Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
15


__ADS_3

Experience is simply the name we give our mistakes


Pengalaman hanyalah sebutan yang kita berikan untuk kesalahan kita


Jangan merusak apa yang kamu miliki dengan menginginkan apa yang tidak kau miliki


* *


" Tapi Key gak cinta sama Nada bun, Key hanya sayang layaknya saudara."


Deg


tes


tes


Akhirnya Nada tau, perhatian yang barusan Kean lakukan hanyalah rasa sayang sebagai saudara.


'Sakit'


"Bunda gak mau tau, kalau kamu gak putusin Bunga, usia 17 tahun Bunda laporin kamu ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan"


"Bunda tega, hanya demi....."


"plak" tamparan itu membungkam ucapan Kean.


"HANYA" tekan ucapan Zela "Hanya katamu Key, 2 nyawa kalau kamu tukar dengan ayah bunda, kamu akan jadi apa, sekolah saja tiap hari bolos, pacaran, bikin masalah terus Key." kicep, mendadak Kean bungkam.


Seandainya saat ini dibalik, Kean bisa saja gila kehilangan keduanya. Bahkan ia akan mengusut kasus ini sampai pengadilan. Tapi tidak dengan Nada, dia lembut, dan memaafkan seolah kematian kedua orang tuanya memang bukan salah Kean.


Nada mengusap dadanya yang mendadak sesak, kedua orang tuanya yah waktu itu adalah hari bahagia, karna Nada menjadi juara paralel pertama untuk yang kesekian kalinya, dan kembali membawa piala olimpiade.


Flash Back On


Siang itu adalah hari termanis mereka, untuk kesekian kalinya meski bapaknya tak punya uang banyak, tapi untuk sekedar makan di rumah makan untuk merayakan kemenangan dan keberhasilan Nada atas semua piala dan kejuaraannya bapaknya akan lalukan apapun.


Setelah selesai makan bersama mereka pulang terpisah, pasalnya Nada membawa sepedanya dan meminta ibu bapaknya untuk menaiki motornya.


"Ndu biyung wae sing numpak sepeda" (nak ibu saja yang naik sepeda)


"Ajalah yung, aku wae, kana biyung karo rama" (janganlah bu aku saja, sana ibu sama bapak)


"Ya wis, ati ati ya ndu, byung karo ramamu meh motoran, nek jug umah aja goleki rama biyung" ( ya udah, ati ati ndu, ibu sama bapakmu mau motoran, kamu kalau sampai rumah jangan nyari ibu bapak)


"rama disitan ya Ndu, ati ati,bapak meh seneng seneng karo ibumu"( bapak duluan ya ndu, bapak mau senang senang sama ibumu)


Flash Back Of


Itu adalah percakapan termanis yang terakhir dengan bapaknya. Sakit kan, direnggut kedua orang tuanya dalam sekejap.


'Kalau boleh jujur boleh egois aku sangat membencimu Key, sangat sangat, tapi tak bisa karna bunda begitu sayang padaku'


*


"Nebeng gue Nad" ucap Cila, dia dalam mood yang tidak baik.


"Cila kamu gak sakit kan?" tanya Nada, menelisir wajah Cila yang pucat.


"Cakra kemana?" tanya Kean sambil memasukan rotinya ke dalam mulut.


"Jangan bahas dia deh, bosen gue" kesalnya, mendengar kata Cakra mendadak moodnya hancur, ia berdiri dan menarik ransel kecilnya. "gue tunggu dimobil."


Kean kemudian membuka kunci kursi roda, lalu menarik Nada yang sudah siap sejak tadi, sesampainya dimobil, Kean hendak memapah Nada dari kursi rodanya. "Ngapain?"

__ADS_1


Kean tak menghiraukan ucapan Nada, ia langsung memapah Nada masuk ke dalam mobil, dan melipat kursi rodanya kebelakang. Jangan lupakan jantung yang sudah beritme lebih dari 100x/menit karna tubuh mereka berpelukan.


"Loh Nada kenapa?" tanya Cila penasaran melihat Kean memapah Nada.


