
Dokter menghampiri Tuan Reno yang sedang duduk menunggu hasil pemeriksaan istrinya. Saat pintu di buka, Tuan Reno segera berdiri ketika nama istrinya di sebut. ada raut kecemasan di wajahnya, jika dokter mengatakan hal yang tidak ingin ia dengar.
"Wali dari nyonya Naura!"
Deggg....
"Tuan, silahkan temui istri anda!" Ucap dokter GINA.
"Bagaimana keadaannya dokter?"
"Selamat Tuan! saat istri anda sedang hamil muda. Usia kandungannya sekitar lima Minggu."
"Apaaaa...?!"
Sontak wajah gelisah itu seketika berubah berbinar kala kabar gembira yang didengarnya lebih dari dirinya mendapatkan keuntungan perusahaan yang dikelolanya.
"Masya Allah. Aku jadi ayah lagi dokter." Ucap Tuan Reno lalu menyerobot masuk ke dalam ruang IGD menemui istrinya yang masih terlihat lemah.
Naura tersenyum melihat suaminya menghampirinya. Tuan Reno mengecup bibir ranum istrinya sambil mengusap perut yang masih rata itu.
"Akhirnya ia datang juga untuk menghuni rahimmu, sayang. Aku tidak perlu hutang janji dengan putraku, karena adiknya hadir sesuai dengan keinginannya." Ucap Tuan Reno penuh haru.
"Ayo kita pulang sayang!" Pinta Naura sambil bangkit.
"Apakah kamu sudah di perbolehkan pulang?"
"Aku tidak ingin dirawat. Aku sudah tidak apa sayang."
"Baiklah. Kamu harus duduk di kursi rodanya dulu ya, sayang!"
"Hmm!"
Tuan Reno menggendong istrinya lalu duduk di kursi roda yang ada dekat bangkar nya.
"Apakah kamu tidak ingin makan sesuatu?"
"Aku agak malas makan sayang. Rasanya perutku masih merasa mual." Tolak Naura.
"Baiklah. Nanti kita bilang sama mami, makanan apa saja yang tidak membuat kamu mual."
Keduanya tidak jadi berangkat ke perusahaan. Tapi ditengah perjalanan, Naura tiba-tiba ingin ke rumah ibunya.
__ADS_1
"Mas Reno. Aku ingin ke rumah bunda. Aku ingin makan makanan kalangan ningrat Jogjakarta." Rengek Naura manja.
"Astaga sayang. Kenapa harus makanan ningrat, apakah makanan di luar tidak bisa membuat perutmu kenyang?"
"Tapi aku maunya makanan yang di masak untuk raja di kalangan Keraton Yogyakarta." Desak Naura makin manja.
"Apakah aku akan memiliki seorang anak perempuan? kenapa tiba-tiba istriku berubah manja seperti ini?" Batin Tuan Reno.
Tuan Reno mengambil arah balik ke tempat ibu mertuanya.
"Sayang. Kita menepi sebentar ya! Aku ingin hubungi bunda agar menyiapkan makanan yang kamu ingin tadi."
"Hmm!"
Naura menyandarkan kepalanya dengan kursi jok mobil yang di buat agak merenggang ke belakang.
Saat Tuan Reno memberitahukan kabar kehamilan istrinya, betapa bahagianya nyonya Lira saat itu. Ia pun menyanggupi permintaan putrinya yang ingin makanan raja Keraton.
"Bunda akan menunggu kalian. Alhamdulillah terimakasih, akhirnya aku mendapatkan cucu lagi." Ujar nyonya Lira kegirangan.
Makanan khas keraton Yogyakarta antara lain, kotak ati sapi, lidah asap, sate gendon, semur burung glatik, betutu, dendeng age, dan untup-untup sayur.
"Selamat ya sayang atas kehamilan anak kedua!" Ujar nyonya Lira seraya mengecup kedua pipinya Naura.
"Apakah bunda sudah membuat makanan untukku?"
"Chef sedang memasaknya, mungkin satu jam lagi akan dihidangkan. Ayo sayang, kamu bisa rebahan dulu. Wajahmu masih terlihat sangat pucat.
Apakah kalian akan ingin menginap di sini?" Tanya nyonya Lira yang sangat berharap putrinya mau menginap di mansionnya agar bisa melayani keinginan putrinya yang sedang hamil muda ini.
