Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
76


__ADS_3

"Iah Alea kami orang tuanya Kean dan Nada, oh ia.... Lebih baik putrinya di tidurkan dulu di kamar Nada yah, kasian itu, pasti lelah banget dedenya" jelasnya yang melihat Queen dalam gendongan Alea dalam posisi tidur.


"Ia ka ayok...." Ajak Nada pada Alea


"Mari nak Kenzo, om pengin bicara banyak sama kamu" ajak Kenan yang saat ini telah tau siapa lelaki yang di panggil kak oleh Nada itu.


"Ia om, tante, tapi sebelumnya, bolehkan saya berbicara dengan Kean terlebih dahulu?"


Kean, Nada, Alea, dan seisi rumah menatap Kenzo yang mengajak Kean berbicara 4 mata.


"Baik ka...." ucap Kean menjawab permintaan Kenzo. "Ayo kak!"


Nada ketar ketir ketika Kean hendak diajak berbicara dengan Kenzo. Kenzo mengikuti langkah Kean menuju ruang privasi.


Sesampainya di ruangan itu Kean berlutut di hadapan Kenzo. "Ka Kean mohon izinkan Kean kembali pada Nada" ucapnya kepada Kenzo.


"Kean janji tidak akan membuat Nada sedih ka, dan......" ucapanya terhenti, seolah terlalu banyak percakapan yang ingin Kean ucapkan.


"Aku meminta maaf tidak cukup mengembalikan kepercayaan Nada yang telah aku rusak kembali seperti dulu, tapi setidaknya aku akan berusaha membuat Nada kembali di sisihku, jadi aku mohon kak, izinkan aku kembali dengan Nada untuk membina rumah tanggaku yang sempat kacau" ucapnya masih bersimpuh di hadapan Kenzo.


"Berdiri Key...." suara berat itu mengintrupsi Kean. Kenzo masih menatap lurus kaca yang berpemandangan gedung gedung pencakar langit.


"Gak ka, Kean tidak akan berdiri sebelum-" kalimat Kean terpotong oleh Kenzo.


"BERDIRI KEY...." bentak Kenzo sekali lagi, membuat Kean berdiri. "Dengan syarat-"


"Apapun syaratnya meski dengan nyawaku akan aku tebus ka"


bugh


bugh


bugh


Kean tersungkur, selang infus yang terpasang di tangan kananya terlepas menimbulkan darah yang keluar dari sana hingga bercecer di lantai. "Sudah"


Kean berdiri, dengan hidung yang mengeluarkan darah, rahang serasa akan copot, dan baal di area leher. Sungguh pukulan itu sangat menyakitkan. "Itu syaratnya, sebenarnya sudah sejak lama kaka ingin melakukan itu" kalimatnya terjeda.


Kean tersenyum, meski sakit tapi rasa sakit itu tergantikan dengan ijin sang kaka untuk kembali pada Nada. Kean tahu Kenzolah yang menjaga Nada mati matian, menjaga Nada agar tidak pernah dekat dengan lelaki manapun. Yah dia tau dari Cashel, Cashel yang menceritakanya.


Sosok kaka memang akan melakukan hal demikian jika adiknya disakiti. Kini Kean memang yakin bahwa Kenzo benar benar menganggap Nada seperti adik kandung sendiri.


"Terimakasih..... terimakasih ka, untuk semua yang kaka lakukan untuk istriku, anaku. Bahkan kata terimakasih tidak akan cukup untuk membalaskan semua kebaikan kaka."


"Cukup kamu bahagikan dia, jangan pernah kamu goreskan luka di hati adiku lagi." Kenzo berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Kak...." Kenzo mendadak diam di tempat lalu berbalik melihat Kean. "Boleh aku minta bantuan?"


Kenzo mengangguk mengiyakan permintaan sang adik. "Katakan!"


"Bantu aku mendapatkan Nada kembali ka" Jelas Kean pada Kenzo.


'Jadi selama ini Nada belum memaafkan Kean'

__ADS_1


'Mereka masih belum bersama'


Kenzo mengaggukan kepalanya kepada Kean. Yah niatnya kesini karna laporan Nada yang keluar dari rumah sakit tempat ia kerja. Tapi mengetahui adiknya itu bahkan belum memberikan maaf pada suaminya membuat Kenzo sedikit kesal.


