
"Berhenti di situ, jangan pernah maju selangkahpun ke sini" larang Nada pada wanita tersebut.
"Tapi Nad...."
"Jangan pernah ikut campur urusanku lagi, sudah cukup kamu merusak rumah tanggaku!"
"Brak" Nada memasuki mobil taxi tersebut dan meminta supir taxi itu untuk berjalan.
"Mah mamah kenal sama dia?" Nada hanya diam, mengatur debaran nafasnya yang tak beraturan. Ia tarik dengan hitungan 123 untuk mengembangkan dadanya secara sempurna, 456 ia tahan untuk melepaskan segala yang mengganjal hatinya, 789 ia keluarkan agar fungsi paru, jantung dan seluruh organ mendapat oksigen yang bersih.
"Cashel dengar, mama hanya punya kesalahpahaman dengan tante itu, jadi Cashel jangan benci siapapun, Ok!" ucap Nada pada Cashel dengan lembut. Cashel mengangguk mengiyakan.
"Pak berhenti di depan yah!" pinta Nada, ia tak mau ambil resiko jika ada seseorang yang tahu alamat tempat tinggalnya saat ini, dibilang pelosok juga gak terlalu, karna hanya beberapa kilo dari kota Jakarta.
Setelah menunggu sekitar 15 menit seorang wanita bernama Hambali Nikmah datang membawa mobil. Dan perjalanan dari tempat tersebut membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai ke rumah Nada.
"Mba Nada ini rumah kalian" jelasnya sambil membuka pintu yang bercat putih tersebut, kecil juga tidak terlalu kecil, besar juga tidak terlalu besar, lebih dari cukup untuk menampung Nada dan Cashel.
"Mba ini...." mba Hambali memberikan kunci mobil tersebut kepada Nada.
"Maksud mba?" tanya Nada penasaran.
"Ini kata mas Kenzo untuk mba Nada." Hati Nada terenyuh, mendengar ucapan bu Hambali yang mengatakan bahwa Kenzolah yang menyiapkan dan memberikan semuanya termasuk mobil.
"Makasih mba" ucap Nada tulus. Lalu mba Hambali pamit untuk pergi. Nada bergegas masuk ke dalam rumah tersebut dan berbenah barang barang mereka. Ada 3 kamar di sana, yang salah satu kamarnya di desain khusus untuk Cashel.
"📞 Hallo ka Kenzo Assalamualaikum?"
"📞Waalaikumsalam Nad, ada apa?" tanya Kenzo lembut. "Jangan bilang kangen, baru sehari loh Nad!"
"📞Iih kakak gitu, gak ko, gak kangen cuma mau bilang terimakasih ka, tanpa kalian Nada bukan apa apa" jelasnya yang suaranya sudah serak. Membuat Kenzo juga ingin menangis.
"📞Nad, makasih kamu udah jadi adik yang baik penurut, dan makasih hidup ibu dan ayah jadi lebih berwarna karna kamu" Nada lebih terisak, namun Kenzo segera mengingatkan kepadanya
"📞Jangan nangis Nad, gak malu sama anak kamu yang udah gede?" Nada mendadak kicep lalu mengusap sisa air mata yang turun di pipinya.
"📞 Jangan lupa hari Senin sudah mulai kerja ya!" Jelas Kenzo, Nada mengangguk, lalu tersenyum.
"📞Ka....."
"📞Ia tahu kamu mau bilang makasih sama kakak kamu yang ganteng ini kan?" Nada terkekeh, sumpah yah Kenzo itu baik banget sama Nada, bukan karena ada rasa lain, murni seperti adik kandung. Kenzo justru sangat lembut, mesra dan perhatian sama Alea istrinya.
Hubungan Kenzo dan Alea sangat harmonis, bahkan sering bertengkar karna masalah kecil tapi selalu saja Kenzo yang meminta maaf, karna kata ka Kenzo.
'Wanita yang bekerja dirumah mengasuh anak itu resiko streesnya lebih tinggi dari mereka yang menjadi wanita karir'
'Mereka yang memilih menjadi wanita karir justru lebih paham bahwasanya hidup 24 jam dalam rumah dan mengasuh anak itu sungguh melelahkan'
Bahkan Kenzo yang setiap pulang kerja pukul 19 malam ia akui akan sangat melelahkan di saat hari libur saat menggantikan Alea.
