Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
66


__ADS_3

Berhentilah menyalah-nyalahkan Tuhan dan takdir. Mungkin ikhtiar, amal, dan doa kita yang masih jauh dari sempurna


* *


Sosok yang tidak Nada kenal dengan baik ternyata menyimpan dendam pada Nada. "Langit..."


Langit berjongkok di depan Nada, lalu meminta maaf kepada Nada. "Maaf Nad maaf.... maaf karna secara tidak langsung aku adalah salah satu penyebab kamu pergi"


Nada mundur beberapa langkah dari langit, sejenak ingatanya kembali terukir ketika Nada memflasback semuanya.


'Gara gara dia, aku berantem dengan Bunga'


'Dia juga yang bikin aku dan Kean di adu domba dengan foto foto mesra yang ia kirim'


"Kamu jahat Ngit.... kamu jahat" Teriaknya di depan Bintang dan Kean. Kean yang melihat Nada mundur, ikut melangkah menuju Nada


"Salah apa aku sama kamu Ngit? " Nafasnya memburu, dadanya menyesak. "Kenapa kamu jahat sama aku" Yah tangis Nada mulai pecah. "Punya masalah apa kamu sama aku Ngit?"


"Maaf Nad, awalnya aku gak tahu kalau kamu adalah istri Kean." Salahkan Kean dan Nada yang hubunganya tidak di publikasikan.


Kean mendekati Nada lalu merangkulkan satu tanganya pada Nada. "Nad tenang" Pinta Kean mengontrol emosinya. Sesaat emosi Nada mulai mereda.


"Mereka jahat Key, aku gak pernah sakitin mereka, gak ada masalah juga sama mereka" tangisnya pecah, lalu Nada menjatuhkan kepalanya di pundak Kean.


'Sepertinya Nada bisa memaafkan Kean' Melihat Nada dan Kean yang mesra ada sedikit guratan cemburu di sana.


'Lupain Tang, dia istri orang'


"Nad, aku....." Wajah Nada terangkat menatap Bintang yang akan berucap.


"Kamu juga Tang, aku salah apa sama kamu, sampai kamu menjauhi aku" Nada menjauhkan kepalanya dari pundak Kean.


"Alasan apa yang membuat kamu menjauhiku, hingga aku terkena masalah sebesar itu kamu hanya diam membatu" Kalimat Nada mendadak membuat Bintang bisu. Sungguh Bintang menyesal kenapa dirinya dulu mengikuti ucapan Langit.


Nada membalikan tubuhnya "Pergilah, aku belum ingin bertemu kalian" Nada membalikan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga.


Bintang yang disitu hanya diam, ia sangat ingin melanjutkan rencananya meminta maaf pada Nada seperti Langit, tapi sepertinya suasana hati Nada sedang tidak baik baik saja.


Kean yang disitu hanya bisa menatap Nada yang berjalan dan bahunya bergetar kembali karena tangisanya. Kean berbalik menatap Langit dan Bintang. "Kalian balik aja dulu" Wajah Bintang kecewa, Langit juga.


"Gue ngrasa salah banget" jelas Langit dengan menundukan kepalanya dan mengungkapkan rasa sesal yang dalam.


"Dia mungkin masih syok melihat kalian berdua, suasana hatinya sedang buruk, karna suatu insiden." Ucapnya memberitahu Langit dan Bintang.


"Ada apa Key, apa terjadi sesuatu dengan Nada?" Tanya Bintang yang tampak khawatir. Kean tidak suka Bintang memberikan perhatian lebih padanya.


"Gak ada, hanya sedikit masalah" Langit kecewa sangat kecewa karna bahkan Nada tidak memberikan kesempatan untuknya meminta maaf lagi. "Sabar Ngit, nanti kalau suasana hatinya sedang baik, gue akan bilang sama Nada"


"Serius loe?" Kean mengangguk mengiyakan.


"Bagaimana bisa Nada memaafkan loe?" Kean menekuk bibirnya, ada rasa sesak mengenai pertanyaan itu.


"Nada belum mau maafin gue, bahkan setelah gue berulang kali bersamanya beberapa hari ini, dia masih belum memaafkanku" ucapnya sedih.


"Tapi hubungan kalian terlihat sudah seperti layaknya suami dan istri" Kean mengangguk.


