Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
82


__ADS_3

"Gag ada" jawabnya berulang, meyakinkan Kean bahwa tidak ada apa apa. Dan Nada baik baik saja.


'Bahkan sudah seperti tadi, dia tidak mau menceritakan apapun padaku'


'Apa Nada belum percaya sepenuhnya padaku'


'Atau dia takut hubunganku dengan Bintang rusak dan berfikir itu karenanya?'


"Tentang Bintang yang menyatakan perasaanya kembali padamu Nad?" Nada kali ini melepaskan rengkuhan Kean yang tanganya sejak tadi mengusap tangan Nada.


"Bintang ngadu?" Kean menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Nada. "Terus kamu?" Alis mata Nada terangkat, matanya membulat. "Atau jangan jangan kamu....." Kean menggeleng lalu merengkuh kembali tubuh Nada.


'Kalau Kean mendengar semuanya, kenapa Kean tidak marah pada Bintang, padahal jelas Bintang menikam Kean.'


"Aku gak akan marah Nad" Nada menelan ludahnya, 'kenapa seakan Kean mampu menebak semua isi hatiku'. Kean mengecup singkat pucuk kepala Nada dengan sayang.


cup


"......" Nada diam, ia sangat menikmati sensasi yang sangat luar biasa ketika berada di dekat Kean.


"Perasaan tak pernah salah Nad," Nada mendongak menatap wajah Kean. "Yang salah jika seseorang yang mencintai juga memaksakan perasaanya untuk tetap memiliki dengan berbagai cara, meski itu bertepuk sebelah tangan dan merusak hubungan lain"


"Jangan sembunyikan apapun Nad!" Kean menyusupkan kedua tanganya dan memeluk perut Nada erat.


'Geli banget'


"...." Nada menurut dan diam, apapun yang dilakukan Kean.


"Aku seperti tak ada artinya kalau masalah kamu saja aku tidak kamu libatkan Nad" Suaranya seperti seseorang yang memasrahkan kehidupanya pada Nada.


Kali ini wajah Kean jatuhkan di ceruk Nada, membuat Nada menghindar. Sayang, Kean sudah terlebih dulu mengunci pergerakan Nada.


"Sekarang apapun yang terjadi padamu, katakan padaku yah!" ucap Kean yang meminta persetujuan Nada. Nada mengangguk mengiyakan. "Janji!" Kean mengacungkan kelingkingnya agar bertaut dengan jari kelingking Nada.


"Kangen Cashel gak?" Nada mengangguk. Sebenarnya Nada juga sangat ingin menyusul Cashel. Seumur umur baru kali ini Cashel dijauhkan dari Nada. "Telphone yah!"


Nada mengangguk lalu Kean mengeluarkan ponselnya dan membuka layar ponselnya. "Loh..... ini bukanya foto...."


"Iah foto kita dulu waktu di pantai?" Nada menarik ponsel Kean, lalu tersenyum menatap saksama benda pipih yang menampilkan foto Kean dan Nada sewaktu di pantai Pengandaran.



"Cantik yah?" Nada tersipu malu menatap wajah Kean yang sedang memujinya lalu menganggukinya. "Mau ke sana lagi bareng Cashel gak?" Lagi Nada menjawab dengan sebuah anggukan.


"...." Nada diam dan masih memandangi foto yang terpampang antara dirinya dan Kean.


'mesra banget Key'


'Waktu itu aku sangat bahagia seperti sekarang ini dan berharap waktu berhenti'


'Alhamdulillah meski sempat terpisah lama akhirnya bisa bersama lagi, terimakasih ya Alloh karena memberikan kesempatan menikmati hal yang membahagiakan ini lagi'


"Hari itu waktu kamu datang ke makam, aku menunggumu di stasiun Senen" Nada mengulang ingatanya tentang Kean yang menunggu di stasiun.


Nada mengangguk lalu menatap Kean "Aku juga melihatmu" Kean terfokus pada jawaban Nada. 'Nada melihat tapi berpura pura tidak melihat'


"....." Kean tidak ingin bertanya, walau rasanya ada sedikit sesak ketika Nada melihat Kean tapi lebih memilih berpura pura tidak melihat.


