Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
23


__ADS_3

Aku tidak tahu apa namanya, jarak di antara detik, tapi saya selalu memikirkanmu dalam interval itu


* *


"Jangan jangan kamu cinta ya sama aku?" Cakra tersenyum. Muncul ide jahil dari Cakra untuk mengerjai Cila.


"Sini" Cakra menggerakan telunjuknya, membuat wajah Cila mendekat ke arah Cakra sampai hembusan nafasnya terasa di wajahnya.


Cup


"Cakraaaaaaaaaa" Teriak Cila, Cakra yang diteriaki hanya tersenyum simpul.


"Biasa aja ngapa, cuma nyium doang gak bakalan hamil." Cila kesal sangat kesal kepada Cakra.


"Gimana ada yang dag dig dug ga di dalem sini?"


plak


Tangan Cakra diteplak oleh Cila karna tanganya mengarah ke arah dada sebelah kiri dimana letak jantung tepat di sana.


"Kagak" ucap Cila yang bersedekap dada.


"Ya udah, bagus donk, itu tandanya gak ada yang perlu loe khawatirin karna diantara kita gak ada yang mendam perasaan yang sama." Jelas Cakra.


"Udah ah gue pulang, mau prepare besokkan mau study tour" ucap Cakra menyudahi ucapanya dan hendak berlalu dari kamar Cila. "Cil..." Cakra menatap Cila dengan senyum menggoda


"Apa?"


"Kalau deg degan makin kenceng kasih tau gue"


Brak


Sebuah bantal melayang kearah Cakra dan berhasil mengenainya.


'Asli jantung gue gak beraturan'


Yah Cakra memegang dadanya sebelah kiri, dimana tepat di ****** kiri adalah apeksnya jantung.


apeks atau ujung


*


"Vi, Nada ada?" tanya Kean pada Via, Via melotot, tumben Kean dateng kesini, kadang kesini itu kalau lebaran atau ada acara keluarga.


"Tumben abang kesini?"


"Nada ada gak?" tekan Kean dengan kalimat judes


"ihh ganteng ganteng judes, pantes ka Nada ga suka sama abang" Habis sudah kesabaran Kean, kesini nanya baik baik malah di ejek.


"Arviana...."


"Ia abang, ada tuh di kamar lagi tidur kali" jelas Via dengan kesal juga.


"Kamarnya yang mana Vi?" Kean bertanya lagi, membuat Via mengerucutkan bibirnya.


"Ujung abang, ihhh ngeselin."


"Udah jelek gak usah cemberut gitu tambah jelek"


"Bang Key.... sialan" Kean berlari menuju kamar Nada.


Ceklek


Nada sedang tidur sambil memainkan ponselnya, entah apa itu sampai Kean masuk kamar dan tak mengetahui kedatanganya.


"Nad" Nada memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.


"......" Nada menatap Kean lalu kembali ke ponselnya kembali.


'Kaya liat Kean' Nada menengok ulang arah suara tadi.


"Astaghfirulloh Keannnn.... ngagetin aja" Nada berjingkrak dan mengelus dadanya.


"Kamu fikir aku siapa?" Kean menjatuhkan tubuhnya di samping Nada, membuat Nada bergeser ke sebelah kiri.


'tumben aku kamu'


"Aku tadi nunggu kamu" ucap Kean tanpa ekspresi


'Nunggu sambil bermesraan gitu, yang ditunggu sebenarnya siapa?'


Nada masih fokus dengan ponselnya, ia tak bergeming mendengarkan Kean, padahal dalam lubuk hatinya, ia mendengarkan dengan saksama ucapan Kean.


"Nad...." Kean menghadapkan wajahnya kepada Nada, membuat Nada menahan nafasnya.


"Kangen" Kean menyandarkan kepalanya di pundak Nada. Namun Nada masih memainkan game nya.


'Sumpah pengin loncat ini jantung'


"Nad pulang yah!" Pinta Kean. Nada berusaha tetap tenang dan masih tidak menggubris Kean.


Hingga tangan Kean membingkai wajah Nada dengan lembut, membuat aktivitas bermain gamenya terpaksa ia pause. "Gag mau" Nada memalingkan wajahnya, lalu mengaktifkan ponselnya lagi.


Grep


Kean mengambil ponsel Nada. " Nad...." Nada kesal, bukan karena ponselnya diambil, ia seolah tidak punya cara untuk mengalihkan salah tingkahnya.


"Pulang sana, aku mau tidur, besok mau study tour juga" usir Nada pada Kean.


"Aku tidur sini" Kean menyelimuti tubuhnya dengan selimut Nada.


"Kean, pulang gak, pulang sana" Ucap Nada sambil mendorong Kean turun dari kasurnya.


