Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
75


__ADS_3

"...." Nada diam, tidak ada pergerakan pada Nada. Kean kembali memeluk Nada erat.


"Itu Fidan Nad, orang yang menyusup rumah kamu, dan orang yang mengejar kita lalu orang yang kemungkinan merusak mobil kamu adalah Fidan, karna memang mereka telah memberi pelacak pada mobil kamu." Nada diam, ia masih mendengarkan jeli ucapan Kean.


"Aku sudah tidak mencintai Bunga, aku hanya mencintai kamu seorang Nad, hanya kamu, cuma kamu dan sampai kapanpun tetap kamu"


Barulah Nada diam, ia tidak memberontak dirinya derengkuh sebegitu kuat oleh Kean. Entah kenapa Nada menjadi sangat penurut padanya.


"Aku butuh bukti Nad, buat jeblosin Fidan ke penjara dalam waktu yang lama, kalau cuma bukti pelecehan seksual dan pencemaran nama baik aja gak cukup, kali ini percobaan pembunuhan yang dia lakuin udah kelewat batas."


"....." masih dengan bibir yang terkatup rapat dan mata yang mengeluarkan kristalanya.


Kean melepaskan pelukanya lalu membingkai wajah cantik itu, wajah dengan hijab berwarna coklat. "Aku gak bisa bayangin segila apa aku kalau kamu dan Cashel kemarin yang mengendarai mobil Nad, aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri karna gagal menjaga kamu."


Nada mengangguk mengiyakan, "Maaf" ucapnya lirih. Kean tersenyum, dengan senyum yang begitu manis.


"Tak apa, itu tandanya kamu masih sangat mencintaiku, buktinya kamu cemburu" ucapnya dengan senyumnya. Nada masih belum bisa tersenyum. Namun jujur perlakuan Kean saat ini membuatnya lega.


'Aku bukan cemburu, tapi aku hanya takut masa lalu yang begitu pahit terulang kembali Key'


'Ini baru awal, dimana aku akan menerimamu kembali, aku takut kamu akan berpaling seperti dulu dan menyakitiku seperti dulu'


"Nad, percaya sama aku, cintaku hanya untukmu, sayangku juga untukmu, bahkan nyawaku juga akan aku tukar untukmu jika Alloh menghendaki"


'Inginya aku percaya, tapi aku takut kecewa'


grep


Nada memeluk kembali Kean yang saat ini masih di depanya. Ia lupa ada Bintang yang sedang menungguinya. Dan mungkin saat ini Langit juga sudah kembali.


"Nad boleh aku meminta sesuatu sama kamu?" tanya Kean, Nada melepaskan pelukanya lalu menganggukan kepalanya. "Berdamailah dengan hatimu, maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya" jelasnya kepada Nada.


"Aku tidak meminta kamu untuk memaafkanku, tapi orang orang disekitarmu, Bintang, Langit, Bara dan semuanya, berdamailah, agar hatimu lebih tenang."


Nada tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya. Lalu Kean mengajak Nada keluar, tidak etis rasanya masih ada tamu di luar, mereka malah berduaan di kamar.


Melihat Kean dan Nada keluar, Langit dan Bintang berdiri, bangkit dari duduknya. "Kita dapet buktinya Key" jelas Langit kepada Kean.


"Lekukan sesuai rencana, kalau bisa buat dia mendekam di penjara dalam waktu yang lama" jelasnya kepada Bintang dan Langit.


Langit dan Bintang mengangguk, Langit menyenggol Bintang agar segera berpamitan, sepertinya sangat mengganggu kalau berlama lama di rumah mereka. "Kita balik ya Key, nanti kita kumpulin semua buktinya dulu, setelah itu kita susun rencana kembali" jelas Langit kepada Kean. Nada masih saja membatu, padahal Kean baru saja meminta Nada berdamai dengan mereka.


"Nad kita pamit yah!" ucap Bintang kepada Nada. Nada menganggukinya tanpa berniat mengatakan bahwa Nada akan memaafkan mereka.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Kean kecewa karna Nada belum bisa memaafkan Langit dan Bintang, tapi mungkin ini adalah ujian bagi Langit dan Bintang. Kean saja yang sudah sejauh ini belum mendapatkan maaf dari Nada.


Nada berbalik ke kamarnya, Berbeda dengan Kean yang mengantarkan Langit dan Bintang. "Zain nanyain loe" ucap Bintang, yah Kean paham, lelaki itu pasti mencarinya, apalagi Zain pernah mengatakan tertarik pada istrinya.