"📞Kapan mau ke makam ayah dan bunda?" Yah Kenzo juga menganggap rama dan biyung Nada sebagai orang tuanya.
Kadang anggaplah Nada gila, dia sangat ingin mendapatkan lelaki yang sebaik Kenzo, setampan Kenzo, dan sepengertian Kenzo. Sayangnya hatinya juga terpaku pada Kean.
"📞Besok sore kak, niatnya biar sampai sana malem terus bisa menginap di hotel dulu semalam kasian Cashel kalau harus pulang pergi" jelasnya.
"📞Nad"
"📞hmmm"
"📞 Bersiaplah sebentar lagi masalah demi masalah akan kembali mengusikmu setelah kamu berkunjung ke makam!"
"📞Ia kak, aku sudah mempersiapkan jauh jauh hari sebelum ini" jelas Nada.
📞Perlu kamu ketahui, Kean tidak pernah lupa mengabarimu, dia selalu memberikan kabar tentangnya, dan juga memberikan nafkah kepadamu, jadi secara lahir dan batin kamu masih sah istri Kean."
Deg
'Masihkah hatiku juga milik Kean?'
'Apakah yang akan aku lakukan setelah selama ini menghilang?'
__ADS_1
"📞Dan kamu tahu semua sosial media milik kamu sudah kaka buka kembali dan kamu bisa membukanya, untuk mengecek kabar apa yang Kean berikan."
"📞Tidak kak biarlah, biar mengalir apa adanya, biar Alloh yang mengatur skenario hidupku ini" jelas Nada.
Kenzo paham akan sifat Nada yang selalu pasrah pada skenario Tuhanya. Nada gadis yang baik, dan selama 7 tahun ini ia mendalami ilmu agamanya, bahkan hijab tak pernah ia lepas.
Itu yang membuat Alea tidak pernah cemburu kepada Nada tentang kedekatanya dengan suaminya yang terikat saudara tapi bukan sekandung.
"📞Baiklah selamat berjuang dan tetap semangat adik kecilku!" pamit Kenzo
"📞Ia kak, salam buat ka Alea"
"📞Ini kak Aleanya di samping kakak" Nada tersenyum kikuk karna ada Alea ternyata di samping Kenzo.
"📞 Ka Alea selamat tidur, maaf mengganggu malam kalian!"
"📞Ia Nada, baik baik di sana yah!" Nada mengangguk.
"📞Yah, makasih ka Alea salam buat ayah ibu ka, Assalamualaikum"
"📞Waalaikum salam Nada"
*
"Key...." Itu Bunga yang datang ke rumah sakit dimana Kean sedang menjadi dr. intership disana.
"Bunga ada apa? Tumben kesini?" Bunga mengangguk lalu menatap Kean dengan penuh sayang.
'Gue gak akan kasih tahu kalau gue kemarin ketemu sama Nada dan anaknya yang mirip Kean'
"Aku abis cek up" itu alasanya padahal Bunga hanya ingin bertemu dengan Kean. "Udah selesai shift?" tanyanya pada Kean. Kean mengangguk sedikit menghindari kontak dengan Bunga.
"Jalan yuk, atau makan deh!" ajak Bunga pada Kean. Namum sepertinya Kean sedang tidak bersahabat.
"Maaf Nga"
"Kenapa Key? Kenapa kamu masih saja menghindar dariku?" Tanya Bunga pada Kean.
"Nada.... Nada ..... Nada terus, padahal selama ini Nada menghilang, dan mungkin dia sudah punya keka"
"Cukup Bunga, jangan sekali kali kamu menjelekan Nada di depanku" ucap Kean naik pitam.
"Key, kemana rasa cintamu yang dulu sangat besar untuku"
"Mati..... Sudah mati Nga" jelas Kean dengan Nada penekanan.
"Enggak Key, kamu pasti masih mencintaiku" Bunga memeluk Kean dengan erat. Ini masih area rumah sakit dan Kean tidak mau terkena kasus karna berpelukan di lingkungan rumah sakit bersama wanita mengungat saat ini dirinya masih menjad dr. Intership di rumah sakit tersebut.
Di rumah sakit ini bahkan banyak wanita yang tergila gila pada Kean, namun Kean mengaku sudah beristri dan beranak.
