
Aku ingin kamu yang menemaniku membuka pagi hingga melepas senja menenangkan malam dan membagi cerita
* *
Mendadak ucapan Kenzo terngiang dalam fikiranya. Tadinya ia ingin menolak, tapi kenapa dengan tubuhnya yang tak bisa mendorong Kean. Dan kenapa ucapan Kenzo selalu terngiang di kepalanya.
Kean putus asa, diamnya Nada bukanya jelas kalau dia belum siap. Kecewa itulah yang dirasakan Kean. Lalu Kean beranjak hendak melepaskan Nada dari kukunganya.
"Key....." Kean menatap Nada yang memegang lenganya tiba tiba, seolah mencegahnya pergi dari posisinya.
Nada menganggukan kepalanya pada Kean "Aku mau" Ucapnya dengan gugup. Hanya dua kalimat mampu membuat jantungnya berdesir dan memacu dengan cepat.
Mata Kean berbinar, hatinya sangat bahagia mendapat persetujuan dari Nada. Perlahan tapi pasti Kean mulai mengikis jarak di antara mereka.
"Kamu yakin Nad?" Nada justru tidak menjawab pertanyaan Kean. Wajahnya ia telungkupkan di dada bidang Kean.
"Kalau kamu gak mau ya udah" ucapnya lirih yang masih terdengar di telinga Kean. Kean menyimpulkan senyumnya, lalu mendorong bahu Nada hingga membuat Nada yang menekuk kepalanya di dada Kean terlihat dan setara dengan wajahnya.
Kean menatap saksama wajah cantik istrinya. Iris matanya saling nertemu. Tatapan keduanya sungguh dalam dan penuh makna.
'pagi yang panjang akan segera kita lalui Nad'
'Dan kita akan mengulangi malam yang panjang seperti dulu'
'Hanya saja kali ini kamu adalah ratuku, dan akan aku perlakukan selembut mungkin'
Lihat wajahnya memerah, pipinya berseri, pandanganya kembali menunduk. "Pengin gigit kamu Nad" lirihnya gemas terhadap Nada. Nada yang mendengar itu menjadi lebih salah tingkah.
"Coba gigit, kalau berani?" Tantang Nada pada Kean. Kean berdecak "ck" sungguh Nada mulai berani padanya.
"Jangan nyesel kalau udah di gigit Nad" kalimatnya parau tepat di leher Nada, membuat area sensitive Nada lebih terangsang.
cup
Kean mengambil jemari Nada lalu mencium tanganya perlahan. Sungguh hanya mencium tanganya saja Kean tidak berani memimpikanya.
Ciuman di tangan adalah suatu bentuk hormat atau etika sopan
cup
Dimulai dari kecupan singkat di kening lalu menatap wajah cantik Nada. "Gemes banget si istri aku"
Ciuman di Dahi seringkali disimbolkam sebagai bentuk komitmen dan penghargaan antara pasangan
cup
Berlanjut mencium ke dua pipi Nada yang cuby "Pipi apa bakpao ini sih?" Kean menoel pipi Nada, dulu juga udah cuby, tapi sekarang justru lebih berisi. Nada terkekeh, Kean ini ternyata jago gombal juga.
Ciuman di pipi adalah suatu bentuk penyampaian perasaan sayang secara ringan
'Ia sih, dulu juga bucin banget sama Bunga'
'Dan..... Mudah mudahan Kean benar benar tidak akan pernah menyakitiku lagi'
Bibir ranum itu, sungguh menggoda Kean untuk segera menikmatinya, mencumbuinya dan mengulang kembali semua kejadian hari ini setiap waktu.
cup
Kean mencium sekilas bibir Nada. Lalu menikmati kembali pemandangan menenangkan yang saat ini beeada tepat di bawah tubuhnya.
__ADS_1
Ciuman di bibir singkat itu dapat diartikan bahwa seseorang sedang menggodamu
Cup
Mata mereka saling menutup, menikmati sensasi hangat antara dua lidah yang saling bertaut, menari dan memperdalam ciumanya.
Ciuman bibir lama tandanya seseorang ingin menunjukan rasa sayang dan gairah yang dimiliki
Sapuan hangat yang saling menerpa perlahan memanas. Apalagi ketika dua insan yang tengah memendam rindu ini saling memadu kasih.
