
"Aku masuk assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Nada berjalan meninggalkan Kean yang masih menatapnya serius. "Nad" panggilnya membuat Nada berbalik menatap Kean.
Kean mengacungkan tanganya, agar Nada menciumnya. Nada sempat ragu, tapi sejatinya Kean memang suami sahnya, dan gelar itu belum hilang sampai detik ini.
Nada dengan ragu menerima uluran tangan Kean lalu menciumnya. Sesaat ketika Nada sedang mengecup uluran tanganya, Kean berbisik padanya. "Ijinkan aku untuk membuatmu jatuh cinta kembali kepadaku Nad!"
Wajah Nada bersemu, ia langsung berbalik dan meninggalkan Kean dengan berjalan cepat. "Nad ....."
'Astaghfirulloh'
'Apa lagi si Key'
Nada berbalik menatap Kean yang saat ini berjalan mendekat. "Kuncinya...."
"Lalu kamu?"
"Aku naik motor pulangnya, nanti aku jemput kesini jam 2" jelas Kean pada Nada. Nada mengangguk mengiyakan.
"Kerjanya hati hati" ucap Kean kepada Nada. Nada menganggukinya, lalu berjalan masuk ke IGD.
"Hai dok" tanya dr. Diba yang sudah bersiap untuk melakukan operan dinas.
"Ceria amat Qay." Nada tersenyum ramah pada dr muda yang umurnya lebih tua dari Nada. "Qay nitip pasien observasian yah, ICU penuh dan dia menunggu antrian masuk ICU. "
"Pasien apa?" tanya Nada
"Masuk dengan penkes dd hiperglikemia e.c hipotensi." Nada mengangguk. Lalu berjalan bersama menuju ruang observasi tersebut, ruangan khas dengan monitor yang berbunyi tit tit tit tit itu menjadi khasnya pasien dengan penurunan kesadaran dan pasien observasian.
penkes adalah penurunan kesadaran
hiperglikemia adalah peningkatan jumlah gula dalam darah.
Hipotensi adalah tensi rendah
Lengkap sekali, itulah biasanya keadaan pasien yang terpasang dengan 2 syring pump, monitor dan infus pump.
...Syiring pump...
"Pasien terpasang Dobutamin, dan insulin" Nada mengangguk mengiyakan.
Dobutamin adalah obat untuk membantu kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh pada orang yang mengalami gagal jantung atau syok kardiogenik.
Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat.
"Sudah di loading?" Diba mengangguk lalu melanjutkan operan pasien ruangan sebelahnya.
loading adalah pemberian cairan
"Gue balik ya Qay" Nada mengangguk mengiyakan.
"dok pasien baru" ucap Farla, perawat jaga pagi yang sering satu shift bareng. "Pasien mengeluh pusing, muter, mual, muntah bolak balik dok" ucap Farla.
Nada berdiri, lalu dengan sopan dan santun melakukan pengkajian anamnesa pada pasien maupun keluarga. Sedangkan Farla mengobservasi keseluruhan pasien.
"Infus RL 20 tpm Far, berikan injeksi ondancentron, pantoprazol selanjutnya ranitidin di ruangan, NB drip /24 jam, dipen 2A extra, untuk per osnya flunarizin 2x10, betahistin 3x1, sucralfat 3xC1 !"
ondancentron, pantoprazol, ranitidin, dipenhidramin adalah obat pereda mual
flunarizine dan betahistin adalah obat untuk meredakan pusing, sakit kepala.
"Baik dok"
Nada duduk kembali menyelesaikan status pasien yang sedang ia kaji, setelah selesai dan pasien sudah melakukan administrasi pasien dipindahkan ke bangsal biasa.
Seperti itu, setidaknya ada 10 pasien yang masuk ke IGD dalam shiftnya. Sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 14.00. Nada membuka ponselnya
Key
Jangan lupa makan siang
Key
Aku tunggu di bassement Nad
__ADS_1
Nada tersenyum, ia bahagia dengan perlakuan Kean yang perhatian seperti itu. Setelah membaca pesan tersebut, Nada bersiap siap untuk melakukan operan jaga dengan dokter jaga siang.
"dok, disuruh ketemu sama kepala bidang pelayanan!" Nada mengernyit, ada apa dengan kepala bidang pelayanan, setahu Nada ia tidak pernah bermain main dengan pelayanan.
