Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
32


__ADS_3

Kebahagiaan adalah jalan sedangkan kesedihan adalah ujian. Hidup adalah seberapa ikhlas kita menjalani kenyataan


* *


Kean mencium bibir Nada dengan lembut, tidak ada perlawanan dari Nada, sepertinya ia mulai terbuai dengan perasaanya.


Ini adalah ciuman kesekian kalinya antara Nada dan Kean, karna memang Kean seneng banget nyosorin Nada.


Kean melepaskan tautanya, lalu menatap Nada dengan tatapan aneh. "Nga....."


'Bunga..... gak salah denger kan, Kean nyebut nama Bunga?'


"Bunga" serunya berulang membuat hati nada tercabik. "Jangan putusin gue, gue cuma sayang dan cinta sama loe Nga, gue gak cinta sama Nada"


tes


tes


tes


Bruk


Kean ambruk dan kembali tak sadarkan diri. Nada yang masih membeku dengan perasaan yang begitu mencabik hati hanya bisa pasrah.


'seperti ini rasanya cinta bertepuk sebelah tangan'


Nada mengusap kasar wajah cantiknya, ia beranjak, lalu keluar meninggalkan Kean. Nada menjatuhkan tubuhnya di kasur empuknya itu. Matanya menerawang jauh saat pertama kali ia bertemu, hingga hatinya berkali kali disakiti dan kembali utuh dengan senyuman palsunya.


drrrttt


drttttt


No name


Masih bertahan, atau mau keluar dari zona tak nyaman itu?


^^^Nada^^^


^^^Tunggu sebentar lagi^^^


Pesan itu lagi, entah berapa kali pesan itu sering datang dikala ia sedih, entah siapa, yang jelas Nada masih belum melambaikan tanganya.


*


"Hai sayang" Sang mertua sepagi ini datang ke apartemen Nada. Nada yang sedang berkutat dengan masakanya menoleh, bibirnya tertarik ke samping dengan sempurna.


'Alasan yang masih membuatku bertahan adalah bunda dan ayah yang selalu mensuport dan menyayangiku'


"Bunda" Nada berhambur memeluk bundaku, ingin rasanya aku menangis, tapi ibunda akan ikut sedih jika aku melakukanya.


"Loh sayang, nangis....?" Zela melepas pelukanya lalu mengusap wajah cantik putrinya. "Kenapa sayang, Kean jahat sama kamu?"


Nada menggeleng, ia kembali tersenyum dan berbohong "kangen bunda, Nada sehari gak ketemu bunda jadi kangen banget" Zela terseyum, antara percaya dan tidak tentang alasan itu.


"Bunda ayo makan!" ajak Nada kemudian membawa Zela untuk duduk dan mencicipi makanan yang dimasak.


"Menantu idamam memang, jam segini udah masak" Zela mengusap kening Nada dengan sayang lalu menyuapkan makanan yang diberikan oleh Nada.


"mmmm enak " ucap Zela


"serius bunda?" Zela mengangguk lalu menyuapkan makananya kembali sambil menyuapi gadis kecilnya.


"Kean kemana?" tanya Zela, Nada bingung ia tidak tau mau menjawab apa.


"Kean disini bunda" ucapnya, Nada menatap Kean, lalu memalingkan kembali wajahnya yang matanya sempat bertubrukan dengan Kean 'Nada kenapa, ada yang aneh'


"Kean sini makan" panggil bundanya, lalu Nada berdiri dan menyiapkan makanan untuk suaminya. 'pemandangan yang benar benar indah'


"Bunda tumben jam segini udah disini?"


"Kangen Key sama Nada" Nada menatap Zela, ia benar bundanya tulus, matanya memancarkan sebuah kerinduan. "Oh ia, bunda bawain baju buat pesta pernikahan Cila dan Abi, kalian gak lupa kan?"


Kean menepuk jidatnya, ia benar benar lupa, padahal acaranya esok pagi, hari dimana libur semester telah usai. "Belum cari kado" ucap Kean memainkan alisnya pada Nada.

__ADS_1


"Ya udah biar Nada aja yang cari kado sama bunda" Bunda Zela mengangguk mengiyakan.


"Ide bagus" Kean berdecak kesal, selalu sepertu itu, jika ada Nada, selalu lupa pada Kean.


