
Tuan Reno menggerutu sepanjang jalan dan meminta Raka dan Ruben untuk menjaga di depan pintu apartemennya agar istrinya tidak keluar menemui para satpam apartemen.
"Raka!"
"Iya Tuan!"
"Tolong jaga di depan pintu apartemen agar gadis liarku itu tidak akan ke manapun."
"Ada apa tuan?"
"Tungguin saja di depan pintu dan jangan biarkan dia keluar lagi dari apartemen!"
"Baik Tuan."
Naura yang terlihat santai dengan memakai celana pendek dan kaos lengan pendek sedang duduk di balkon tampak menikmati jajanan pasar yang dibelinya tadi pagi.
Reno yang baru tiba di apartemennya melihat dua pengawal istrinya sudah berdiri setia di depan pintu kamar itu.
"Apakah dia tidak keluar?"
"Tidak tuan!"
"Bagus!" Kalian boleh pergi sekarang!"
"Baik Tuan."
Reno membuka pintu utama dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tidak ditemukan gadis liarnya itu.
Naura sedang mendengarkan musik dengan headset hingga membuatnya tidak mendengarkan kedatangan suaminya.
"Naura...Naura ...Naura!"
Bayangan Naura dari balik kain tipis gorden jendela kamar membuatnya tersenyum.
Tuan Reno mengintip aktivitas istrinya yang masih menikmati banyak makanan yang ada di atas meja kecil itu.
Ia tidak ingin menganggu aktivitas makan istrinya takut Naura akan tersedak begitu melihatnya dan akan berakibat buruk pada gadis itu.
Tuan Reno masuk walk in closet
untuk menanggalkan kemejanya saja dan menyisakan celana panjangnya saja lalu keluar lagi dan duduk santai di sofa panjang sambil memainkan ponselnya.
Naura masuk sambil membawa piring kotor dan gelas minumannya.
Ketika mendorong pelan pintu kaca itu, ia begitu kaget melihat suaminya sudah duduk di sofa sambil menatapnya.
"Astaghfirullah hal aziim!"
Prankkk...
__ADS_1
Rasa kagetnya membuat piring yang dipegangnya seketika jatuh dari tangannya. Tuan Reno terperanjat dan meminta Naura diam ditempatnya.
"Naura!" Jangan bergerak! atau beling itu akan melukai kakimu." Teriak Tuan Reno syok.
"Kamu sudah membuatku kaget. Kenapa pulangnya nggak bilang-bilang tahu-tahu sudah duduk manis di situ nggak pakai baju. Mas Reno udah kaya hantu, tahu nggak?" Omel Naura sengit.
"Kamu lagi mikirin apa hingga melihatku begitu kaget seperti itu?" Tanya Tuan Reno sambil memungut beling lalu mengambil vakum pembersih lantai dan membersihkan serpihan beling yang terpental ke segala arah.
"Lagi mikirin cowok yang sudah membuat aku merindukannya setiap saat." Senyum Naura sambil menerawang membayangkan wajah suaminya sendiri.
"Kau..!"
Besok kamu tidak boleh jalan-jalan lagi sendirian.
"Kamu selalu membuatku sebel."
"Sekarang naik ke tempat tidurmu!" Lantainya masih licin."
Naura menuruti kemauan suaminya. Tidak lama kemudian, bel pintu apartemen berbunyi. Dengan sigap Naura keluar dari kamarnya melihat siapa yang datang.
Tuan Reno yang baru menyimpan vakum lantai dan kain pel baru ingat kalau istrinya memakai celana pendek.
"Astaga!" Gadis liar itu akan memperlihatkan paha mulusnya di depan orang." Lirihnya lalu berlari dengan cepat untuk menahan Naura membuka pintu.
Baru saja pintu itu di buka sedikit oleh istrinya, Tuan Reno langsung menutup lagi dengan cepat.
"Mas Reno!" Apaan sih kamu, itu ada tamu." Geram Naura menarik lengan suaminya agar ia yang membuka pintu itu untuk tamunya.
Naura memperhatikan lagi celananya lalu meninggalkan. suaminya untuk menerima tamu itu. Ia keluar lagi dengan rok dan ikut nimbrung dengan tamu yang sedang mengantar gaun malam untuk dinner nanti.
