Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
42


__ADS_3

Terkadang seseorang akan mengerti arti cinta setelah kehilangan. Karna Tuhan menempatkan penyesalan di akhir agar manusia belajar menghargai apa yang dimilikinya.


* *


Setelah melakukan transaksi mereka pulang ke apartemen, Nada yang sejak pulang menarik ujung bibirnya membuat Kean tersenyum bahagia. "Seneng?" Nada mengangguk, ia bahagia, tapi lebih bahagia jika Kean sudah mencintainya.


Kean meremat jemari Nada, ia bahagia melihat Nada bahagia. "Key..." Kean menatap Nada yang memanggilnya. "Boleh aku tanya sesuatu?" Kean mengangguk.


"Tanyakan, aku akan menjawabnya dengan senang hati." ucapnya bahagia.


"Sudahkah kamu mencintaiku?" Nada ragu, sebenarnya ia tidak berani menanyakan hal itu kepada Kean. "Harus Jujur!" tambah Nada kepada Kean. Kean duduk di sampingnya lalu menatap Nada dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Sedang berusaha Nad, dan akan selalu berusaha mencintaimu" Kecewa, itulah yang di rasakan Nada.


'Sesulit itukah mencintaiku Key?'


'Apa Bunga begitu sempurna di matamu'


'Apa cinta yang lebih halal kurang menarik di hidupmu?'


'Apa karena Bunga adalah wanita tangguh?'


'Aku sudah menunggumu terlalu lama Key, apa aku harus mengalah, setelah semuanya kau renggut?'


"Nad?" Nada tersadar, ia masih merenung mendengar perkataan Kean.


"Yah?"


"Apa kamu kecewa?" Nada tidak bisa berbohong, ia mengangguk jujur ia sedih mendengar jawaban Kean.


"Maaf " ucapnya dengan sedih, melihat Nada seperti itu ada gelayar aneh di hatinya. Ia belum sadar bahwa hatinya sudah jatuh terlalu dalam kepada Nada.


'Haruskah aku pergi terlebih dulu Key, agar kamu tahu, apakah kamu mencintaiku atau tidak'


Nada menggeleng, ia menepis semua perasaan sedihnya. " Gak apa apa, yang penting kamu masih berusaha." ucapnya menyembunyikan segenap kekecewaanya dan menampilkan senyumnya.


"Ya udah, kamu masukkamar gih, aku ada perlu sama ayah, dia minta aku ke kantor." jelasnya kepada Nada. Nada mengangguk patuh kepada Kean, lalu berjalan mengikuti Kean yang hendak pergi itu.


"Aku pergi ya!"


cup


cup


cup


Kean memang sangat romantis, tapi bagi Nada romantisnya itu masih kaku, dan terlihat jelas lebih romantis saat bersama Bunga. Lebih ke posesif saat bersama Bunga. "Kamu istirahat ya!" Nada mengangguk lalu menyalimi tangan Kean dengan lembut. "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Nada lembut. Ia sampai lupa bahwa nanti ia akan pergi bersama Bintang dan lupa mengabari Kean.


Setelah kepergian Kean, Nada duduk ia mengamati liontin yang terpasang indah di leher jenjangnya. 'Sungguh ini sangat indah'


drrrtt


drrrtt


Bintang


Aku otw Nad


^^^Nada^^^


^^^Siap^^^


Nada segera beranjak, ia mengambil handuknya lalu pergi ke kamar mandi, tidak lama, ritual mandinya hanya membutuhkan waktu 15 menit, ia sudah keluar menggunakan jubah mandinya dan berganti pakaian dengan cepat.


Tidak ada make up, atau apapun yang membuatnya lebih ribet, tapi masih terlihat cantik dan mempesona. Ia lalu mengambil jaketnya dan berjalan keluar setelah mendengar bunyi klakson mobil milik Bintang.


'Subkhanalloh, istri orang, pengin gue halalin'


"Silahkan tuan putri" Bintang membuka mobilnya lalu dengan senang hati Nada masuk ke dalam mobil Bintang.


'Wanita mana yang tak bahagia jika diperlakukan sebaik ini'


'Bintang terimakasih'


Mobil membelah jalanan dengan tenang, tanpa macet dan tanpa halangan suatu apapun. Jalanan yang lenggang membuat mobil lebih cepat sampai di bassement rumah sakit.

