
Flash back
Dua puluh tiga tahun yang lalu. Tuan Syahrul memboyong keluarga kecilnya ke kampung halamannya. Saat itu Tuan Reno baru berusia empat tahun dan nyonya Nunung sedang mengandung putri keduanya yang berusia lima bulan.
Karena terlalu lama berada di dalam mobil, nyonya Nunung mengalami keram perut sebelum tiba di rumah mertuanya. Tuan Syahrul yang saat itu sedang panik, langsung membelokkan mobilnya di depan rumah sakit yang Cinta Ibu yang terlihat di pinggir jalan utama di Bantul Yogyakarta.
Ketika sedang diperiksa ibunya oleh dokter spesialis kandungan di rumah sakit tersebut, Tuan Reno kecil tidak betah diam dalam pangkuan ayahnya.
Iapun segera meninggalkan ruangan IGD itu dan keluar bersama suster yang sedang mendorong brangkar pasien menuju kamar inap.
Langkah kaki kecilnya terhenti melihat dua bayi yang dibawa oleh dua suster yang sedang masuk ke ruang bayi tersebut. Rasa penasarannya pada sosok bayi membuatnya mengendap masuk ke dalam ruang bayi yang ternyata tidak ada Suster jaga, setelah dua suster tersebut meletakkan dua bayi perempuan di tempat mereka masing-masing.
Iapun melihat dua bayi perempuan yang baru diletakkan oleh dua suster tadi yang ia ikuti.
Dengan menggunakan bangku kecil ia mengambil gelang tangan nama ibu yang terpasang di pergelangan tangan sang bayi.
Dua gelang nama ibu bayi itu di tukar satu sama lain dengan cara di letakkan di bawah masing boks bayi itu.
Ia juga menukarkan nama ibu yang tertera di depan boks itu, namun ia mengalami kesulitan. Ia kembali meletakkan nama ibu bayi dibawah boks itu dengan posisi yang sudah tertukar.
Tuan Reno kecil menatap wajah cantik Naura yang membuatnya sangat gemas. Ketika ingin mengelus pipi lembut Naura bayi, datang satu orang suster yang ingin meletakkan bayi lelaki yang baru lahir itu ke dalam boks bayi yang masih kosong.
Melihat ada Balita di dalam ruang bayi, Suster Irma segera mengamankan Tuan Reno kecil. Tapi langkahnya terhenti saat melihat gelang nama ibu bayi yang tergeletak di lantai tepat dibawah boks bayi itu, membuatnya ingin memasang lagi gelang nama itu di masing-masing pergelangan tangan bayi itu. Dan juga nama ibu yang tertera di boks bayi ditempatkan lagi ditempatnya semula.
Suster Irma mengajak Tuan Reno kecil keluar dari kamar bayi sambil menanyakan namanya.
"Siapa namanya, sayang?" Tanya Suster Irma sambil berlutut di depan Tuan Reno kecil.
"Reno!"
"Kamu ke sini sama siapa?"
"Ayah dan mami."
"Di mana orangtuamu?"
Belum sempat Tuan Reno kecil menjawab pertanyaan Suster Irma, Tuan Reno kecil melihat ayahnya langsung berlari memanggil ayahnya.
"Ayahhh...!"
Seketika tuan Syahrul menghentikan langkahnya dan menengok ke arah suara putranya.
"Astaga Reno!" Kamu sudah membuat ayah hampir jantungan sayang." Ucap tuan Syahrul lalu menggendong putranya sambil di cium pipi montok Tuan Reno kecil.
"Maaf Tuan!" Saya tadi menemukan putra anda yang sedang berada di ruang bayi."
__ADS_1
"Astaga maaf Suster!" Saya tadi sedang mengantar istri saya ke ruang IGD khusus untuk ibu hamil. Karena terlalu serius dengan kesehatan istri saya, jadi saya lupa pada putra sendiri. Maafkan saya Suster.
"Istri tuan melahirkan?"
"Tidak, hanya keram perut saja karena terlalu lama berada di dalam mobil saat mudik lebaran." Ucap tuan Syahrul lalu kembali ke tempat istrinya yang sudah menunggu mereka berdua.
"Terimakasih Suster sudah menjaga anak saya." Ucap tuan Syahrul kemudian.
"Sama-sama Tuan!"
Tuan Reno kecil melambaikan tangannya ke arah suster Irma sambil memberikan kiss bye pada gadis manis itu yang ikut melambaikan tangannya ke Tuan Reno kecil.
Ia pun kembali lagi ke ruang bersalin mengurus bayi yang baru lahir berikutnya.
Flash back off
...----------------...
Kepulangan baby pertama milik Tuan Reno dan Naura, disambut gembira oleh kedua orangtuanya Reno yang saat ini sedang mempersiapkan tamu baru keluarga tuan Syahrul dengan banyak hiasan balon dan makanan.
Hari ini kepulangan Naura kembali ke mansion. Tuan Reno yang sempat mampir ke toko bunga untuk membeli bunga kesukaan istrinya, bunga mawar putih adalah pilihan Tuan Reno.
Tidak lupa Tuan Reno juga mencari perhiasan yang sekarang lagi sedang mengeluarkan koleksi perhiasan terbaru di konter perhiasan mewah itu. Tuan Reno melihat-lihat seperangkat perhiasan di salah satu konter perhiasan yang ada di Mall tersebut.
Tuan Reno membeli salah satu perhiasan dengan model yang sangat antik untuk istrinya yang baru saja melahirkan putri kembarnya.
Sementara di rumah sakit, tepatnya di kamar inap, Naura sedang bersiap-siap untuk pulang membawa bayinya yang sudah di tunggu oleh keluarga besarnya di mansion suaminya.
