Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
55


__ADS_3

drrrttt


drrrtt


"📞Ya?"


"📞Salam dulu to mas Assalamualaikum"


"📞Waalikumsalam ada apa bi?"


"📞Anu den, anu...."


"📞Apa?"


"📞Mba Nada barusan ke makam orang tuanya sama putranya katanya den?"


Deg


'Nada kembali'


tut


tut


tut


Seperti itulah Kean, dia itu angkuh, bukanya terimakasih malah langsung ditutup sepihak.


Kean membuka aplikasi pemesanan jadwal kereta, menurut perkiraanya Nada akan pulang langsung ke Jakarta. Dan akan sampai di Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 19 malam nanti"


drrtt


drrrtt


"📞Hallo bi"


"📞Ia den Waalaikumsalam " sindirnya pada Kean yang tak mau mengucapkan salam.


"📞Bisa kirimkan foto sepatunya atau sepatunya di kirim ke sini bi!" pintanya pada bibinya.


"📞Baik den"


"📞Makasih bi"


'tumben den Kean bilang makasih'


Tepat pukul 19 malam Kean sudah di stasiun, ia menunggu di sana sambil melihat lihat penumpang yang turun. "Mah mau pipis bentar" pinta Cashel pada Nada. Nada mengangguk karna ia juga akan melaksanakan sholat.


"Kita sholat dulu ya Shel!" ajak Nada pada Cashel.


"Baik mah" jawabnya patuh, " mamah tunggu di luar aja ya!" Nada mengangguk lalu Cashel memasuki toilet laki laki.


Nada duduk sambil mengedarkan pandanganya. Matanya mulai terpaku pada sosok lelaki dengan jaket jeans, tampan itulah yang Nada fikirkan saat pertama melihat Kean.


'Kean'


Nada gugup, lalu berlari memasuki toilet laki laki, membuat penghuni toilet laki laki berteriak.


"Aararrggg" teriakan mereka karna kaget seorang wanita cantik berhijab masuk ke toilet pria. "Mba nya kok masuk sini sih?" Nada membalikan tubuhnya menghadap tembok dan mengangkat tanganya.


"Maaf mas, saya cari anak saya" jelasnya pada mereka, sehingga mereka ber oh ria.


"Mama ko disini si?" tanya Cashel yang keluar dari toilet.


"Ia Shel mama takut kamu ilang" Cashel heran kenapa dengan mamahnya, tidak biasanya seperti itu.


"Mama aneh..... Ayok keluar" ungkap Cashel yang kemudian keluar mengajak Nada.


Nada hanya bisa merapalkan doa doanya agar tidak bertemu Kean. Ia belum siap jika harus bertemu dengan mereka kembali. Sesampainya di luar Kean sudah jauh di depan sana.


'Tidak Cashel tidak akan tahu bahwa ia papahnya'


'Alhamdulillah'


"Kenapa ma?" Nada kaget karena Cashel mendengar Nada mengucapkan hamdalah dengan lega.

__ADS_1


"Alhamdulillah Shel kita udah sampai sini tanpa halangan apapun" jelas Nada pada Cashel.


"Mama gak lagi sembunyiin apapun kan?" Sumpah demi apapun Nada kesal kepada Cashel yang terlalu mengenal dirinya.


"Gak sayang" ucapnya, lalu Nada mengajak Cashel untuk mampir ke kamar mandi. Dengan segala alasan Nada berlama lama di toilet. Lalu berjalan ke mushola untuk sholat dan mengajak Cashel membeli roti maryam, dan roti O di sana.


'Maaf sayang, mama belum siap ketemu papah kamu'


'Mungkin doa kamu masih kurang Shel untuk sekedar membuat Tuhan mempertemukan kita'


"Mah, ayok pulang, sudah hampir 1 jam kita disini" Nada mengangguk dan memulai mengucapkan doa doanya agar tidak bertemu dengan Kean.


Benar saja sesampainya di basement tidak ada yang menghadangnya, bahkan perjalanan dari stasiun yang menuju alamatnya yang menempuh waktu hampir 3 jam itu aman tanpa halangan suatu apapun.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Nada kepada Cashel.


"Gak mah, Cashel ngantuk." jelasnya yang berjalan menuju kamarnya. Nada berjalan mengikuti Cashel lalu mengambil baju ganti untuk Cashel.


