Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
72


__ADS_3

Bila mata bertemu mata maka akan menghadirkan cinta manusia.


Bila dahi bertemu sajadah akan menghadirkan cinta Alloh Azza Wa Jalla


* *


grep


Dengan cepat Nada memeluk Kean erat. Ia dapat bernafas dengan lega, seolah beban beberapa menit yang membuat jantungnya terkena baku hantam batu terangkat sempurna.


Akhhh


Suara itu lolos dari bibir Kean, menahan sakit yang luar biasa. Bisa ia rasakan bahwa istrinya sangat khawatir pada Kean, dan seketika rasa khawatir itu berganti sebuah kelegaan.


'sesakit apapun asal kamu mau memelukku seperti ini aku tidak akan merasakan sakit Nad'


"Key..." panggil Nada yang masih dalam pelukanya. Ia tidak tahu bahwa punggungnya tertutup kasa akibat terkena ledakan mobil itu. "Kamu..."


"Aku gak papa Nad...." ucapnya disusul dengan eratan di bahu Kean. Jujur lukanya sangat perih, namun mendapat pelukan dari Nada hatinya jauh lebih baik dari pada lukanya yang perih.


Nada melepaskan pelukanya lalu menatap saksama wajah Kean. "Lalu....siapa yang-" Seakan tahu apa yang sedang di fikirkan Nada Kean menggelengkan kepalanya.


"Bukan aku, tidak ada korban jiwa di sana Nad, dan untuk mobilnya maaf Nad, mobilnya tidak bisa diselamatkan." jelasnya kepada Nada. Nada hanya mengangguk.


'Apalah artinya sebuah mobil, itu tidak akan berarti apapun bagiku jika kamu menjadi korbanya Key'


"Kamu mencurigai seseorang?" tanya Kean kepada Nada, untung saja Cashel dan istrinya tidak kenapa kenapa.


Nada mengangguk lalu menceritakan seorang penguntit yang sejak tadi mengikutinya.


Flash Back On


Nada menaiki mobilnya dengan Cashel, yah Nada berencana untuk membeli kebutuhanya, seperti pembalut dan perlengkapan pribadinya, serta perlengkapan milik putranya.


Sesampainya di mall Nada dan Cashel turun dan berjalan jalan di mall sambil memenuhi keranjang mereka. Tidak ada yang mencurigakan bagi Nada sampai hingga belanjaanya penuh, Nada merasa sejak tadi ada yang mengikutinya.


"Mama kenapa?" Nada masih celingukan, entahlah rasanya seperti ada yang menguntit. Ia hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Gak papa sayang" bohongnya, Cashel tau mamahnya berbohong, tapi Cashel akan diamkan hal itu dan mencari tahu sendiri.


Benar setelah Nada merasa ada yang mengikuti. Ia mencoba lebih berhati hati, dan untungnya Nada dan Cashel baik baik saja. Dan seolah penguntit tersebut lenyap begitu saja.


Nada mengajak Cashel untuk menjalankan tugasnya, yaitu menunaikan ibadah sholat ashar, karna waktu sudah menunjukan pukul 15.12.


Setelah lelah dengan aktivitas mereka, Nada mengajak Cashel untuk makan. Nada merasakan perut yang semakin sakit, melilit dan sedikit mual, itu biasa ia rasakan setiap akan kedatangan bulan.


"Shel, mamah ke toilet bentar ya perut mamah sakit!" pamitnya yang diangguki oleh Cashel. Cashel yang juga khawatir karna raut wajah sang mamah sejak tadi tidak seperti biasanya.


Cashel tidak memperhatikan detail mamahnya yang sakit, tapi ringisan sang mamah sejak tadi, Cashel pahami. Sampai sampai Cashel mengirimkan pesan kepada sang papah bahwa sang mamah sepertinya sedang sakit.


Achel


Pah, mamah kayaknya sakit deh


^^^papah^^^


^^^Ko bisa Shel, mamah sakit apa, terus sekarang gimana keadaanya, apa perlu papah pulang Shel^^^


Achel


No pah, sepertinya mamah kedatangan bulan. Mamah memang suka seperti itu kalau sudah tanggal tanggal segini


Kean geram kenapa sang putra benar benar sangat memahami sang mamah dibandingkan dirinya, membuatnya sedikit cemburu.