"Kemarin kecelakaan"


"Loh ko bisa si Nad" Setelah itu Nada menceritakan detailnya. Cila dengan saksama mendengarkan cerita Nada.


"Makanya Key, punya istri itu diperhatiin dikit, jangan keasikan pacaran mulu" ucap Cila menyindir.


"Dianya aja yang rese kalau pulang dan berangkat bareng gak mau"


"diih ogah banget nimbrung orang pacaran" gerutunya yang masih terdengar oleh Cila dan Kean. Cila terkekeh melihat Nada yang mencibir.


"Cemburu?" Nada memelototkan matanya, buru buru ia menangkis ucapan Kean.


"Ngaku aja, kali aja udah cinta" ledek Kean. Sebenarnya Kean tak sadar ia sangat suka menggoda Nada. Menurutnya wajahnya sangat lucu kalau digoda.


"Gak yah, mana ada cinta sama orang yang udah bikin idup aku kahila....." Nada menutup mulutnya, ia tak sadar mengatakanya, masih mengingat pembahasan semalam tentang bunda Zela dan Kean.


Kean sadar, ia juga langsung diam, tidak melanjutkan candaanya karna Nada menskakmat ucapanya. Hatinya bergemuruh, ia ikut sesak, masih terngiang janjinya ketika di maqam waktu itu.


'Saya berjanji akan melindungi Nada meski dengan nyawa saya'


"Ma-af" ucapnya mengacungkan jarinya dengan tanda piece. Kean tersenyum, gadis itu sungguh lucu, harusnya yang bilang maaf itu Kean.


Tak lama mereka sampai di gerbang sekolah, dan memasuki area parkir mobil. Lagi lagi Kean memeluk Nada dari dalam mobil, membuat seluruh perhatian anak anak yang berada di arena parkir menatap iri.


Abi


Keluar gerbang, gue tunggu di pos satpan


Cila yang tadinya mau mengantar Nada langsung berpamitan. "Gue cabut dulu" ucap Cila.


Cila berlari ke pos satpam, lalu masuk ke dalam mobil Abi. Lagi lagi pemandangan ini tak luput dari pandangan Cakra, yah dia memasuki sekolahnya bersama sang kekasih.


Sesaat mereka saling melemparkan tatapan, namun Cakra menepisnya. Yahh Cakra tidak jadi putus dengan pacarnya itu. "Bukanya itu Cila, tumben akhir akhir ini gak bareng dia beb?"


Cakra diam, tidak ada jawaban darinya. "Basi" suara lirih itu keluar memprotes kedua orang yang ada di dalam mobil. Tak lama mobil mereka berlalu meninggalkan sekolah.


"Kemana aja selama ini, gak ada kabar?" tanya Abi, yah meskipun cuek emang Abi itu juga cintanya sama Cila, sayangnya Abi terlalu munafik untuk mengakuinya.


"......" Cila bungkam ia masih kesal atas video yang Cakra rekam. 'gadis bodoh yang terlalu mencintai Abi'


"Kita putus Bi" ucapnya tanpa menatap Abi, Cila sudah lelah jika harus menyembunyikan hubunganya.


"Apah..... Jangan becan..." belum usai kalimatnya.


"Kita udahan Bi" kali ini air matanya menetes.


"Kamu kan tahu alasan kit....." lagi kalimatnya terpotong.


"Makanya kita udahan, kita usaiin hubungan kita, aku gak bisa membangun hubungan dengan hanya satu pihak yang berjuang." ucap Cila dengan isaknya.


Sedari dulu memang seperti hanya Cila yang sangat mencintai Abi dan seperti orang bodoh yang dipermainkanya.


"Mau kamu apa, selain putus" ungkapnya meminta Cila untuk tidak mengakhiri hubungan denganya.


"Jangan temui aku lagi." ucapnya membuka pintu mobil. Abi dengan cepat menutupnya kembali.


"Mau kemana Bi" Tanya Cila yang bingung karna mobil melaju dengan kencang.