"Yah begitulah Nada, dia menipu semua orang, bahkan di depan Cashel kami seperti pasangan yang romantis, mesra dan tampak tidak pernah punya masalah, tapi ketika hanya ada aku dan dia seakan hanya aku lelaki yang paling dibencinya di dunia ini" tuturnya kepada Bintang dan Langit.

__ADS_1


"Yahh.... Walau kenyataanya memang aku lelaki yang paling dibencinya" Pupus harapanya mengingat Nada yang sangat dingin.


"Jangan pernah menyerah Key, sekali kamu lepas Nada, akan banyak lelaki baik yang langsung menyeriusi Nada." ucap Langit menatap Bintang.


"Loe nyindir gue?" Seringai Langit keluar, mengejek Bintang. "Ia wajah loe gak bisa bohong kalau loe masih cinta sama Nada"


Bintang kicep, di depan Kean Langit membuka rahasianya. Kean tampak tak suka dengan ekspresi Bintang yang seperti itu. "Santai bro, gue gak akan ngrebut Nada dari loe" ucapnya lalu mendekati Kean. "Gue cukup tahu diri untuk tidak mendekati Nada"


"Gue pegang ucapan loe" ucap Kean menasehati.


"Key...." Langit membaca pesan sambil memikirkan isi di dalam ponsel tersebut. "Udah ketemu ini, mereka suruhanya Fi....Fi-dan" jelas Langit. Kean mengepalkan tanganya, ingin rasanya ia membuat perhitungan denganya.


"Siapa dia Key?" Kean menetralkan air wajahnya kembali saat Bintang penasaran terhadap orang yang membuntuti Nada dan Kean.


"Lelaki yang mengganggu Nada." Jelasnya kepada Bintang dan Langit. "Kalian balik dulu deh, gue ada perlu sama Nada"


"Sialan.... Gue kesini cuma dimanfaatin aja" Kesal Bintang. Langit yang menatap ekspresi Bintang tak wajar hanya menarik ujung bibirnya.


"Balik aja Tang, ini urusan keluarga, kita masih single bro, gak usah ikut ikut" lirih Langit pada Bintang.


"Gue akan crita semuanya, dan gue akan bawa Nada sekaligus memastikan bahwa Nada akan memaafkan kalian." jelas Kean kepada mereka berdua.


"Gue pegang janji loe" ucap Bintang yang kemudian melangkah mundur dan membalikan tubuhnya, berjalan lurus meninggalkan mereka.


Diluar sana sudah banyak bodyguard yang berjaga di depan apartemen. Yah Kean tidak mau ambil resiko jika Nada akan celaka karna perbuatan Fidan.


Kean menaiki tangga hendak menyusul Nada yang sejak beberapa menit yang lalu meninggalkan mereka bertiga.


tok


tok


tok


Ceklek


Tampak Nada disana yang membuka pintu lalu kembali duduk di sofa kamarnya. Kean duduk di samping Nada. Lalu ikut menatap balkon kamarnya yang berhadapan langsung dengan langit yang mengeluarkan air matanya.


"Nad...."


"Kalau kamu mau minta aku buat maafin mereka aku belum siap Key. "Jelasnya lalu Kean menaruh kedua tanganya di kedua pundak Nada. Tubuh itu perlahan menghadap Kean, sayangnya wajahnya masih tertunduk kebawah.


Di pegangnya dagu milik Nada, sehingga kepalanya terangkat dan keempat bola mata saling bertatapan. "Aku tidak akan melakukan itu Nad"Jelasnya kepada Nada, membuat Nada sedikit tenang.


"Key..... Aku lelah" kristalan bulat itu menggelinding jatuh membasahi tangan Nada. Kean mengusapnya dengan lembut, dan sayang.


Kean tahu betul bahwa Nada sangat lelah, mempertahankan egonya yang begitu besar saja sudah menguras semua perasaanya, apalagi ditambah melakukan drama di depan Cashel.


Dan sekarang harus ada lelaki yang bernama Fidan yang mengusiknya. Kean tahu Nada trauma, Kean tahu Nada sangat takut ketika Fidan mengganggunya.


