Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
66. Permintaan


__ADS_3

Tuan Brotoseno dan nyonya Lira mengadakan pesta kecil untuk keberhasilan putri mereka yang sudah meraih gelar sarjana strata satu dengan jurusan hubungan masyarakat.


Cucunya Baby Barra yang sudah berusia tiga tahun ini. Hanya keluarga inti yang hadir di pesta kecil itu. Nyonya Lira sengaja tidak ingin mengundang yang lain karena ini pertama kalinya ia berperan sebagai ibu untuk merayakan keberhasilan putrinya dalam menempuh pendidikan.


Acara barbeque malam itu terasa sangat hangat antara dua keluarga itu dengan satu cucu yang mereka miliki menjadi penghibur.


"Naura!" Rasanya kami membutuhkan banyak cucu di usia kami seperti ini, berikan lagi cucu untuk kami nak, satu saja jadi rebutan setiap saat." Ujar nyonya Lira dengan senyum khasnya yang mirip dengan senyum Naura.


Naura tersenyum tanpa ingin mengiyakan permintaan ibunya. Tuan Reno bersorak kegirangan didalam hatinya, karena permintaan itu menjadi salah satu hobinya untuk bisa menyentuh istrinya setiap saat.


Naura menatap wajah suaminya yang tersenyum sendiri sambil memainkan ponselnya seakan tidak peduli dengan ucapan ibu mertuanya namun saat ini, dia yang paling bahagia menyambut permintaan itu.


"Cih!" Seperti aku nggak tahu saja tingkah mu yang terlihat diam namun menghanyutkan." Gerutu Naura sambil melirik suaminya.


"Apa sayang?" Apakah kamu ingin kita ke kamar?" Tanya Tuan Reno yang pura-pura menciptakan suasana riuh malam itu.


"Tidak usah GR seperti itu!" Naura mencubit lengan suaminya.


"Auhhght!" Apakah kamu sedang merangsang aku?" Ledek Tuan Reno makin membuat wajah Naura makin memerah.


"Ayo makan dulu. Ikan dan daging panggangnya sudah siap di santap." Titah nyonya Nunung kepada keluarganya.


"Ayo kita makan dulu sayang! Supaya makin kuat bercintanya." Ajak Tuan Reno membantu istrinya berdiri.


"Aku mau berenang setelah ini." Ujar Naura ingin menghindar dari suaminya.


"Tidak apa, aku akan menemanimu berenang. Itu adalah pemanasan yang bagus karena bisa meregang otot-otot mu yang kaku agar bercintanya lebih rileks dan tidak mudah lelah." Imbuh Tuan Reno membuat Naura kehabisan kata untuk memberikan alasan.

__ADS_1


Ia pun merotasi mata malas. Keduanya duduk berhadapan di meja panjang di gazebo taman belakang yang di pinggirannya di kelilingi bunga mawar merah dan putih yang sangat cantik, merambah naik mengikuti tingginya tembok pembatas dengan tetangga.


Tuan Reno sibuk mengambil daging panggang untuk istrinya yang diletakkan di atas piring Naura. Daging ikan dipisahkan dari durinya agar Naura mudah memakannya. Nyonya Lira begitu bahagia cara menantunya memanjakan putrinya.


"Kamu telah memilih jodohmu sendiri Reno sejak Naura baru lahir." Batin nyonya Lira lalu meminta pelayan menyiapkan minuman jus jeruk yang sudah ia buatkan untuk keduanya.


Puas menikmati makan malam mereka, Naura segera ke kamarnya untuk mengganti baju renang. Ia turun lagi dengan mengenakan baju bathtub biru menuju kolam renang di samping rumah orangtuanya. Para pelayan di suruh menjauh dari area kolam renang. Sementara itu nyonya Lira meminta pelayan untuk mematikan CCTV area kolam renang.


Ketika Naura membuka baju bathtub miliknya, dalam sekejap tubuh indah Naura memperlihatkan lekukannya yang sangat mempesona dengan pakaian renang cantiknya. Rambutnya dibungkus sempurna dengan topi khusus untuk renang.


Layaknya perenang handal Naura terjun ke kolam renang dan mulai melakukan gerakan renang sesuai dengan gaya yang diinginkannya. Melihat istrinya sudah berada di dalam kolam renang, Tuan Reno menyusul istrinya dengan celana pendek khusus untuk renang dan siap bergabung dengan istrinya.


