Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
22


__ADS_3

Ketika harapanmu tak mampu kau dekap, kecewamu akan begitu hebat


*


"Iuuuuuu kak Bara alay juga" sorak sorai penonton kepada Bara.


" Sebuah kalimat buat dia bahwa satu di antara momen paling bahagia dalam hidup kita adalah saat kamu menemukan keberanian untuk melepaskan apa yang tidak bisa kamu ubah"


"Asik puitis banget ka"


"Seorang Bara bisa berkata demikian, pasti wanita itu sangat spesial, benar?" ucap salah satu emsi. Bara menganggukan kepalanya lembut, dan senyum yang sedari tadi menampilkan cekungan di pipinya.


"Bisa dimulai ?" tanya Bara, yah Nada cukup canggung bila dipandang terus menerus oleh Bara.


"Silahkan"


Jreng... jreng ....jreng...jreng...jreng


Intro : F Fm Em Am


Dm Em Fm G..


C G/B


semua yang ku mau


Am G C


hanya sedikit waktumu, untukku..


F Em Am


hanya satu pesan singkat


Dm G


sedang apa dirimu..?


C G/B


awal pertemuan


G Am G C


kau sangat peka padaku, dan itu dulu..


F Em Am


rasa yang terlanjur dalam


Dm E


kau buatku semakin bodoh..


Am E/G#


oh mengapa harus


G D/F#


kulihat kau dengan dirinya


Dm G C


terluka.. tapi tak berdarah..


Reff :


C


ajarkan aku..


-Em F Fm


cara tuk melupakanmu..


Em Am


bila membencimu tak pernah cukup


Dm Fm


tuk hilangkan kamu..


C


ajarkan aku..


-Em F


sebelum merusak kedalam-dalamnya


Em Am


sebelum aku trauma


Dm G C Fm..


mencintai sosok yang baru lagi..


"huuuu keren ka keren"


"Terimakasih atas perhatianya'' Bara berjalan turun dan duduk di samping Nada kembali.


"Selanjutnya kita tampilkan dari pasangan couple Cila dan Cakra yang selalu menjadi bintang dangdutnya kelas IPS silahkan untuk maju ke depan!

__ADS_1


Cila dan Cakra menaiki mimbar aula. "Hai ka" sapa emsi sang adik kelas.


"Hai juga." ucap mereka kompak.


"Masih langgeng aja ya kak?" Cila tersenyum dan Cakra pun demikian.


"Just a friend" Cakra melambaikan tanganya tanda piece.


"Gak ada yang terjebak friendzone nie ka, pastinya ada donk" lagi dari mereka memang sangat kepi dengan dua sejoli ini yang selalu tampil mesra sebagai sahabat.


"Ia nie, sekarang kan jamanya sahabat jadi cinta"


"Gak ada ya, gak ada, dia punya cowo, gue juga punya cewe, dan gak ada friendzone friendzone ya gak Cil?" tanya Cakra pada Cila.


"Yakin....? Padahal kalau ada rasa gue juga gak nolak ko, so loe juga kan most wantednya SMA Rajawali" Cila terkekeh, ia hanya asal bicara karna ingin menanggapi emsi adik kelas tersebut yang merupakan hatersnya Cakra.


"Just a friend oke" Ucap Cakra menegaskan kembali.


"Oke oke kembali ke topik kaka kaka, kalian mau bawa lagu apa?"


"Gue kabulin 1 permintaan, request 1 lagu Kra!" ucap Cila memberikan pertanyaan kepada Cakra.


"Bila nanti Nabila Maharani versi dangdut" ucap Cakra dengan lirikanya kepada Cila. Jangan ditanya Cakra juga punya lesung maut yang bikin cewe cewe pada kesengsem. Membuat Cil risih jika harus mendapatkan imbasnya haters haters Cakra.


"Buat kamu apa si yang gak."


"Asik, ka Cila bisa aja" ucap emai sang dik kelas, dilanjut emsi yang satunya. "Baiklah kita nikmati penampilan artis couple kita yang akan berduet Cila dan Cakra"


"Tunggu ... tunggu..... buat yang mau nyawer siapin merah merahnya yah!"


