Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
17


__ADS_3

You can choose to feel sad of what you lose in your life or happy of what you have


Kadang kamu harus dengarkan kata hati. Jangan tanyakan siapa yang kamu cintai, tapi tanyakan siapa yang buatmu bahagia


* *


"Apa"


"Hubungi keluarganya, masa anak sudah kaya gini mau dibiarin aja si yah" ungkap mama Abi pada suaminya.


"Maksud mama?" tanya Abi curiga


"Yah kalian harus menikah" kalimatnya seperti petir disiang bolong membuat Cila dan Abi kaget.


"NIKAH?"


30 menit lamanya? Kevin dan Adel sudah berada di rumah Abi, yah mereka baru datang disela sela jadwal operasi yang sangat padat. "Ada apa ini Cila?" tanya Adel kepada putrinya.


"Kamu gak sekolah" Cila menunduk malu. Kenapa anaknya lebih nakal dari Adel.


Cila tampak bingung, terlebih lagi dengan Abi yang sangat panik. Ia tidak siap sama sekali jika harus menikah. Tapi mau gimana lagi, orang tuanya selama ini menekanya untuk menikah, namun ia hanya bermain main saja dengan banyak wanita.


Yah, dia cinta pada Cila, tapi tak sekonyol itu untuk menikah muda, menurutnya usia 25 itu masih muda untuk takaran lelaki menikah. Apalagi karirnya yang sedang melegit. Belum lagi Cila yang usianya baru memasuki 17 tahun.


Abi menyugarkan rambutnya, ia pejamkan matanya dengan kasar. "ma...."


"Mereka tadi tidur bersama, jadi kami berniat untuk menikahkan mereka"


Deg


"Menikah...."


" Cila jelaskan?" pinta Adel kepada putrinya. Cila memilin rok sekolahnya yang hanya menutup paha, persis seperti Adel dulu, gadis bad girl dengan segala keliaranya, sudah hobi bolos, pinter tanggung, nakal ia.


"Bun....." Dia bingung apalagi di jam yang masih menunjukan pukul 13.00 dan Cila malah tidur sama lelaki. Bukanya belajar yang benar, kemana Cakra, jawabanya masih disekolah. Dia mah kalem kalau gak ada Cila.


Aura Kevin yang selalu menakutkan itu kali ini mengarah kepada Abi. Setau Adel memang 10 tahun yang lalu Cila sering bercerita tentang Abi, tapi tidak disangka bahwa hubunganya sampai sejauh ini.


bugh


Satu pukulan mendarat di perutnya. Lalu dicengkeramnya kerah baju Abi oleh Kevin, orang tua mana yang mau anaknya dipermainkan oleh seorang lelaki, bagi mereka anak perempuan adalah cinta kedua setelah sang istri, dan bagi Cila, Kevinlah cinta pertamanya. Yah selama hampir 6 tahun Adel menjdi pasien PVS, Kevinlah yang mengurus Cila.


Persistent vegetative state (PVS) merupakan kondisi penurunan kesadaran yang ditandai dengan keadaan penderita yang terkesan dalam keadaan terbangun, tetapi tidak dapat memberikan respons terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya.


"Kamu apakan putriku brengsek?" tanya Kevin yang marah kepada Abi, Abi ketakutan, ia sudah menduga jika hubunganya terekspos, bukan hanya kepalan ayah Cila yang akan mendarat di tubuhnya , Derrick pun nantinya akan membunuhnya jika mempermainkan adik kecilnya.


"Yah, Abi gak salah"


"Lalu yang salah siapa Cila?" tanya Adel pada Cila. " Bisa jelaskan Cila"


"Tadi itu cuma tidur bareng, gak ngapa ngapain" ucap Cila ketakutan.


"Kamu....?" Kevin hendak marah kepada Cila, tapi dengan cepat Adel menariknya menjauhi mereka.


"Enggak, jangan marahi Cila Kev" cegah Adel.


"Tapi Ra.... Cila sudah...." Adel menutup bibir Kevin dengan jarinya. Panggilan manja F4 untuk Adel adalah Ara. Masih ingat anggota F4 (Kenan, Kevin, Arion dan Saka) dan yang paling bermain peran adalah Saka dan Kevin.