Bayangkan wanita dengan tingkat keegoan tinggi seperti Nada, menurunkan egonya dan mau aku ajak pulang ke rumah. Sudah jelas Nada sangat ketakutan. Apalagi dia hanya mengalami hal itu sekali saat bersamanya.


Belum lagi Bunga yang juga menambah beban hidupnya pagi tadi, benar katanya Nada meminta Kean untuk melupakan masa lalu. Karna itu sangat mengganggu fikiranya.


Ada lagi penguntit dan penyelusup yang detik ini meresahkanya, sampai sampai ia bertemu Bintang dan Langjt, hingga berakhir mengingat masa lalunya.


Kean menarik kepala Nada lalu menempelkanya di dada bidang Kean. Menyalurkan emosinya menjadi sebuah ketenangan melalaui perasaanya.

__ADS_1


'Nyaman'


'Tenang'


'Hangat'


'Nyandu '


Itulah satu rasa yang tidak bisa Nada jelaskan, meski bibirnya mengatakan ia membenci Kean, tapi isyarat tubuhnya yang rapuh membutuhkan Kean.


"Coba kamu lepaskan semuanya Nad..... Lepaskan beban pikiran kamu yang mengganjal selama ini" pinta Kean yang mengusap lembut hijab Nada lalu sesekali Kean mengecupnya sayang.


"Percayakan sama aku Nad, aku yang akan melindungimu Nad, menjagamu, menjagamu, mempercayaimu dan mencintaimu selamanya Nad" Ucapnya penuh keyakinan.


"Please Nad, cobalah berdamai dengan perasaanmu sendiri, sudah cukup kamu selama ini menyakiti hati kamu sendiri!"


Sesaat dengkuran halus di bibirnya terdengar. Kean gemas melihat ranum bibir itu, dengan segala tekatnya, Kean mencoba mengecupnya. Kean buka hijab yang menutupi kepala Nada hingga terlihat rambutnya yang hitam legam itu.


Nada ternyata sudah tertidur. Dengan hati hati Kean memapahnya. Perlahan tapi pasti Kean membaringkan tubuhnya di ranjang milik Nada.


'Selamat tidur tuan putriku'


cup


cup


Kean membaringkan tubuhnya tepat di belakang Nada, lalu menyusupkan tanganya hingga Kean bisa memeluk tubuh Nada dengan erat, kepalanya ia tempelkan di ceruk leher Nada.


Perlahan mata itu tertutup, meninggalkan dunia yang penuh dengan masalah menuju alam mimpi yang terkadang juga penuh dengan masalah.


Hujan lebat masih mengguyur ibukota dengan deras, ditambah petir yang menggelegar, tapi kini mulai reda. Kean mengeratkan pelukanya pada Nada, hingga 2 jam mereka terlelap.


Detik waktu menunjukan pukul 16.15 dimana perlahan kelopak mata Nada terbuka sempurna. Lensa matanya menangkap sosok di depanya. Kini Nada sudah berbalik menghadap Kean. Jadilah mereka saling berhadapan.


"Kean...." Nada memflasback ingatanya sungguh konyol kenapa Nada bisa tertidur di pelukan Kean.


Nada membelai rambut Kean, halus itulah yang ia rasakan. Ia fokuskan pada matanya yang sipit dan bulu mata yang lentik.


Tanganya terulur menyentuh alisnya yang tebal dan hitam lalu turun ke hidungnya dan mengusap ujung bibir Kean.


"Bahkan selama 7 tahun perasaanku masih sama padamu Key"


"Aku masih sangat mencintai kamu"


"Apa yang harus aku lakukan"


"Cobalah berdamai dengan Takdir Nad, ikuti kata kata hatimu, jangan menentangnya karena itu hanya akan membuat kamu lebih sakit."


Deg


'Kean tidak tidur ternyata'


Malunya setengah mati, sungguh Nada sangat malu ketika Kean mengetahui perasaanya yang sebenarnya.


Kean mendekatkan tubuhnya lalu merengkuh Nada dengan erat, hingga Nada mengeluh sesak di dadanya. "Key sesak" Kean mengendorkan pelukanya, lalu menatap matanya turun ke bibir ranum itu.


Cup

__ADS_1


Deg


Kean mengecup bibir Nada mesra, tidak ada penolakan darinya, membuat Kean mengakses lebih dalam serta memperdalam ciumanya.


__ADS_2