Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
8


__ADS_3

Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control


Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting dari pada pada kebahagiaan anda


* *


" Sebentar!" pintanya Nada yang hendak naik ke moge itupun berhenti


Bara melepaskan jaketnya lalu mengikatnya di panggul Nada, guna menutupi lutut Nada yang pasti akan terlihat ketika berada di boncengan mogenya." Aurat gak boleh dipertontonkan"


'MasyaAlloh sweet banget'


Moge Bara melesat dengan pelan membelah jalanan yang masih ramai. Nada hanya berpegangan pada pundak Bara. Bara menghargai itu, wanita seperti Nada masih tau batasan bergaul secara islami.


"Nad, mau makan dulu gak?" Tanya Bara, Nada mendekatkan tubuhnya, ralat hanya telinganya ya, karna suara Bara tidak terdengar. "Makan dulu gak?" Intonasinya meninggi, dengan cepat mendapat gelengan kepala dari Nada.


"Bar, anterin aku kerumah Kean!" pintanya kepada Bara. Bara menaikan bahunya, ia masih belum paham kenapa mengantarnya kerumah Kean.


"Kamu tinggal serumah sama Kean?" Anggukan itu menjadi sebuah jawaban oleh Bara. "Baiklah!"


Tak lama motor mereka sampai dikediaman rumah Kean yang megah itu. Bara turun melepas helm full facenya, wajah tampan dan tenangnya yang selalu dipuja setiap wanita, terpampang jelas didepan mata Nada. " Bisa turun gak?" tanya Bara, pasalnya tinggi Nada hanya 158 cm, ia hanya takut Nada terjatuh.


" Bisa Bar " Nada turun dari moge, dan menatap Bara lekat, tak mau berlama - lama Nada memutus pandanganya. "aku langsung masuk ya, makasih udah nganterin aku." Nada berjalan masuk ke dalam rumah, lalu berbalik menatap Bara yang masih setia menatapnya. "Kamu hati - hati di jalan!" ucap Nada sebagai perpisahan.


Senyum di wajah Bara begitu mempesona, tampak indah memperlihatkan lesung pipinya. Lalu Bara kembali memakai helm full facenya. Tak berselang lama Cila dan Cakra pulang, mereka saling membunyikan klakson motornya.


" Bara kan Cil?" Tanya Cakra setelah turun di garasi.


" Nganter Nada gitu?" Ucap Cila heran.


" Baru beberapa hari udah dapet gebetan, Nada Keren ." Cila dengan cepat memukulkan tanganya di kepala Cakra.


" Sembarangan, Nada itu udah nikah sama Kean." Mata Cakra membelalak, ia tak salah dengar.


" Loe serius Cil, gimana critanya?" Cila menceritakan dengan singkat kejadian yang menimpa adiknya itu.


" Udah keponya, balik sono!" pinta Cila pada Cakra.


" Jahat banget si kamu, aku ditelphone suruh jemput kamu terus malak ke mall, dan nganter kamu balik ke rumah, sekarang diusir, yang benar saja." celotehnya kepada sahabatnya itu.


" Ia aku jahat puas."


" Gag mau, aku mau masuk, mau makan!" ucapnya berlalu meninggalkan Cila yang di belakang dan menuju ke dapur.


*


"Tadi pulang bareng Bara?" suara khas serak basahnya mengagetkan Nada yang masih menggosok rambut basahnya. Lelaki berstatus suaminya itu sudah berguling guling di kasur empuk milik Nada.


"Astaghfirulloh......" Nada panik, syok dan kaget yah karena masih memakai kemben handuk. "Key, kamu ko bisa ada disini si?" ucap Nada sambil mempererat handuk yang melekat di dadanya lalu menurunkan handuk dikepala untuk menutupi dada depanya.


"Ya elah, gue gak minat kali, punya loe kecil gitu" tawa Kean menggema, menatap dada rata dan mengejeknya. Membuat Nada melemparkan handuk basah yang tadi menutup dadanya hingga menutupi kepala Kean.


"Sembarangan" Nada dengan cepat mengganti pakaianya, lalu berjalan menuju sofa yang ada di kamarnya." Gag sopan, lain kali ketok pintu dulu Key, jangan asal nylonong kaya maling."


"Gue suami loe Nad, apa perlu..." ucapanya terpotong begitu saja


"Perlu...." jawabnya ketus.

__ADS_1


"Jangan ngalihin pembicaraan deh, tadi pulang bareng Bara?" Tanya Kean menginterogasi. Nada mengangguk, mengiyakan pertanyaan Kean.


"Gue gak suka sama dia, lain kali jangan balik sama dia dan jangan deket - deket sama dia." Kean beranjak dari kamar Nada dan hendak keluar.


" Dari pada nungguin kamu, ujung ujungnya ditinggalin" kesalnya, karna gak sekali dua kali, janjinya pulang bareng tapi ditinggalin.


"Minta jemput supir kan bisa"


'Udah janji sendiri diingkari sendiri malah nyuruh supir enteng banget mulutnya'


"Makanya gak usah ngajak balik bareng kalau gak bisa nepatin!" keluhnya kesal pada sang suami. " Lagian aku cuma punya temen satu, yaitu Bara." ucapnya membuat Kean berbalik menatap Nada


"Bunga kan ada?" ucapnya remeh


"Maksud kamu bersahabat sama pacar kamu" Ia memanyunkan bibirnya.


'yang benar saja, seorang istri bersahabat dengan pacar suaminya'


"Ia ...... Dia kan baik, lagian berteman sama lawan jenis, kamu gak takut dosa?"


