Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
6. Menginap


__ADS_3

Tuan Reno membawa Naura ke apartemen miliknya yang tidak diketahui oleh istrinya Maya. Naura yang saat ini sedang bingung dengan tujuannya, menuruti saja ke mana Tuan Reno membawanya pergi.


Setibanya di apartemen, Tuan Reno melihat Naura yang tidak memakai alas kaki dan juga terlihat sangat berantakan saat ini memutuskan untuk menggendong gadis itu.


"Biarkan aku menggendongmu Naura!"


"Tidak usah Tuan Reno. Aku tidak apa jalan kaki walaupun tanpa sendal.


"Baiklah kalau begitu kamu pakai jaket aku saja dan memakai sandal hotel." Tuan Reno mengambil jaket dan sendal hotel di jok belakang lalu memakaikan ke tubuh gadis itu yang tidak ingin memperlihatkan wajahnya pada Tuan Reno.


"Mengapa kamu terlihat malu padaku Naura?" Ayolah lihatlah aku!" Ucap Tuan Reno seraya menyisihkan rambut Naura dari wajahnya namun gadis ini buru-buru menepis tangan Tuan Reno untuk menjauh dari wajahnya.


Tuan Reno mulai curiga, iapun langsung menyalakan lampu mobilnya dan menarik tubuh Naura untuk lebih dekat kepadanya.


"Astaga!" Bajingan itu tega memukulmu sampai separah ini?" Tanya Tuan Reno sambil mengatupkan rahangnya hingga mengeras.


"Kita harus ke rumah sakit dan kamu perlu melakukan visum untuk bisa menuntut suamimu itu telah melakukan KDRT padamu." Ucap Tuan Reno menahan geram.


"Tolonglah Tuan Reno!" Aku tidak mau sampai wartawan mengetahui persoalan ini karena suamiku adalah pejabat publik.


Tolong jangan diperpanjang masalah ini Tuan!" Pinta Naura yang ingin kehidupannya tenang di kala Hatinya saat ini sedang remuk redam tak karuan rasanya mengingat segala kecaman yang di katakan oleh suaminya hingga merendahkan harga dirinya.


"Baiklah!" Aku akan panggilkan dokter pribadiku ke apartemen agar kamu mendapatkan perawatan maksimal." Ucap Tuan Reno lalu membuka pintu mobilnya untuk Naura.


Tuan Reno memerintahkan asistennya untuk memanggil dokter. Keduanya masuk ke dalam lift khusus yang langsung ke lantai kamar apartemen Tuan Reno.


Tuan Reno tidak segan menggandeng tangan Naura lalu membawa ke kamar tamu agar gadis itu segera beristirahat.


Ia membantu Naura membuka lagi jaket yang dipakai gadis itu dan menguncir rambut panjang Naura ke atas hingga tampak leher jenjang nan mulus itu terpampang indah di hadapannya.


"Sialan kau Dandy!" Istrimu secantik ini kamu sia-siakan demi istriku yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan istrimu." Batin Tuan Reno.

__ADS_1


Naura yang masih terguncang dengan kekerasan suaminya terlihat diam membisu dengan pandangan kosong menatap nanar apa yang tersuguhkan di hadapannya.


Bahkan air mata gadis ini telah terbenam dari sumbernya karena sakit yang begitu membuatnya tak bisa lagi mengundang air matanya untuk membasuh luka yang terlalu dalam itu.


Bunyi bel pintu kamar apartemennya terdengar oleh Tuan Reno. Iapun segera membukanya ketika melihat layar CCTV di balik pintu itu.


"Selamat malam dokter Linda!" Silakan masuk dokter!


"Malam!" Ucapnya dokter Linda.


"Mana pasiennya Tuan Reno?"


"Di sini dokter, silahkan ikuti saya!"


Dokter Linda masuk ke kamar itu lalu duduk di samping Naura yang masih diam membisu dengan tatapannya yang kosong.


Setelah melihat luka memar pada wajah Naura, dokter langsung menuliskan resep agar segera di tebus oleh Tuan Reno.


Dokter Linda membereskan peralatannya lalu keluar dari kamar Naura.


