Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
49


__ADS_3

The beginning of anger is madness and the end of it is regret.


Begitu banyak kata 'andai' untuk mengawali setiap penyesalan


*


"APA KALIAN TAHU KENAPA NADA MEMELUKKU, ITU KARENA NENEKKU MENINGGAL, SELAMA 3 TAHUN INI BELIAU SAKIT, DAN .... DAN AKU MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA KARNA IBUKU MEMBUANGKU DAN ADIKU DARI HIDUPNYA" Air mata Bintang jatuh, ia sudah tidak kuat mengungkapkan kekuranganya terhadap sahabatnya yang selama 5 tahun ini ia tutup tutupi.


Deg


'Selama ini aku selalu ragu pada Nada'


'Aku pikir Nada ada hubungan dengan Bintang'


'Tapi ternyata.....'


'Kenapa Nad.... Kenapa, semua aku tahu setelah kamu pergi'


Langit kicep, dia sangat merasa sangat bersalah pada Nada. Langit beranjak, mensejajarkan dirinya dengan Bintang. "Tang gue...." Bintang menepis tangan langit yang akan menepuk pundaknya.


"Minta maaf?" Bintang menoleh pada Langit "Orangnya udah gak ada an**ng, loe minta maaf sama gue buat apa?" sarkas Bintang. Kali ini Bintang benar benar marah. "Harusnya gue gak turutin loe buat jauhin Nada" Kean mulai menatap dua sejoli yang masih membicarakan istrinya.


"Maksud loe apa Tang?" Tanya Kean pada Bintang.


"Lihat sendiri" Kini Kean benar benar melihat ponsel Langit yang penuh dengan foto foto mesra milik Nada.


"Jadi ini semua loe Ngit?" Kean menarik kerah Langit. Tapi intrupsi Bintang justru membuat mereka berhenti bertengkar.


"Mau kalian berantem sampai mampus, Nada gak akan balik, nyeselkan loe?" tunjuk Bintang pada Kean. Kali ini jarinya berpindah pada Langit. "Loe tau Ngit, Nada itu siapa?"


Alis Langit bertaut, ia tidak paham arah pembicaraan Bintang "Tang" panggil Kean kepada Bintang lalu menggeleng.


"Mau sampai kapan loe tutupi kalau Nada itu ISTRI SAH LOE YANG ORANG TUANYA KITA TABRAK SAMPAI MENINGGAL WAKTU KITA LIBURAN?" Ungkap Bintang menggebu gebu.


"APAH.....ISTRI?" Langit baru tahu hal serahasia ini. Bintang mengangguk. "Kalian beneran masih nganggep kita itu sahabat kan?" Mereka diam tidak ada yang menjawab.


"Bener itu Key?" Langit kini benar benar menyesal telah memisahkan dan membuat Nada dan Kean. Kean mengangguk.


"Jadi...."


"Ia Ngit, dia gadis yang orang tuanya kita tabrak dan meninggal semua" Ucap Bintang meremehkan. "NYESEL KAN LOE, DAN LOE JUGA, NYESEL KAN?"


"Kenapa loe ngga bilang Key" Langit mengacak rambutnya frustasi, benar benar penyesalan itu di akhir yang membuat luka.


'Gue mati matian pisahin loe sama Nada, dan ternyata yang gue pisahin suami istri'


Kean hanya seperti orang bodoh, yang menyesal di akhir tapi sayangnya tidak ada yang bisa kita perbaiki.


'Jika kalian menyesal telah melakukan semua itu pada Nada, bagaimana denganku'


Kean duduk, ia menjambak rambutnya frustasi. Hatinya sangat sakit, benar benar sakit ketika mengingat ucapanya yang terakhir pada Nada.


tet


tet


tet


tet


tet

__ADS_1


Dentuman bell berbunyi menandakan bahwa ada sebuah pengumuman untuk meminta seluruh siswa berkumpul di lapangan.Tidak sampai 10 menit mereka sudah berkumpul dan berbaris rapi.


Bintang berlalu meninggalkan mereka berdua. Ia sudah bosan bersahabat dengan orang yang katanya mengaku sahabat tapi kelakuan tak memperlihatkan seorang sahabat. "Tang....." Bintang menghentikan langkahnya, Kean dan Langit menyusul Bintang.