"Entahlah bunda, Naura maunya menginap, tapi mas Reno mau atau tidak?" Naura melirik ke arah suaminya.
Tuan Reno mengangguk setuju menginap karena hatinya saat ini sedang berbunga-bunga.
"Aku hubungi mami dulu sayang karena mami belum mengetahui hasil pemeriksaan kamu tadi."
"Sampaikan salam ku untuk mami." Ucap Naura.
Tidak lama kemudian makanan kesukaan Naura yang tidak jauh dengan makanan khas Jawa tapi ini merupakan makanan khusus untuk para bangsawan.
Naura menatap makanan itu satu persatu. melihat rupanya saja Naura sudah sangat ngiler.
__ADS_1
"Makanlah sayang! Semoga kamu menyukainya." Ujar nyonya Lira.
"Iya Bunda, Terimakasih! Mohon maaf kalau Naura sudah merepotkan bunda dengan meminta masak masakan yang rumit ini." Ujar Naura tidak enak hati.
"Tidak apa sayang. Bunda senang melakukannya, di saat kamu sedang hamil seperti ini." Ujar nyonya Lira.
...----------------...
Naura melayani suaminya sesaat sebelum menemui saudara sepupunya Sarah. Tuan Reno yang begitu merindukan sentuhan istrinya, tidak ingin berhenti. Ia masih saja menikmati morning se*snya dengan sangat tenang.
Nafas keduanya sudah semakin melemah hingga satu hentakan mampu menembus kenikmatan yang sudah berada diujung pintu yang akan mempertemukan dua cairan bening yang menyuburkan kandungan Naura didalam sana.
Keduanya buru-buru membersihkan diri, karena sebentar lagi sarapan keluarga siap dilakukan oleh keluarga besar itu.
Pagi yang cukup sejuk, Naura berjalan kaki mengintari taman komplek untuk sekedar berolahraga.
Perutnya yang belum terlalu besar namun tubuhnya tidak terlalu bengkak, kehamilannya tidak begitu membuat fisiknya berubah. Kecantikannya masih terpelihara, itu yang menjadi poin istimewa bagi Naura
Sepanjang jalan Tuan Reno hanya sibuk melihat sekitarnya. Pistolnya tetap siap dibalik mantel tebalnya untuk siap menembak musuh yang mencoba menganggu mereka.
Dari sudut manapun anak buahnya bertebaran dengan sering berkomunikasi agar bos mereka tetap aman menemani istrinya di pagi hari itu.
Setelah puas jalan pagi, keduanya kembali ke mansion. Tuan Reno yang masih belum puas melakukan percintaan panas mereka pagi itu, memilih untuk mengulangi lagi percintaan panas mereka.
Naura hanya bisa menarik nafas panjang lalu menghembusnya perlahan. Permintaan suaminya adalah kewajiban baginya yang harus ia penuhi.
Senjata Laras panjangnya tetap berada didalam milik istrinya, Tuan Reno ingin merasakan setiap kedutan di dalam sana yang masih meremas miliknya yang membuatnya makin betah membiarkan sang junior berada dalam sangkar emasnya.
Naura yang merasa lelah membiarkan suaminya menikmati sisa-sisa dari permainan panas mereka sampai keduanya tidak sadar terlelap dalam posisi tubuh yang bertumpuk satu sama lain membawa mereka ke alam mimpi indah.
Keesokan harinya, sepupu Naura Sarah yang sudah siap ingin bertemu dengan kedua saudaranya yaitu Tuan Reno dan Naura , ia kini berdandan cantik dengan stelan celana jeans dan kaos berwarna putih membalut tubuhnya yang sangat se*si.
Sarah melenggangkan tubuhnya keluar dari kamar yang ada di bagian belakang bersama dengan para pelayan wanita yang ada di kediaman Tuan Brotoseno.
"Kamu mau ke mana Sarah?" Tanya nyonya Lira pada saudara kandungnya Rangga ini.
"Aku ingin bertemu dengan Naura, Tante. Kebetulan hari ini aku libur kuliah." Ujar Sarah.
"Baiklah, kalau begitu minta sopir untuk mengantar kamu ke rumahnya Tuan Syahrul." Ujar Nyonya Lira.
"Ok Tante terimakasih banyak." Ujar Sarah gembira.
__ADS_1