*
Sepanjang perjalanan Nada hanya diam, ia tidak berani menatap Kean yang sedang menyetir di sampingnya. Sungguh Nada malu, setelah kegiatan panas di pagi hari mereka. Bahkan seucap kata tak keluar dari bibirnya.
Sedangkan Kean kebalikan dari Nada, fokusnya memang menyetir tapi hampir setiap menit ia memperhatikan Nada, lalu menyimpulkan senyumnya. "Kenapa si, dari tadi diem mulu?" tanya Kean, yah sebenarnya Kean juga tahu Nada malu, Kean hanya ingin mencandai Nada.
Nada tersenyum lalu memalingkan tatapanya yang tadinya fokus pada jalanan kini menatap Kean yang tersenyum manis padanya. "Malu?" Mendadak Nada memfokuskan lagi pandanganya pada jalanan.
'Udah tau malu ngapa di tanyain si Key'
'Sebel banget sama Kean'
"Cantik kalau lagi malu gitu" goda Kean kepada Nada, membuat wajah Nada bersemu merah.
plak
Sebuah pukulan di lengan Kean Nada daratkan. "Keannn iihhhh sebel banget sama kamu" kesal Nada pada Kean yang sejak tadi menggodanya.
"Sebel apa demen?" tanya Kean ulang.
"Sebel"
"Keannnnnnnnn" Nada berteriak mengintrupsi Kean agar tidak menggodanya kembali.
"Gitu dong, jangan dicuekin yank!" jelasnya pada Nada. "Berasa aku punya salah sama kamu, kalau aku didiemin sama kamu" ungkapnya yang kemudian mengambil tangan Nada dan menciumnya.
"Siapa juga yang nyuekin" ucap Nada yang bahkan wajahnya saat ini bersemu, karena tatapan Kean yang tak lepas mengalihkan indra penglihatanya daei paras Nada.
"Gak nyuekin tapi di diemin" ungkapnya, yang kemudian terhenti karena mobil telah berparkir di sebuah restoran mewah.
Ceklek
Kean berjalam memutari body mobil lalu membukakan pintu, agar Nada turun dari mobil "Silahkan tuan putri yang cantik" ucapnya kepada Nada yang disambut senyum indah.
"Mesra banget sih" ledek Nada pada Kean, yang menyambut tangan Kean sehingga jari mereka saling bergenggaman.
"Karna kamu spesial Nad" ungkapnya dilanjutkan langkah menuju restoran yang tampaknya sepi pengunjung.
Sesampainya di sana ada Bintang, Langit, Zen dan teman teman mereka. "Asik.... berasa bumi milik kalian aja deh" ledek Langit yang berada di tengah antara Bintang dan Zen.
Bintang dan Zen saling tatap, yah dua sejoli ini pernah menaruh perasaan suka pada Nada. Kalau Zen hanya sekedar rasa tertarik, tapi Bintang.... Hatinya masih utuh dengan nama Nada.
Meski jauh di lubuk hati Bintang, ia sadar diri, sadar sesadar sadarnya bahwa cintanya memang tidak akan pernah terbalas. Karna apa... Yah, Nada hanya mencintai Kean, entah dulu entah sekarang.
"Bumi milik Nada, yah Kean Pribumi milik Qaira Nada Assalwa" jelas Kean yang mengeja satu persatu nama keduanya. "Ya kan sayang?"
Nada mengangguk lalu memberikan senyumnya pada Kean. Nada kikuk, diperkenalkan secara terang terangan ternyata membuatnya tidak terbiasa, jelas saja teman teman Kean hampir 20 orang disini.
"Anjir" sorak salah satu dari mereks
__ADS_1
"Jomblo disini woi inget bos"
"Ngiler gue liat mesra mesra gitu"
"Lambaikan tangan"
Sedangkan Bintang merasa guratan sakit yang membuat hatinya seperti di tikam belati. Tapi... Apalah daya, Nada datang bersama dengan Kean. Tidak hanya datang, tapi tampil mesra di hadapan semua orang. Itu tandanya mereka telah kembali.