__ADS_1


"Sudah sampai tuan putri" ucap Bintang membuka pintu mobilnya, Nada dengan senyum hangatnya keluar dari mobil dan berjalan beriringan dengan Bintang.


"Kaka" sapa seorang gadis kecil, ia adiknya Bintang.


"Dek, gimana kabar nenek?" gadis itu memeluknya, masih dengan seragam biru putih yang melekat di tubuhnya.


"Kaka dari mana aja si ka?, kaka gak tau apa aku kawatir, nenek kondisinya drop" tangisnya pecah melihat sang kaka datang berkunjung.


"Kaka sibuk dek" alibinya untuk menyangkal pertanyaan membabi buta adiknya.


Bintang frustasi melihat kondisi neneknya, sejak kecil hanya neneknya yang mengurusnya, dan sekarang ia harus bergelut dengan dunia kotor demi mereka. Bintang merasa kotor karena ia sudah melakukan hal yang tidak sewajarnya di usia sedini ini.


"Dia siapa ka?" tanya Bulan kepada kakanya yang matanya mengarah ke Nada.


"Kamu Bulan ya?" tanya Nada dengan mengulurkan tanganya. "Kenalin aku Nada teman kakak kamu?" ucap Nada ramah.


"Kaka cantik, pacarnya ka Bintang ya?" Nad menggeleng dengan senyumnya.


"Heh...." tegur Bintang pada Bulan. "Dia udah punya suami, jangan ngaco!" ucap Bintang menyenggol Bulan.


"Haaah nikah muda maksudnya." Nada menggangguk lalu menundukan kepalanya. "Apa jangan jangan hamil dul...."


mppphhh


Bintang membekap mulut Bulan yang asal ceplos itu. "Mulut kamu cerewet banget Lan" ucapnya kesal lalu menarik Bulan ke sembarang tenpat. "Ini mulut sekolah ikut sekolah juga jangan sembarangan ya"


"Ia ihhh abang, lagian masih SMA udah nikah kan tanda tanya" jelas Bulan yang masih terdengar samar di telinga Nada.


"Sana balik, biar abang yang tunggu" jelasnya lalu mengusir adiknya.


"Gag mau, Bulan mau disini." kekehnya, tak lama perdebatan mereka berhenti saat Nada menyodorkan sebuah baju untuk Bulan.


"Bulan, ganti baju dulu gih, kaka bawain baju sama makanan buat kamu" ucapnya lembut, Nada tidak tersinggung dengan semua judgean orang orang yang menerka sembarangan tentang nikahnya yang terlalu dini.


"Ya ampunnnnnn kaka baik banget sumpah, pantes aja kak Bintang suk.....auhhhh" Bulan merengek karna Bintang menginjak kaki Bulan.


Nada terkekeh dengan dua saudara yang tidak pernah akur itu. 'Kangen Cila, semenjak pindah ke apartemen berasa hidupku sangat sepi'


"Masuk yu!" ajak Bintang yang mengajak Nada masuk ke ICU. Tidak, mereka tidak masuk ke ruang rawat hanya melihat dari kaca. "Disini aja, soalnya kalau masuk mesti ganti baju."


Masih banyak kabel yang terhubung di jempol pasien untuk mengukur saturasi, di ketiak ada pengukur suhu, dan ETT terpasang di mulut yang menyambung dengan ventilator sebagai alat bantu nafas.


"Semoga diberikan yang terbaik Tang" Bintang menuduk, matanya hampir mengembun, tapi ia edarkan pandangaya dan tarik ujung bibirnya.


"Amin, makasih Nad"


Kenapa Nada mengucapkan semoga diberikan yang terbaik, agar Alloh memberikan yang terbaik, mereka yang terbaring kaku disana juga lelah jika harus seperti itu. Maka doakanlah agar pasien diberikan yang terbaik, jika itu menurut kalian mustahil untuk sembuh dan semoga Alloh kabulkan agar tidak dipersulit.


"Udah ijin suami?" celetuk Bintang membuat Nada menepuk jidatnya.


"Lupa" Nada mengambil ponselnya, dan membuka chat roomnya.


Nada


Key aku ijin pergi bersama Bintang sebentar


Hanya sebuah pesan yang tidak terkirim. Nasib memang, sudah ijin sayangnya tidak terkirim. "Kenapa?" tanya Bintang


"Ponselnya gak aktif" Bintang mengangguk, lalu mengeluarkan ponselnya.