"Ngapain Far?" tanya Nada heran. Kepala bidang pelayanan itu suami dr. Anit, yang Nada tahu ia lelaki yang sedikit genit, makanya Nada menjauhinya, bahkan ia tidak mau dekat dengan dr. Anit.
^^^Nada^^^
^^^Aku ketemu kepala bidang pelayanan sebentar^^^
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum pak"
"Masuk!"
'Bismillahhirrohmanirrohim'
Nada takut, jelas saja, dia menemui seorang lelaki yang bukan mukhrim. Dengan ragu Nada membuka pintu lalu masuk ke ruangan tersebut. "Silahkan duduk dr. Qay!" Nada masuk lalu mendudukan tubuhnya di kursi tepat di depan kepala bidang pelayanan yang bernama Fidan.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" pak Fidan menggeleng, lalu berdiri." Nada takut jelas ketika ada seorang lelaki lain yang bukan mukhrim itu mendekatinya. Apalagi lelaki ini pernah 2 kali bertemu denganya dan mengedipkan mata ganjen padanya.
...Kean...
...Menghubungi...
Yah Nada memencet tombol apapun yang ada di sana. Ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan, sesuai firasatnya saat ini.
"Saya dengar kamu dipanggil oleh pasien VVIP 2 kali benar?" Nada menggeleng lalu mengangguk.
"Ia, kepala ruang Melati yang meminta saya untuk menginfus pasien VVIP itu." Nada mulai gemetar di bawah sana ponsel Nada mulai menghubungkan percakapan antara Kean denganya.
📞Assalamualaikum Nad
📞Nad....hallo Nad
"Melakukan infus 2x dalam dua hari, itu seperti kejanggalan, apa kamu memberikan pelayanan lebih padanya?" Pak Fidan kini sudah berada tepat di sampingnya lalu memegang tangan Nada.
Kean menajamkan pendengaranya. Suara Nada sedikit gelisah dan ketakutan. Kean turun dari mobil, lalu berlari ke ruang dimana Nada berada.
"Ada yang salah dengan tindakan saya?" tanyanya saat pak Fidan duduk mendekat ke arah Nada dan mencekal tangan Nada. Nada berdiri menepisnya tapi tanganya ditarik kembali oleh pak Fidan.
"Tolong jangan kurangajar pak!" bentak Nada yang nafasnya mulai tak beraturan. Pak Fidan sendiri ikut beranjak memeped Nada.
"Jangan munafik lah, kamu seorang ibu tunggal yang membutuhkan uang kan? Saya bisa berikan apa yang...."
plak
"Jangan menilai saya seperti itu, saya tak serendah itu pak!" Jelas Nada. Pak Fidan yang ditampar mulai emosi dan memulak aksinya dengan memeped Nada.
"Tolong...."
"Kean tolong" ruangan tersebut kedap suara.
Kean mempercepat langkahnya, ia menatap papan yang menunjukan ruang kepala bidang pelayanan. Kean berlari secepatnya ketika Nada berteriak.
brak
Kali ini posisi Nada berada tepat di atas tubuh pak Fidan yah, karena Pak Fidan memaksanya dan Nada oleng lalu terjatuh.
"Anit"
"Nada" Anit memanggil Nada dengan panggilan Nada karna memang Nada satu alumni denganya, Nada adalah adik kelas dr. Anit, dr Anit satu alumni dengan Varo. Nada berdiri membenarkan posisinya.
plak
"Dasar murahan kamu Nad" Kalimat ini seperti D javu yang pernah ia dengar ketika SMA.
'Dasar murahan'
'Awas pelakor'
'Cantik si tapi perebut pacar orang'
__ADS_1
'Pinter pinter murahan'
"Nggak, ini gak seperti yang kamu kira Nit, dengerin aku" Nada mulai bergetar, ia takut kejadian masa lalu terulang kembali, dimana Nada dituduh sebagai wanita pelakor, murahan, dan suka merebut milik orang lain.
"Sayang, dia yang merayu aku" ucap Fidan merayu Anit. "Aku udah nolak tapi dia memak...."
"Enggak itu bohong" potong Nada. Anit yang memang saat datang melihat Nada di atas tubuh Fidan menjadi semakin yakin. Anita mendekati Nada dan hendak melayangkan tanganya untuk memukul Nada.
