Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
37. Kehangatan Tuan Reno


__ADS_3

Tiba di apartemen miliknya, Tuan Reno membawa istri ke kamarnya. Naura yang sudah tidak mengantuk lagi memilih untuk menyalakan televisi.


Sementara hujan di luar masih mengguyur bumi dengan derasnya.


"Kamu tidak ingin tidur lagi sayang?" Tanya Tuan Reno melihat Naura mengutak-atik channel TV yang ingin ditontonnya.


"Aku sudah tidak ngantuk mas." Ucap Naura sedikit merebahkan tubuhnya di atas sofa putih itu.


Tuan Reno mendekati tubuh istrinya dan membuka blazer milik gadisnya. Naura membiarkan apa yang ingin dilakukan suaminya pada tubuhnya.


Setelah pakaian Naura sudah raib dari tubuh itu, seperti biasa Tuan Reno sudah memanjakan milik istrinya agar Naura merasakan kenikmatan yang diberikannya sebelum mencapai puncak permainan sesungguhnya.


"Ssstt, akhhhh!" Pekik Naura tertahan menahan gelora kenikmatan yang diberikan oleh suaminya yang memberikan rasa geli namun nikmat di antara belahan lembah basah mengundang nikmat menggetarkan riak dari dalam tubuhnya yang mulai meletup merasakan sensasi yang maha dahsyat hingga membuatnya mengejang.


Berkali-kali Naura sudah melakukan pelepasan, namun Tuan Reno tetap saja mengeksplorasi pemainnya di tempat sempit itu hingga Naura berulangkali melepaskan rasa kepuasan setelah mencapai *******.


"Mas Reno, tolong jangan menyiksaku!" Ucap Naura dengan nafas tersengal karena nikmat yang diberikan suaminya membuat tubuhnya makin lemas dan kelopak matanya makin berat.


"Aku ingin membuatmu tidur lagi sayang, karena ini masih siang lebih baik memberikan obat tidur secara alami yang akan membuatmu segar kembali nanti sore." Ujar Tuan Reno sambil meremas dua buah benda kenyal yang tergantung indah yang terdapat di dada istrinya.


Naura membiarkan suaminya melakukannya. Ia hanya menerima terjangan dari tubuh suaminya yang kini telah memasuki tubuhnya. Permainan panas itu kembali terjadi di atas sofa panjang yang berwarna putih itu.


Setiap posisi diubah Tuan Reno untuk meraih kenikmatan yang hanya sekejap itu. Tubuh keduanya saling beradu. Peluh membanjiri tak terasa menetes berkali-kali.


Tuan Reno makin menjadi dan tak pernah kenal lelah menghajar tubuh istrinya. Hampir satu jam lebih, permainan panas itu sudah membuat Naura kewalahan melayani suaminya.


Hingga akhirnya Tuan Reno melepaskan hasratnya yang sudah menyiksanya lalu merengkuh kembali tubuh polos istrinya dengan mengigit leher jenjang itu hingga meninggalkan cetakan merah yang menjadi saksi percintaan mereka.


...----------------...


Satu minggu berada di apartemen itu memudahkan Naura melakukan mobilitasnya dari kampus yang lebih dekat dengan apartemennya.


Karena hari itu jadwal kuliahnya kosong, Naura fokus mengurus suaminya. Tuan Reno yang sudah siap untuk berangkat ke perusahaannya mengikuti meeting penting hari ini.


"Sayang, aku tidak akan lama, jika sudah selesai kita akan segera kembali lagi ke mansionnya mami sore harinya. Apakah kamu ingin tetap di sini atau mau keluar jalan-jalan?" Tanya Tuan Reno yang saat ini sedang memakai bajunya dibantu sang istri tercinta.

__ADS_1


"Aku ingin keluar menikmati kuliner disekitar sini yang sudah lama aku rindukan. Aku ingin memanjakan baby kita sayang. Tidak apakan sayang, Jika aku pergi keluar sendiri tanpamu?" Tanya Naura seraya memakaikan koas kaki pada kedua kakinya Tuan Reno.


"Tidak apa sayang tapi, Raka dan Ruben harus mengawasi mu dari kejauhan. Ingat jangan ceroboh dan pikirkan bayi kita yang masih ada di rahimmu, kamu mengerti?" Tegas Tuan Reno dengan penuh penekanan pada kalimatnya.


"Insya Allah, aku janji tidak akan membuatmu marah." Naura terlihat girang karena ia bisa menikmati waktu kesendiriannya.


Tuan Reno melihat cara Naura memperlakukan dirinya seperti anak TK yang mau berangkat ke sekolah yang dibantu ibunya dari memakaikan baju, kaos kaki dan sekarang memasang dasinya.


"Sayang kamu mengurusku seperti aku ini anak kecil." Ujar Tuan Reno yang sudah rapi dalam penampilannya.