Bintang


Gue ada perlu sama Nada penting, ijin pergi bentar


Sama, tidak ada yang berbeda, tapi demi Bintang tidak disalahkan alangkah lebih baiknya jika ia ijin.


"Makan yuk!" ajak Bintang pada Nada. Mereka menuju kantin rumah sakit dan mengajaknya makan di sana.


"Pesen apa?"


"Nasi goreng aja!" ucap Nada


"Minumnya?"


"mmmm..... Es jeruk" Bintang berjalan menuju tempat pemesanan dan memesan makananya. Bintang itu asik, jadi buat Nada Bintang itu bisa bikin moodnya membaik.


"Balik yuk!" ajak Bintang Nada menganggukinya. Karna hari sudah mulai gelap dan adzan sebentar lagi berkumandang.

__ADS_1


Kean yang masih di kantor ayahnya mengaktifkan ponselnya, tidak ada yang penting, hanya saja sedikit mengenalkan suasana kantor untuk Kean.


08386345xxxx


Send image


Deg


Jantungnya mulai berpacu, rasa cemburu menguasainya, baru ia akan menghubungi Nada sebuah foto Bintang dan Nada makan bersama menguras emosinya.


'Siapa yang mengirim foto ini?'


'Bungakah?'


'Bunga tak senekat itu.'


Kean membuka room chatnya dengan Nada, pesanya telah dibaca, dan ijinya telah sampai. Ia juga membuka pesan dari Bintang.


'Mereka ijin tapi telat'


'Lalu siapa yang mengirim foto Nada dan Bintang?'


drrrtt


drrttt


drtttt


Sebuah deringan muncul di ponsel Kean, yah setelah Kean membacanya Nada segera menghubungi Kean. Ia takut mendapat amuk oleh Kean. Mumpung saat ini ia masih bermacet macetan dengan Bintang.


"📞Key.... Assalamualaikum"


"📞Waalaikumsalam, kemana sama Bintang?"


"📞Tadi...." Ponsel Nada direbut oleh Bintang secara mendadak membuat Nada tidak selesai menjelaskan.


"📞Ada perlu bentar Key, penting, Sorry! Ini udah lagi dalam perjalanan pulang, soalnya macet."


"📞Bentar lagi sampai tenang aja"


tut


tut


tut


"Anji.... "


"Ngomongnya Key, ini di kantor." ucap sang ayah yang tahu Kean akan mengumpat.


"Kean balik yah!" pamitnya. Ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan sang ayah. Ayahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Nada kesal pada Bintang yang merebut ponselnya dan tak membiarkan Nada bicara pada Kean "Kenapa dimatiin si Tang?"


"Jelas Kean akan marah, mending marah di rumah aja nanti dari pada di jalan" Ada benarnya, Kean itu tempramental, Bintang juga yang ada mereka akan berantem lagi.


Sesampainya di rumah Kean sudah menunggunya, ia menanti dua sejoli pulang. Nada dan Bintang keluar dari mobil Bintang. Nada yang tahu akan ada perdebatan berjalan lebih cepat mendahului Bintang.


"Udah berani pergi tanpa ijin?" tanya Kean pada Nada. Nada menunduk dirinya mengaku salah karna telat meminta ijin.


"Gue yang ngajak, jadi jangan salahin Nada!" Kean tertawa ia sangat kesal sebenarnya kepada Bintang yang menanyakan seperti pahlawan kesiangan.


"Haaaa loe salah, tapi mau jadi pahlawan kesiangan?" kesal Kean pada Bintang.


"Gak usah sok suci...."


"Udah cukup, jangan berant..."


"Diem...." bentak Kean.


"Jangan bentak Nada brengsek"seru Bintang, Kean naik pitam seolah disini yang suaminya Nada itu Bintang.


"Kean cukup.... jangan memperpanjang masalah sesepele ini!" Kean menatap Nada dengan tajam ia ingin marah tapi disini keduanya salah.


"Sepele menurut kamu Nad?" Kali ini Kean mendekati Nada. Nada memundurkan langkahnya


"Ia sepele, dan aku cuma telat ijin Key, ingat hanya telat bukan gak ijin seperti kamu yang menemui Bunga diam diam, jadi tolong CUKUP KEY! "

__ADS_1


__ADS_2