"Ya udah, Nada siap siap ya bunda" Nada berjalan menaiki tangga lalu memasuki kamarnya.


"Aaa..aaaaa sakit bunda sakit" yah Zela menjewer telinga Kean dengan keras.


"Kamu apakan anak bunda Kean?" Kean bingung, ia tidak tau arah pembicaraan bundanya.


"Maksud bunda?"


"Tadi Nada bilang, ia rindu bunda, kalau Nada bilang rindu tapi nangis, itu tandanya kamu membuat dia menangis!."


Kean mengingat ingat kejadian semalam, ia tak ingat apapun.


"Bunda ayo" ajak Nada membuat atensi keduanya berubah posisi dengan cepat.


"Awas kamu Key" ucap Zela sambil keluar bersama Nada.


Disini tempat menjanjakan mata dan memanjakan keinginan banyak wanita. Dimana seseorang akan menghabiskan waktunya berjam jam bahkan berhari hari demi memanjakan dirinya, mereka kaum wanita tak punya titik jenuh jika berada di area ini.


"Bun, Nada ke tempat ciki dulu, mau cari stok buat di rumah" ucapnya berpamitan pada sang bunda.


"Ya sayang" Jawab Zela yang masih stay di depan etalase aksesoris.


Nada berjalan menuju arah ciki, disana ia memasukan makanan favorit milik Kean dan dirinya. 'Aku tahu semua makanan favorite Kean, apa Kean juga tahu makanan favoriteku'


Nada menghembuskan nafas kasarnya, kemudian kembali mengambil agar agar inaco kesukaanya. 'Sudahlah lupakan, semangat Nada, kamu harus bisa melewati ini'


''Bintang''


Yah gak salah itu Bintang, Nada mendekat meneliti siapa wanita yang bergandengan dengan Bintang. "Bintang"


Sang pemilik nama membalikan tubuhnya dan ya, disitulah Bintang membeku, tanganya dirangkul oleh seorang wanita seumuran ibundanya. Namun pegangan tanganya mesra, bukan menampilkan seseorang wanita dewasa dengan adik atau anak tapi.......


Bintang mengatakan sesuatu kepada wanita itu lalu wanita itu mengangguk mengerti. Tak lama langkah Bintang mendekat kearah Nada dan menariknya menjauhi kerumunan orang.


"Bintang....." bibirnya kelu untuk menanyakanya.


Nada menarik nafasnya perlahan, lalu menghembuskanya. "gak apa apa Bintang, itu hak kamu" ucap Nada lembut tampak sorot mata yang tenang disana. "Pasti banyak alasan kenapa kamu melakukan ini" ucap Nada masih dengan bahasa yang menurut Bintang sangat bijaksana.


'Gadis seperti ini yang Kean sia siakan, Gila'


'Bahkan gadis ini menyandang status istri, lalu sebenarnya apa yang Kean cari?'


'Kesempurnaan seperti itu ia tinggalkan demi Bunga wanita yang tidak jelas keluarganya.'


"Makasih Nad" Nada mengangguk, lalu Bintang berjalan meninggalkan Bunga.


"Tang" Bintang kembali menatap Nada.


"Kalau butuh teman curhat ada aku, ada Kean juga. Jadi jangan hadapi sendirian" Bintang mengangguk, tersenyum dan kembali berjalan meninggalkan Nada.


'Di dunia ini semua orang punya porsi masalah masing masing yang tidak aku tahu, semoga Bintang bisa menyelesaikan masalah ini'


*


Tampak Nada yang turun menggunakan dres panjang berwarna kream, dengan Kean yang juga memakai setelan jas berwarna cream. Nada tampak cantik dan elegan, sungguh Kean akui itu.


"Udah siap?" Nada mengangguk. Sejak kemarin malam Nada jarang bercakap dengan Kean entah alasanya apa, tapi Nada terlihat sangat menghindari Kean.


Suasana di dalam mobil begitu canggung, yah karna Nada diam seribu bahasa. "Nad, gue bikin salah?" Nada menatap Kean, lalu menggelengkan kepalanya. Entahlah rasanya malas jika Nada harus berbicara dengan Kean.


Kean fokus menyetir, yah dia memang sudah boleh menyetir. Karna dia sudah mempunyai KTP dan SIM.