"Asik di geboy"


"Jangan gila Cil!" Ucap Cakra memperingati


"Buang stres Kra, penat kepala gue..... yukkk musik"


Bila memang engkau tak lagi cinta


Lebih baik engkau katakan saja


Kurelakan bila kau ingin pergi


Meninggalkan luka di dalam hati


^^^Cukup sudah kau lukai hatiku^^^


^^^Yang selalu tulus mencintaimu^^^


^^^Kuikhlaskan semua yang terjadi^^^


^^^Kuakhiri cukup sampai di sini^^^


"Asik ..... mana saweranya" teriak Cila membuat berbondong bondong lelaki naik ke atas mimbar di aula.


Anggaplah diriku yang tak pernah ada


Aku mohon jangan lukai hatinya


Cukup aku saja


Bila nanti engkau tak bahagia


Kembalilah pintu selalu terbuka


Namun hati tak kan bisa kembali


Seperti dulu lagi


"Tepuk tangan yang meriah untuk artis dangdut kita Arcilla Queenara Markle"


prok prok prok


"Ka dapet berapa?" tanya sang emsi kepada Cila


"Nie gue kasih ke elo, jangan lupa sumbangin buat anak yatim" ucap Cila berlalu melangkahkan kakinya turun.


"Trimakasih untuk penampilan kaka kelas kita yang saat ini sudah selesai melakukan ujian tengah semester dan hari esok adalah hari bahagia kelas XI yang akan melakukan study tour ke Bali, semoga selamat sampai tujuan dan have fun ya kakak kakak ku" ucap emsi angkatan kelas X itu.


'Cila memang seperti itu, bad girl tapi pintar, liar tapi dermawan, nakal tapi setia kawan, bagaimana bisa aku gak suka sama cewe kaya gini, munafik emang kamu kra' ucap Cakra dalam hati.


"Karna sambutan dari kaka kelas kita sudah selesai, mari kita sambut dengan kemeriahan pensi kaka kelas dari anak IPA, dilanjut IPS lalu Bahasa, dan usai dari pensi ini akan ditutup oleh artis terkeren kita sang idola SMA Rajawali yaitu Kean Pribumi Arretha" Semua penonton berteriak riuh mendengar sang ahli gitaris dan juga kapten basket yang akan mengisi penutupan acara pensi.


Drrrttttt


Drtttttttt


Ponsel Nada bergetar menandakan bahwa ada sebuah pesan untuknya.


Kean


Temui aku sekarang di rooftop sekolah


Nada menatap Kean yang saat ini juga sedang menatapnya, lalu menganggukan kepalanya, dilanjutkan dengan beranjak dari duduknya dan keluar dari aula. "Nga aku ke toilet" pamitnya pada Bunga. Bunga menganggukan kepalanya kepada Kean.


Sedari tadi Bunga menatap Nada, membuat Nada tak enak untuk ikut pergi. Setelah beberapa menit, Bunga tidak terlihat, sehingga dengan cepat Nada beranjak dari tempatnya menyusul Kean ke rooftop sekolah.


"Key...." Panggil Nada yang sudah berada di rooftop.


"Ke...y." Matanya membulat melihat Kean yang sedang bersama Bunga dengan jarak yang sangat intim.


"Diem sayang sebentar!" pinta Kean yang sedang meminta Bunga untuk tidak bergerak.


"Perih ini Key"


"Ia makanya diem biar gampang ini"

__ADS_1


tes


tes


tes


Nada membalikan tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya di dinding agar tak terlihat oleh Kean. Luka kemarin belum sembuh, ditambah pagi tadi juga belum sembuh, dan siang ini justru lebih menyakitkan.


'Kenapa harus memamerkan kemesraan di depanku Key, bukankah kamu tau jelas seperti apa perasaanku padamu'


'Kamu jahat Key'


'Jahat'


'Jahat'


Nada berjalan turun melalui tangga darurat, padahal ada lift khusus, tapi hatinya saat ini kacau. Air matanya belum juga pupus, hanya ada tangga darurat yang sepi untuk mengeluarkan semua isi hati.