'Sebenernya aku juga kangen banget, tapi kamu udah jahatin aku Key'


"Gak mau, maunya bareng kamu!"


"Aku telphonin bunda nie ya!" ucap Nada memperingati.


"Ehhh ia ia ia, aku balik" Ucap Kean beranjak dari tidurnya.

__ADS_1


"Aku balik ya, jangan nakal!"


"Kamu paling yang nakal" ucap balik Nada pada Kean.


"Ia aku nakal"


Cup


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh"


30 menit Kean sudah sampai di rumah, sangat sepi, kepergian Nada membuat rumah menjadi seperti dulu. "Baru dua hari kamu sudah mengunjungi Nada Key"


"Shiit" umpatnya kesal karna ia ketahuan mengunjungi Nada di kediamana tante Ayra.


"Yah....Kean minta bawa Nada kembali, dia istriku yah!"


"Istri.... ?" Kenan menyimpulkan tawanya


"Aku yang bertanggung jawab pada Nada yah" ucap Kean meyakinkan.


"haa haa haa lucu sekali. Bertanggungjawab? Bahkan hatimu saja masih wanita lain"


"Aku berjanji yah, aku akan bertanggung jawab pada Nada"


"Caranya?" tanya Kenan kepada putranya


"Bagaimana kalau mulai besok kamu mulai hidup mandiri bersama Nada, misal mencari kerja sampingan untuk menghidupi istrimu dan membina rumah tangga berdua denganya, lalu kamu juga harus bisa bertahan hidup hanya bersama Nada?" Yah itu suara sang ibunda yang memberikan ide konyol seperti itu.


"Tidak buruk" ucap ayah Kean


"Ide konyol" Kean berjalan meninggalkan kedua orang tuanya, ia kesal karna ibundanya memberikan ide sekonyol itu.


"Hanya itu Key pilihanya agar kamu bisa kembali kepada Nada" ucap ayahanda.


"Lupakan" ucapnya lalu mengacungkan kelima jarinya sebelum punggungnya menghilang dari pandangan kedua orang tuanya.


Drrrtttt


Drtttttt


"📞Nad"


"📞Assalamualaikum, salam dulu Key!"


"📞Waalaikumsalam Nad"


"📞Kenapa"


"📞Yakin gak pengin pulang?"


'pengin banget Key'


"📞Gak mau Key, disini lebih asik"


"📞Tadi bunda memberi saran agar kita hidup berdua, tanpa mereka"


"📞Yang benar saja Nad, aku harus mencari kerja sampingan untuk membiayai kehidupan kota"


"📞Bukanya itu tanggung jawabmu Key, kenapa kamu tidak berani dasar cemen "


"📞Yaaa yaa yaa akan aku pikirkan lagi tawaran ibunda."


tut


tut


tut


"Dasar gak sopan" ucap Nada kesal


*


Pagi ini Kean sudah bersiap di depan rumah Via, dia menanti Nada keluar dari rumahnya. "Loh bunda ko disini?" tanya Kean yang keluar bersama Nada.


"Kamu ngapain disini Key?"


"Jemput Nada lah" ucap Kean


"oooo" hanya itu jawaban untuk Kean "Ya udah Nada hati hati yah, jangan lupa hubungi bunda kalau udah sampai" Ucap Zela sambil berpelukan.


"Berasa gue anak tiri" gerutu Kean


" Bentar lagi jadi anak tiri kalau kamu gak putusin Bunga" sewot Zela


"glek" Kean menelan ludahnya, bahasa ibundanya begitu kasar.


"Astaghfirulloh bunda" ucap Kean


"Udah sana berangkat" usir Zela, kemudian Nada menyalimi ibundanya disusul oleh Kean. "Jangan ngebut, awas kamu ngebut."


15 menit kemudian, Kean dan Nada sudah keluar, di sana sudah ramai anak kelas XI yang mengantri di bis masing masing. "Bareng gue inget satu bis" pinta Kean yang menarik tangan Nada.


Namun setelah sampai di depan bis Kean melepaskan tangan Nada begitu saja, di depanya ada Bunga yang sedang menarik kopernya. "Key..."


'Dia berangkat bareng Nada, jadi ini alesan dia gak jemput aku......'


"Hai Nga?" sapa Kean pada Bunga.


Perlahan tapi pasti Nada mundur, ia berbalik menuju bis lainya. Hampir saja air matanya tumpah namun teriakan Santi dan Bara yang melambaikan tanganya membuat sudut bibirnya tertarik.


'Selalu ada mereka yang membuatku nyaman'


Bara dengan sigap mengambil tas Nada, dan Santi menarik tangan Nada.