'diih nie cowo ngomongin dosa, dianya aja pacaran, sholat bolong, tiap hari mesra mesraan terus sama yang bukan mukhrim lagi'


Gerutunya yang samar terdengar oleh Kean. "Loe cemburu?" Kean kembali mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Nada membuat ia sesaat terhipnotis karna terlalu dekat.


"Enggak ihh, minggir!" Nada mendorong Kean agar menjauh, melihat Nada yang salah tingkah membuat Kean menyeringai.


'lucu banget mukanya kalau lagi baper'


*


" Cepetan, gue nunggu dari tadi" Abi berdecak kesal karena Cila tak kunjung keluar. Cila yang sudah masuk menatap marah Abi, lalu keluar dari mobil tersebut.


"Brak" pintu mobil ditutup keras oleh Cila


"Shiit... Maunya apa si nie cewe" Abi mengikuti Cila keluar.


"Aku kesini pagi pagi mau nyelesein masalah Cil" Abi menangkup kedua tangan Cila, namun ditepis oleh Cila.


" Yang bilang kamu mau mancing siapa"


"Aku serius...." ucap Abi "Maaf"


"Maaf kalau masih diulangi gak guna tau gak si Bi" kesal Cila.


"Ya kamu tau kan aku gak bisa ngindar, dia anak temen nyokap, dan gak ada hubungan apa apa sama gue Cil."


Cila akui, lelakinya begitu sempurna, hingga banyak wanita menggilainya. "Terserahlah" angkuhnya dengan bersedekap dada.


Abi menarik lengan Cila dan menggerednya masuk ke dalam mobil kembali. "Apa sih....?"


"Masuk kataku!"


"Ga"


"Masuk!"


"Ga"

__ADS_1


"Cila masuk!" teriak Abi bosan


"Gak mau!" tepis Cila


"Oke, mau kamu apa?"


" Kenalin aku sebagai kekasihmu agar gak ada wanita deket deket dengan kamu lagi"


"Yakin.... kamu tau kan, alasan kita beckstreet adalah karna abang kamu dan keluarga kamu akan menentang hubungan kita, dan sekalinya aku mengakui satu wanita sebagai kekasih, orang tua aku akan meminta aku menikahimu, kamu siap?" bentak Abi kepada Cila.


Cila terdiam, ia tak mampu berucap, sedangkan abangnya Derrick begitu menentang hubungan Cila dan Abi, alasanya simple karna Abi play boy, rusak dan ugal.


"Maaf terbawa emosi" ucap Cila yang kemudian direngkuh oleh Abi.


" Aku yang seharusnya minta maaf."


*


Hari ini jadwal olahraga antara kelas XI IPA 1 dan XI IPA 5, antara kelas Nada dan Kean. Sedari tadi Nada mondar mandir berjalan di dalam kelas, padahal teman temanya sudah berganti dengan baju olahraganya. " Kenapa Nad?" tanya Bunga penasaran.


" Gak punya kaos olah raga Nga, lupa bawa cadangan" ucapnya dengan wajah bimbang.


"Ya udah gak usah ikut aja, aku ijinin kamu aja ya!" Lagi Nada mengangguki pertanyaanya. Bunga selalu ramah pada Nada, tapi tetap Nada seolah menjauhi Bunga.


'Seorang istri sahabatan sama pacar suami, apa kata dunia'


" Pake punya gue Nad, gue punya 2" ucapnya yang baru selesai berganti dan mendapati kelas hanya ada Nada.


Setelah 5 menit berganti pakaian, mereka berjalan beriringan ke tengah lapangan. Semua tatap demi tatap mata mereka melihat kaos yang dikenakan oleh Nada bertuliskan nama BARA.


"Couple goals coi"


"Gila cocok banget"


"Ngalahin couple nya Cakra dan Cila"


"Kean dan Bunga kalah coi"


"Loe aja gak pernah pakai kaosnya Kean Nga, kok Nada bisa pakai punya Bara " ucap Santi sahabat Bunga yang ternyata terdengar oleh Kean.


"Kean gak bakalan pinjemin barang yang melekat pada tubuhnya kepada orang lain" lirih Bunga iri karna Nada diperlakukan sangat spesial.


"Sekalipun pacarnya" heran Santi, yang mendapat anggukan dari Bunga.


"Itu anak barunya Key, cakep bener, bagi kontak WA dong Key!" ucap Bintang.


"Alia kalah bening sumpah cakep bener" ucap Langit yang langsung mendapat tepukan keras dari Bintang.


Bisik demi bisik terdengar hingga mereka sampai di kerumunan kelas XI IPA 1 dan 5 yang digabung. Tanpa sadar Kean menatap tak suka kedekatan mereka.


"Hari ini akan ada pertandingan sepak bola kelas XI IPA 1 dan 5, silahkan kalian membuat grup, dan yang tanding lebih dulu anak putri."


Kean tak fokus, ia masih menatap Nada yang berada di sampingnya." Kean, tolong bentuk regu putra dan putri untuk bertanding sepak bola!" Namun Kean masih menatap Nada dengan tatapan kesal.


"Key...." sapa pak Deon guru olahraga.


"Key kamu tidak apa apa?" Kean masih diam.

__ADS_1


"Saya dengar pak, maaf saya ada perlu sebentar." Kean berjalan dan menarik Nada dari kerumunan, membuat atensi mereka beralih kepada Kean yang menarik Nada.


"Ikut gue!"


__ADS_2