"Sepertinya pasien sedang mengalami syok berat hingga jiwanya terasa kosong saat ini. Ia bukan hanya mengalami luka fisik tapi yang terluka saat ini adalah hati dan jiwanya.


Sebaiknya dia dipertemukan dengan dokter psikiater untuk bisa membuatnya berdamai dengan keadaan.


Kasihan, usianya kelihatan masih muda dan dia siapanya anda Tuan Reno?"


"Dia mantan kekasihku, suaminya baru saja ketahuan selingkuh olehnya, makannya keduanya bertengkar hingga ia diusir oleh suaminya. Sekarang dia bersamaku dan aku harus menyelamatkannya." Ucap Tuan Reno berbohong.


"Baiklah!" Tolong rawat gadis itu dengan baik dan jangan biarkan dia sendirian karena gadis itu harus banyak bicara dengan begitu luka di hatinya berangsur sembuh." Ucap dokter Linda lalu pamit kepada Tuan Reno.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Tuan Reno mengoleskan krim bening pada permukaan kulit wajah Naura yang saat ini sudah mulai tertidur. wajah cantik itu terlihat sendu dan air matanya mulai menetes di sudut matanya.


"Ya Tuhan!" Naura, kamu bahkan menyembunyikan tangis mu dalam tidurmu. Sebegitu sakit kah hingga kamu tidak ingin menceritakan penderitaan mu kepadaku, sayang?" gumam Tuan Reno lalu mengecup pucuk kepala Naura dengan hati-hati.


Tuan Reno tidur di sofa itu untuk menjaga Naura di kamarnya. Sesekali matanya melirik Naura yang masih tenang tidurnya.


Ia sendiri tidak peduli dengan istrinya yang saat ini sudah berada di mansion miliknya.


Bahkan ia tidak sempat bertemu dengan Maya yang baru tiba di luar negeri sampai saat ini. Hatinya lebih condong memikirkan keadaan Naura dari pada Maya.


"Naura!" Kita berdua harus bercerai dari pasangan kita agar kita segera menikah dan tinggal Jauh dari mereka berdua." Ucap Tuan Reno lalu memejamkan matanya.


Keesokan paginya, Naura baru menyadari dirinya saat ini sedang berada di tempat lain yang bukan rumahnya. Ia melihat raut wajah tenang Tuan Reno yang tidur di sofa di dalam kamar yang sama dengannya.


"Ya Tuhan!" Rupanya aku sedang menginap ditempat orang lain. Naura mengingat-ingat apa yang terjadi pada dia sebelum.


Ia mengingat pertengkaran dirinya dengan suaminya semalam hingga berakhir dengan pemukulan. Hatinya kembali meringis mengingat perkataan suaminya yang lebih menyakitkan dari pada pukulan Dandy pada wajahnya.


Saat ia ingin bicara rupanya rahangnya terasa sakit dengan sudut bibirnya yang ternyata sudah kering dan terasa kaku.


"Aduh!"Sssstttt... sakit." Ucapnya sambil mengusap pipinya hingga membangun mata elang milik Bu Tuan Reno menatapnya cepat.


"Naura!" Apakah kamu tidak apa sayang?" tanya Tuan Reno sambil memegang kening Naura yang terasa demam.


"Naura, kamu demam sayang. Kita harus ke rumah sakit." Ajak Tuan Reno pada gadis itu.


"Tidak!"' Aku tidak ingin ke manapun, cukup beli obat penurun panas untukku agar aku bisa istirahat dan lekas sembuh." Pinta Naura.


"Semalam kamu belum sempat minum obat karena ketiduran. makanya sekarang badanmu demam dan kamu harus sarapan dan minum obat demam." Ucap Tuan Reno lalu memesan makanan di restoran yang melayani sarapan pagi untuk mereka berdua.


Sekitar dua puluh menit, pesanan makanan mereka tiba dan Tuan Reno segera menyuapkan sarapan itu pada Naura, namun gadis itu menggeleng lemah.

__ADS_1


"Aku tidak tahu cara melarikan diri ataupun kembali ke rumah keluargaku di kampung. Aku tidak tahu cara menghadapi kesedihan orangtuaku ketika melihat keadaanku seperti ini yang sebelumnya baik-baik saja." Ucap Naura lirih.


__ADS_2