nunung tegas karena melihat sifat Naura yang masih liar.
"Tapi mami, apakah nggak merepotkan mami nantinya?" Tolak Naura.
"Tidak apa-apa, mami senang direpotkan oleh kamu." Ucap nyonya Nunung sambil membelai rambut panjang Naura.
Tuan Reno hanya mengulum senyumnya melihat Naura yang merasa tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"Mami Naura ke kamar dulu ya." Naura mencium pipi nyonya Nunung yang terlihat bahagia.
"Hati-hati sayang jalannya dan jangan lari!" Titah nyonya Nunung dengan aturan pertamanya untuk Naura.
Naura membalikkan tubuhnya sambil tersenyum samar pada sang ibu mertua lalu menaiki lagi anak tangga dengan hati-hati.
"Apakah aku harus berubah menjadi keong?" Ini sangat membuatku bosan berubah menjadi ratu ningrat" Gumamnya lirih.
"Emang enak?" Ledek sang suami melihat wajah Naura tiba-tiba merengut kesal.
"Aku tidak suka di atur-atur, ini sangat membuatku bosan."
"Kamu sudah berada di tangan yang tepat jadi terimalah nasibmu, sayang!"
"Tahu tadi nggak usah ke sini." Ucapnya penuh sesal.
"Tadi semangat banget mau ke sini, sekarang langsung keok." Ledek Tuan Reno makin membuat Naura frustasi.
Naura sibuk membuka ponselnya menonton konten tik tok yang lagi digandrungi siapa saja untuk membuat diri mereka cepat viral.
Sekitar satu jam dirinya dipanggil lagi oleh pelayan. Ketukan pada pintu kamarnya membuat Tuan Reno harus membuka pintu itu dan menemui pelayannya.
"Maaf Tuan!" Nyonya memanggil nona Naura karena bubur abalone pesanannya sudah siap.
"Terimakasih!"
"Sayang!" Ayo turun!" Makananmu sudah siap."
"Cepat sekali matangnya, itu masak atau sulap."
Naura turun lagi ke lantai bawah dengan hati-hati membuat Tuan Reno menahan tawanya melihat si liar ini tiba-tiba terlihat tenang dan tidak ingin mengecewakan maminya.
Naura duduk sambil mengaduk buburnya yang terlihat masih panas lalu menunggunya sesaat.
Ia terlihat menikmati bubur itu dan tidak merasakan mual sama sekali padahal nyonya Nunung sudah kuatir jika Naura tiba-tiba saja muntah.
"Apakah sangat enak buburnya?" Tanya nyonya Nunung.
Naura mengangguk.
"Reno cobalah bubur itu karena chef masaknya cukup banyak." Titah maminya.
__ADS_1
Saat Tuan Reno membawa sendok itu ke mulutnya tiba-tiba rasa mual menyerang dirinya.