
Di mansion Tuan Syahrul, keluarga sudah menunggu Naura dan Tuan Reno. Di situ juga telah hadir sahabat dekat Naura dan Dita yang merupakan teman kuliahnya Naura dikelasnya.
Mereka yang awalnya ingin datang untuk menyambut kepulangan Naura, yang baru saja melahirkan bayi laki-laki pertamanya, ternyata dihadapkan dengan masalah diluar dugaan mereka.
"Selamat datang, sambut keluarga dengan menaburkan kelopak bunga pada Naura. Senyum Naura kembali terukir ketika disambut orang-orang yang sangat dicintainya.
Tibalah giliran sahabatnya Desy yang melihat Naura sambil merentangkan kedua tangannya, memeluk haru gadis cantik yang selalu melindunginya di kampus jika dibully teman-teman di kelas mereka.
"Selamat datang sahabat terbaikku, aku sangat merindukanmu," ucap Desy lalu mencium pipi Naura. Keduanya berpelukan sambil melepaskan kerinduan diantara mereka.
"Terimakasih Desy, Dita sudah mau datang membesuk aku dan bayiku. Apakah sudah bertemu dengan bayiku?"
"Sudah cantik, ternyata bayi sangat tampan, aku juga sangat senang melihatnya. Tapi, kenapa wajahnya foto copy, Daddy nya banget?" Tanya Desy sambil ledek kin Naura yang terlihat kesal dengan pertanyaannya.
"Mesinnya salah cetak, makanya wajah bayiku persis suamiku." Naura ngambek.
"Masuk dulu Sayang, ngobrolnya di dalam saja," tegur Tuan Reno pada istrinya yang mengajak Dessy, ngobrol di teras mansion.
"Oh iya, tuh jadi lupakan, aku mengajak kalian masuk."
Naura juga memeluk Dita yang belum sempat disapanya, mereka bertiga saling melepaskan rindu dan bertanya satu sama lain tentang kabar mereka.
Pelayan menyediakan minuman dan cemilan untuk menemani ketiga wanita ini yang sedang bercengkrama. Ketiganya sudah terlibat dengan kisah hidup mereka masing-masing.
Tuan Reno memberi ruang kebebasan istrinya untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan teman-temannya walaupun Naura sendiri tidak begitu akrab dengan teman-teman masa SMA dulu.
Apa lagi sekarang Naura kuliah yang rata-rata temannya banyak yang cewek dari pada cowoknya.
Wanita ini hanya menghabiskan masa mudanya dengan bekerja dan membuat banyak hal dalam rumah tangganya seperti memasak, berkebun, mengurus rumahnya sendiri tanpa asisten rumah tangga, sejak menikah dengan tuan Dandy yang memperlakukan istrinya layaknya pembantu.
Kehadiran Desy dan Dita, berhasil mengusir ketegangan yang dirasakan oleh Naura hari ini, wajah itu nampak ceria dan makin cantik pasca melahirkan putra pertamanya bersama Tuan Reno.
Akhirnya waktu makan siang pun tiba, pelayan memanggil tiga wanita itu untuk ikut bergabung di ruang makan karena sudah di tunggu oleh keluarga Tuan Syahrul.
"Maaf nyonya muda, nyonya besar meminta anda dan teman-temannya ke ruang makan sekarang," ucap pelayan Atik ramah.
"Ayo, kita makan bareng," ajak Naura."
"Naura, saya tidak usah ya," tolak Desy yang sedikit sungkan makan satu meja dengan orang kaya nomor satu di Indonesia.
"Desy, kamu adalah sahabatku dan tidak ada perbedaan status sosial diantara kita saat berada di meja makan, kamu sekarang adalah tamuku, tidak jauh berbeda posisimu dengan Dita.
Jangan merasa sungkan karena kamu adalah anak buruh serabutan di pelabuhan. kalian adalah bagian hidupku, aku bangga memiliki kalian dalam hidupku."
Akhirnya Desy menerima ajakan Naura untuk makan siang bersama dengan keluarga besarnya. Dita yang selama ini hanya sebagai putri seorang pelayan merasa segan duduk satu meja dengan orang-orang kaya.
Walaupun mereka kuliah bersama Naura di kampus terkenal di kota Jakarta, itu karena mereka mendapatkan bea siswa penuh karena kejeniusan mereka yang ingin merubah nasib hidup keluarga mereka sendiri.
