Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
52


__ADS_3

Ia memencet tombol on, lalu menunggu layar itu menyala, dibukanya aplikasi google, dan mulailah ia membuat email gadungan. Ia masukan beberapa foto Cashel, namun tidak dengan foto dirinya.


Di waktu yang bersamaan Kean yang sedang membuka ponsel, aplikasi emailnya muncul di jendelanya lalu Kean buka dengan malas.


Deg


"Dia...." Sebuah foto terpampang dengan layar penuh, ia amati wajahnya yang sangat mirip dengan Kean.


Dengan cepat Kean menekan tombol back, lalu mencoba mengirim pesan pada Nada


Kean06Aretha@gmail.com


Nad, itu kamu kan. Nad pulang aku mohon, aku menyesal telah menyakitimu.


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^dilihat^^^


Kean06Aretha@gmail.com


Nad please, kasih tahu aku, dimana kamu berada?


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^dilihat^^^


Kean06Aretha@gmail.com


Nad bunda sakit Nad, pulanglah Nad, aku ingin meminta maaf padamu, juga bunda dia sangat terpukul sejak kepergianmu.


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^dilihat^^^


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^dilihat^^^


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^dilihat^^^


Banyak sekali pesan yang Nada baca dari Kean hingga di ujung kalimatnya ada sebuah kalimat yang membuat Nada sangat sakit


Kean06Aretha@gmail.com


Itukah putraku Nad?Jika kamu ingin menghukumku, hukumlah, tapi jangan jauhkan anak dari ayahnya, dia juga sangat ingin bersamaku Nad. Aku rela jika kamu akan membalasku. Tapi tolong ijinkan aku bertemu dengan putraku.


^^^Cashel@gmail.com^^^


^^^Aku baik, Cashel juga baik, jadi jangan risaukan kami, mulailah hidup yang baru dengan orang lain. Aku maafkan semua kesalahanmu Key, tapi rasa sakit tetaplah rasa sakit, kecewa tetaplah sebuah rasa yang sangat menyakitkan jadi lanjutkanlah hidupmu tanpaku dan tanpa putramu. Karna kita berbeda arah dan takan mungkin bersama kembali.^^^


Kean06Aretha@gmail.com


dilihat


Nada memencet keyboard berkali kali namun aplikasi emailnya mati, dan tidak dapat digunakan.


drrrt


drrrrt


Nama Kenzo tertera di sana, Nada dengan cepat mengangkatnya.


"📞Assalamualaikum ka"


"📞Apa kamu gila, sejauh ini kita melindungi kamu agar tidak dapat terlacak oleh Kean, kenapa kamu malah memberitahu keberadaanmu?" Suara Kenzo berteriak seperti macan yang akan memangsa buruanya.


"📞Maaf Ka"


"📞Jika kamu ingin mengirim apapun kamu bisa gunakan pos dengan alamat palsu, tidak dengan email yang sangat mudah terlacak.


"📞Keluar dari email kamu, kaka sudah meminta seseorang memblokirnya"


"📞 Ia ka"


Sedangkan Kean yang mendapatkan kabar dari Nada langsung pulang, yah saat ini Kean juga sedang menggandrungi kuliah kedokteran, sama seperti Nada. "Bun" teriaknya.

__ADS_1


"Bundaaaaaa" Kean berlari menaiki tangga dan membuka kamar bundanya.


"Kean... Ada apa? Kenapa teriak teriak?" Kean duduk di samping bundanya lalu membuka laptopnya dengan cepat. "Ada apa Key?"


"Lihat bunda!" Kean memperlihatkan foto bayi laki laki yang sedang tersenyum dengan baju hitam dengan topi putihnya, sangat tampan dan mirip dengan Kean.


" Siapa dia Key, kenapa mirip kamu?" Tanya Zela kepada Kean, yah bayi lelaki itu memang sangat mirip demgan Kean.


"Dia Cashel bunda dia cucu bunda?"


"Cashel?" Jantungnya berdetak kencang, iramanya mulai meningkat, ada getaran kehangatan di dalamnya. "Nama anak kamu Cashel Key?" Kean mengangguk mengiyakan, tampak air mata Kean yang jatuh dan bundanya juga lebih dulu menitikan air mata.