"Shel, cuci muka dulu sama gosok gigi" pintanya, yah Cashel langsung mengambil handuk dan tak lama keluar dari kamar mandi. Nada membantu Cashel berganti pakaian lalu menyelimuti Cashel yang nampaknya sudah sangat mengantuk.


Setelah Cashel tidur Nada juga ikut terlelap, terkadang Nada tidur di kamarnya sendiri, tapi tidak sering pula Cashel meminta tidur tanpa ditemani Nada.


*


"Sial...." Kean memukul meja bar di club malam tersebut.


"Kenapa bro?" itu Bintang yang memang sekarang ia yang mengelola club malam tersebut. Salah jika kalian berfikir mereka masih sama seperti dulu. Bintang sudah tidak bersama ibu ibu yang selalu haus akan ***. Langit putus dengan Lia. Dan Kean sudah tidak datang ke Club seperti dulu.


"Lama gak nongol loe?" Langit duduk di depan Kean yang tampaknya mulai menenggak minuman terlarang itu.


"Nada balik ke desanya tadi sore"


Deg


Bukan hanya Bintang, Langit pun ikut kaget, ketiga orang disini menjadi alasan terkuat perginya Nada hingga 7 tahun ini tak kembali.


"Serius loe?" Ucap Bintang yang mendekat ke arah Kean. Kean mengangguk, sangat jelas terlihat kacau, yah bagaimana tak kacau, anak dan istrinya kembali tapi bahkan tidak pulang ke rumah.


"Gue akan ikut nyari dia" ucap Langit. Salah satu alasan terkuat penyebab perginya Nada adalah Langit, Bunga dan Santi, Kean dan Bintang menjadi pemicu terkuat.


"Gue juga" Melihat Kean yang seakan gila mencari Nada sudah membuat Langit dan Bintang terpukul. Bayangin 7 tahun itu bukan waktu yang sebentar, melihat keterpurukan Kean mereka menjadi merasa sangat bersalah.


"Anterin gak?" Kean menggeleng, ia masih waras jika hanya meneguk satu gelas minuman terlarang itu.


Kean kembali, sendiri ke rumah. Fikiranya kacau, melihat gambar sepatu yang berukuran kurang lebih 32 itu membuat hatinya seakan dirontokan. Sebesar itu anaknya, dan kalau tidak salah dia sudah berusia 6 tahun.


'Nad loe kemana si Nad?'


'Gue udah setengah gila ini Nad'


*


3 bulam kemudian


"Sayang" panggil Nada pada Cashel.


"Ya mah, ini Cashel udah siap" ucapnya yang sudah memakai seragam sekolah.


"Anak mamah tampan banget" Ucap Nada yang berjongkok lalu mengusap pipi Cashel.


"Aku bukan anak kecil mah"


"Iah iah" jelasnya pada Cashel. Nada gemas jika melihat Cashel yang manyun seperti itu.


Cashel menaiki mobilnya, begitu juga dengan Nada yang sudah siap menyetir. "Bunda bukanya hari ini libur?" tanya Cashel.


"Ada rapat sayang, nanti pulang mamah jemput. Cashel tersenyum, sebenarnya ia kesepian saat Nada sedang bekerja, ia bosan jika harus bersama pengasuhnya yang datang ketika mamahnya sedang shift.


"Mah...."


"hmmmm yah sayang" tatapan Nada menyendu kala Cashel memperlihatkan tampang sedihya


"Kapan Cashel ketemu papah mah" Cashel enggan menangis, kata om Kenzo lelaki pantang menangis.


Deg

__ADS_1


'egoiskah aku yang selama ini masih menutup rapat tentang papahnya'


'Entah sampai kapan mamah akan selalu sembunyi seperti ini'


'Melihat Cashel yang seperti ini membuat hatiku lebih sakit'


"Mah" panggil Cashel.


"Mah" Nada masih saja tidak fokus.


"Mah awas"


sreeet


Nada membalikan stir hingga mobilnya keluar dari jalur utama. "Maafin mamah sayang" Nada memeluk erat Cashel, sampai Cashel sendiri sesak dipeluk oleh Nada.


"Setiap kali Cashel bahas papah, mamah selalu gini" ucapnya sambil menatap ke bawah. "Papah punya salah apa si mah sama mamah?"


