Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
39


__ADS_3

Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu


* *


Deg


Sedangkan di rumah Bunga, Kean mulai tak kontrol, tidak hanya memeluk ternyata rasa rindu yang bersarang dibenaknya lebih besar dari yang ia duga.


"Aku kangen banget sama kamu" tidak ada penolakan dari Bunga membuat Kean berani mencium kening Bunga, dan dilanjut dengan pipi, berakhir ciuman panas antara mereka.


Kali ini keduanya terhanyut dengan perasaanya. Rasa panas mulai menjalar di tubuh Kean, Bunga perlahan membuka kancing baju Kean. Sayangnya Kean mencekalnya.


'Tangis itu'


'Nada'


''Maaf Nga'' Kean melepaskan tautan di bibirnya, lalu beranjak pergi.


"Key" Bunga mencoba menarik lengan baju Kean.


'Kenapa rasanya seperti ini'


'Seperti hasrat di luar kendaliku'


"Maaf Nga" Kean berlari keluar dari ruang tamu Bunga. Gelayar aneh mulai ia rasakan, 'efek kopi tadi seperti ada obat perangsangnya'


"Key jangan pergi" Bunga memeluk Kean kembali, Kean yang disentuh seperti mendapatkan signal yang kuat untuk menjamahnya. Tapi Kean menepis dan melepaskan pelukanya, tangisan Nada akan lebih kuat terngiang di telinganya.


"Maaf Nga"


Kean memasuki mobilnya, ia dengan cepat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, bayangan bayangan dan hasrat aneh yang merasuki tubuhnya semakin kuat dan bertambah.


'Gak mungkin Bunga yang memasukan obat terlarang itu kan?'


Sesampainya di apartemen, Kean mengetuk pintu secara membabi buta. Nada yang mendengar langsung berlari membuka pintu.


Disana ada Kean dengan penampilan acak acakan, sayangnya malah menambah kesan cool dari dirinya. "Kean kamu kenapa?"


Kean mendorong Nada sampai ke sofa, pintu secara otomatis tertutup. Dengan rakus Kean menyambar bibir Nada. Nada tidak menolak, menurutnya hal itu memang wajar baginya dan Kean.


'Ada yang aneh, kenapa Kean seperti ini'


Nada mencoba melepaskan tautan bibirnya, kali ini tangan Kean sudah bergerilya membuka satu persatu kancing baju baby doll milik Nada. Ciuman Kean memanas turun ke bagian leher milik Nada. "Nggak Key, jangan kaya gini!" tolak Nada sambil mendorong Kean.


"Maaf Nad, aku butuh kamu saat ini" suaranya lirih penuh harapan, matanya menyayup, dan hasratnya semakin tinggi.


"Gak Key, nggak jangan lakukan itu aku mohon please!"


Kean membawa Nada masuk ke kamar Kean, dengan cepat Kean menghempaskanya di kasur berukuran king zize itu. Bukan tidak memberontak, tapi tenaga Nada sudah habis untuk melawan Kean.


plak


"Key sadar!"


"Key..... Enggak Key .... Enggak ..... Key lepasin aku!" Setengah dari baju tidur milik Nada sudah terlepas. Nada mulai menangis, perlakuan Kean sedikit kasar, bahkan separuh lehernya penuh dengan bekas milik Kean.


brugh


Nada sengaja menjatuhkan tubunya, lututnya lecet akibat bertabrakan dengan lantai secara paksa. Kembali Kean mendekat dan mengangkat Nada ke ranjang milik Kean. Kali ini semua baju milik Nada sudah tertanggal.

__ADS_1


"Aku- minta ma-af kalau ada salah K-ey, maaf jangan begi-ni!" suara Nada sudah terputus putus, harapanya mulai kosong.


Dan sudahlah tidak ada harapan lagi selain pasrah kepada Kean. Semua yang memang seharusnya terjadi sudah terjadi. Bak nasi sudah menjadi bubur.


