Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
64


__ADS_3

'Kean sudah benar benar melupakan Bunga'


Bunga memegang pipinya yang kemerahan akibat dua tamparan di pipinya. "Nad aku cuma minta maaf, apa perlu kamu sejahat ini?"


"AKU HANYA AKAN MEMAAFKANMU JIKA KAMU SUDAH MENGAKUI SEMUA PERBUATAN BUSUK KAMU, SAMPAI KAMU MENDEKAM DI PENJARA DAN GILA SEPERTI IBUMU NGA"


Bunga naik darah, ia pura pura tidak mengerti apa yang diucapkan Nada. Dengan cepat ia melayangkan tanganya hendak memukul Nada.


Dengan kilat juga Kean menahan gerakan Bunga yang hendak memukul Nada. "Sekali kamu pukul dia, kamu berususan dengan ku Nga"


Bunga menatap Kean, matanya memanas melihat Kean memihak Nada. "Key kamu....."


Nada tersenyum, memang Kean benar benar sudah melupakan perasaanya kepada Bunga.


"Kenapa kamu bela dia Key, jelas jelas dia menghina ibuku, dan memfitnahku" Nada terkekeh lalu menyedekapkan tanganya di dada.


prok


prok


prok


"Dramanya indah Nga, gak sekalian kamu jadi artis, dengan gitu kamu dapat bayaran yang lumayan buat ngobatin ibu kamu dan kamu yang gila"


"NADA.... KAMU UDAH MELEWATI BATAS" Teriak Bunga pada Nada.


"Cukup Nga" Nada mendekat sorot matanya tajam menusuk. "Ini sudah 7 tahun, dan kamu masih belum mengakui siapa dalang di balik insiden kamu jatuh di kolam renang Nga?"


Bunga mundur, ia takut seandainya Nada membuka rahasianya. 'Bagaimana Nada tahu'


"Kenapa Nga takut?" tantang Nada pada Bunga, Kean menatap keduanya dengan bingung, seolah masa lalu itu memang belum terselesaikan. "Kamu tidak lupa kan kenapa Santi sampai detik ini tidak pernah muncul di depanmu?"


Bunga menggeleng, ia mulai takut masa lalu yang dulu ia lakukan terungkap di depan Kean. "Enggak... bukan aku.... bukan aku" teriak Bunga histeris.


"ITU KAMU NGA, KAMU YANG MENCEBURKAN DIRI KAMU SENDIRI KE DALAM KOLAM DAN MALAH KAMU YANG MEMFITNAH SANTI" nafas Nada tercekat ia mulai kehilangan kontrolnya. " KAMU SENDIRI YANG MEMBUAT DRAMA ITU."


Deg


Kean kaget, Bunga juga kaget. Kebenaran yang selama ini Kean tahu Santilah yang melakukan semua ini bukan Nada.


'Bunga'


'Jadi selama ini Bunga yang melakukan semua ini?'


"Nggak ..... Nggak..... Bukan aku, bukan aku yang melakukan" Bunga merosot menjambak jambak rambutnya sendiri "Bukan aku, Santi yang melakukan" Rancaunya tak jelas. Lalu ia berdiri dan hendak mencekik Nada.


"Kamu jahat Nad, kamu fitnah aku" Rancaunya masih tak jelas "Kamu"


grep


Tangan Bunga sudah sampai di dekat Nada, lalu dengan cepat Kean menghalanginya dan menarik Nada. "Kita pergi" Kean mengajak Nada berlari menuju pos satpam.


Bunga yang melihat Nada berlari langsung mengejarnya "Pak tolong bawa dia pergi dan antarkan ke rumahnya" pinta Kean, lalu Kean dengan santainya menarik tanganya.


Nada menatap tautan tangan yang saling menggenggam. Tanpa disadari mereka sudah sampai di mobil mereka. "Nad" Kean juga menatap tautan tangan yang saling menggenggam. "Maaf" Kean melepaskan tautan tanganya. "Masuk Nad" pintanya kepada Nada.


Nada terbangun dari lamunanya. "Ya Key" ia menurut, sejak kejadian tadi hatinya menghangat, pasalnya Kean memang sudah berubah.


Di dalam mobil Kean hanya diam, ingin memulai sebuah percakapan yang sejak tadi berputar di kepalanya. "Bisa kamu ceritakan detail sebenarnya apa yang terjadi Nad!" Nada diam, ia sendiri masih kaku jika harus bercakap akrab dengan Kean.