'Cashel terlalu dewasa untuk melontarkan percakapan ini'


"Cashel sayang, mungkin akhir akhir ini Cashel yang doanya kurang" jelas Nada dengan senyumnya.


"Bukan mah, tapi mamah yang belum mau ketemu papah"


'Ya Alloh, kenapa anak ini terlalu pintar memutar balikan kata'


"Sayang udah sampai" ucap Nada memberitahu kepada Cashel, kesempatan yang bagus mengganti topik pembicaraan dengan Cashel. Nada mengangguk lalu menyalimi mamahnya.


"Cashel sekolah dulu ya mah, Assalamualaikum"


"Waalaikum salam sayang, belajar yang rajin ya"


Nada kembali memasuki mobilnya lalu ia lajukan mobilnya itu menuju rumah sakit dimana ia bekerja saat ini.


"Hai Nad?" Sapa dr. Anit. Nada itu ramah, baik, smart dan diagnosanya tidak pernah meleset. Satu lagi, Nada adalah salah satu dokter yang ketika pasienya sudah syok, susah diinfus, maka Nadalah yang paling jago memasang infusnya.


"Hai Nit, sudah mulai rapatnya?" Anit menggeleng lalu berjalan menyamai Nada. Nada itu banyak yang suka, sayangnya, Nada sudah punya suami dan anak, sehingga laki laki yang akan memulai start mngejarnya terpaksa di pending.


Cashel kerap sekali diajak oleh Nada ke rumah sakit, lantaran dirinya disuruh menginfus pasien pasien yang dehidrasi berat, anemia berat, syok dan pasien balita yang tidak nampak pembuluh darahnya.


1 jam rapat ternyata sudah membuat Nada kelelahan, yah dia yang mengisi rapat pagi hari ini, mengenai kasus bulanan di rumah sakit ini. "Langsung balik dok?" tanya Diba dokter muda yang sedang menjalani dr. intership disana. Nada mengangguk ramah kepadanya.


Dari arah berlawanan ada seorang perawat yang tergopoh gopoh mencari dr. Nada "Maaf dok, ada pasien kll yang menolak diinfus di IGD dan dia meminta seorang dokter termahir yang hanya sekali tusuk saat menginfus." Nada mengernyit. Siapa gerangan pasien gila yang menolak diinfus itu.


kll adalah kecelakaan lalu lintas


"Kenapa harus saya si Kal" tanya Nada pada perawat Kalya.


"mmmm pasienya juga seorang dokter intership" Nada menggeleng kesal.


"Lalu kenapa kalau dia dr. Intership?" tanya Nada yang kesal. Seharusnya ia pulang memasak masakan terenak untuk sang buah hati, malahan ada kejadian seaneh ini.


"Duluan ya dok" ucap dr. Diba Nada mengangguk dan tersenyum.


"Anak orang kaya dok, kecelakaan saat sedang kopdar"


Kopi darat alias Kopdar adalah suatu kegiatan wajib yang banyak dilakukan oleh suatu komunitas pencinta motor.


"Dasar hobi hobi anak orang kaya" gerutu Nada. "Di mana sekarang pasienya" Nada berbalik mengikuti arah Kalya.


"Sudah di ruang VVIP" hmmm Nada kesal, bahkan pasienya sudah di kirim ke ruangan tapi belum di infus. "dok tau gak?"


"Apah?" cuek itulah Nada, jika bersama pasien ramah, tapi dengan sejawat kadang cuek kadang ramah.


"dokternya cogan semua"


tuk


Kalya mendapat sentilan di dahinya oleh Nada hingga Kalya meringis kesakitan. "Makan tuh cogan.


Segerombolan lelaki berjalan dari lorong ke arah kanan, yah mereka para kopdar motor yang sedang diceritakan oleh Kalya. Sedangkan Nada dari arah Kiri menuju ke lorong tersebut, Nada hanya melihat segerombolan para kopdar tersebut berbelok ke arah yang berlawanan dan berjalan memunggunginya.


Deg


Deg

__ADS_1


'Kenapa dengan jantungku'


Degupan jantung Nada berdenyut cepat. Membuat ia sesaat memelankan jalanya, dan memperhatikan mereka yang sedang berjalan memunggunginya.


__ADS_2