"Bagi pengantin baru, suami itu anak pertama untuk istrinya yang harus di urus dalam waktu 24 jam." Ujar Naura yang kembali mengamati penampilan suaminya.


"Tahu kalau diperlakukan seperti ini, kenapa nggak dari dulu saja kita ketemu." Tuan Reno mengecup bibir istrinya karena sudah mendandani dirinya untuk berangkat meeting hari ini.


"Allah punya cara sendiri mempertemukan takdir jodoh hambaNya jika waktunya sudah tiba, tidak ada satupun yang bisa menghalangi takdir cinta hambaNya yang sudah ia tetapkan, apakah kamu tidak merasakan itu sayang?" Tanya Naura yang sekarang mengantarkan suaminya sampai di depan pintu utama apartemen milik mereka.


"Ada mobilku sekitar sepuluh biji di tempat parkir, pilihlah salah satu nya yang kamu mau sayang, semua kunci kontaknya tergantung sesuai urutan parkirnya, lihatlah dari layar CCTV, mobil mana yang kamu sukai untuk menemanimu jalan-jalan mencari kuliner.


Gunakan black card yang sudah aku berikan kepadamu. Jika ada apa-apa denganmu, hubungi aku, ponselku tidak akan aku matikan, jadi jangan segan untuk menelpon aku, aku mencintaimu, muuuacch!" Ucap Tuan Reno panjang lebar sebelum meninggalkan istrinya.


Naura melihat punggung suaminya sampai menghilang dari pandangannya, ia kemudian masuk lagi ke kamarnya untuk membereskan apartemen suaminya yang sempat berantakan karena ulah mereka berdua yang bercinta tanpa kenal tempat.


Tuan Reno memasuki ruang kerjanya, ia memeriksa semua jadwalnya dan juga berkas laporan keuangan perusahaannya yang sudah disiapkan oleh asistennya Wisnu.


"Selamat pagi bos!" Sapa Wisnu.


"Pagi Wisnu, jam berapa kita mulai rapat?"


"Satu jam lagi bos, oh ya Tuan Syahrul, ikut juga meeting pagi ini dan Nyonya besar Nunung ingin bertemu anda usai meeting." Wisnu menyampaikan semua jadwal kegiatan bosnya hari ini.


Meeting hari itu berjalan dengan lancar. Tuan Reno mengakhiri meeting nya lalu siap bertemu dengan maminya.


"Pasti mami marah kami tidak pernah pulang ke mansion satu pekan ini." Lirih Tuan Reno sambil berjalan gagah menuju ruang kerjanya.


Pintu di buka dan ternyata ibunya sudah benar menunggunya.

__ADS_1


"Hallo sayang!" Mana menantu Mami. Apakah kandungannya baik-baik saja?"


"Mami cari Naura ya ke apartemennya, kenapa carinya di sini." Gerutu Tuan Reno.


"Ada hal penting yang ingin mami bicarakan denganmu sayang."


"Apa mami?"


"Kamu masih ingat Tante Welly?"


"Oh istrinya Om Lilo pengacara itu?"


"Iya sayang, mereka mengundang kita makan malam karena suaminya akan dicalonkan menjadi hakim agung.


Acara di salah satu restoran mewah di kawasan Kebayoran baru. Karena ini acara formal, pastikan Naura sudah mengingat semua pembelajarannya yang sudah diajarkan oleh Miss Ika." Ujar nyonya Nunung.


"Baiklah, nanti Reno akan mempersiapkan dirinya agar tampil anggun sebagai menantu tercantik tuan Sahrul." Canda Tuan Reno lalu mengecup ibunya.


"Gaun pesta untuk Naura nanti mama minta staffnya Tante Annette mengantarnya ke apartemen kalian. Kalau begitu mami pamit dulu, sampaikan salam mami pada Naura cantik."


Keduanya saling berpelukan. Tuan Reno menghubungi istrinya untuk memastikan keberadaan gadis liarnya itu. Tuan Reno menghubungi Naura melalui video call agar bisa langsung lihat Naura.


"Hallo sayang!"


"Hallo sang suami!"


"Kamu sudah balik ke apartemen?"


"Sudah sayang." Aku beli banyak makanan untuk baby dan kamu." Naura memperlihatkan makanan yang tersaji di atas meja makan.


"Wah, banyak sekali sayang. Kamu mau jualan?" Ledek Tuan Reno.


"Mau kasih om satpam apartemen." Balas Naura asal.


"Kau..!" Jangan pernah tunjukkan wajahmu pada mereka!" Aku pulang sekarang." Ujar Reno mulai lagi dengan posesifnya.

__ADS_1


"Lagian aku diledek, emang enak di ledek balik, kebakaran jenggot dia." Naura cekikikan sendiri dengan perkataannya.


__ADS_2