Wanita cantik ini meninggalkan babynya yang sedang tidur pulas di dalam kotak kaca bening dekat dengan tempat tidurnya.
Ia sedang membersihkan dirinya dalam kamar mandi di dalam ruang inap pribadinya itu. Usai mandi dan berpakaian yang rapi, Naura menghampiri babynya yang ingin disusuinya, saat mendekati boks bayi itu Naura tersentak ketika melihat bayinya tidak berada di dalam boks.
Iapun begitu panik dan segera menekan nurse call untuk menanyakan keberadaan bayinya. Tidak lama berselang Suster datang menemui Naura.
"Suster!" Di mana bayiku?" Tadi saya melihat bayiku masih berada di boks bayi ini sebelum aku mandi, apa kalian membawa bayiku keluar dari sini."
"Tidak nyonya, bayi anda masih di boks,...? kata-kata itu terhenti saat mengetahui bayinya Naura telah raib dari tempat tidur bayi yang ada dalam boks kaca tersebut.
Suster itu ikut terkejut saat melihat bayi itu sudah tidak ada di tempatnya, ia berlari keluar mengabari rekannya. Tapi diantara mereka tidak merasa membawa bayi Naura . Tuan Reno yang baru saja masuk membawa satu buket bunga lili dan kotak perhiasan dalam paper bag untuk istrinya itu nampak bingung melihat kepanikan antara suster dan istrinya.
"Kenapa baby, apa yang terjadi?
"Mas Reno bayi kita hilang." Ucap Naura sambil menangis.
"Hilang gimana, mungkin di bawa sama suster sayang."
__ADS_1
"Dokter Riri datang dengan wajah cemas, menanyakan kronologi hilangnya bayi pasien VVIP."
"Saya sudah meminta petugas untuk memblokir pintu masuk dan keluar Tuan Reno dan mengerahkan petugas untuk melihat CCTV di luar pintu masuk kamar anda. Tolong tunggu sebentar.
Karena tidak ingin menunggu lama lagi, Naura langsung mengambil ponselnya dan meminta kode rahasia CCTV rumah sakit agar. terhubung langsung dengan ponsel pintar miliknya.
Ia dengan lihainya wanita cantik ini memainkan jemarinya di permukaan layar ponselnya untuk melihat gerak gerik pelaku yang telah mencuri bayinya.
Semua pada sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Dokter Riri yang kini sudah menjabat Dirut rumah sakit milik kerabat Tuan Reno, terus menghubungi pihak keamanan rumah sakit, sedangkan Tuan Reno sendiri menghubungi asisten Wisnu untuk melakukan sesuatu pada bayinya.
Tuan Reno juga menghubungi orang rumah tentang situasi yang sedang mereka hadapi saat ini di rumah sakit milik pamannya. Naura yang mulai menggerakkan jarinya menemukan seseorang yang sangat dikenalnya setelah layar ponselnya mengunci pergerakan pelaku penculikan tersebut, Naura memperbesar gambar orang itu yang sedang menggendong bayi keluar dari kamar inapnya dan seketika wajah itu tampak jelas dalam ponselnya, dengan tangan gemetar Naura memberikan ponsel pintarnya pada suaminya dengan berkata-kata yang tersendat dalam pengucapannya.
"Mas Reno!..Ba.. bayi ki..kita..di..di..bawa.o..leh.. kata-kata Naura membuat Tuan Reno yang melihat istrinya dalam keadaan gugup, makin penasaran dan iapun segera meraih ponsel pintar milik istrinya.
Matanya terbelalak saat melihat siapa wanita yang telah menculik bayinya. Tuan Reno mengepalkan tangannya dengan mengatup rapat rahangnya langsung mengejar pelaku dengan petunjuk ponsel pintar milik istrinya.
"Tuan, tuan!"
"Astaga, bagaimana ini," ucap dokter Riri nampak gusar dengan pihak keamanan yang sedang bertugas di ruang CCTV tanpa memberinya informasi yang sedang ia minta.
"Nyonya,..nyonya!"
"Tolong sadar nyonya, kami sedang berusaha mencari keberadaan penculik bayi nyonya," ucap dokter Riri yang sangat takut melihat Naura seperti patung hidup tanpa ada ekspresi.
Tuan Reno dan petugas keamanan rumah sakit mengejar penculik itu yang tidak bisa keluar dari gedung rumah sakit kerabat nya karena semua pintu keluar sudah di blokade oleh petugas. Penculik bayinya itu masuk ke lift barang yang menuju ke lantai atas gedung.
"Astaga!, mau ke mana orang itu membawa bayiku, apa yang sedang dilakukannya di atas sana dengan bayiku?
Nyonya Nunung dan tuan Syahrul sudah tiba di rumah sakit. mereka langsung ke kamar inap Naura . Nyonya Nunung mendapati menantunya yang diam membisu dengan tatapan kosong tanpa ekspresi.
"Ya Allah apa yang terjadi sayang, mengapa kamu jadi begini?
"Naura , dengarkan mami sayang!"
"Tolong sadar sayang!"
Dokter Riri yang sudah terhubung dengan petugas ruang CCTV, menanyakan perkembangan pelacakan mereka pada tersangka penculikan bayi Tuan Reno.
"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan orang yang membawa bayi pasien VVIP?"
"Sudah dokter, orang itu sekarang sedang berada di atas atap gedung ini dengan membawa bayi Tuan Reno."
"Ya Allah, apa yang dilakukan orang itu di atas sana.
"Minta bantuan polisi dan team Damkar untuk datang ke rumah sakit sekarang!" Titah dokter Riri pada kepala satpam rumah sakit tersebut.
__ADS_1