"Aku akan memperkenalkanmu dengan orang tuaku." jelasnya membuat Cila tak percaya, selama ini Abi tak pernah seserius ini.

__ADS_1


drrrttt


drrtttt


📞"hallo"


📞"......"


📞" saya segera kesana" ucapnya lalu memutar stirnya, yang awalnya menuju arah rumah Abi, kini menuju kantor.


"Anterin aku ke sekolah" berontak Cila.


"Nggak, ikut aku, aku mau ngenalin kamu ke orang tuaku" jelasnya tanpa memandang Cila.


Sesampainya di sebuah bangunan pencakar langit itu, Abi melajukanya ke besment, dimana disana terdapat parkir mobil. Abi turun menggandeng Cila melalui lift khusus pemilik perusahaan.


Sesampainya di lantai 5 dimana ruangan khusus untuk Ceo itu tampak sepi. Hanya ada 2 ruangan sekretaris Abi yang jelas mereka wanita cantik, modis, seksi, good looking lah. "Tuan hari ini kita ada pelunc...." sekretaris Abi terdiam pasalnya ada seorang gadis dibelakang Abi. "Dia siapa Tuan?"


"Gak usah kepo lanjutkan" titah Abi


" emm Kita ke Pharma laboratorium untuk peluncuran prodak therapi nyeri yang terbaru."


"Baiklah, saya akan menyusul, siapkan mobil." Abi berjalan menarik Cila ke ruanganya, disana ada ruang istirahat khususnya.


"Kamu sini dulu, nanti aku minta sekretarisku bawa makanan buat kamu, setelah aku balik, aku akan kenalin kamu ke orang tuaku." Cila hanya mengangguk, lalu Abi mengecup kening Cila dan berlalu meninggalkanya.


*


Kean mendorong kursi roda Nada ke arah kelas Nada, ruangnya di gedung IPA lantai 2, yah mesti lewat lift di ujung sana kalau gak mau lewat tangga.


Seluruh siswa di gedung IPA memperhatikanya "Woi Key.... " seru Bintang menyapa Kean. " Ehhh ada si bidadari surga.... Nada kenapa Key?"


"Ia Key kenapa bidadari surga bisa sampai...." timbrung Langit.


"Gak usah Kepo, bisa !" sulut Kean.


"Yah Kean, gitu amat" tak lama Kean membuka ponselnya yang mungkin sedari tadi bergetar. Yah itu dari Bunga siapa lagi. Padahal tinggal naik tangga sampai tuh kelas Nada.


My Soulmate


Key, ko belum jemput


^^^Kean^^^


^^^otw^^^


"Tang, anterin Nada kekelas bisa, gue ada perlu nie!" Wajah Bintang berbinar, bahagia sekali rasanya. Namun tidak dengan Nada, ia sangat kesal karna Kean memberikan Nada kepada teman temanya. 'Dia pikir barang apa dititipin'


" Wahhh mimpi apa semalam gue ya, dengan senang hati Key... Ayo Nad!" ajaknya mengambil alih kursi roda yang dipegang Kean.


"Gue aja si Tang" Langit merebut kursi rodanya.


"Inget Alia bege" ucap Bintang kesal.


"Belum berangkat ini Alianya" elak Langit.


Sebelum Kean pergj sapaan Bara lebih dulu mengintrupsi Bintang dan Langit yang masih berebut. Kean berbalik ketika mendengar suara Bara yang langsung berjongkok di depan Nada dengan penuh khawatir. "Na kamu kenapa" Nada tersenyum melihat Bara.


"Nanti aku critain" jawabnya lembut.


"Biar sama gue aja" ucap Bara membuat Bintang dan Langit yang saling berebut cengo.


Bara yang sudah mengangkat Nada didorong oleh Kean." Sama gue aja" ucap Kean menatap sengit Bara. Kean langsung mengambil alih Nada yang berada digendongan Bara.

__ADS_1


"INGET STATUS NAD LOE ITU ISTRI GUE" ucap Kean lirih dengan penuh penekanan.


__ADS_2