Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
67. Cemburu


__ADS_3

Tuan Reno keluar dari balkon kamar dan melihat ada seseorang yang sedang mendekati istrinya yang masih berada di kolam renang. Ia segera turun dan mematikan beberapa lampu kolam hingga menyisakan satu lampu taman untuk pencahayaan.


Melihat sebagian lampu di matikan oleh seseorang di dalam mansion, Rangga tersentak. Di saat yang sama, Naura meraih baju bathtub miliknya lalu keluar dari kolam renang dan buru-buru mengenakan ke tubuhnya. Di saat ia berbalik Naura sudah rapi dan berdiri di depannya.


"Sial! Baru saja aku ingin melihat bentuk tubuh indah ini, malah sudah ditutup lagi. Batinnya sambil menatap wajah cantik Naura penuh makna.


"Kenapa tiba-tiba datang ke sini dan langsung ke kolam renang? bukankah tamu itu sebaiknya berada di raung. tamu?"


"Aku dengar Tante Lira merayakan keberhasilan putrinya karena sudah mendapatkan gelar sarjana strata satu dengan nilai Cumlaude."


"Jika mamaku tidak mengundangmu kenapa kamu datang? acara khusus keluarga inti, jadi entahlah kau dari rumah orangtuaku!" Bentak Naura sengit.


Naura berjalan cepat menuju mansion lalu berpapasan sama suaminya yang sedang menjemputnya.


"Sayang? Kamu tidak apa?" Tanya Tuan Reno sambil merangkul istrinya.


"Aku tidak apa mas! Aku sudah lelah dan pingin tidur." Ucap Naura lalu melepaskan diri dari pelukan suaminya.


Tuan Reno melihat wajah pangeran Rangga membuatnya muak.


"Kamu tahu ini sudah jam berapa?"


"Ini rumah pamanku, aku biasa datang dan menginap di sini sesuka hatiku, apakah ada masalah, Tuan Reno?"


"Tapi tidak sopan langsung ke kolam renang saat...?"


"Eits, tunggu dulu memberi tuduhan mu padaku, aku juga datang ke sini langsung ke kolam renang, entah itu berenang atau sekedar duduk di dekat kolam renang. Jadi aku tidak berniat buruk untuk melihat Naura saat ini sedang berenang." Sanggah Rangga ketus.


"Baiklah! Semoga saja apa yang kamu ucapkan benar adanya, jika terbukti berbohong dan sengaja ingin mendekati istriku, aku tidak segan untuk membunuhmu." Ucap Tuan Reno.


"Kenapa harus aku yang kamu incar? Kenapa bukan mantan suaminya Naura yang patut kamu curigai, karena aku lihat saat Naura masih kuliah, ia diam-diam mendatangi Naura untuk merayu istrimu yang cantik itu, untuk mendapatkannya lagi." Ucap Rangga memercik perpecahan rumah tangga, Tuan Reno dan Naura.

__ADS_1


Degggg..


"Aku sudah mengetahui hal itu, jadi tidak perlu repot-repot mengingatkan aku tentang bajingan itu." Ucap Tuan Reno berbohong untuk melindungi nama baik istrinya.


"Syukurlah kalau kamu sudah mengetahuinya, setidaknya kamu harus lebih waspada pada kekasih dari mantan istrimu Maya." Ucap Rangga yang sudah banyak mengetahui masalalu antara Naura dan Tuan Reno yang bisa bertemu karena skandal pasangan mereka masing-masing.


Rangga meninggalkan Tuan Reno yang masih berdiri termangu dengan menahan geram pada istrinya. Naura yang sudah merahasiakan pertemuan antara Dandy dan dirinya.


Tuan Reno masuk ke kamarnya dan melihat Naura sedang mengenakan lingerie moccha membuat tensinya yang semula tinggi, kini berangsur menurun melihat kemolekan tubuh sang istri tercinta.


"Sial! kenapa di saat aku ingin menyelidiki kebohongannya justru aku di hadapkan dengan pemandangan yang membuatku tidak bisa menghardiknya." Gumam Tuan Reno lirih.


"Sayang! Kenapa berdiri saja? Bukankah kamu ingin kita bercinta lagi?" Ucap Naura manja membuat suaminya mendekati secara perlahan.


Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Tuan Reno menyerang tubuh Naura secara kasar. Entah dari ciuman dan kedua tangannya menggerayangi tubuh istrinya tanpa ada kelembutan sama sekali.


Naura merasa kewalahan mengimbangi permainan Tuan Reno yang terasa sangat kasar bahkan permainan itu lebih seperti pemerkosaan baginya.


"Mas! Ada apa denganmu?" Tanya Naura sambil berontak dari pelukan suaminya.


"Kau telah membohongi diriku. Diam-diam kamu bertemu dengan Dandy tapi kamu tidak memberitahuku." Ucap Tuan Reno dengan suara berat bercampur amarah.


Dihimpit dari belakang oleh tubuh kekar itu, membuat Naura hanya pasrah menerima hukuman dari sang suaminya karena sedang dikuasai oleh api cemburu.


Setelah menyalurkan hasratnya, Tuan Reno mengigit tubuh itu dan menghisapnya dengan kuat hingga bekas kepemilikan itu tertanda di sana.


Bulir bening yang jatuh menetes di atas kasur karena kekesalan suaminya, membuat miliknya sangat sakit dan perih karena tidak dilakukan dengan cara yang lembut, apa lagi mengawalinya dengan pemanasan ringan yang biasa mereka lakukan.


Setelah melampiaskan kekesalannya, Tuan Reno meninggalkan Naura dengan bajunya yang sudah kembali rapih.


Naura segera berlalu ke kamar mandi dengan menahan sakit pada bagian sensitifnya. Kakinya yang sangat gemetar karena menghadapi amarah Tuan Reno yang baru kali ini ia mengetahuinya.

__ADS_1


Naura duduk di dalam bathtub dan menyalakan air memenuhi setengah tubuhnya. Lama ia berendam di dalam air hangat itu sambil melamun, bahkan ia tidak sadar hingga tertidur karena seharian ia sudah terlalu lelah, ditambah ia juga sudah kelamaan berenang. Sekarang ditambah lagi hukuman kasar yang dilakukan oleh suaminya.


Tuan Reno keluarkan mobilnya hanya untuk mencari udara segar untuk mengembalikan ketenangan dalam jiwanya. Ia hanya mengitari komplek perumahan mertuanya lalu kembali lagi ke mansion mertuanya.


Setelah amarahnya mulai reda, Tuan Reno kembali ke kamarnya.


Namun ia tidak mendapati istrinya di kasur maupun di sofa yang ada di kamar tersebut.


"Naura ... Naura ... sayang!" Tuan Reno mencari istrinya di walk in closet namun tidak ada. Ia membuka pintu balkon juga tidak terlihat Naura.


"Mungkin di kamar mandi." Gumam Tuan Reno yang mengira istrinya sedang buang air.


Ditunggu sekitar sepuluh menit, Naura belum keluar juga dari kamar mandi, ia pun nekat masuk ke dalam kamar mandi dan mendapati istrinya sudah hampir tenggelam di dalam bathtub.


"Naura!" Teriaknya sambil mengangkat tubuh polos Naura.


"Ya Allah, kenapa gadis ini selalu saja nekat." Ujar Tuan Reno panik.


Ia menekan dada Naura dan memberikan nafas buatan pada istrinya.


"Tidak.... tidak...tidak Naura! jangan menyiksaku seperti ini sayang! aku mohon!" Tuan Reno terus memompa dada Naura berkali-kali sambil menangis menyesali perbuatannya.


Tidak lama kemudian air menyembur dari mulut Naura dan gadis ini pun terbatuk beberapa kali.


"Alhamdulillah sayang!" Tuan Reno meraih handuk untuk membalut tubuh istrinya dan membawa tubuh istrinya itu ke atas kasur.


Tubuh itu diusapnya lalu ia memeluk Naura dengan ucapan beribu maaf pada kekasih jiwanya ini.


Naura menangis sesenggukan, Tuan Reno makin merasa bersalah.


"Sayang, aku mohon maafkan atas sikapku yang keterlaluan padamu, aku terlalu cemburu padamu sampai aku tidak rela kamu berbicara padanya walaupun dia sedang membututi mu. Bukankah aku sudah memohon padamu, supaya kamu di kawal oleh Raka dan Ruben demi keselamatanmu, bukan?" Sesal Tuan Reno sambil mencium wajah istrinya.

__ADS_1


__ADS_2