Nada bergegas kembali ke kamarnya, ia terkulai lemas di bawah shower yang mengalir. Lututnya sangat lemas untuk sekedar menopang tubuhnya saja ia tak sanggup. Ia menangis terisak disana.


Setelah lelah dengan tangisanya, ia mengisi bath tube dengan air hangat, lalu berendam di dalamnya, ingatan beberapa menit yang lalu masih membekas di otaknya, bahkan membawa luka aneh yang baru pertama ia rasakan.


Sudah 1 jam, Kean bangun, membuka kelopak matanya, ia memflash back kembali ingatanya saat bersama Bunga dan berakhir ia merusak kesucian seorang wanita yang ia jaga baik baik selama ini.


"Nad, kamu dimana?" ucapnya sedikit keras, sayangnya tak terdengar apapun. Ia membuka selimutnya, ada sedikit bercak darah di selimut dan sprai, kamar yang berantakan, dan baju yang bercecer di lantai.


Dibukanya kamar mandi yang berada di kamar utama, sayangnya tidak ada apapun. Kean berjalan keluar tergesa gesa menuju kamar Nada, kosong tidak ada apapun, lalu masuk lebih dalam menuju kamar mandi.


Deg


Mengenaskan, Nada disana sedang berendam dengan mata terpejam, tubuh putih polosnya penuh dengan tanda bercak merah.


'Megerikan sekali Nada, seperti korban asusila'


'Dan itu aku yang melakukanya'


'aku yang membuatnya seperti itu'


"Nad" Nada tidak bergerak, bahkan Nada tidak merespon sentuhan Kean.


"Nad ..." Kean mencoba menyadarkan Nada kembali, tapi hasilnya nihil.


"Nad" dengan gerakan cepat Kean mengangkat Nada yang polos tanpa baju, lalu membaringkanya di bad milik Nada.


"Nad.... Maaf Nad....Maaf karna gue...." ucapanya terhenti karna tak mampu ia mengatakanya. Kean mencium lembut kening Nada.


"Maaf ..... Maaf aku yang brengsek Nad, maaf" Kean masih meratapai betapa bodoh dirinya.


Kean


tant bisa ke apart Kean sebentar, tapi jangan beri tahu ayah atau bunda


^^^Tante Ara^^^


^^^Tunggu Key, tante segera kesana!^^^


30 menit kemudian


"Key ada apa?" tanya Ara, ibunda Cila.


"Lihat Nada tant!" Kean berjalan menuju kamar Kean, disana ada Nada, karna kamar Nada basah akibat Nada yang berendam di bath tube.


Ara melihat semua jejak yang tertinggal di tubuh Nada "Apa ini kali pertamanya?" tanya Ara, itu adalah hal tabu dan tak semua orang bisa membicarakanya lalu Kean mengangguk.


"Atas dasar paksaan atau"


"Kean yang memaksa Nada tan" Wajah Ara memerah menandakan bahwa ia akan marah.


"Kean kam...."


"Kean dijebak tant, dan Kean meminum kopi yang bercampur dengan obat perangsang" potongnya sebelum Ara menjudge semaunya.


"Siapa yang menjebak kamu Key?" selidik Ara, karna ini adalah hal yang mengancam keluarganya, Ara ingin menyelidikinya. Kean terpaksa menggeleng, ia tidak mungkin jujur jika itu perbuatan Bunga atau ibunya.

__ADS_1


"Baiklah cari tahu orangnya, Nada aku beri cairan iv line" jelasnya membuka kotak p3k dan mulai memasang abocat di lengan Nada, disambung dengan makro set, dan tersambung lagi dengan cairan infus berjenis kristaloid.


Tak lupa ia juga memeriksa tekanan darah, dengan hasil 100/80 mmhg, suhu 38⁰C, Nadi 89x/menit, respirasin 22 x/menit. Tak lupa ia memeriksa tubuh Nada secara head to toe artinya dari kepala hingga kaki.


Iv line adalah pemberian cairan lewat intra vena atau jalur infus.


makro set atau selang infus


Abocath alat untuk menusuk dan memasukan mandrin


Ara menjewer Kean, "Arghhhhhh tante sakit tant" erang Kean.