"Dulu kamu juga gitu kan, waktu main ke Bandung" Ingatanya berputar ketika Kevin akan berangkat ke Inggris dan mereka bermalam di Bandung.


Masih ingat sebelum mereka putus, mereka juga sempat tidur bersama tapi hanya tidur. Untung saja hanya tidur, jika benar Kevin melakukan hal yang lebih dari tidur, mungkin Kevin akan digantung oleh Kenan dan Arion.


Kevin tersenyum seketika, itulah maksud Adel bahwa mungkin Cila juga dalam posisi mereka dulu. "Baiklah"


Mereka kembali ke ruang tamu."Ya sudah nikahkan mereka saja" ucap Kevin diangguki oleh Adel.


"Nah kalau mereka setuju, kami juga setuju" ucap kedua orang tua Abi. Abi mendesah kesal, bagaimana masa depanya bisa hancur seperti ini.

__ADS_1


" Bulan depan bagaimana?" ucap mama Abi. Orang tua Cila memgangguk.


"APAH?"


*


"Masuk Na" Ajak Bara pada Nada, tak lama seorang wanita yang masih cantik, kalau dibandingkan dengan bunda Zela, sebelas dua belas lah, cantikan bunda Zela sedikit.


"Ini gadis yang sering kamu ceritakan Bar?" tanya bundanya melirik Nada dengan senyum.


"Tante..." Nada menyalami ibunda Bara.


"Bara naik dulu bun" ucap Bara yang berjalan ke lantai atas.


"Tante...."


"Panggil bunda saja "


"Ehhh" Nada mengangguk


"Ia bunda, Nada mau tanya sesuatu" Setelah itu Nada menanyakan semua hal yang berhubungan dengan Bara, termasuk pesan ancaman sang ayah pada Bara dan masa lalu antara keluarga Bunga dan ayahnya Bara.


"Sebenarnya kami dulu dijodohkan Na, dan ayahnya Bara mempunyai seorang kekasih"


Deg


Kisahnya mirip dirinya, apa mungkin ia juga akan mengalami hal serupa. Ditinggalkan oleh Kean.


"Lalu"


"Wanita itu sangat mudah mencintai Na, jadi yah, bunda masih sangat mencintai ayah Bara sampai saat ini, walaupun awalnya hanya sebuah perjodohan"


tes


tes


Deg


D'Javu itulah satu kalimat yang selalu Ia katakan. Nada mulai takut karna saat ini memang Nada sudah menaruh hati pada Kean. 'apakah akhirnya....'


"Lalu kenapa Bara sangat membenci Bunga?"


Bunda Bara menatap kosong ke depan. "Karna Bara bahkan tidak pernah mau mendengarkan cerita ini, dia tetap menjudge bahwa ayahnya yang selingkuh, dia sangat membenci lelaki yang tidak setia Na" Nada diam, jauh dilubuk hatinya serasa hatinya ikut diporak porandakan.


"Na, kalau bisa ....."


"Khem" deheman itu mampu membuat dua manusia itu mematung. 'Mungkin Bara dengar walau tak sepenuhnya'


Setelah detik waktu menunjukan pukul 17.00 Bara mengajak Nada pulang. Dia membawa mobilnya. Setelah mendengar cerita tentang Bara dan Bunga, kini Nada tahu akar permasalahanya. "Bar....."


"Gue kan bilang Na, gue akan coba baikan sama Bunga" Nada mengangguk, benar dugaanya Bara mendengar pembicaraan ibundanya.


"Bar...."


"Hmmm"


"Makasih" Bara tersenyum lesung pipinya itu bikin Nada gagal move on.


"Bar...."


"Hmmm"


"Ayah kamu ....."


"Dia selalu pulang malam, jadi aku pulang setelah menemani bundaku." Nada sempat kaget ketika ibunya Bunga itu bermain api dengan mantan suaminya saat sudah menikah dengan ayahnya Bara, sehingga membuat ayah Bara menceraikan ibunya Bunga.


"Bar...." Bara menatap Nada kembali, lalu fokus dengan stir bundarnya.

__ADS_1


"Ada apa Na?"