Naura berenang kian kemari tanpa memperdulikan suaminya yang sudah berada di dalam kolam renang bersamanya. Bokong indah nan sekang milik istrinya yang terbalut dengan celana renang makin menggoda dirinya dengan gerakan Naura yang sangat lincah.


Tuan Reno membiarkan istrinya berenang sepuasnya tanpa ingin menganggu. Akhirnya Naura berhenti dan ingin mengambil minumannya yang sudah disiapkan pelayan. Tuan Reno memberikan minuman itu pada Naura.


"Sudah! Dia tidur di kamarnya di temani mama Lira."


"Sebentar lagi aku akan berhenti berenang." Ucap Naura yang ingin kembali berenang namun di cegah oleh Tuan Reno.


Dalam sekejap Tuan Reno sudah memagut bibir ranum itu. Keduanya berciuman didalam kolam renang dengan air kolam yang terasa lebih hangat karena sudah di atur suhunya.


"Sayang! Jangan menyiksaku lagi. Sedari tadi aku menunggumu berenang, apakah kamu tidak kasihan kepadaku?" Tanya Tuan Reno.


Ketika Naura ingin menjawab, Tuan Reno makin memperdalam ciumannya. Ayah satu anak ini tidak sabar lagi menunggu, hingga keduanya menyatukan milik mereka di dalam kolam renang itu dengan hentakan lembut sambil merasakan sensasinya.


Tubuh Naura yang sudah berkoala dalam pelukan suaminya, menikmati hentakan dan ciuman yang diberikan suami pada tubuhnya.

__ADS_1


Suara mendesis terdengar erotis diikuti lenguhan panjang nan romantis. Taburan bintang di angkasa menjadi saksi kisah kasih keduanya.


Lampu kolam renang di buat lebih temaram sebagai dukungan dua hati ini sedang merayakan keberhasilan sang istri yang sudah mendapatkan nilai Cumlaude di acara wisudanya kemarin.


Hingga keduanya melakukan pelepasan saat kenikmatan puncak asmara itu berhasil mereka reguk bersama.


"Ini belum usai sayang, aku akan menunggumu di kamar. Aku keluar dulu dan jangan lama-lama berenangnya." Ucap Tuan Reno lalu mengambil handuknya di sisi kolam renang.


"Tunggu sejam lagi ya sayang, aku akan mendatangimu. Bersiaplah di kamar dan tolong buatkan roti panggang dengan taburan keju dan susu di atasnya. Aku juga mau minum susu coklat hangat dan buah kiwi." Pinta Naura.


"Ia sayang, aku sendiri yang akan membuatkannya untukmu. Tapi jangan terlalu lama berada di kolam renang. Nanti kakimu bisa keram jika terlalu lama berada di dalam air."


"Iya sayang, sebentar lagi. Aku masih ingin berenang."


"Baiklah, aku tunggu sayang."


Tubuh atletis itu sudah terbalut dengan handuk yang melilit pinggangnya. Naura memperhatikan kesempurnaan fisik sang suami yang berjalan meninggalkan dirinya sambil melemparkan senyum untuknya.


"Ternyata suamiku selain tampan tubuhnya sangat gagah. Pantas saja semua wanita akan melakukan apa saja untuk mencelakaiku demi mendapatkan tubuh kekar itu." Gumamnya lirih.


Naura kembali berenang dengan hati puas. Baru kali ini mereka bercinta di dalam kolam renang. Walaupun begitu sensasinya sangat luar biasa membuat ia tersenyum sendiri.


Tidak lama kemudian, ia mendengar langkah kaki yang datang menyapanya. Naura mengira kalau suaminya datang lagi ingin memintanya untuk menyudahi dirinya berenang.


Naura mengeluarkan kepalanya hingga seleher. Betapa kagetnya Naura saat melihat sosok menjengkelkan sudah berdiri di pinggir kolam renang dan sedang melihat ke arahnya.


Naura ingin berteriak, namun ia juga takut akan banyak pelayan yang datang melihat tubuhnya hanya terbalut pakaian renang yang baru dikenakannya lagi usai bercinta dengan sang suami.

__ADS_1


"Kau...!"


__ADS_2