"Bagaimana kamu....?" Kean membuka chatnya dengan email tersebut.


"Nada mengabariku bun" jelasnya kepada bundanya.


Aku baik, Cashel juga baik, jadi jangan risaukan kami, mulailah hidup yang baru dengan orang lain. Aku maafkan semua kesalahanmu Key, tapi rasa sakit tetaplah rasa sakit, kecewa tetaplah sebuah rasa yang sangat menyakitkan jadi lanjutkanlah hidupmu tanpaku dan tanpa putramu. Karna kita berbeda arah dan takan mungkin bersama kembali.


'Nada sudah bahagiakah dia disana'


'Sebegitu menyakitkanya yah Nad, kata kata bunda, sampai kamu tidak ingin mengabari bunda. Padahal bunda sangat rindu kamu, siang malam selalu merindukanmu, berharap kamu kembali ke sisi bunda Nad'


"Bun...." tegur Kean pada bundanya. "Bun..." sekali lagi Kean mencoba memanggil bundanya.


"Yah Key, maaf bunda terbawa suasana" ucapnya yang ternyata air matanya sudah menetes.


"Bunda nangis?" Zela menggeleng, ia tidak mau menambah beban fikiran Kean yang masih dihantui rasa bersalah pada Nada.


"Kean jahat ya bun, Kean jahat banget sama Nada, ia kan bun?" Zela menggelengkan kepalanya.


"Sudah key, sudah 2 tahun ini kamu terpuruk, dan baru kali ini bunda lihat kamu tersenyum karna melihat putramu, jangan menangis lagi Key" jelas Zela.


Miris sebenarnya melihat Kean, dia selalu menangis dalam diam, penyesalanya tiada artinya karna Nada saja ia tidak tahu kemana. "Mau cari Nada kemana lagi bunda?"


"Kenapa tidak memberitahu ayahmu Key, Nada bisa saja terlacak saat sedang mengirimkan email kepadamu?" saranya pada Kean.


Kean menghembuskan nafas beratnya dengan kesal, "Sudah bun, tapi emailnya sudah ditutup" kesal Kean kepada keadaan yang tidak berada di sampingnya.


*


5 tahun kemudian


"Sampai kapan kamu akan tetap disini Nad, kaka sudah carikan rumah sakit yang sedang membutuhkan dokter umum, dan itu ada di Jakarta, meskipun tempatnya sedikit pelosok. " jelas Kenzo


"Kaka ngusir Nada?" Kenzo naik pitam dibuatnya.


"Nad, dengerin kaka, kamu udah lulus intership juga udah selesai kan, dan kini saatnya kamu aplikasikan ilmu kamu" Yah Nada sudah lulus menjadi seorang dokter dan sudah menyelesaikan intershipnya.


"Maksud kaka apa si?" Kenzo memegang bahu Nada.


"Tidak ada Nad"


"Selama ini membuat aku jauh dari keluargaku, lalu sekarang mendorongku untuk kembali itu kan mau kaka" ucap Nada menundukan pandanganya.


'Gadis ini memang sangat cerdas'


"Ia ..... Sudah saatnya kamu pulang, dan kamu harus menyelesaikan masalah kamu yang kamu tinggal 7 tahun silam yang lalu''


Deg


'Siapkah aku?'


'7 tahun bukan waktu yang lama untuk melupakan selamanya'


'Rasa sakit itu masih melekat di ingatanku'


Tersirat sebuah kesedihan yang tergambar dari wajah Nada. Ia tidak yakin jika akan kembali pulang kesana. Semenjak kejadian Nada menghubungi Kean itulah yang terakhir, tidak pernah Nada ulangi kesalahan itu.


"Nad...."


"Baiklah ka" jelasnya yang berjalan tanpa menatap wajah kakanya.


drrrtttt


drrrrrttt


Ka Varo

__ADS_1


Na nanti malam jadi kan?


^^^Nada^^^


^^^Ia ka, jemput Nada di rumah^^^


Dia Varo nama panjangnya Alvaro Ganendra dia keturunan orang batak yang menjadi partnernya, selama Nada mengikuti mata kuliah kaka tingkatnya.