"Mainya kasar banget si, sampai Nada kaya gitu" bentak Ara kepada keponakanya. Kean hanya menyengir, tanpa rasa berdosa.


"Berapa berat badanya Key?"


" 48 tant" Ara dengan cepat memberikan therapi infus paracetamol botol 500 mg ke tubuh Nada, dilanjut dengan vitamin neurosanbe yang di campurkan dalam cairan kristaloid tersebut dan berubahlah warna cairan kristaloid tersebut menjadi merah.


Cairan kristaloid mengandung natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa.


"Sini kamu!" panggil Ara pada Kean. Kean mendekat sedikit takut tapi ia tetap berjalan ke arahnya.


"Ayo tante ajarin masak bubur!" barulah Kean tidak takut lagi. Kean mengikuti Ara untuk membuat bubur. Ini kali pertama Kean memasak masakan untuk istrinya.


"Om Kevin bisa masak tant" Ara mengangguk mengiyakan, lalu tersenyum.


"Om kamu pandai memasak, jadi kamu juga harus belajar" Kean meneguk ludahnya, seumur umur dia baru kali ini memasak inipun tantenya yang masak, Kean hanya membantu.


Setelah matang Kean mengambil sedikit lalu dimasukan ke dalam mangkok kecil. " Sini, biar tante yang kesana, tante yang akan jelasin semuanya, tante jamin Nada masih syok lihat kamu" Kean mengangguk mengiyakan lalu mengintil di belakang Ara.


Sesampainya di sana Nada sudah terlihat membuka mata, Kean tidak berani masuk, ia berada di luar pintu. "Nada..."


'suara perempuan'


Nada menengok, lalu menatap wanita cantik dengan snelli putihnya, membuat kesan elegant dengan rambut disanggul ke belakang. "Tante Ara" Ara mengangguk, lalu duduk di sampingnya.


"Apa yang kamu rasakan?" Matanya menerawang, ingatanya kembali berputar dan air matanya menetes ke arah samping.


Ibunda Cila mengusap wajah Nada yang bola kristal beningnya sudah menggelinding ke segala arah. "Sayang, jangan menangis, semua wanita beristri berkewajiban melayani suaminya. " Tangis Nada pecah, ia bukan tidak mau tapi belum siap, dan caranya tidak sekasar ini.


"Dengerin tante sayang, Kean dijebak oleh temanya, dan minumanya diberikan obat perangsang" ucap bunda Cila lembut.


Deg


'Dijebak'


'Bungakah?'


'Atau di tempat club yang biasa ia kunjungi'


"Siapa yang menjebak Kean tant?" Rasa penasaran Nada begitu membuncah, siapapun orangnya, jika Kean tidak pulang maka rumah tangganya hanyalah sebuah kertas yang akan hilang cepat atau lambat.


Bunda Cila menggeleng, ia kurang tahu pasti kebenaranya. "Maafkan Kean yah!" Nada dengan ragu dan pelan menganggukan kepalanya. "Kean masuklah!"


Kean masuk menunduk tidak berani menatap Nada. Ia bersimpuh di bawah Nada, lalu mengambil tangan Nada "Nad maaf...."


"Maaf karna melakukan ini semua kepadamu" Ucapnya penuh sesal. Kean tampak menyesal benar benar menyesal. Dia brengsek tapi tidak sebejat itu harus melakukan hal menjijikan, walaupun sudah sah menurutnya.


"Ya sudah kalian selesaikan masalah kalian, tante pamit ya" potongnya "obatnya jangan lupa diminum ya Nada, untuk infusnya nanti Kean yang melepaskanya." ucap tante Ara, beranjak dan menepuk bahu keponakanya, dan tak lupa mengecup kening Nada.

__ADS_1


Setelah kepergian ibunda Cila, suasana tampak hening, tidak ada percakapan, Kean yang menunduk, dan Nada yang masih memberanikan keberanian menatap lelaki di depanya.


"Apa orang yang menjebakmu Bunga Key?"


__ADS_2