"Permisi Tuan!" Ini pesanan nyonya Nunung untuk istri anda. Tolong tanda tangan di sini!" Ucap staf butik milik nyonya Annette.
Naura yang mengambil paper bag itu dari abangnya dan langsung masuk ke kamar melihat gaun pesta kiriman dari mertuanya.
"Wah!" Ini bagus banget. Lalu untuk apa gaun pesta ini sayang?"
"Persiapkan dirimu!" Nanti malam ada undangan makan malam."
"Siapa yang mengundang kita?"
"Sahabat mami."
"Apakah aku harus tampil cantik?"
"Hmm!"
Tapi jangan tebar pesona saat tiba di sana nanti."
"Auraku cukup kuat untuk memikat pemilik mata yang menatapku tanpa aku harus tebar pesona. Persiapkan hatimu agar tetap dingin, saat semua mata tertuju padaku!" Balas Naura tidak kalah menohok dari suaminya.
__ADS_1
"Kau..!"
Tuan Reno makin geram dengan ucapan istrinya yang selalu bisa membuatnya bungkam.
Tuan Reno keluar dari kamarnya lalu menghubungi Raka.
"Apakah hari ini istriku bertemu dengan pria tampan melebihi aku?"
"Tidak ada bos, kecuali pedagang makanan dengan tampang mereka yang biasa saja."
"Lalu siapa pria tampan yang sudah membuat istriku merindukannya setiap saat?" Cari tahu orang itu!" Titah Tuan Reno.
"Siap bos."
"Dasar bos posesif!" Bukankah pria tampan itu adalah kamu sendiri. Mau saja dikerjain istrinya."
Raka menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat kelakuan bos posesifnya itu.
...----------------...
Hamparan bunga yang bermekaran dengan harumnya, yang membentang dalam kegelapan malam. Diantara mereka ada bunga melati, sedap malam, gardenia,
ngengat bulan dengan sayap hijau, daun kumbang scrub berwarna warni seperti opal.
Bulan yang bersinar terang pada malam hari meminjam cahayanya dari matahari.
Cahayanya yang pucat akan dipantulkan kembali. Taman di malam hari membangkitkan renungan.
Suasana syahdu tercipta dengan lampu-lampu taman yang bersinar lembut seakan menciptakan suasana yang semakin meriah dengan hiasan cahaya lilin serta vas bunga kecil yang sudah dihuni bunga-bunga indah.
Tamu undangan yang merupakan para pejabat tinggi negeri ini dan juga para pengusaha sukses seperti keluarga tuan Syahrul.
Nyonya Nunung dan tuan Syahrul sudah hadir dan saling menyapa, bersalaman, cipika cipiki lalu berpelukan hangat untuk melepaskan rindu.
Naura tampil anggun dengan rambut hitam yang dibiarkan tergerai menutupi leher jenjang nya.
Gaun yang dikenakannya berwarna hijau mint lembut dengan desain sederhana. Gaun malam yang dikenakan Naura, harganya hampir setara dengan harga rumah mewah yang ada di tanah air.
Naura menggandeng lengan Tuan Reno berjalan di bawah lampu taman menuju tempat makan malam di mana semua tamu sudah berkumpul.
Naura juga mengenakan kalung emas putih dengan bertabur batu permata hijau zamrud di pinggirnya. Wajahnya yang cantik dihiasi makeup lembut makin menguatkan pesona yang terpancar mengalahkan setiap tamu wanita yang sebaya dengan dirinya.
Semua mata berdecak kagum melihat ke arah Naura yang nampak elegan melangkah anggun menghampiri kursi kosong miliknya yang sudah diatur oleh pelayan.
Tuan Reno yang saat ini sedang menggandeng gadis liarnya yang kini berubah menjadi seorang bidadari, tampak bangga menjadi suami Naura . Pesona Naura bukan hanya menghipnotis dirinya namun semua yang ada di meja makan tersebut.
"Masya Allah Reno dari mana kau dapat bidadari ini sayang, celetuk Tante Welly kala menyapa pasutri yang sedang menghisap perhatian para tamu undangan.
Di sudut ruangan berdiri seorang pria yang sedang meneguk wine langsung tersedak menatap wajah cantik Naura.
__ADS_1
"Naura...?"