Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
45. Menikmati Musim Salju


__ADS_3

Pasutri ini masih betah berada di Incheon untuk menikmati musim salju. Karena udara yang terlalu dingin, Naura harus mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman hangat agar tubuhnya tetap fit.


Tubuhnya yang sudah naik lima kilo membuat pipinya terlihat makin cabi didukung oleh bokong dan dua bukit kembarnya yang terlihat sangat sekang dan padat.


Tuan Reno sangat menyukai tubuh bohay istrinya.


"Apakah aku terlihat semakin jelek?" Tanya Naura ketika mematut tubuhnya didepan kaca.


"Sangat jelek." Ucap Tuan Reno sambil memeluk bumil dari balik punggung Naura.


"Apakah kamu masih menyukaiku dengan tubuhku seperti ini?" Di tambah lagi aku jelek." Naura berkaca-kaca.


"Justru aku senang melihat kamu seperti ini. Kamu makin membuatku terangsang sayang." Goda Tuan Reno sambil membalikkan tubuh Naura menghadapnya.


"Dengan tampilan kamu seperti ini, berarti tidak ada lagi yang memperhatikanmu dan itu sangat membuatku tenang."


"Termasuk para musuhmu yang ingin membunuhku?" Sindir Naura acuh.


Deggg...


"Sayang!" Jangan katakan itu. Aku tidak ingin kamu merasa terancam setiap saat jika mengingat hal buruk itu." Tukas Tuan Reno sedih.


"Bukan hanya perasaanku saja yang merasa tidak tenang mas Reno, tapi rasanya setiap saat, aku merasa nafasku makin sesak hanya membayangkan kematian ku makin dekat."


"Sayang!" Ada aku selalu menjagamu."


"Iya, aku tahu akan hal itu, tapi mereka tidak akan menyerah begitu saja setelah ingin membunuhku dengan cara meracuni makananku dan setelah itu mereka akan mencelakai aku dengan senjata tajam atau bisa saja ada yang ingin menembak aku dengan pistol peredam suara, apakah mas Reno tidak memikirkan itu?"


"Jika mereka melakukan itu padamu, amit-amit, aku akan menjadi tameng mu." Ucap Tuan Reno menenangkan Naura yang terlihat makin gelisah.


"Oh, jadi mas Reno mau cepat mati begitu?" Mau meninggalkan kami berdua?" Apakah setelah kematian mu, hidup kami akan aman?" Tekan Naura terlihat frustasi.


"Naura, sayang!"


Pekik Tuan Reno lalu memeluk tubuh gendut istrinya yang sudah mulai setress dengan berbagai ancaman yang datang padanya, baik berupa makanan, surat yang berisi teror yang dimasukkan ke dalam kantong mantel saat mereka berpapasan orang yang tidak dikenal maupun sengaja mengirimkan pesanan barang yang didalamnya ada ular plastik.


"Sayang!" Lebih baik kita pulang dari pada menikmati liburan dengan suasana yang sudah tidak kondusif.


"Bukankah sama saja, jika di Jakarta aku juga diperlakukan sama oleh para musuhmu. Jika mereka menginginkan kamu, cukup datang kepadaku dan memintamu secara baik-baik tanpa harus berbuat nekat dengan cara menghabisi nyawaku." Ucap Naura dengan suara parau.

__ADS_1


"Tapi, berada di tanah air sendiri jauh lebih aman sayang, dari pada di negara orang, itu sangat membuatku bingung menanggulangi kekacauan ini yang datang bertubi-tubi."


"Tapi aku belum puas menikmati salju dan makanannya di sini." Keluh Naura manja.


"Tapi, kalau kamu banyak mengeluh karena tidak merasa aman, bagaimana kita mau meneruskan liburannya?"


Naura terdiam dan merenungi perkataan suaminya.


"Baiklah. Kita akan pulang setelah tiga hari lagi, bagaimana?" Tanya Tuan Reno.


"Iya deh." Sahut Naura sambil cemberut.


"Jangan cemberut seperti itu, nanti anak kita bisa jelek sayang!"


"Emang mas Reno berharap anaknya jelek?"


"Yah tidak mungkinlah." Ucap Tuan Reno sambil menaikkan satu alisnya.


"Kalau begitu berhentilah becanda yang tidak berbobot." Omel Naura.


"Baiklah sayang, ayo kita jalan-jalan lagi, mumpung masih di sini."


"Sudah banyak pengawal dari anak buahnya Raka yang mengawasi kita. Insya Allah aman." Ucap Tuan Reno meyakinkan istrinya.