"Salamin aja, dan gue minta maaf sampai saat ini belum bisa temuin danjengukin dia" Bintang menepuk pundak Kean.


"Gue tau akhir akhir ini berat buat loe, apalagi lihat loe yang berjuang agar Nada kembali seperti dulu" Kean mengangguk, Langit yang ada di sampingnya juga ikut menepuk pundaknya.


"Semangat bro, ini yang loe tunggu tunggu selama 7 tahun kan, jangan di sia siain, dia wanita paling berharga yang loe miliki" ucap Langit lalu mereka pamit pergi.


"Ngit, Tang...." mereka berbalik menatap Kean.


"Sori kalau Nada belum bisa maafin kalian" Mereka mengangguk kompak.

__ADS_1


"Loe aja sabar, masa kita gak sih" mereka menghormatkan tangaya kepada Kean. "Kita cabut" ucapnya yang kemudian batang hidungnya sudah masuk ke dalam awak mobil.


"Thanks"


* *


drrrt


drrrt


drrrt


"📞 Hallo Assalamualaikum bun, gimana?"


"📞 Waalaikumsalam Key, ayah bunda di bandara, kamu bisa jemput? "


"📞Maaf bun, Kean sedang tidak enak badan, bagaimana kalau sama pak Sono"


"📞Kamu sakit sayang?"


"📞Ada sedikit masalah yah, bun, jadi Key gak bisa pergi kemana mana"


"📞Baiklah, bagaimana kabar Nada dan Cashel"


"📞Mereka baik yah, Cashel masih di sekolah."


"📞Ya sudah biar bunda yang jemput sekalian. "


"📞Makasih yah bun"


Setelah percakapan singkat dengan orang tuanya, Kean berjalan memasuki kamar Nada, dari bilik pintu Kean mendengar Nada baru saja menerima panggilan. "Siapa Nad?" Nada diam, ia bingung ingin mengatakan apa.


"mmmm Key...."


"Kak Kenzo mau ke Jakarta, dan dia-" ucapan Nada terpotong oleh Kean


"Suruh kesini, aku berhutang banyak sama dia!" Lega sudah ketika Kean mengijinkan Kenzo berkunjung ke rumahnya.


"Ia Key"


"Nad..."


"Yah....?"


"Boleh minta tolong ambilin makan" Nada lupa benar benar lupa bahwa detik waktu sudah menunjukan pukul 13.45 itu tandanya makan siang dan minum obat Kean sudah terlewat.


"Astaghfirulloh Key, aku sampai lupa" jelasnya kemudian menarik tangan kiri Kean yang tangan kananya memegang botol infus.


Nada dengan telaten mengambilkan makan, lalu menyuapinya perlahan. Mata Kean fokus kepada Nada yang tengah menyuapinya. Wajahnya saja sudah adem panas dilihatin oleh Kean.


"Kamu udah sholat?" Nada menggeleng, dirinya kan sedang tidak sholat.


"Lagi libur"Jelasnya kepada Kean dengan malu, hal seperti ini tabu menurutnya jika dikatakan pada Kean. Kean kikuk juga, ia juga sebenarnya bingung mau menanggapi apa.


"Aku mau sholat dulu Nad" Jelasnya kepada Nada. Nada membantu Kean melaksanakan sholat. Setelah selesai Kean kembali istirahat ke kamarnya.


Sedangkan Nada menyiapkan makanan untuk ibunda dan ayahanda, Cashel, dan tamu yang amat sangat Nada rindukan. Tak lama dentingan bell rumah terdengar. Nada dengan cepat membukanya.


"Bunda....Ayah...." Nada mencium pucuk tangan ayah dan bundanya, tak lupa sang bunda memeluk Nada.


"Cashel gak di cium ini mah?" Nada lalu berjongkok dan membanjiri putranya dengan ciuman. "Papah mana mah?"

__ADS_1


"Ia Nad, gimana kabar Kean, denger dari Cashel katanya Kean kecelakaan."


"Kean baik bun" seru Kean yang muncul dari tangga berjalan tertatih membawa standar infus. Zela berlari memeluk putranya, walau bagaimanapun seorang anak bagi seorang ibu tetaplah putranya yang selalu di anggap masih kecil.


Awh


Awh


Awh


Awh


"Sakit bun" Ucapnya mendapat pelukan tiba tiba. Zela meneliti Kean yang bahkan tidak ada luka serius di tubuhnya.


