
"Maukah kamu memulai lembaran putih yang baru dengan lelaki yang sama seperti dulu Nad, tapi dalam cerita ini aku janji bahkan airmata tidak akan aku ijinkan menetes di pipimu?" Nada mengangguk membuat Kean rasanya seperti mimpi.
"Yah Key, aku mau" jawabnya singkat kepada Kean.
Rasanya bahagia melepaskan ego yang selama ini Nada pertahankan, hatinya seperti terangkat dari batu besar yang selama ini mengganjalnya.
"I love you Nad, I love you"
"Love you to Key" Lagi.... Pelukan hangat yang diberikan Kean pada Nada. Air mata Kean jatuh di pundak Nada. Air mata yang keluar itu adalah air mata bahagia. Sungguh hatinya sangat bahagia karna Nada mau kembali padanya.
"Kamu Nangis Key?"
Kean melepaskan pelukanya, lalu menatap Nada yang berada di depanya. "Bahagia Nad, sangat bahagia." Nada tersenyum pada Kean, senyum tulus yang sangat Kean rindukan.
"Makasih Nad" Nada menganggukan kepalanya dan memberikan senyum indahnya.
"Makasih juga Key, kamu masih mau menungguku" tutur Nada lembut.
"Bahkan sampai mati pu-" Nada menutupkan jarinya di bibir Kean.
"Aku benci mendengar seseorang mengatakan kata mati Key" Jelas Nada pada Kean. "Karna kematian itu melukai Key" jelasnya, Kean paham, betapa pahitnya hidup Nada saat nyawa orang tuanya direnggut paksa olehnya.
"Aku tidak akan mengulanginya." tangan Nada masih berada di depan bibir Kean, lalu Kean turunkan dan mencium pucuk tangan Nada.
Keduanya saling tatap, ada debaran aneh yang kian menjadi pada jantung mereka. Kean mengikis jarak diantara mereka, hingga jarak itu hanya tersisa 2 cm namun sayangnya Nada menguap, membuat Kean rasanya ingin sekali tertawa.
"Astaghfirullohaladzim" ucapnya setelah menutupkan tanganya saat mulut terbuka senpurna. Malu, jelas saja Nada malu harusnya jadi moment romantis, tapi malah jadi momen memalukan.
"Ayo tidur Nad, sudah malam, aku yakin kamu sangat mengantuk." ajak Kean yang kemudian beranjak mengangkat kaki Nada agar terangkat dan lurus di ranjang lalu menyelimutinya.
Nada menatap jam dinding yang berada tepat di sampingnya "00.30 pantas saja sudah sangat mengantuk, ini sudah hampir pagi." ucapnya lirih.
Nada berbaring, lalu Kean tidur di samping Nada. Rasanya aneh, melihat Kean yang tidur di sampingnya. Biasanya mereka tertidur bersama itu karna Cashel yang meminta, kadang juga karena masalah lain atau ketidaksengajaan.
Kean bergeser merapatkan tubuhnya, memiringkan Nada agar saling berhadapan dan memeluknya. Nada menutupkan selimutnya hingga wajahnya tertutup.
Dibukanya selimut yang menutupi wajah ayu milik istrinya, lalu merapatkan kembali pada Nada. Yah kali ini tangan Kean sudah menjadi bantalan kepala Nada, bahkan kepala Nada berada di dada bidang Kean, di mana wajah Nada tepat berada di ceruk leher Kean saat mendongak.
"Kalau boleh jujur, aku sangat rindu sama kamu Nad" Nada mengangguk mengiyakan.
"Aku juga Key." ucapnya ikut jujur.
Wangi itulah yang menjadi aroma baru, rambut Nada yang wangi, dan tubuh Kean yang bahkan saat ini tak berjarak dengan penciuman Nada.
"Nad...." Yah panggilan Kean akhirnya terabaikan, sosok Nada sudah pergi jauh bersama mimpinya. Good Night my sweety wife"
cup
cup
cup
cup
4 kecupan itu Kean tujukan di kening, pipi kiri Nada, pipi kanan Nada, dan kecupan singkat di bibir. Lalu Kean tidur dengan memeluk Nada erat, sungguh ini adalah mimpi yang nyata.
"Aku berjanji Nad, bahkan air mata tidak akan aku ijinkan menetes di pipimu."
"Aku akan mencintaimu dengan nyawaku Nad"
"Aku akan menjadi suami terbaik yang pernah kamu miliki"
"Aku juga akan menjadi ayah terbaik bagi anak anak kita"
__ADS_1
"Aku juga akan menjagamu sampai titik darah penghabisan"
"Tak akan aku ijinkan kamu kecewa karenaku"
Kean akhirnya terlelap, mungkin karna lelah, mungkin juga karena efek samping obat yang ia konsumsi.
4 jam Nada dan Kean tertidur, lalu terbangun karena alarm adzan yang berkumandang di ponselnya. Kean mengambil ponsel Nada, rasanya sangat ingin mematikan alarm itu kembali, tapi Kean tau istrinya itu tidak akan mungkin meninggalkan sholat.
cup
cup
cup
'Bahagianya aku Nad, bisa menciummu seperti ini setiap hari'
Enggh
"Nad bangun, sholat dulu!" ucapnya sambil mengusap rambut kecil yang menutupi wajah Nada.
Nada membuka perlahan matanya, yah ia terbangun karena kecupan Kean, dan gerakan tangan Kean "Kean..." Nada kaget dan hendak melepaskan pelukan Kean.
Tapi memorinya mengingat kejadian semalam, dimana pertengkaran antara dirinya dengan kak Kenzo dan kak Alea, membuat Nada terdampar di kamar Kean selamanya.
