
"Mas....!" tegur Alea, agar Kenzo sedikit kontrol terhadap emosinya. "Kopingnya di pakai, jangan seperti ini, gak baik di rumah orang!" Sudah lama Alea tahu bahwa Kenzo sangatlah over kepada Nada.
Jelas saja, dulu seperti apa marahnya Kenzo waktu Nada harus mengulang semester 6 dan 7 karna nilainya B dan IPK nya di bawah 38. Nada sangat dituntut untuk sempurna dalam setiap hal.
"Balik ke kamar suami kamu, minta maaf sekarang juga Nad!" pinta Kenzo dengan suara lantang.
"Ka...."
"Kamu tahu kamu wanita paling egois Nad, jika kamu ingin mempertahankan keegoisanmu, maka pikirkanlah juga Kean, Cashel dan juga perasaanmu yang sudah sangat lelah harus mendendam hingga saat ini"
"Mas..." tegur Alea pada Kenzo.
"...." Nada diam hanya air mata yang sejak tadi menggelinding di pipinya.
"Sekuat apa si hati kamu sampai kebahagiaan di depan matamu tapi kamu selalu menyangkal dan menguatkan hati kamu yang rapuh kekeh menolak suami kamu?"
"Harus Kean mati dulu baru kamu memaafkan?" Nada memggeleng.
"Dendam tidak selamanya di balas dengan dendam Nad" ucapnya terjeda. "Balas dengan sisa cinta yang kamu miliki, yang kaka yakini rasa itu masih sangat besar untuk Kean" benar rasa cinta Nada pada Kean memang masih ada dan tumbuh begitu lebat untuk Kean.
"Mas cukup!" lirihnya meminta keduanya berhenti bertengkar. "Nada ayo keluar!" Alea menarik Nada lalu keluar dari kamar adiknya.
"Ka...." Alea mengangguk memegang bahu Nada yang bergetar lalu mengusap air mata yang berjatuhan itu.
"Apa Nada egois ka?" Alea mengangguki ucapan Nada.
"Jika kaka di posisi kamu, kaka juga akan melakukan hal yang sama tapi...... ini beda cerita ketika sudah ada anak Nad" jelas Alea panjang dan lebar.
"......"
"Kamu tau kakak kamu sekeras apa, kenapa kamu memancing emosinya?" Nada menggeleng, sebenarnya tadi juga ia sempat bingung ketika harus kembali ke kamarnya. Nada tau pasti sang kaka akan marah juga ketika tahu dirinya masih belum berdamai dengan Kean.
"Nada belum siap ka...."
"Sampai kapan Nad, sampai kapan kamu akan egois pada diri kamu sendiri. Belum cukupkah kamu menyakiti hati dan perasaan kamu sendiri, dan justru Kean juga pasti sangat sakit, bukan cuma kamu saja. Cukup penyesalan Kean yang kamu berikan selama 7 tahun padanya Nad"
"...." Nada masih bisu, ia tidak bisa menjawab apapun yang keluar dari bibir kakaknya.
"Sudahi, buka lembaran baru, karna perpisahan itu menyakitkan bagi anak, dan...." Alea mengangkat kepala Nada yang menunduk membiarkan air matanya jatuh bebas ke lantai.
"Tatap kakak Nad" Alea mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nada. Pasalnya Alea lebih tinggi dari Nada. "Kaka tahu kamu masih sangat mencintai Kean, kakak juga tahu Kean pun demikian, bahkan mungkin rasa cintanya berlipat lipat kepadamu saat ini Nad, apalagi ada Cashel." Alea membelai anak rambut yang bergerak bebas di wajahnya.
"Kalaupun kamu ingin berpisah maka ingatlah, ada Cashel yang butuh kalian berdua, Cashel juga sangat ingin punya orang tua normal, lengkap, dan harmonis Nad, Cashel sudah dewasa, dia bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi terus menerus." Jelas Alea dengan lembut.
"Bayangin Pangeran dan Queen Nad, gimana mereka tanpa Kenzo, kamu dokter kan, kamu jelas tahu seperti apa kehidupan anak tanpa sosok lelaki"
__ADS_1
"......"
"Kamu saja sudah egois Nad, karna memisahkan sosok Cashel dan Kean selama 7 tahun, tapi kakak gak bisa nyalahin semuanya sama kamu, kembali lagi sama masa lalu kalian yang memang sangat tidak memungkinkan untuk bersatu."
'Apa selama ini aku keterlaluan'
'Apa selama ini aku terlalu keras kepada Kean, Cashel, dan terhadap hatiku sendiri?'