Walaupun hanya dismenore, tetap saja Kean langsung panik mendengar Nada sakit. Dan dengan cepat Kean menghubungi Nada.


Dismenore adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluhan kram yang menyakitkan dan umumnya muncul saat sedang haid atau menstruasi.


Tepat sekali ketika Kean menghubungi Nada, Nada sudah selesai dari toilet dan hendak duduk di depan Cashel.

__ADS_1


drrrt


drrrt


drrrt


"📞Assalamualaikum Key....gimana?" tanyanya lirih namun terdengar oleh Cashel.


"📞 Waalaikumsalam Nad. Kamu sakit?" Nada mengedarkan pandanganya ke arah Cashel dan melotot kepadanya, ia seperti di mata matai oleh kembaranya Kean.


"Cashel...." Cashel hanya nyengir, yah ia akui kepada sang mamah bahwa ialah yang mengabari Kean.


"📞Nad...."


"📞Ehh ...ia Key ada apa?"


"📞Masih sakit perutnya, perlu aku pulang, atau aku jemput kamu, atau gimana kalau aku bawa dokter ke sana?"


'perhatian seperti ini yang sejak dulu aku inginkan'


"📞Gak usah Key, gak papa, paling nanti pulangnya aku naik taksi aja" ucapnya kepada Kean.


"📞Kamu yakin, atau aku saja yang jemput?" Nada mengiyakan pertanyaan Kean.


"📞Yah Key, aku pulang naik taxi aja, kamubgak perlu kesini" jelasnya lebih meyakinkan kepada Kean.


"📞Nggak, tunggu disitu, nanti pak Sono yang akan jemput kamu Nad" ucapnya memerintah Nada. Nada yang mendengar penuturan Kean hanya bisa pasrah.


"📞Ya udah ia Key, lalu mobil aku?"


"📞 Biar aku yang bawa."


Nada menurut saja, toh kalau Nada sedang PMS memang seperti itu, sangat menyakitkan, bukan hanya perutnya tapi rasa mual itu menyerang seperti sedang hamil muda.


Flash Back Off


Mengingat kejadian tadi siang membuat Nada khawatir, yah jika saja Kean kenapa kenapa, Nadalah yang paling merasa bersalah.


Rambut Nada yang harum juga menenangkan fikiran Kean. "Maaf Key.... maaf, kalau saja aku tidak-"


"Husst sudah gak apa apa" potongnya, satu jarinya menutupi bibir Nada yang hendak berucap. "Mungkin kalau aku tidak...."


Usapan hangat di pundak Nada Kean berikan berharap bisa menenangkan Nada kembali. Kean saja masih shock, siapa sebenarnya yang telah membuat rem mobil Nada blong.


"Tapi kalau....."


"Udah Nad, untung itu aku, coba kalau kamu dan Cashel, aku gak bisa bayangin dan aku gak mau kamu dan Cashel terluka" jelasnya sambil mengingat ingat kejadian barusan.


Flash Back On


"📞Assalamualaikum pah....."


"📞Waalaikumsalam sayang, gimana ada yang bisa papa bantu"


"📞mmm katanya mau makan malam bersama, ini udah jam 20.00 loh pa" ucap Cashel sedikit kesal.


"📞 iah... Papah tau sayang, ini papah udah mau ke mall ambil mobil mama"


"📞 Yeee asik, ya udah papa hati hati ya di jalan, Cashel tungguin" teriaknya bahagia.


"📞Siap my superhero.... Ya udah papah tutup yah!" Cashel menganggukan kepalanya dan melambaikan tanganya.


"📞Assalamualaikuk papah"


"📞 Waalaikumsalam sayang" Bahagia itulah perasaan Kean yang akan melakukan diner malam bersama sang istri dan putranya.


Kean bergegas turun menuju lobi rumah sakit, disana Kean langsung mengambil motornya yang akan Kean gunakan menuju ke Mall.