"Kita minta maaf Tang, maaf karna tak pernah mengerti kamu, pasti sakitkan hidup seperti itu dan brengseknya kita, malah tidak pernah tahu masalah apa yang nimpa loe?" Ini Langit, Kean saja sudah tidak tahu harus berkata apa.


"Gue maafin, lagian Nada pasti gak suka kalau kita berantem." Ucapnya lalu meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan Kean masih membisu, fikiranya meluang buana kemana saja, tidak jelas memikirkan Nada.


'Nad'


'Gue harus apa'


'Balik Nad'


"Mau ikut kumpul gak?" tanya Langit menepuk pundak Kean.


"Gue kangen sama Nada" Ia menutup matanya tapi cairan bening itu keluar. Iba itulah perasaan yang mengusik hatinya untuk kean. Seumur hidupnya Kean tak pernah menangis di depan siapapun.


"Gue minta maaf atas...."


Kean beranjak dari senderanya "Lupakan, mungkin gue pantes dapetin ini, setelah apa yang gue lakuin sama Nada" Kean melanjutkan langkahnya menuju lapangan, di sana semua siswa sudah berbaris dan kepala sekolah sudah berdiri di atas podium.


"Selamat pagi anak anak" sapa sang kepala sekolah.


"Pagi pak"


"Semangatnya kemana ini? Selamat pagi anak anak?" ulang kalimat dari kepala sekolah mereka.


"PAGI PAK" suara mereka lebih semangat dari yang sebelumnya.


"haaa... haa... haaa.." mereka terkekeh mendengar sindiran kepala sekolah.


"Mau pulang gasik gak?" ledek kepala sekolahnya.


"Mau banget pak" jawab mereka dengan semangat 45


"Mental krupuk, sekolah ko maunya jam kosong sama pulang gasik" sindir kepala sekolah. "Begini kita langsung saja, saya selaku kepala sekolah ingin menyampaikan kebenaran dan mewakili semua guru meminta maaf atas insiden Nada Qaira Assalwa yang sudah dituduh melakukan kejahatan yaitu insiden jatuhnya teman kita di kolam renang yang sekarang masih di ICU, saya tegaskan bahwa kejadian itu bukan perbuatan teman kita Nada. " jelas kepala sekolah.


Deg


'Akhirnya kebenaran terungkap juga'


Dia Bintang, yang dengan jelas mendengar ucapan kepala sekolah. Lalu melirik Kean yang mungkin hatinya saat ini sakit dan menyesak, karena kebodohanya.


"SAYA ULANGI SEKALI LAGI BAHWA ORANG YANG MENDORONG BUNGA DI KOLAM RENANG BUKAN NADA" ucapnya dengan jelas dan di tekan.


"JADI KAMI SELAKU JAJARAN GURU DENGAN TULUS MEMINTA MAAF KEPADA KELUARGA NADA."


"Lalu siapa pak yang tega melakukanya?" Dia Tari, seorang yang dengan lantang mengatakan bahwa Nada bersalah hanya dengan Azaz praduga tak bersalah.


"Mohon maaf dari pihak keluarga tidak ingin memperpanjang masalah ini" Kean berbalik, ia berjalan sebelum ditutup oleh kepala sekolah, ia memasuki kantor dimana ada orang tuanya saat ini.


"Bunda" Zela mendekat, lalu memeluk Kean yang sejak kepergian Nada mengurung dirinya. "Siapa bunda orangnya?" tanya Kean yang sangat ingin tahu.


"Dia masih ada di ruang BK sayang"ucap Zela. Kean melepas pelukanya, lalu hendak berbalik meninggalkan bundanya. "Nak" Kean berbalik menatap sang bunda. " yang sabar yah!" Kean tak menjawab tapi terus berjalan meninggalkan bundanya.


Kean memasuki ruang BK, disana ada guru BK dan Santi yang masih di ruangan. "Kean?" Kean menatap wanita itu, wanita yang cukup ia kenal karna bersahabat baik dengan Nada dan Bunga.