"Singkirkan tangan anda dari istri saya"
Deg
"Kean" Nada langsung berlari memeluk Kean. Kean yang tahu tubuh Nada bergetar merengkuhnya. Pundaknya basah oleh air mata.
'Ini pelukan pertama yang dimulai darimu Nad, dan hatiku sangat merindukanmu ternyata'
Kean mendudukan Nada di sofa. Lalu beranjak meninggalkan Nada. 'Apa Kean juga tidak percaya sama aku?'
Nada meraih lengan Kean, Kean yang tahu Nada menariknya kembali berjongkok lalu membingkai wajah Nada lembut "Tenang yah, ada aku, jangan takut!" Kean melepaskan jaketnya lalu memakaikan pada Nada.
"Siapa kamu?" tanya Fidan kepada Kean.
"Saya suaminya.... kamu fikir siapa saya " Tantang Kean pada Fidan.
"Haaa...haaa... setau saya Nada gak pernah punya suami" itu Anit, dia yang kenal Nada sejak lama berucap dengan entengnya.
"Benar dia hanya wanita yang haus laki laki" Kean naik pitam, dengan cepat Kean menarik dasinya lalu memukulnya.
bugh
bugh
bugh
Kean mendorong Fidan dan kali ini Kean merobohkan pertahanan Fidan.
Bugh
Bugh
Bugh
"Brengsek kamu, beraninya sama perempuan" ucap Kean kesal. Nada tak bergeming ia masih syok dengan kejadian barusan.
"tolong"
"tolong "
"Tolong" teriak Anit yang tahu sang suami dipukul habis habisan, tak berselang lama dua satpam di sana mulai berkumpul.
"Tangkap lelaki ini" satpam tersebut menarik Kean atas perintah Fidan.
"Jika kalian masih butuh nafkah untuk anak dan istri kalian, lepaskan tangan anda" ucapan Kean mampu membuat kedua satpam tersebut melepaskan Kean.
Kean merogoh kantongnya lalu menelphone direkture rumah sakit tersebut. "📞Selamat siang pak, maaf memgganggu, bisa kesini sebentar, saya ada di ruang kepala pelayanan rumah sakit, ada sedikit masalah yang ingin saya selesaikan!"
tut
tut
tut
Anggaplah Kean tidak sopan, tapi kali ini menyangkut harga diri Nada yang ia Pertaruhkan. Setelah menelphone direktur RS tersebut ia mengaktifkan ponselnya dan memutar percakapan yang terjadi antara Kean dan Nada. Disana nama Nada tertulis dengan nama istriku.
'Kean'
'Makasih'
Setelah di putar barulah Anit percaya bahwa bukan Nada yang berulah. "Saya akan proses kasus ini dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pelecehan seksual" ucap Kean kepada Anit dan Fidan.
"Memangnya siapa kamu seberani itu ?" Fidan masih menantang Kean, karena menurut Fidan Kean masih ingusan dan tidak punya kuasa apapun. Anit kicep, dia tau Kean adalah tamu VVIP yang datang dengan rombongan kopdar kemarin.
"Nak Kean?" di ambang pintu seorang wakil direktur rumah sakit datang ke sana, karna memang ia di utus oleh direktur rumah sakit tersebut.
"Pak" Kean sungkem dengan sopan pada wakil direktur rumah sakit. Anit dan Fidan saja kaget ketika melihat wakil dirut menyapa Kean. "Maaf pak, saya ada sedikit masalah dengan mereka, dan saya minta untuk memecat kepala bidang pelayanan saat ini juga" jelas Kean membuat wakil dirut semakin bingung
"Mereka menuduh istri saya menggoda kepala bidang pelayanan. Saya sudah kirim ke ponsel bapak buktinya kalau istri saya tidak bersalah. Jadi tolong proses masalah ini secepatnya!" Wakil dirut tersebut membuka pesan Kean, dan alangkah kagetnya ketika kejadian tersebut terekam jelas di ponsel Kean.
__ADS_1
Kean berjalan dengan sombongnya mendekati Nada lalu memapahnya ala bridal style, meninggalkan keributan yang sedang terjadi di ruangan tersebut. "Jangan takut Nad, mulai detik ini ada aku yang akan melindungimu"