Alea memegang bahu Nada menuntunya ke depan kamar Kean. "Sekarang balik ke kamar Kean yah!" Sebelum mengetuk kamar Kean, Alea berbisik kepda Nada " membahagiakan hati kamu juga penting Nad, cobalah!"
tok
tok
tok
Alea mengetuk pintu milik Kean, agar penghuninya keluar dari kamar. Lalu menguatkan Nada lewat sebuah bisikan "Kakak tahu kamu bisa menghadapi semua ini, Nada kuat kaka yakin" jelasnya, lalu berbalik kembali ke kamar milik Nada setelah melihat slot pintu bergerak.
ceklek
Kean tidak tuli, ia tahu semua yang terjadi di kamar sebelah. Kean berada di balkon kamar sehingga dengan mudah Kean mendengarkan semuanya.
Melihat Nada yang wajahnya sudah tidak menangis, tapi Kean tahu ada jejak air mata yang mengering di sana. "Masuk Nad!" pinta Kean pada Nada, dan Nada menurut kepada Kean.
Waktu sudah sangat malam, bahkan kamar Cashel sudah redup. Menandakan bahwa penghuni kamar sudah terlelap dengan mimpi mimpinya.
"Luapin semua rasa yang mengganjal dalam hatimu" pinta Kean yang merengkuhnya, menempelkan dahi Nada pada dadanya. Mendengar kemarahan Kenzo jelas saja Kean iba. Ternyata kakanya itu keras sama Nada. Pantas saja Nada tidak menaruh hati padanya.
"Hiks.... hiks....Hu...huuu...huuu" Tangis itu pecah membuat Kean semakin merengkuhnya. "Key.... maaf.....maaf karna selama ini aku egois" mendengar Nada meminta maaf air mata Kean ikut tumpah. Sejak tadi ia menahan air matanya.
'Nada itu keras kepala'
'Nada yang sekarang egois, yang selalu memikirkan rasabencinya'
'Nada itu selalu menguatkan dendamnya'
'Tekad sekuat apa hingga Nada sampai mengucapkan maaf, dan melembutkan hatinya seperti ini'
'Gak mudah buat dia'
Kean melepaskan rengkuhanya, lalu berjongkok tepat di hadapan Nada, meletakan kepalanya di pangkuan Nada. Lalu memeluknya seolah mencium perutnya.
"Nggak Nad.... hiks... Kamu- gak-salah, aku... yang salah karna pernah menorehkan luka di hatimu. Maaf Nad...maaf .... Aku minta maaf yang setulus tulusnya. MA-AF NAD" ucap Kean kepada Nada.
"Aku yang buat kamu menderita Nad"
__ADS_1
"Aku yang gores hati kamu kamu sedemikian dalam sampai kamu seperti ini"
"aku yang merusak semua kepercayaan yang kamu beri"
"Aku yang membuat kamu pergi dariku sejauh jauhnya. "
"Aku yang merusak masa depanmu, aku yang membuat orang tuamu pergi, aku yang mengabaikan semua kebaikanmu, demi orang lain, aku yang selalu menyalahkanmu atas apa yang tidak kamuperbuat Nad"
"MA-AF..... MA-AF NAD"
"MA-AFIN AKU, aku tau gak mudah untuk memaafkan aku, tapi aku mohon maafkan aku Nad, maaf" Tangis Kean benar benar pecah, bahkan ingusnya sudah mulai menyumbat jalan pernafasanya.
Nada membelai rambut Kean, masih dengan air mata yang bercucuran. "Aku maafin Key" Kean membisu, mendadak semua kata katanya sirna, ia tatap wajah Nada, yang tersenyum dengan air matanya.
Dengan cepat Kean beediri, memeluknya, menciumnya dan membanjiri wajah serta rambutnya dengan ciuman, ciuman hangat yang sangat Kean rindukan.
"Ulangi Nad, ulangi lagi kata kata itu Nad!" pinta Kean kepada Nada, kini tanganya membingkai wajah cantik milik istrinya.
Wajah ayu yang selalu menampilkan senyumnya.
Wajah alim yang membuat siapa saja akan tenang memandangnya.
Wajah imut yang selalu membuat siapa saja jatuh hati padanya
"Aku maafin kamu Key, aku udah maafin kamu" ucapnya berulang kepada Kean.
Kean memeluk Nada singkat lalu menatap intens wajah Nada. "Maukah kamu kembali menata hidup bersamaku lagi Nad?" tanya Kean kepada Nada.
"Maukah kamu memulai lembaran putih yang baru dengan lelaki yang sama seperti dulu Nad, tapi dalam cerita ini aku janji bahkan airmata tidak akan aku ijinkan menetes di pipimu?" Nada mengangguk membuat Kean rasanya seperti mimpi.
"Yah Key, aku mau" jawabnya singkat kepada Kean.
Rasanya bahagia melepaskan ego yang selama ini Nada pertahankan, hatinya seperti terangkat dari batu besar yang selama ini mengganjalnya.
"I love you Nad, I love you"
"Love you to Key"
Bonus Visual
Key
Nada
__ADS_1