Flash Back On


"Nad..." Nada menghentikan langkahnya. "Maaf"


tes


Beberapa tetes air mata Nada jatuh, 'ternyata mencari sahabat yang tulus itu sulit'


"Terlambat San" Nada melanjutkan langkahnya meninggalkan Santi. "Aku terlalu mempercayai kamu tapi kamu...." Buliran bening itu terus jatuh, ia sakit saat tahu Santi menghianatinya.


"Aku cuma diperintah Nad" Nada berbalik menatap Santi.

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Bunga yang melakukan ini semua" Nada menggeleng tak percaya, bagaimana mungkin Bunga bisa melalukan hal yang begitu membahayakan dirinya sendiri. "Tapi itu kenyataanya. "


"Jelasin San!"


"Bunga tahu kalau aku menyukai Kean, jadi dia mengajak aku untuk menyingkirkan kamu dari hidup Kean"


Deg


'Sekejam itu Bunga'


"Kenapa kamu mau San kenapa?"


"Kalau sampai aku gak mau, dia bakalan nglukain kamu dan akan membuatku di jauhi oleh kamu" Terangnya yang masih sangat ambigu.


"Aku cemburu Nad, jelas saja cemburu ketika Kean sangat perhatian pada Bunga" terangnya dengan air mata yang berjatuhan.


"....." Nada bisu


"Lalu perhatian Kean memudar dan berpindah kepadamu" Nada menggeleng, kenapa Santi harus cemburu kepadanya, padahal Kean sangat acuh pada Nada.


"Aku benci saat tahu kamu sudah bertunangan dengan Kean Nad.... Tapi kamu terlalu baik jika aku sakiti" Tangisnya pecah kembali mengingat masa masa itu.


"Bunga tahu kalau aku pernah pergi dengan om om, jadi dia jadiin itu senjata agar aku mau bersekongkol denganya"


"....."Nada masih mendengarkan saksama cerita Santi.


Lagi lagi Santi malu jika harus mengatakan itu semua." Tapi aku gak ngapa ngapain Nad sama om itu, hanya ngobrolin sesuatu yang agak penting,tapi Bunga malah ambil foto itu buat ngancem aku" Kali ini Nada tahu semua kebusukan Bunga.


'Untung saja kak Kenzo nolongin aku pas mau ngedonorin ginjal'


'Ternyata wanita yang dicintai Kean benar benar ular'


"Percaya Nad, Bunga yang menceburkan dirinya sendiri kedalam kolam padahal dia tau bahwa dia trauma air. Dan sialnya dia kepentok besi yang ada di kolam renang" Yah Santi benar, di dalam cctv dekat dengan gedung kolam renang hanya Bunga sendiri yang masuk kesana, tanpa ada yang menyusulnya.


"Jadi...."


grep


Nada memeluk Santi erat, lalu mengelus surai hitam miliknya. "Kamu gak perlu nglakuin itu San" Jawabnya lalu melepaskan pelukanya. "Aku sudah terlanjur sakit hati, dan aku menyerah memperjuangkan Kean San"


"Tapi Nad, Kean mencintai kamu" jelas Santi.


'Inginnya seperti itu San, tapi kenyataanya hanya luka yang menggores terlalu dalam ketika aku mencoba menggenggamnya.'


"Pergilah San, jangan mendekati Bunga, kamu bisa bebas, aku yang akan mengatakan bahwa kejadian itu murni bukan kesalahan kamu" terang Nada pada Santi.


Di luar sana ada Jill yang sudah siap untuk ikut bersama Nada. "Nada"


"Santi aku pamit ya" Nada berpamitan pada Santi."


"Nad sekali lagi...."


"Aku gak papa San" Nada keluar menemui Jill yang memanggilanya. "Nada..."


"Jill" Mereka saling berpelukan, layaknya sahabat yang telah lama hilang.


Flash Back Of


'Pantas Nada sangat membenci Bunga'


'Bunga ternyata lebih kejam dari yang aku duga'


Kean mengambil tangan Nada, lalu menggenggamnya erat. "Maafin aku Nad, maaf karena aku tidak tahu cerita yang sebenarnya" Nada mengangguk mengiyakan.