Sesampainya di tempat parkir ia mengeluarkan kunci yang di berikan pak Sono seusai mengantarkan Nada. Tidak pikir panjang, mobil telah membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Tau kalau jam 20.00 pasti jalanan macet, Kean mencari jalan alternatif yang bisa dengan cepat mengantarkanya sampai rumah.


Jalanan sepi, membuat Kean memutar kemudinya dengan kecepatan 100km/jam. Ini di luar kendalinya, tepatnya di sebuah tikungan tajam Kean menginjak remnya alangkah terkejutnya ketika rem mobil blong.


'Astaghfirullohaladzim, kenapa dengan mobil Nada'


'Ya Alloh, aku mohon jangan sekarang, aku baru bertemu Nada'


Sambil berucap istighfar, Kean menepikan mobilnya, memasang helm yang kebetulan ia bawa tadi dan mengikat kuat seatbeltnya agar kepala tidak terbentur sesuatu yang keras, lehernya ia beri pelindung dengan kain untuk melindungi lehernya. Lalu dengan sengaja menabrakanya di dekat pohon besar.


brugh


Mobil berguling sekali, Kean saja sudah tak sadarkan diri di sana, bahan bakar mobil sudah bercecer di tanah. Bertepatan dengan itu Nada yang di rumah menyenggol vas bunga.


prak


'astagfirullohaladzim'


'ya Alloh lindungi suamiku ya Alloh'


Nada kembali menghubungi Kean lagi, karna perasaanya sungguh tidak tenang.


drrt


drrt


drrt


Berulang ulang getaran di saku Kean, perlahan Kean bangun, ia melihat ponselnya yang berbunyi sejak tadi. "Nada...." Kean menatap sekeliling, yah kepalanya terbalik, lalu Kean dengan cepat melepas seat belt dan keluar dari mobil lalu mengangkat ponselnya.


'Ya Alloh terimakasih'


Sayangnya baru 2 langkah Kean keluar, mobil meledak dengan dahsyatnya membuat punggung Kean terbakar dan ia terlempar jauh ke dalam parit.


"Akhh" Sungguh sakit yang luar biasa, melihat kobaran api yang berada di punggungnya, dengan cepat ia melepaskan hemnya. Yah hanya tersisa kaos singlet dan snelli yang kemudian ia pakai.


'Nad makasih, mungkin kalau aku tidak mendengar telephonmu aku ikut terbakar di sana'


Kean mencari taxi yang lewat lalu mampir ke apotik untuk membeli kasa, nacl dan salep untuk menutup luka di punggungnya.


Flash Back Of


Mendengar cerita Kean, Nada meneteskan air matanya. Lalu kembali berhambur di pelukan Kean. "Maaf"


grep


akhh


Suara itu akhirnya lolos terdengat oleh Nada. "Mana yang sakit?" tanya Nada ingin tahu.


"Punggung Nad" Dengan cepat Nada melepaskan snellinya dengan agresif. Lalu memelototkan matanya tak percaya.


"Astaghfirulloh Key" Nada mencoba menyibak kaos dalam milik Kean, betapa mengerikanya luka itu.


'Luka bakar derajat 2'


Nada menarik Kean ke dalam kamar milik Nada, lalu menyiapkan seperangkat alat infus dan memasangnya. Ia bersihkan lukanya dengan telaten menggunakan Nacl 0,9% lalu mengoles burnazin di lukanya,barulah ia tutup dengan kassa steril.


"Sebegitu khawatirkah dirimu Nad" lirihnya yang tak terdengat oleh Nada.


"Mana yang sakit lagi Key?" Tanya Kean, alih alih mengalihkan pembicaraan,Kean menunjuk hatinya. "Kenapa Key, terbentur atau ada luka trauma tumpul atau-"


cup


Kean mengecup bibir Nada yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Membuat Nada memelototkan matanya.


Ciuman itu singkat, lalu Kean menjauhkan wajahnya dari wajah Nada. "hanya kamu obatnya Nad" Nada hanya menunduk, tidak berani menatap Kean karena debaran jantung yang menggila.


Melihat Nada yang diam, Kean kembali memagutkan bibirnya.

__ADS_1


cup


Kecupan yang tak hanya singkat, menyatukan sebuah kekhawatiran menjadi sebuah kehangatan yang begitu mereka rindukan.


__ADS_2