Kenzo berjalan melanjutkan langkahnya, lalu berkumpul bersama dengan keluarga Kean di ruang tengah.


Melihat Kenzo datang, semua aktivitas mereka berhenti, tampak mereka menatap horor wajah Kenzo. "Kamu apain anak orang mas?" tanya Alea sang istri.


"Gak di apa apain," ucapnya datar. "Queen gak jadi bobo?" Alea menggelengkan kepalanya.


Kenzo tersenyum lalu duduk merapat di samping Alea, mengambil alih Queen dari pangkuan Alea. "Cuma menambahkan bumbu pengorbanan Kean mendapatkan Nada" ucapnya remeh.


"Anak orang itu" Kenzo mengangguk, mereka kembali fokus dengan wajah Kean yang babak belur.


Nada berdiri lalu menghampiri. "Kean kamu-" ucapan Nada terpotong oleh Kean.


"Gak papa, demi mendapat restu dari kakamu bahkan 10 kali lipat dari ini aku-" Kean mendapat potongan saat mengucapkanya.


"Yakin?" tanya Kenzo menaikan alisnya.


Glek


Kean menelan ludahnya sendiri, mendengar tantangan balik dari Kenzo membuat Kean mati kutu. Sungguh wajah Kenzo selain tampan juga mengerikan saat sedang serius.


Yah disana hanya ada Alea, Kenan, Zela, Key, dan Nada. Sesaat membuat mereka ingin tertawa melihat Kean yang diancam oleh Kenzo.


Pangeran dan Cashel sedang bermain di kamar Cashel. Jelaslah pasti sedang main PS. Pasalnya mereka itu seperti kaka dan adik kandung yang lama tak bertemu, padahal baru beberapa bulan.


"Gak ka, cukup" ucap Kean. Kean kembali menunduk, ia mati kutu kalau di depan Kenzo.


"Biarin bun, toh ini juga karena ulahnya, coba dulu Key lebih menghargai Nada." Jelasnya kepada mereka semua. Yah coba saja Kean lebih memperhatikan dan mengharhai Nada sebagai istri.


"Iah betul bunda setuju" timpal Zela kepada suaminya.


"Nad, obatin suami kamu!" pinta Kenzo kepada Nada. Nada mengangguk patuh lalu menarik lengan Kean membawanya masuk ke dalam kamar Kean.


"Akhhh...sakit Nad" keluh Kean, membuat sebuah senyuman terbit di wajah Nada. Tangan bekas tusukan infus sudah tidak berdarah, karna Kean menekanya tadi.


"Syukurin" ucap Nada kepada Kean. Nada kembali membersihkan area wajah Kean yang luka.


"Akh ....akh... Nad...Pelan sayang" mendapat sebutan sayang membuat Nada berhenti menekan luka di bibir Kean.


"Kenapa?" Nada tersadar, lalu menggeleng dan mengusap kembali luka Kean. Kean rasanya ingin mencubit pipi Nada, menurutnya sangat lucu kalau melihat tingkah Nada saat ini.


"Kak Kenzo sayang banget sama kamu yah?" Nada menatap Kean lalu menganggukan kepalanya dua kali.


"Tapi penasaran deh kamu gak pernah suka sama kak Kenzo, dia tampan, berwibawa, baik, perhatian banget sama kamu lagi." Tatapan Nada kosong, mengingat semua perlakuan Kenzo padanya memang sedikit ambigu. Dia over protektif kepada Nada.


"Iah, sebenernya kalau kak Kenzo belum punya istri aku pengin banget jadi pacarnya" jelas Nada tanpa menatap Kean. Wajah Kean yang mulanya ingin meledek Nada, malah kini berbalik membuat dirinya terledek oleh Nada.


Rasa cemburu itu menyeruak membuat wajahnya merah menahan amarah. Kean termakan pancinganya sendiri.


'Sukurin kamu Key, suruh siapa nanya pertanyaan seperti itu'

__ADS_1


"Kamu beneran pernah suka sama kak Kenzo?" Nada mengangguk dengan wajah seriusnya. Membuat hatinya sedikit tercabik cabik. Wajah Kean saat ini sudah murung, pergerakan yang tadi sempat Kean lakukan, mendadak dingin dan membatu.