Setelah beberapa jam, mereka sampai di Bali, mereka menggunakan transportasi udara, karna jika menggunakan transportasi darat akan memakan waktu 15 jam lebih.


Sesampainya di Bali mereka menikmati makanan dilanjutkan istirahat dan sholat di kamar masing masing. Satu kamar berisi 2 orang siswa, kebetulan Nada dengan Bunga masuk dalam satu kamar yang sama. Mereka saling diam dengan pemikiran masing masing.


"mmmm Nad, kamu mau ini?" ucap Bunga menawarkan, Nada menggeleng.

__ADS_1


" Gak makasih Nga" ucap Nada dengan senyum tipisnya.


tok


tok


tok


"Bunga"


"Bunga"


ceklek


Nada yang keluar membuat Kean salah tingkah "Nada...." Kean mati kutu, melihat Nada tanpa ekspresi seperti ada yang berdenyut disana.


" Siapa Nad?"


"Kean cari kamu Nga"


drrrttttt


drttttttt


Disaat Bunga keluar menemui Kean, Nada mengangkat telephone dari sang bunda.


"📞 Sayang Assalamualaikum, kemana aja si? "


"📞Ia bunda Waalaikumsalam, ini baru bersih bersih."


Kean menelan ludahnya kembali, Ibundanya sempat sempatnya menelphone Nada tapi tidak menelphone dirinya.


"📞 Sudah sampai Nad?"


" 📞Sudah bunda, ini Nada di kamar"


"📞 Sudah makan sayang?"


"📞Sudah bunda sayang, ini udah kenyang, bunda lagi apa, ayah udah pulang kerja?"


Kean yang memasuki kamar Bunga hanya memperhatikan Nada yang dengan santai dan asiknya bercanda dengan orang tua kandungnya.


"Ayo kita ke pantai lihat sun set!" ajak Bunga pada Kean. Kean mengangguk dan berbalik meninggalkan Nada.


"Nad duluan" ucap Bunga sambil menepuk pundak Nada.


Yah teman temanya sudah berkumpul di pantai untuk menikmati keindahan matahari di sore hari. Mereka masuk dalam satu bis, Bara dengan Nada, Bunga dengan Kean.


"Nad mau ini?" Santi menunjukan makanan ringanya pada Nada. Nada mengangguk, lalu dengan cepat Bara mengambilkanya.


"Makasih" Ucap Nada kemudian kembali memposisikan duduknya. Bara mengelus kepala Nada dengan lembut.


'Pake ngusap kepala lagi' Wajah Kean jelas tergambar rasa kekesalanya. Tempat duduk Kean itu di belakang, sedangkan tempat duduk Nada dan Bara itu di tengah, sehingga pemandangan itu sangat mudah dilihat.


Sesampainya di pantai, seorang guru menginstruksikan siswa dan siswi untuk berlari 500 meter, haluan kanan untuk siswa, sedangkan haluan kiri untuk siswi. Mereka berlari sambil menunggu matahari terbenam.


"Ahhh" Bunga berjalan sempoyongan, melihat itu Nada mencoba membantu Bunga.


"Kamu gak papa Nga?" Bunga mengangguk, lalu Nada meminta Bunga untuk istirahat sejenak.


"Nih" Nada membukakan botol minuman untuk Bunga. Mereka kembali berjalan mengitari air, dan Nada sesekali berlari kecil di atas ombak yang besar.


"Nad, boleh aku tanya sama kamu?" Nada menatap saksama wajah Bunga yang serius itu lalu menganggukinya.


"Apa kamu menyukai Kean?"


a


Deg


Nada mematung, ia berdiam tanpa mengatakan apapun. Bibirnya kelu dan rasanya ia takut mengakui hal itu apalagi di depan pacar suaminya.


Pyuk


"Nada awas!" Nada yang tersered ombak, ditarik oleh Bunga, dan Bunga mencoba menolong Nada.


Tapi apakah Bunga sadar bahwa ia tidak bisa berenang sama sekali. Kali ini justru Bunga yang kewalahan karna ia tak bisa berenang.


Kean menyelamatkan Bunga sedangkan Nada diselamatkan oleh Santi dan Bara. Kean dengan cepat memijat dada Bunga, tak lama Bunga pun bangun dan dipeluk oleh Kean. Pemandangan semesra itu tak luput dari Nada.


Kean berjalan ke arah Nada dengan tatapan tajamnya seolah siap menerkam mangsanya.


plak


tes


tes


'Baru kali ini Kean menamparku'


Wajah Nada yang tadinya tegap mendadak menunduk, ia akui bahwa ia salah, karna membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.


"Sekali kali otak itu buat mikir, Bunga itu gak bisa berenang"


Visual


Kean



Nada



Bara



Bunga


__ADS_1


__ADS_2