'Belajar memberi ruang untuknya Key, sudah bisa bersama kembali adalah hal yang kamu inginkan sejak dulu.'

__ADS_1


"Saat pertama kembali ke Jakarta, kita juga berpapasan, tapi...." Nada tidak melanjutkan ucapanya.


Kean merengkuh erat tubuh Nada. "Pasti sakit kan?" Kean menciumi rambut Nada dengan sayang "Dan mungkin bertemu denganku adalah kesengajaan membuka goresan luka yang luar biasa dalam hidupmu, dan aku tau itu tak mudah"


Dipelukan Kean Nada terisak. "Hikss....Kamu tahu Key...." Kean mengangguk mengiyakan apa yang belum diucapkan Nada.


"Jangan diucapkan jika sakit Nad!" pinta Kean kepada Nada.


"Aku-selalu memohon disepertiga malam, untuk bisa memiliki hatimu Key.... itu dulu, belum Alloh mengabulknya....Rasanya sangat sakit karena ternyata hatimu bahkan tidak untukku" Kean mengeratkan kembali tubuhnya pada Nada.


'Maaf Nad....Maaf'


"Dan sampai di penghujung ketidakberdayaanku Key......Aku juga memohon di sepertiga malam untuk menghilangkanmu dari hatiku Key hiks....hiks"


"Maaf Nad... Maaf"


Nada melepaskan rengkuhanya lalu berbalik menatap Kean "Tapi kamu tahu Key?" ucapnya menatap Kean dengan air mata yang berjatuhan.


'Hatiku sesakit ini melihatmu menangis Nad'


"Tapi justru Alloh hadirkan malaikat kecil kita Key, dan itu membuat aku bahkan tak bisa melupakanmu sedetikpun, hiks .... hiks" jujurnya penuh dengan isakan. Kean hanya memberikan rengkuhan untuk


Lama mereka saling berpelukan, menyalurkan rasa sedih dan emosi yang menguras hati. "Maaf Key, aku terbawa suasana jadi ngungkit masa lalu lagi"


'Trimakasih papah ucapkan padamu Chel, makasih karna kamu telah hadir dalam hidup kita'


'Jika tidak mungkin....'


"Nggak Nad, aku tahu semua sangat berat untukmu, dan aku hanya bisa meminta maaf, mungkin maaf tak akan mengemblikan semua rasa sedihmu, tapi kedepanya, aku usahakan dengan segenap jiwa dan ragaku, kamu tidak akan pernah menangis lagi, dan selalu bahagia di sisihku."


'Sudahi, masa lalu hanya akan menguras emosi dan menambah rasa sakitmu, Kean sudah berubah jadi lupakan masa lalu itu'


"Tidak akan ada Bunga yang kedua kan Key?" Kean menggeleng lalu mengecup singkat kening Nada.


Nada tersenyum mengiyakan ucapan Kean. Lalu kembali memeluk Kean dan menciumnya. Kean yang menerima respon lebih dari Nada langsung menggelitik Nada.


Ahh


"Key.....geli" keluhnya saat Kean menggerakan kepalanya mengakses leher Nada, dan menggelitik Nada, Kean tersenyum jail pada Nada.


"Mau lagi?" Nada bengong, ajakan Kean membuat separuh nyawa Nada seperti hilang. 'Padahal barusan abis nangis, masa ia langsung tempur begini, moodnya bagus banget kalau soal ginian Kean'


"Masih sakit Key" ucap Nada yang menahan wajahnya agar tidak tersipu. Sungguh hal tabu seperti ini justru Kean malah lebih suka memperdalamnya saat bersama Nada.


Kean melepaskan pelukanya, memutarnya sampai Nada tergeletak di sofa, ruang santai mereka. Posisi Kean tepat di atas Nada. "Pelan janji Nad" ucapnya lalu melanjutkan permainan ranjangnya. Bahkan mereka lupa akan menelphone Cashel.


*


"Kita langsung ke rumah om Arion aja gimana?" Nada mengangguk mengiyakan, niatnya Kean pengin banget berduaan dengan Nada di rumah, sayangnya Nada meminta untuk menyusul Chasel.


"Minggu depan udah mulai masuk kuliah kan?" Nada mengangguk mengiyakan. Lalu Nada memegang cemari Kean, membuat sang pemilik jari menatapnya.