^^^Nada^^^


^^^Bang jemput Nada disekolah^^^


Derrick


OTW Nad😉


Tidak lama, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk Derrick bisa sampai di sekolah milik eyangnya itu. Padahal Derrick itu pembisnis yang sangat sibuk.


tiiin


Nada mengalihkan pandanganya mendengar suara klakson moge Derrick, lalu menampilkan senyum indahnya pada Derrick. "Tumben bolos?" Nada tak menjawab, ia masih terdiam dengan ingatan tadi.


"Kean lagi?" tanya Derrick. Nada menatap spion yang menampilkan wajah Derrick sedang menatapnya melalui spion motor. "Bunga itu cinta pertamanya, jadi wajar dia belum bisa mencintaimu, tapi aku yakin dia udah mulai ada rasa sama kamu Nad" Nada menatap spion kembali.


"Bukan bang, Kean menganggap Nada hanya sebatas adik" ucap Nada


"Berjuang Nad, jika hasilnya memang tidak menunjukan bahwa Kean akan mencintaimu, maka lepaskan." jawab Derrick, Nada mengangguk. Kalimat ini sperti yang diungkapkan Bara.


"Aku pesimis bang, bahkan setelah 2 hari tak berjumpa, dia sama sekali tak mencariku" jawabnya.


"Semangat, aku selalu mendukungmu Nad, dan kalau butuh sesuatu katakan padaku."


"Makasih bang"


*


"Kemana si Nada?" Kean masih membolak balikan ponselnya, sayangnya hanya 2 garis biru yang terlihat disana.


"Apa jangan jangan....."


Flash Back On


Kean sampai di rooftop, disana ia duduk, menikmati semilirnya angin, hingga sebuah teriakan dari wanita yang sangat ia cintai itu terdengar nyaring.


"Key kamu dimana?"


"Loh Bunga kamu ngapain disini?" tanya Kean penasaran.


"Ngikutin kamu, habisnya sejak pagi murung terus si" Kean mendadak merasa bersalah, lalu mengajak dan menuntun Bunga duduk disampingnya.


Mereka sama sama menikmati semilirnya angin yang berhembus kencang, dan sepertinya akan turun hujan. Hingga beberapa detik mata Bunga terkena debu.


"Aduh Key, mata aku" Kean panik, lalu menatap Bunga yang sedang mengucek matanya.


"Jangan dikucek sayang!" pinta Kean lalu membantu meniup mata Bunga.


"Jangan gerak Nga, susah ini"


"Perih Key"


" Ia makanya diem" Kean kembali meniup mata Bunga dengan lembut. "Udah?" Bunga mengangguk.


cup


Sekilas Bunga mengecup pipi Kean, membuat sang pemilik pipi tersenyum "mulai nakal yah?" Kean malah berbalik mencium Bunga.


Cup


Cup


Cup


Flash Back Of


*


"Lagunya ko itu si?" tanya Cila, mengingat lagu yang dinyanyikan tadi dengan judul lagu Bila nanti milik Nabila Maharani.


"Yah itu lagu yang pas buat kamu" ucap Cakra. Cila menatap lekat wajah Cakra, mereka saat ini berada di balkon kamar Cila.


"Maksudnya"


"Kelak ketika seseorang mencampakanmu, maka ada aku tempatmu kembali."


"Bukan itu Cakra, isi lagu itu mengatakan kalau seseorang sudah terluka, namun jangan lukai orang lain dan cukup aku saja yang terluka."


tuk


"Terlalu banyak mikir kamu" jawab Cakra


"Jangan jangan kamu cinta ya sama aku?" Cakra tersenyum. Muncul ide jahil dari Cakra untuk mengerjai Cila.


"Sini" Cakra menggerakan ibu jarinya, membuat wajah Cila mendekat ke arah Cakra sampai hembusan nafasnya terasa di wajahnya.


Cup

__ADS_1


__ADS_2