"Lupakan Key, itu hanya masa lalu" Pinta Nada pada Kean. Gaya bicara Nada terlihat lebih santai. Sepanjang perjalanan Nada menceritakan kehidupan Santi dan Jill. Tapi ia enggan menceritakan penderitaanya.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, dan mereka telah sampai di rumah Nada. "Key, aku....mmmm" Kean sudah menatap saksama wajah Nada.


'Wajahnya lucu banget'

__ADS_1


'Keliatan saltingnya'


"Aku mau sholat dhuhur dulu" ucapnya masih menatap lantai.


"Ayo...." Nada mengangkat dagunya sehingga iris matanya saling menatap. "Aku yang akan imamin" Nada tersenyum lalu memgangguk.


Setelah beberapa menit akhirnya Kean telah selesai melakukan sholat dhuhur. Walaupun banyak yang tidak sesuai bacaan, tapi Nada akui, ini adalah cara belajar Kean yang paling cepat.


"Nad....." Kean memberikan pucuk tanganya agar Nada menciumnya.


Cup


'Aku belum pernah merasakan hal yang sehangat dan semenenangkan ini'


Kean memdekati Nada yang masih menunduk itu lalu memajukan bibirnya untuk mengecup bagian pucuk kepala Nada dengan lembut dan sangat romantis.


"Nad ...." Nada menatap Kean yang jaraknya 50 cm dari Nada. "Bisa kita mulai semuanya dari awal dengan perlahan Nad?"


'Jawab apa'


Nada masih diam membisu, ia sebenarnya sudah tidak terlalu membencinya, tapi ia belum siap jika memulai kembali bersama dengan Kean.


"Jangan di jawab" pintanya pada Nada "Perlahan saja Nad!" jelasnya membuat Nada mengangguk.


Setelah sholat Nada membereskan bajunya. Kean juga mengambil baju baju Cashel. Dengan cepat Kean melakukanya lalu membawanya ke mobil. Ada bekas roda mobil di depan sana. Kean menelitinya secara saksama.


'Ada yang janggal'


Lalu masuk ke dalam rumah. Ia melihat slot pintu yang sedikit aneh. Slot pintu tersebut sedikit goyang. Kean masuk lalu meneliti adakah yang hilang atau tempatnya berpindah. Setelah melihat jejak sepatu lelaki lebih dari 4 orang dengan corak berbeda Kean berlari menyusul Nada.


"Nad....." Nada menatap Kean yang menyusul Nada.


"Yah, kenapa Key"


"Masih banyak?" Nada menggeleng lalu menutup kopernya. Kean dengan cepat menarik kopernya menuju mobil.


"Ada apa Key?" Nada bisa menangkap raut wajah Kean yang kurang baik.


"Kita balik secepatnya Nad" Kean mulai memutar kemudinya, lalu sepanjang perjalanan Kean menatap spion, seperti ada orang yang sedang diikuti.


"Key ada apa?" Kean diam, tapi matanya fokus ke belakang. "Key.." Teriak Nada pada Kean


"Ada yang menyusup rumah kamu Nad" Jelas Kean kepada Nada membuat Nada syok, roda mobil berputar dengan sangat cepat, yah Kean tahu saat ini ada yang sedang mengikutinya.


'mall'


'hotel'


'pasar'


Tepat di depanya ada tikungan tajam, Kean akan memutar kemudinya dengan cepat lalu akan turun di daerah pasar.


sreeettt


"Turun Nad" Kean membukakan pintu mobilnya dengan cepat lalu menarik Nada berlari sekencanhnya.


"Key mau kemana?" Kean diam, lalu masuk dekat pasar dan tetap menarik Nada.


Kean mendatangi seorang bapak bapak yang masih agak muda. "Mas motornya aku sewa ya" jelasnya lalu memberikan sebuah uang dengan nominal banyak, dan bercakap tentang sesuatu. Tak lama tukang ojek itu menyerahkan motornya pada Kean.


"Nad Naik!"


"Kemana Key"


"Kita diikuti Nad" Nada menutup mulutnya tak percaya, "Makanya kita harus cari jalan desa yang gak mungkin diikuti mereka" terang Kean, yang sudah di atas motor. Nada naik dengan cepat ke atas boncengan.


"Pegangan Nad!" Nada galau, ia takut jika akan menyentuh Kean. "Please Nad, kita sedang...."


grep


Deg

__ADS_1


__ADS_2