"mmmmmm.... Itu kalau gak salah tangan dan punggung kamu luka" Bara terdiam, Nada pun tak berniat melanjutkanya karna mobil Bara sudah memasuki pekaranganya.


Belum Bara mendorong kursi roda Nada, Kean sudah bersedekap dada. "Kirain gak pulang Nad?" ucap Kean menyindir Nada yang pulang sore.


"Na gue balik ya" Nada mengangguk, lalu berbalik menatap kepergian Bara.


"Bar hati hati" ucapnya Bara menampilkan senyum termanisnya, membuat Kean muak.


"Udah?" Nada mengangguk, lalu dengan cepat Kean memapah Nada kedalam kamarnya, Nada yang tahu kalau Kean sedang marah mulai memberontak.


"Lepasin Key....lepasin...."


Brugh


Kean melemparkan Nada di kasur hingga Nada memekik kesakitan. "akhh.... Kean"


"Jauhi Bara Nad!"


" Dengan satu syarat" Kean menatap Nada


"Apa?"


"Jauhi Bunga"


Deg


"Kamu aneh Nad"


"Cuma itu syaratnya Key, kalau kamu menolak, itu artinya aku juga menolak."


"Kurang apa si Bunga sama loe, dia baik, perhatian sama loe, lembut dan..... " kalimatnya meninggi menjadi gue dan loe


"Gak ada sejarahnya seorang istri bersahabat dengan pacar suaminya Key" Kean mulai tau arah pembicaraan Nada.


"Cemburu?" Kean menaikan satu alisnya lalu mendekati Nada yang masih berada di atas kasur.


"Cemburu?" Nada menggeleng, ia tidak mau mengakui perasaanya. "Oh atau syarat ini salah satu alasan agar kamu gak jauhin Bara?" Nada lagi lagi menggeleng.


"Ingat status Nad" suara Kean membuncah "Loe udah Bersuami!" Kean menggoncang tubuh Nada kuat.


"Yah aku paham statusku Key, tapi apa kamu juga tahu statusmu, kamu sudah BER-ISTRI Key" Nada tak kalah menatap Kean.


"Kamu tau kalau sebelum ada kamu aku...." Nada memotong kalimatnya


"Yah aku paham, sangat paham KALAU AKU CUMA ORANG KETIGA YANG MASUK DALAM HUBUNGANMU DENGAN STATUS SAH DIMATA HUKUM DAN NEGARA"


"Dan kamu tau Key, kamu menjalani hubunganmu dengan Bunga tanpa pernah memikirkanku" Kean lagi lagi menatap Nada, ia mulai paham arah pembicaraan Nada.


"Apa kamu...."


"IA.... AKU CEMBURU, AKU CEMBURU KALAU LIHAT KAMU DEKAT DENGAN BUNGA, AKU GAK SUKA KALAU LIHAT KALIAN BERSAMA, AKU BENCI BUNGA, AKU BENCI KALAU KALIAN TERTAWA BERSAMA APALAGI DI DEPANKU, BENCI KEY BENCI" Nada menunduk, barusan kalimat Nada adalah sebuah ungkapan cinta yang kasar kepada Kean.


tes


tes


Air mata, lagi lagi air mata yang membuat Kean menyerah, air mata Nada adalah hal yang akan meruntuhkan segala kekuatan Kean, karna air mata itu akan mengingatkanya bahwa hilangnya nyawa kedua orang tua Nada karenanya.


Kean memeluk Nada erat, sebenarnya sama halnya Kean juga cemburu ketika Nada dekat dengan Bara, hanya saja Nada tak mengetahui itu.


"Maaf Nad....Maaf"


"Huuuuu.... hiks....hiks...." Nada mendorong Kean ia masih emosi kepada Kean yang sesuka hati. "Aku benci kamu Key, aku benci kamu, kamu yang udah buat kedua orang tuaku pergi, dan sekarang aku gak punya siapa siapa, malah kamu tiap hari sama Bunga, dan anehnya kamu malah nyuruh aku sahabatan sama pacar kamu, lalu kamu nglarang aku dan B....."


Cup

__ADS_1


Entah keberanian dari mana Kean mengunci ucapan Nada yang berentet itu dengan sebuah kecupan singkat dibibirnya membuat sang empu membatu.


__ADS_2