'Ternyata benar, Nada.....'


Fikiranya mulai kacau bahkan mengucapkan kalimat Nada mencintai Kenzo saja membuat dadanya menyesak.


"Haaaa....haaa....haaa...haaaa...haaa" Nada tertawa terbahak bahak, melihat wajah Kean saja membuat Nada rasanya sangat ingin menjiwirnya.


"Becanda Key.... Astaghfirulloh" Barulah Kean mengangkat wajahnya, lalu melihat Nada yang sangat lepas tersenyum.


Sekalinya tertawa lepas membuat Kean bahagia, Nadanya telah kembali, Nadanya sudah kembali pada jati dirinya yang dulu.


Grep


Nada kaku, Kean memeluknya dengan erat, membuat jantungnya memompa lebih dari 100x/menit.


"Kamu yakin gak pernah menyukai Kenzo?" Kini Nada terlepas dari pelukan Kean, iris matanya saling bertemu. Teduh itulah satu tatapan yang Nada tangkap dari Kean.


Nada menganggukan kepalanya dua kali lagi. "Sebenarnya inginya bisa suka sama kak Kenzo tapi sayangnya gak bi-" kalimatnya terpotong dengan satu kecupan Kean pada Nada.


Cup


Pertanyaan itu mendadak membuat Kean bangga kepada Nada. Dan sungguh Kean sangat lega mengetahui posisinya tidak pernah terganti. "Makasih, makasih Nad." ucap Kean pada Nada setelah memberi kecupan singkat.


*


Malam telah larut, Alea tidur di kamar Nada, bukan apa, tapi tadi Kenzolah yang meminta agar tidak usah menyiapkan kamar tamu.


"Mau kemana kamu Nad?" tanya Kenzo yang masuk ke dalam kamarnya. Disana ada Alea yang sedang membersihkan wajahnya. Queen sedang bersama orang tua Kean.


"Nada mau tidur sama ka Alea ka" jawabnya polos. Nada menunduk, jelas ia tahu kalau Kenzo akan memarahinya.


"Balik ke kamar suamimu" perintahnya bagaikan kalimat yang tak bisa di bantah.


"Tap-" ucapan Nada terpotong kala mata Kenzo memancarkan aura kemarahn.


"Kamu....." kini giliran Kenzo yang menuding Nada terpotong oleh Alea.


"Jangan pakai kekerasan mas!" ucap Alea mengusap pundak suaminya.


"Dia ngelunjak Al" ucap Kenzo. Kali ini Kenzo kembali menatap Nada yang masih menunduk. "Angkat wajah kamu!" Nada menatap Kenzo, jelas guratan marah tertera di wajahnya.


Nada itu hafal sama Kenzo yang ucapanya tidak bisa di sanggah. Sejak dulu Kenzo terkenal dengan, over protektifnya dan over perfecnya.


"TAU DOSA KAMU NAD?"" Lagi lagi suara Kenzo menarik perhatian Kean yang berada di sebelahnya. "Kamu disekolahin tinggi tinggi, dengan ilmu agama yang gak cuma sedikit. Tapi kelakuan kamu begitu sama suami kamu!"


Buliran kristalnya mulai menumpuk, seakan tak kuat menahan tangis, dadanya menyesak. Alea mendekat mengusap bahu adiknya itu. "Ka...." bahu Nada bergetar, air matanya mulai bercucuran.


"Mas....!" tegur Alea, agar Kenzo sedikit kontrol terhadap emosinya. "Kopingnya di pakai, jangan seperti ini, gak baik di rumah orang!" Sudah lama Alea tahu bahwa Kenzo sangatlah over kepada Nada.


Koping adalah cara penyelesaian masalah


Jelas saja, dulu seperti apa marahnya Kenzo waktu Nada harus mengulang semester 6 dan 7 karna nilainya B dan IPK nya di bawah 38. Nada sangat dituntut untuk sempurna dalam setiap hal.

__ADS_1


IPK adalah indeks prestasi komulatif


"Balik ke kamar suami kamu, Minta maaf sekarang juga Nad!"


__ADS_2