"Sholat subuh berjamaah ayok Nad!" Ajak Kean pada Nada. Panggilanya melembut entah apa yang membuat Kean jadi lembut begitu.
"mmmm Maaf yah Key, aku masih belum bersih" jelasnya pada Kean. Kean bangun lalu membuka selimutnya dan menutupkan kembali pada tubuh Nada.
"Ya udah kamu tidur lagi yah, aku sholat subuh dulu!" ucap Kean lalu beranjak.
"Key..... Kamu marah?" Kean duduk kembali, lalu membingkai wajah istrinya.
cup
Satu kecupan singkat Nada dapat di bibirnya "Istriku gemes gini mana bisa marah" ucapnya kemudian beranjak mengambil air wudu dan menjalankan sholat.
Setelah selesai Kean menatap Nada yang masih fokus menatap Kean. "Tau deh ganteng, jangan segitunya ngliatinya" ledek Kean pada Nada.
"Ishhh PD banget sih" Kean hanya tersenyum mendengar ucapan Nada.
"Kenyataanya tampan kan?"
"Ia tampan... soleh lagi" jawab Nada tanpa malu.
Kean mengacungkan jarinya, dengan cepat Nada menyambutnya lalu memberikan kecupan di ujung jari Kean. "Kenapa gak tidur lagi?" tanya Kean pada Nada. Kean beranjak duduk di samping Nada.
"Ini mau bangun" ungkapnya yang hendak beranjak, tapi sayang, tanganya ia tarik hingga jatuh tepat di atas Kean.
"Kean...." seru Nada sedikit berteriak
Brugh
Akhh
Lagi lagi sakit di punggungnya terasa. "Tuh kan jadi sakit" Kean menjatuhkan Nada di sampingnya, lalu memeluknya kembali.
"Gak papa, kalau kamu mau nemenin, olahraga pagi juga aku siap" ledek Kean kepada Nada.
"Gak ada Key, gak ada olahraga, aku masih menstruasi" tolaknya pada Kean.
"Berarti besok kalau udah selesai boleh yah olahraga malam, pagi, siang, sore?" tanya Kean menaik turunkan alisnya.
"Keannnn....jangan mesum!" ucap Nada yang berpaling dari Kean"
__ADS_1
Grep
"Jangan bangun, ayok lanjut tidur lagi" ajak Kean pada Nada dengan cara menarik Nada
"Tapi Key-"
"Tidak ada tapi, ayok tidur lagi! Atau aku ajak kamu olahraga pagi beneran?" ancam Kean yang sudah memeluknya, menutupnya dengan selimut kembali.
*
Cashel dan Pangeran sudah bangun dari tidurnya, mereka sudah lari pagi berkeliling rumah hingga waktu menunjukan pukul 05.30 WIB
Setelah selesai Cashel membersihkan badanya untuk bersiap berangkat sekolah. "Harus banget berangkat Shel?" Cashel yang sedang memakai minyak rambut terhenti.
" Ia Ran, nanti di marahin ayah Kenzo aku, kalau berani bolos." Jelasnya, Pangeran manggut manggut membenarkan ucapan Cashel. Pangeran saja tidak pernah absen sekolahnya, bisa perang lagi ketahuan bolos.
"Ayah kamu masih galak aja si Ran, padahal udah ada Queen" Ucap Cashel.
"Iah, sekarang jauh lebih protektif Shel, galak, pelit lagi, ponsel gue sering banget disita" timpal Pangeran.
"Seriusan?" Pangeran mengangguk.
"Semenjak loe pergi ke Jakarta, jiwa kemacananya mulai kelihatan kembali" ucap Pangeran tanpa sensor.
"Lagi ngomongin ayah yah ?"
Glek
'Ingin sekali gue kabur'
'Mati aja loe Ran ngapain ngajakin gue juga'
"Gak yah" jawab Pangeran ragu. Antara ragu antara takut, pasti akan jadi masalah besar.
"Cashel kabur ah...." Lirihnya di samping Pangeran. Cashel keluar kamar, tidak mau ikut campur urusan perang dunia kakaknya itu. Ia berlari menuju kamar mamahnya, sayangnya di sana hanya ada Queen dan Alea. "Bunda Alea...."
"Ya Shel?"
"Mamah mana?" Alea berjalan menuju luar kamar dan menunjuk kamar sang papah.
"Kemajuan..." senyum Cashel melebar, kala tahu mama dan papahnya tidur bersama. "Oh ya bun, itu Pangeran tolongin, ke gep lagi sapa ayah Kenzo"
"Ya ampun Pangeran....." Alea berjalan menuju kamar Cashel, sedangkan Cashel memasuki kamar ayahnya. Mereka tidur saling berpelukan, sungguh sangat mesra. Cashel saja sangat senang.
cekrek
cekrek
cekrek
cekrek
Yah Cashel mengambil ponsel mamah dan papahnya untuk memotret mereka lalu menjadikanya layar depan. Cashel tidak membangunkan mereka, tapi justru Cashel meninggalkanya.
Saat sedang asik menikmati makanan bersama tanpa mamah dan papahnya, Nada dan Kean turun dari tangga secara beriringan.
Cashel, Kenzo, dan Alea menyimpulkan senyumnya. "Maaf ya Shel, mamah kesiangan" ucapnya sambil mengusap kepala Cashel lalu duduk di samping Kean yang juga duduk setelah mengusap pucuk kepala anaknya.
"Cashel sih gak keberatan mah, asal Cashel dibuatin dede bayi yang cantik sama mamah dan papah "
Buat yang selalu up to date karyaku. Coba deh tengok kemungkinan lebih seru.
__ADS_1
Hamil Anak Mantan
Bagi yang sudah pernah baca maaf yah, ada judul dan partnya ada yang di revisi.