__ADS_1
Walaupun begitu Naura tidak pernah merendahkan tingkat sosial dua sahabatnya itu. Karena Naura merasa dirinya juga sama status sosialnya tidak jauh dengan kedua temannya ini. Apa lagi ayahnya hanya buru tani yang hanya disewa para pemilik lahan memakai jasa mereka setiap kali ada musim tanam dan juga musim panen.
Tuan Syahrul sebagai tuan rumah ingin menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah karena hari ini, Allah telah menyelamatkan cucu kandungnya, yang berhasil di selamatkan oleh anggota tim SAR.
Semua anggota keluarga sudah duduk teratur sesuai tingkatan keluarga itu begitu pula Dita dan Desy yang duduk berdampingan karena mereka adalah tamu. Kebetulan hari itu, pak Indarto dan nyonya Rukmini baru tiba di mansion besan mereka setelah gagal mendapatkan informasi tentang putri mereka yang tertukar. Mereka berharap Naura tetap menjadi putri mereka.
"Assalamualaikum keluargaku, besanku dan tamu kehormatan kita hari ini yaitu Desy dan Dita, sahabatnya, Naura menantu kami.
Pada kesempatan ini kami ingin merayakan penyambutan anggota keluarga baru kami yaitu Cucu pertama keluarga ini yang sudah hadir ke dunia ini, semoga cucu pertama ku ini selalu sehat dan menjadi anak yang sholeh... aamiin.
Dan pada kesempatan ini, saya juga bersyukur kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan cucu saya, untuk itu sebelum kita makan siang hari ini terlebih dahulu kita baca surah Al-fatihah.
Semua anggota keluarga mengangkat tangan mereka memohonkan doa yang terbaik dan rasa syukur mereka dengan mengaminkan doa yang dipanjatkan oleh tuan Romi.
Doa sudah dipanjatkan, makan bersama siang itu penuh kehangatan, candaan dan obrolan ringan terjadi di keluarga itu, tapi ada tamu yang mendadak hadir membuat Desy jadi tersedak melihat sosok cowok keren yang sedang ditaksirnya, hanya saja kesempatan untuk mereka belum ada karena kesibukan mereka yang padat dengan urusan mereka masing-masing.
Desy sudah jatuh cinta pada Raka, sejak mengetahui Raka adalah pengawal pribadi sahabatnya Naura.
"Hai Raka, silahkan ambil tempat duduk depan Desy!" Sapa tuan Syahrul pada pengawal Raka yang baru datang menemui putranya Tuan Reno.
"Terimakasih Tuan, saya baru saja makan siang diluar," ujarnya berbohong.
"Apakah kamu menolak tawaranku? Hari ini adalah perayaan penyambutan kelahiran cucuku, apa kamu tidak turut merayakannya Raka?"
"Ba-baik tuan!"
Raka yang merasa grogi depan Desy, hanya menarik nafas lembut tapi setenang apapun dirinya mengendalikan perasaan groginya tetap saja terlihat dengan tangannya yang sedikit gemetar saat memegang sendok yang sudah dua kali jatuh, membuat Desy tersenyum malu.
"Ada yang lagi kasmaran nih," ledek Tuan Reno membuat Raka dan Desy salah tingkah.
"Sudah Reno!" Jangan di godain terus kasihan makanan mereka jadi dingin kalau keduanya hanya saling menahan malu," ucap nyonya Nunung menimpali putranya.
Raka dan Desy makan dengan tenang, mereka hanya saling mencuri pandang dan melempar senyum. Raka senang melihat pujaan hatinya sedang makan tepat dihadapannya, mungkin dengan cara ini, mereka bisa bersama walaupun ini adalah acara makan bersama keluarga Tuan Reno.
"Oh ya Raka, kapan kamu akan melamar Desy?," tembak tuan Tuan Reno tidak tanggung-tanggung menantang Raka.
"Mungkin bulan depan tuan!"
"Ya ampun apaan sih Tuan Reno PDKT aja belum ko main lamar aja," gumam Raka dalam hati.
"Tidak perlu acara PDKT Raka, kalau kalian sudah saling suka mengapa harus menunda hal baik ini.
Tidak semua hubungan itu harus dimulai dengan pendekatan cukup mengetahui pasanganmu suka atau tidak dengan dirimu, ayo ajaklah dia menikah!" Jangan suka umbar janji pada anak gadis orang," ucap Tuan Reno seakan bisa membaca pikiran Raka.