Sesekali Kean menatap Nada yang tampak diam. 'Ingin memulai percakapan tapi Nada cuek banget'


"Nad"


"hmmm yah"


"Kemarin malam, siapa yang nganter gue pulang?"

__ADS_1


"Bintang" jawabnya singkat


"Bintang tau dari mana kalau....."pertanyaanya belum selesai namun Nada memotongnya


"Kamu tanya aja sama Bintang, kayaknya Bintang juga pengin banget denger penjelasan kamu." jawabnya tanpa menatap Kean.


"Kalau orang lagi ngomong itu jangan di potong, terus tatap matanya Nada"


ceklek


Nada keluar dari mobil, yah karna mereka sudah sampai di kediaman rumah Cila. "Nad" teriak Kean, yang menyusul Nada masuk.


Sayangnya sampai sana Nada sudah disambut hangat oleh bundanya. "Nad" Kean berlari mengejar Nada.


"Kalian kenapa kejar kejaran" tanya bundanya yang aneh melihat mereka berdua tampak ada masalah.


Nada dan Kean saling pandang lalu keduanya menggelengkan kepalanya kompaknya. "Ngga papa nda"


"Ya udah, ayo masuk, udah pada kumpul!" Ajak bunda kepada mereka berdua.


"Key gandeng dong Nada, bunda mau kenalin Nada sama mereka" Nada berhenti, mereka tampak canggung, melihat Kean yang menyikukan tanganya Nada masih belum menggandengnya, hingga tangan Nada Kean ambil lalu menyelipkan di sikunya.


Sesampainya di rumah bak istana ini membuat Nada terpaku, namun segera ia tepis rasa kagum itu. "Ini Nada?" suara lembut itu mengintrupsi Nada.


Nada mengangguk lalu tersenyum, 'perempuan yang sangat cantik', bersanding dengan lelaki yang tampan."Tante Ara?"


Adel memeluk Nada "Kamu cantik banget na" ucap Adel, Nada mengangguk.


"Tante juga cantik banget" ucap Nada jujur, mereka saling bertukar cerita, hingga Kean merasa bahwa ia dicuekin, semua yang ada disana tampak sangat senang menyambut Nada.


"Nad, samperin Cila gih!" pinta Zela. Nada berjalan menuju kamar Cila disusul oleh Kean, disana sudah ada Cakra yang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Nad.... cantik bener" ucap Cakra mengalihkan atensi Cila kepada Nada, Cakra langsung mendapat pelototan dari Kean.


"Biasa aja bos itu matanya, copot baru tau rasa" ucap Cakra meledek.


Kean ikut duduk di sofa dekat Nada, ia menatap Nada aneh, karna sedari tadi Nada menghindari kontak denganya. "Nad loe kenapa si?" Kean bingung, cemas, dan gak tau kenapa Nada seperti itu, ia takut berbuat salah pada Nada.


"Nervous ya Cil?" tanya Cakra yang duduk di samping Cila.


"Bisa diem gak si, ambilin minum tuh!" ucap Cila galak. Cakra dengan tlaten mengambilkan minum untuk Cila. Cila mengambilnya dengan kesal lalu meminumnya.


Drrttt


Drrttt


Sebuah pesan masuk ke ponsel Cila, spontan Cila yang masih memegang ponselnya membukanya dan membacanya


praaakk


"Loe kenapa?" Cakra panik lalu mendekat pada Nada


"Ada apa Cil?" ucap Kean dan Nada kompak.


Air mata Cila menetes, sudah tidak bisa dibendung. Cakra dengan paksa mengambil ponsel Cila lalu membacanya.


Abbiyand


Maaf Cil, aku gak bisa nikah sama kamu


prak


Cakra membanting ponsel Cila, lalu memeluk Cila erat. "ANJING loe Bi" ucap Cakra, emosinya membuncah. "tenang Cil, tenang" Cakra menenangkan Cila lalu menuntunya mendekat Nada.


"Ada apa?" Kean yang panik ikut memapah Cila.


"Abi kabur" Tangan Kean terkepal, matanya memerah, dan emosinya ikut membuncah.


"Kita keluar menemui orang tua Cila!" ajak Cakra pada Kean. Mereka berjalan keluar dan menemui orang tua Cila


"Tant...."


"Kenapa Key?" Kean mendadak gagu dan kelu saat akan berbicara.

__ADS_1


"Abi kabur"


__ADS_2