"Kenapa?" Tanya Kean. Menatap Nada yang sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan.


"Bara satu kampus denganku Key" Mendadak kemudinya memelan. Ada sebuah kecemburuan yang bersarang di sana.


'Harus bisa kontrol emosi'


'Kalau 7 th ini saja Nada bisa kembali padaku karna rasa cintanya yang bahkan tidak berkurang'

__ADS_1


'Kenapa harus meragukan cintanya Nada'


'Apalagi dia adalah wanita yang menjunjung tinggi sebuah kehormatan'


"Key..." panggil ulang Nada pada Kean. Kean kembali dari lamunanya.


"Iah Nad"


"Apa aku cancel aja lanjut kuliahnya" Kean menggenggam tangan Nada, lalu mengecupnya.


"Aku percaya sama kamu" ucapnya kepada Nada. "Bahkan seribu lelaki yang datang padamu, kamu tidak akan pernah bisa mengganti pemilik hatinya" Nada tersenyum mendengar ucapan Kean.


"Makasih Key" ucapnya yang kemudian berhambur di dada bidang Kean memeluknya dengan cara memiringkan kepalanya dan mengeratkan kedua tanganya.


'Kean udah benar benar berubah, sudah sangat dewasa'


"Makasih untuk?" tanya Kean pada Nada.


"Kepercayaanmu Key" Kean mengucup pucuk kepala Nada.


cup


cup


"Aku belajar dari kehilanganmu Nad, semuanya berubah karenamu" ungkap Kean pada Nada.


Kean menghentikan mobilnya di sebuah toko cake, seperti saat pertama akan kembali ke rumah. "Aku turun dulu ya Key" ucap Nada yang kemudian turun.


Setelah Nada turun ternyata Kean ikut turun. "Kok ikut turun sih Key"


"Gag mau jauh dari kamu" Nada menyimpulkan senyumnya mendengar gombalan Kean. Jantungnya seperti akan melompat, sungguh akhir akhir ini sering spot jantung.


"Assalamualaikum mba, pesananya sudah jadi?" tanya Nada ramah pada pelayan. Pelayan tersebut mengangguk.


"Waalaikumsalam. Sudah mba, silahkan ke kasir untuk membayar" Kean menjulurkan tanganya memberikan dompet miliknya kepada Nada. Nada menerimanya dengan ragu. Tapi perlahan ia tapi pasti tangan itu menerima dompet Kean.



Speechless


Nada tersenyum melihat isi dompet Kean. "Kenapa?" Kean mendekat ingin tahu apa yang membuat istrinya tersenyum sebegitu bahagianya.


"Gak papa" Kean tahu pasti Nada melihat fotonya dulu saat pertama kali masuk sekolah di SMA Rajawali.


"Cantik kan?" Nada mengangguk. Lagi lagi Nada dibuat takjub dengan sesuatu yang biasa tapi bikin hatinya bahagia.


"Silahkan mba, ini totalnya" Nada mengambil dompet Kean lalu melakukan transaksi.


"Wah mba suaminya romantis banget" ucap petugas kasir yang ada di depan Nada dan melihat foto di dompet Kean.


"Iah mba, memang dia romantis banget" jawab Nada mengiyakan pernyataan kasir itu.


Setelah melakukan transaksi, Kean berjalan di belakang Nada, Nada yang masih hanyut dengan perasaanya pun tidak sadar bahwa Kean sudah membukakan pintu mobilnya.


Nada diam tapi wajahnya memerah dan memasuki mobil, ia terlalu bahagia akibat perbuatan Kean yang tidak disengaja. "Nad...." Nada menatap Kean lalu tersenyum. "Kenapa si Nad?"


"Aku bahagia banget Key" Kean menghentikan kemudinya lalu mengambil tangan Nada.


"Itu yang aku harapkan Nad, kamu akan aku buat lupa tentang air mata yang selama ini menemanimu, aku akan ganti sedihmu dengan cinta dan sayang yang utuh" ungkap Kean yakin.

__ADS_1


"Iah Key makasih, aku bahagia.... Sangat Key" jawab Nada spontanitas.


"Kita rayakan pernikahan kita mau Nad?"


__ADS_2