Raka dengan makin grogi dengar perkataan Tuan Reno, membuat lelaki ini hanya mengangguk tanpa banyak komentar. Ia hanya menatap tajam wajah Desy seakan meminta persetujuan wanita cantik yang sudah membuatnya sulit tidur ini.
"Bagaimana Desy apa kamu suka dengan Raka," tanya Naura tanpa ada basa basi pada sahabatnya Desy yang sedang menahan rasa malunya saat ini, hingga wajahnya memerah.
__ADS_1
"Insya Allah Naura , nanti saya tanyakan dulu sama orangtua apa kah mereka akan menerima mas Raka sebagai menantu mereka atau tidak," ujar Desy kemudian.
Disela tanya jawab Tuan Reno dan Naura pada Raka dan Desy, tangisan bayinya Naura terdengar. Naura segera bangkit dari duduknya dan mohon pamit pada yang lain untuk menyusui putranya.
Naura yang sudah masuk dalam kamarnya menemui putranya yang diikuti Tuan Reno. Babynya yang sudah megap-megap mulutnya mencari sumber makanannya di dada ibunya.
Tuan Reno yang dari tadi belum sempat menggendong bayinya dari kejadian tadi pagi, mengangkat bayinya dengan telaten Tuan Reno membawa tubuh mungil itu merapatkan ke dadanya yang bidang, usai menyusu pada istrinya.
Ketiga tamu mereka hari ini mau pamit pulang, tidak lupa Naura yang dari tadi meninggalkan dua sahabatnya itu, untuk menyusui bayinya, lalu menemui dua sahabatnya itu.
"Kapan-kapan main lagi ya, jangan sungkan," ucap Naura pada Desy dan Dita.
"Iya Naura, saya lupa memberikan ini untuk kamu dan keluarga," ucap Dita seraya mengambil kartu undangan pernikahannya untuk sahabatnya ini.
"Lha, Dita mau menikah?"
Dengan siapa Dita ?"
"He..he.. itu Naura, putranya tuan tanah ayahku." Ucap Dita.
"Astaga! jadi kalian pacaran, ya ampun selamat ya Dita! Naura senang mendengar sahabatnya Dita sudah menemukan jodohnya.
"Alhamdulillah Naura, kebetulan orangnya sangat baik. Dia tidak meremehkan keluargaku, walaupun kehidupan keluarga kami tidak setara dengan keluarganya mas Irwan.
"Oh ya!, jadi namanya Irwan?"
"Insya Allah Dita, kami sekeluarga akan menghadiri pernikahan Dita dan mas Irwan.
"Baik Naura, kalau begitu saya pulang dulu." Ucap Dita sambil cipika-cipiki dengan Naura.
"Aku juga sekalian pamit Naura." Ucap Desy.
Naura memeluk dua sahabatnya itu dan berujar pada Desy yang dari tadi mendengar ocehan dua sahabatnya ini tentang pernikahan.
"Desy kamu juga ya cepat menikah dengan Raka supaya tidak terjadi fitnah.
"Terimakasih untuk kalian berdua, kalianlah saudaraku, mulai hari ini kita bertiga adalah saudara, tidak ada batasan apapun antara kita," ucap Naura membuat Desy dan Dita menangis haru.
Ketiganya saling berpelukan, tidak lama datanglah seorang lelaki tampan nan gagah membawa motor sonic hitam menjemput kekasihnya, Dita. Naura yang sudah menduga itu adalah calon suami Dita hanya mengangguk hormat.
Lelaki itu tidak turun dari kendaraannya, ia hanya membalas anggukan hormat Naura. Dita yang langsung naik ke atas motor calon suaminya, ia hanya melambaikan tangannya tanpa memperkenalkan calon suaminya itu pada Naura.
Sekarang giliran Desy yang akan di antar yayang nya yaitu Raka yang sudah berdiri membelakangi dua wanita yang masih asyik ngobrol.
"Maukah aku mengantarmu Desy? tawar Raka kepada gadisnya yang malu-malu menatap wajah Raka.
Desy hanya mengangguk. Raka langsung membuka pintu mobil dan mempersilahkan gadisnya masuk. Desy langsung pamit dan tidak lupa cipika cipiki dengan Naura.
__ADS_1
Kedua sahabat itu berpisah setelah mobil mulai bergerak meninggalkan mansion milik tuan Syahrul. Naura masuk lagi ke dalam mansion menemui keluarga besarnya.
Tuan Reno mengajak istrinya Naura menemui bayi mereka.