"Gak ada yang luka Key" Lalu Kean berbalik membuka bajunya, membuat Zela ternganga. "Astaghfirulloh Key... gimana ceritanya?" tanya Zela panik, sangat panik. Kenan sendiri yang berada di belakang Zela ikut panik.


"Ada apa sebenarnya Key?" tanya Kenan penasaran.


"Panjang ceritanya yah, intinya Nada sedang diincar, dan sangat berbahaya jika Nada keluar sendiri." ucap Kean menjelaskan singkatnya.


"Assalamualaikum" Suara itu suara yang sangat Nada kenal, suara yang selalu dirindukan.


"Waalaikum salam" Sosok lelaki tampan jangkung, berdiri di depan pintu yang belum sempat tertutup itu.


"Ka Kenzo...."


Grep


Nada berlari masuk dalam pelukan Kenzo, lelaki yang selalu memarahi Nada, mendidik Nada dengan sangat keras, sampai Nada seperti saat ini. Sosok Kaka yang sangat protektif pada Nada. Meskipun bukan kakak kandung, tapi hubungan mereka seperti saudara kandung.


Ada segurat rasa cemburu pada Kenzo, yah dia Kean, ia tidak suka Nada berada di pelukan lelaki lain, apalagi sampai air matanya turun dan jatuh di pelukan lelaki yang dianggap oleh Nada itu kakanya.


Alea disana, mengusap surai hitam milik Nada. Alea tidak cemburu pada Nada. Nada tersadar lalu mengalihkan pandanganya pada Alea. "Ka Alea..." lagi air mata itu juga turun Alea mendekap Nada sama seperti Kenzo mendekapnya.


"Sudah jangan nangis, nanti kakak kamu melo Nad, kasian dia kalau lagi sedih mikirin kamu." Nada melepaskan pelukanya dari Alea yang sedang menggendong putrinya.


"Gimana kabar kamu Nad?" mendapat pertanyaan itu sungguh Nada sedih, beberapa hari tinggal di Jakarta, Nada kelimpungan, banyak sekali masalah yang menimpanya. Ia lupakan orang orang yang menonton mereka.


"Kak .... Nada...." Mendadak air ata itu juga kembali menetes membasahi pipi dengan deras. Kenzo mendekat, lagi memeluk Nada dengan penuh sayang, tidak Alea tidak cemburu, tapi kali ini Kean yang sangat cemburu, juga keluarga Kean yang sedikit merasa aneh kepada lelaki yang saat ini memeluk Nada.


"Tenang yah, sekarang sudah ada Kean yang melindungi kamu." Mendengar Kenzo menyebut nama Kean, Nada melepaskan pelukanya lalu menatap Kean yang saat ini menampilkan ekspresi aneh kepada Kenzo.


Kean paham, ini bukan saatnya mencemburui istrinya dengan sosok lelaki yang ia yakini menjadi kakanya Nada. Kean berjalan mendekati Kenzo, lalu ia berdiri di depan Kenzo, ingin sekali ia sungkem kepada orang yang sangat berjasa dalam hidup Nada.


"Kak....." Melihat wajah Kean sungguh ingin sekali Kenzo memukulnya.


"Key dia..." Kean mengangguk mengerti apa yang hendak di ucapkan oleh Nada.


"Cashel crita banyak tentang kak Kenzo." Kenzo mengangguk, lalu Kean mendekati Kenzo, untuk menyalami dan yah setidaknya sedikit pelukan agar terlihat akrab.


"Pangeran...." Panggil Cashel


"Kak .... Shel, panggil Kak" tegur Pangeran.


"Om tante, kenalkan saya Alea dan ini Kenzo suami saya, Pangeran dan Queen anak saya" sapa Alea pada kedua orang tua Kean. Mereka saling berjabat, dan memeperkenalkan diri.


"Iah Alea kami orang tuanya Kean dan Nada, oh ia.... Lebih baik putrinya di tidurkan dulu di kamar Nada yah, kasian itu, pasti lelah banget dedenya" jelasnya yang melihat Queen dalam gendongan Alea dalam posisi tidur.


"Ia ka ayok...." Ajak Nada pada Alea


"Mari nak Kenzo, om pengin bicara banyak sama kamu" ajak Kenan yang saat ini telah tau siapa lelaki yang di panggil kak itu.

__ADS_1


"Ia om, tante, tapi sebelumnya, bolehkan saya berbicara dengan Kean terlebih dahulu?"


__ADS_2