"Santi" Santi menunduk, ia takut Kean akan membunuhnya. Kean mendekati Santi lalu menarik dasinya. "BRENGSEK LOE, KENAPA LOE LAKUIN INI SAMA NADA AN**NG, LOE GILA, ATAU LOE UDAH BOSEN HIDUP, BIKIN ULAH SEPERTI ITU?" Emosi Kean kian meninggi dan cekikanya menguat, lalu dengan cepat guru BK memisahkan Kean dan Santi.

__ADS_1


"Jeblosin aja pak ke penjara, wanita iblis seperti ini tidak layak hidup di dunia" terang Kean kepada guru BK. Santi menggeleng ketakutan.


"Enggak jangan"


"Nak Kean, maaf kami tidak bisa menjebloskanya ke penjara karna permintaan Nada." Kean menatap guru BK tersebut.


"Di mana Nada pak? Di mana dia sekarang?" Kean senang, sangat senang mendengar kata Nada. Guru BK tersebut memberikan surat yang ditulis oleh Nada sendiri. Dan itu jelas tulisan Nada, dalam surat itu mengatakan bahwa Nada meminta maaf karna keluar dari sekolah tanpa ijin dan pamit, lalu pesan berikutnya adalah agar kasus ini diurus secara kekeluargaan.


"Siapa yang memberikan surat ini pa?" tanya Kean ingin tahu.Guru BK tersebut menatap Santi yang masih menunduk.


"Nak Kean Santilah yang membawa surat ini" Yah surat itu bermaterai, sehingga sudah tidak ada keraguan dari pihak sekolah.


"Apa bapak yakin ini surat yang ditulis Nada, bisa saja...." Kalimatnya terpotong dengan sebuah pesan video.


"Nada.... " dalam vedeo itu Kean jelas melihat Nada yang menerangkan bahwa kasus ini cukup diurus secara kekeluargaan saja, tidak perlu ke pihak yang berwajib.


'Kenapa tidak menuliskan pesan sedikitpun untuku Nad'


'Sebegitu bencinyakah kamu padaku, sampai sepucuk surat untukmu pun tidak kamu tulis untuku' Kean meremas surat tersebut dengan kuat, hingga surat itu tak terbentuk.


"Pak...." Suara Santi mengalihkan kedua lelaki di ruangan tersebut. "Boleh saya bicara berdua dengan Kean" Kean menatap nyalang wanita di depanya.


"Yah silahkan!" ucap guru BK yang kemudian undur diri.


Setelah guru BK tidak ada, Santi tak kunjung mengatakan apapun. "Loe bisu?Cepetan ngomong!" kasar itulah yang Santi tangkap dari intonasi Kean.


"Emmm anu mmmm" gagu itulah yang diucapkan Santi


"Kapan kamu bertemu Nada?" tanya Kean spontan.


"Tadi malam"


Deg


'Itu tandanya Nada tidak pulang kerumah' apartemen Kean kosong, tapi ia meminta tetangganya jika ada yang datang, maka dengan cepat untuk menghubungi Kean.


"Bagaimana keadaanya?" tanya Kean datar.


"Dia sehat." Karna Santi tak kunjung berucap, Kean berjalan meninggalkan ruang BK.


"Key...."Panggil Santi, membuat sang pemilik nama menghentikan langkahnya


"APA?" Kean sedikit berteriak.


"Kemarin Nada bersama seorang lelaki yang dipanggil kakak oleh Nada "Kean berbalik lalu menatap Santi intens.


"Bagaimana wajahnya?" Santi menggeleng, ia tidak terlalu paham, karena matanya ditutup.


"Tidak tahu" Kean kesal, menurutnya pembicaraanya tidak penting bagi Kean. Kean melanjutkan langkahnya meninggalakn Santi.


"Tapi lelaki itu mengatakan hal yang sedikit tidak masuk akal" jelas Santi.


"Jangan berbelit belit, katakan atau aku bisa saja jebloskan kamu ke penjara" ucap Kean menakut nakuti santi.


"Lelaki itu mengatakan kepada Nada jaga emosi kamu Nad, ingat janin kamu ,seperti itu"


Deg


Mata Kean sesaat menajam, hatinya berdetak kencang, rongga dadanya menyesak


'Janin'

__ADS_1


__ADS_2