"Nad.... Kenalkan, dia Zen mantan pasien kamu yang rese" Nada tersenyum mengingat pertemuanya dengan Zen adalah cara Alloh menyatukan kembali rasa cinta di antara mereka.
"Sialan loe Key, rese rese gini, gue adalah alasan loe bisa gandeng istri loe yang cantik ini" Kean tertawa hambar.
"Ck. Dendaman amat mas" jawab Kean tak mengelak, nyatanya Alloh sayang sama Kean. "Ia ... ia gue akui kalau loe alasan gue bisa gandeng istri tercinta gue kembali."
Kean melepaskan tangan Nada lalu berdiri di belakang Nada, memegang bahunya dan menatapnya intens"Gayss.... Kenalin ini Nada, istri saya tercinta yang selama ini hilang, nama panjangnya Qayra Nada Assalwa seorang dokter muda cantik yang telah menjadi ibu dari anaku"
"Kean..."
"Husst, please ijinin aku kenalin kamu sama mereka semua" ucap Kean meminta persetujuan Nada.
"Gadis di sampingku ini....."Kalimat Kean terjeda, rasanya sesak sekali menceritakan cerita ini " adalah istri yang pernah aku sakiti, pernah aku gores hatinya kian dalam sampai dia pergi meninggalkan aku selama 7 tahun"
"......" Semua diam, mendengar saksama ucapan Kean, padahal Kean masih menjeda ucapanya.
"Padahal saat dia pergi, ada darah dagingku - yang sedang tumbuh di rahimnya" Kean kembali mengambil nafas dalamnya "Selama 7 tahun, perasaan salah ini menghukumku, membuatku menjadi pendiam yang tidak peka dengan kehidupan sekitar."
bruk
Kean menjatuhkan lututnya hingga posisinya berdiri dengan lutut sebagai tumpuanya. Ia raih jemari milik Nada lalu menatap matanya dalam.
"Dalam kesempatan ini Nad, ijinkan aku meminta maaf kepadamu di depan banyak orang." ucap Kean yahhh jelas Nada tak mengijinkan.
Nada menggelengkan kepalanya agar Kean tidak melakukanya. " Maaf" serunya lantang "Maaf sekali lagi Nad, maukah kamu memaafkan aku di depan mereka semua" Nada mengangguk kepada Kean, Nada saja sudah menangis sejak tadi, apalagi mereka yang notabeneya adalah anak buat Kean.
bruk
Kean memeluk Nada, membuat semua orang yang ada di sana yang tadinya merasa sedih menjadi sebuah kekaguman bagi mereka. "I love you Nad, I loev you" lirihnya di telinga Nada.
"me too Key, I love you" Kean melepaskan pelukanya pada Nada, lalu menghadapkan Nada pada Langit dan Bintang.
"Katakan Nad, kamu juga akan memaafkan mereka kan?" ucapnya lirih tapi masih terdengar oleh mereka.
"Nad, aku.... aku... maaf Nad" Ucap Langit terbata kepada Nada. Langit juga menjatuhkan lututnya tepat di hadapan Nada, disusul oleh Bintang.
"Aku juga Nad maafkan semua kesalahanku" timpal Bintang
Nada mengangguk mengiyakan " Aku sudah memaafkan kalian" ucapnya pendek lalu tersenyum. " Bangunlah Tang, Ngit, aku sudah benar benar memaafkan kalian" ucap Nada kembali.
Zen menanting Bintang dan Langit yang masih berlutut. "Hari ini kalian pesta, aku yang traktir" Seru Kean dengan semangat.
"Horeee, kita makan gratis" Bahagianya mereka yang medapat makanan gratis. Padahal mereka kaya, tapi karna ink adalah kebahagiaan ketua geng kopdar, mereka seakan merasakan Keanya kembali.
"Ayo kita makan juga!" ajak Kean pada mereka agar ikut duduk dan menikmati makanan yang telah dipesan.
"Key.... aku ke toilet sebentar" pamit Nada pada Kean. kean mengangguk.
"Perlu ditemani?" Nada tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
Setelah Nada selesai dari toilet, ia dapati sosok Bintang di sana. Sosok lelaki tampan yang sedang berdiri bersender di tembok. "Tang"
__ADS_1
"Apa kamu bahagia Nad kembali pada Kean?"