"Jangan gila Nga" Kean melepaskan paksa pelukan bunga.
"Jangan kotori pertemanan kita dengan rasa cintamu itu Nga, gue udah sah milik orang lain" ucapnya, ia melepas snellinya yang melekat indah dalam tubuhnya. Lalu berjalan meninggalkan Bunga.
*
"Mamah...." Nada menengok kepada Cashel yang memanggilnya.
"Ya sayang"
"Kita mau kemana?" tanya Cashel kepada Nada
"Mau ke makam oma dan opa kamu di Jawa" Cashel mengangguk.
"Mmmm mereka udah lama meninggalnya ma?" Nada mengangguk mengiyakan sehingga meninggalkan kaset yang berputar begitu saja tentang tragedi 2 nyawa dan berakhir pernikahan.
"Tidur yah sayang, perjalananya masih sangat lama" jelas Nada pada Cashel. Cashel mengangguk mengiyakan.
Sesampainya di sana waktu sudah larut, sehingga mengharuskan Nada menginap di daerah stasiun kereta.
'kasian Cashel'
__ADS_1
'Dia pasti sangat lelah'
Pagi harinya, Nada pergi ke makam berama Cashel. Nada memang tidak mampir ke rumahnya, ia tidak mau ambil resiko jika penjaga rumahnya melaporkanya pada Kean.
Sesampainya di makam Nada duduk diantara dua gundukan tersebut. Mengucapkan salam pada dua nisan yang sangat ia rindui.
'7 tahun, aku sangat merindukan kalian'
'Rama'
'Biyung'
'Nada pulang' di sela ucapanya dalam hati Nada menangis.
"Hikss..... hikss..... hikss.... biyung, Nada kangen, Rama Nada kangen" Pecah, yah air mata Nada bercucuran membasahi pipi, Cashel saja bingung ada apa dengan mamahnya.
"Mahh, jangan nangis mah, oma sama opa udah pergi gak boleh nangis!" Barulah Nada sadar ada Cashel di sampingnya.
"....." Nada mengusap wajahnya lalu mencoba tersenyum.
"Kata mama Cashel gak boleh Nangis, kenapa mama nangis?"
"Mama sangat rindu Shel, rindu kakek nenek, mamah nangis karna rindu bukan karna sedih Shel." Jelasnya sehingga Cashel mengerti. "Shel kamu gak mau kenalin ke oma dan opa?"
"Hai oma, opa, saya Cashel, maaf Cashel baru berkunjung ke sini, soalnya rumah Cashel jauh di sana oma, opa"
Setelah lama mereka meluapkan rindu, Nada berdiri mengajak Cashel keluar dari makam.
"Mah, Cashel cape" Nada berjongkok lalu menepuk pundaknya sendiri.
"Sini naik!"
"Asik" Dengan cepat Cashel naik ke pundak Nada, lalu meninggalkan sepatu dengan corak spidermanya yang barusan ia tenteng.
Sesampainya di hotel, mereka istirahat sebentar dan kembali pulang ke Jakarta. Cashel lupakan sepatu yang tertinggal di makam tersebut.
Sedangkan seorang penjaga makam datang ke rumah Nada sambil menenteng sepatu spiderman. "Bu assalamualaikum" panggilnya kepada seorang wanita yang biasa mengurus rumah Nada.
"Waalaikum gimana pak?"
"Iki loh, mau mbalikin sepatunya putranya mba Nada." wanita tersebut cengo mendengar kalimat putranya mba Nada.
"Putra?" konfirmasi ulang kalimat penjaga makam tersebut.
"Njih leres, tadi pagi mba Nada ke makam sama putranya."
"Serius pa?"
"Ya serius to mba, iki yo, tak taruh sini" ucapnya menaruh sepatu hitam dengan gambar spiderman itu di depan rumah Nada.
"Ya ya suwun nggih pa"
"Ya" pengurus rumah Nada langsung berlari ke rumah dan mengambil ponselnya.
drrrttt
drrrtt
"📞Ya?"
"📞Salam dulu to mas Assalamualaikum"
"📞Waalikumsalam ada apa bi?"
"📞Anu den, anu...."
"📞Apa?"
"📞Mba Nada barusan ke makam orang tuanya sama putranya katanya den?"
Deg
__ADS_1