Nada terkenal wanita ambisius, tidak heran jika Nada dijuluki si Ambisius, karna memang dia adalah satu satunya mahasiswa yang sangat ambisius yang ingin menyelesaikan kuliahnya dengan cara cepat. Tidak heran jika Nada juga selalu mendapat cacian, karna ambisinya.


Nada tidak pernah punya teman, dia bahkan tidak pernah berbicara dengan siapapun, kecuali dengan Varo, karna dia yang selalu di tugaskan untuk memberikan materi yang tidak bisa Nada kejar, saat jam kuliah bersamaan.


tin


tin


"Mah...... " panggil Cashel pada mamahnya. Nada turun dari sofa lalu mendekati Cashel yang sedang bermain PS. Yah Cashel sekarang sudah berumur 6 setengah tahun, dan itu Pangeran yang mengajari main PS.


"Ia sayang" Nada mengusap pucuk kepala Cashel itu.


"mah Cashel bukan anak kecil" ucapnya yang kemudian mengusap kembali rambutnya.


"Itu ada om Varo" jelas Cashel yang tak suka jika Varo sampai masuk ke dalam rumah. Yah Cashel itu mirip sekali seperti Kean yang kasar, dan jika tidak suka dengan seseorang ia akan terang terangan menunjukanya.


"Mamah pamit pergi bentar ya Shel" Nada berjongkok dan berpamitan dengan Cashel


"Pokoknya pulangnya jangan lewat jam 20.00!" pinta Cashel yang sangat disiplin pada mamahnya.


"Siap bosku" ucap Nada yang hormat pada Cashel "Kamu juga jangan kemaleman main PS nya. Cashel hanya mengangguk patuh.


"Udah ah, bunda cepetan pergi sana, nanti om Varo keburu masuk, aku gak suka sama dia" usirnya pada sang mamah.


"Gak boleh gitu sayang!" ucap Nada pada anaknya dengan Nada memperingati.


"Stop mah, om Varo udah tungguin dari tadi." Ucap Cashel yang menutup telinganya.


Sudah biasa kalau Cashel selalu tidak suka kepada Varo, yah karna Nada mengenalkan Kean sebagai ayahnya yang sedang bepergian jauh.


Sepanjang perjalanan Nada diam, yah fikiranya terfokus pada ucapan Kenzo yang meminta Nada dan Cashel untuk pulang ke Jakarta.


"Na..... "panggilnya pada Nada, yah panggilanya sangat mirip seperti Bara.


"emmm yah" Nada memfokuskan pandanganya pada tempat yang sejak tadi Varo janjikan. "Udah sampai ya?" Varo mengangguk lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Nada keluar


Setelah memesan makanan, Varo dan Nada saling diam saling pandang dan juga tidak ada yang mau memulai.


"aku mau mengatakan sesuatu" ucap mereka kompak.


"Kamu dulu Na!" Yah Varo adalah lelaki yang sangat lembut, baik dan sabar.


"mmmm ka, besok aku balik ke Jakarta"


Jderr


Bagai tersambar petir Varo seperti dibaku hantam dengan bebatuan berat.


"Kamu gak becanda kan Na?"Nada menggeleng membuat sanggahan yang meyakinkan untuk Varo.


"Jadi aku kesini mau sekalian pamit sama kaka" jelasnya pada Varo. Varo diam, fikiranya berputar dengan masa lalunya tentang Nada.


"Kaka mau bicara apa?" tanya Nada to the poin.


Varo berlutur di depan Nada lalu mengeluarkan kotak cincin miliknya. "Nad maukah kamu menikah denganku?"


Deg


'Seperti ini rasanya di ajak menikah oleh lelaki dewasa'


Nada menarik Varo untuk bangun. Restauran ini sepi tidak ada pengunjung, dan tiba tiba alunan musik dengan lembut mengiringinya.


"Maaf ka Varo, aku tidak bisa" Cincin itu jatuh menggelinding dan pegawai restauranlah yang mengambilnya.


"Kenapa Na, apa karna anak kamu?" tanya Varo yang kemudian berdiri dari posisinya. "Aku akan menerimanya"


"Karna aku masih sah milik orang lain ka Varo, jadi cukup jangan berharap kepadaku ka!"


'maaf '

__ADS_1


'maaf ka'


__ADS_2