"Alhamdulillah!" Naura mengecup pipi suaminya sebagai ungkapan terimakasihnya.


...---------------...


Dengan mengenakan baju tradisional Korea Selatan yaitu Hanbok, pasangan romantis ini berkunjung ke Seoul Forest. Seoul Forest adalah tempat wisata Korea Selatan saat musim dingin.


Salju yang makin deras mengguyur bumi Seoul, tidak menghalangi keduanya untuk menikmati tempat itu dengan penuh suka cita.


Banyak sekali foto Selfi keduanya dengan view yang sangat menakjubkan di tempat itu. Setelah berjalan jauh mengelilingi di setiap sudut hutan Seoul, lagi-lagi Naura merasa sangat lapar.


"Mas Reno, aku mau makan." Pintanya dengan nafas tersengal hingga terlihat jelas di cuaca dingin seperti ini.


"Baiklah, kalau begitu kita cari restoran." Ucap Tuan Reno lalu menghubungi Raka untuk mencari restoran.


Raka mengantarkan pasangan ini di restoran yang menyajikan makanan hangat di musim dingin.

__ADS_1


Kini keduanya sudah berada di dalam restoran dengan ruang Makan Pribadi Terbaik di Seoul, Korea Selatan.


"Mau pesan apa sayang?" Tanya Tuan Reno.


"Aku mau pesan Tteokguk, Mandu-guk, Gyeran ppang, Gungoguma, Oksusu." Pinta Naura sambil membaca nama menu yang tertera di buku menu tersebut.


"Mas mau apa?"


"Tteokbokki dan Bungeo-ppang."


Naura meminta dibuatkan teh hijau mint yang hangat pada. pramusaji untuk mereka.


Tidak lama kemudian, makanan mereka sudah tersaji, dan keduanya menikmati makanan itu. Sementara di sebelah kamar mereka ada Raka dan anak buahnya ikut menikmati makanan hangat di musim dingin tersebut.


Ketiadaan Raka dan anak buahnya di luar, hingga tidak terpantau ada tamu lain yang merupakan musuh besarnya Tuan Reno dan Naura.


Tuan Dandy dan Maya mengunjungi restoran yang sama dengan pasangan suami-istri itu.


Rupanya hubungan tuan Dandy dan Maya hingga kini masih berlangsung dan keduanya memutuskan untuk tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan sesuai permintaan Maya.


Kedua manusia ini memiliki kepentingan mereka masing-masing. Tuan Dandy yang ingin memanfaatkan kekayaan Maya untuk politik dan style hidupnya, sementara Maya masih membutuhkan kehangatan Dandy yang mampu memuaskan dirinya di atas ranjang.


Maya pernah beralih pada laki-laki lain yang lebih tajir darinya, namun sayang setiap kali melakukan percintaan panas dengan lelaki tajir manapun, Maya tidak bisa mendapatkan kepuasan bercinta dengan mereka.


Hingga akhirnya dia memilih Dandy sebagai pemuas birahinya semata dengan tidak peduli berapapun yang Dandy minta pada dirinya.


Di kamar pribadi restoran itu, keduanya tidak segan berciuman dan saling memberikan rangsangan masing-masing.


Mereka akan berhenti jika ada pelayan yang datang untuk menyajikan makanan untuk mereka.


"Maya!" Hubungan kita sudah terlalu lama, mengapa kita tidak menikah saja?" Tanya Dandy sambil menikmati makanannya.


"Aku tidak yakin kalau kamu akan memilih setia padaku mas. Kamu akan mencari wanita lain untuk selingkuh dan aku tidak mau mengalami sakit hati akan perselingkuhan itu." Ujar Maya terdengar sinis.


"Bukankah kita bisa melakukannya jika kita bosan dengan hubungan kita. Aku akan mengijinkan kamu bercinta dengan laki-laki lain dan kamu tidak perlu marah jika aku juga bercinta dengan wanita lain dan setelah puas, kita bisa bina rumah tangga kita seperti biasanya. Bukankah itu adil?" Ucap Dandy tanpa segan pada Maya.


"Sialan!" Kamu kira aku apa?" Mesin uang untuk menyenangkan kamu dan dengan uangku kamu bisa menyewa para pelacur mu untuk memuaskan kamu.


Dasar lelaki tidak tahu malu. Aku akan meninggalkan kamu jika suatu saat nanti aku bertemu dengan lelaki kaya yang bisa memuaskan aku, termasuk mas Reno yang akan menjadi milikku suatu hari nanti." Batin Maya sambil mengaduk makanannya.

__ADS_1


__ADS_2