Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
79


__ADS_3

Bahagia itu sederhana, tangan kita yang saling bertaut saja sudah seperti dunia milik berdua


* *


Saat sedang asik menikmati makanan bersama tanpa mamah dan papahnya, Nada dan Kean turun dari tangga secara beriringan.


Cashel, Kenzo, dan Alea menyimpulkan senyumnya. "Maaf ya Shel, mamah kesiangan" ucapnya sambil mengusap kepala Cashel lalu duduk di samping Kean yang juga duduk setelah mengusap pucuk kepala anaknya.


"Cashel sih gak keberatan mah, asal Cashel dibuatin dede bayi yang cantik sama mamah dan papah "


Wajah Nada memerah mendengar penuturan Cashel. "Tenang Shel, papah kejar target"


"Asik, Cashel mau punya adek"


Ckit


Awhhh


Ringisan Kean yang di cubit Nada menginstruksi mereka semua. "Kean kamu......"


"Sekali kali Nad, biar Cashel bahagia" jelasnya yang menaik turunkan alis matanya. Nada memelototkan matanya kepada Kean, membuat tatapan Kean sayup.


"Ya Alloh mas, bahagianya mereka sudah bersama kembali" lirih Zela pada suaminya. Kenan mengangguk mengusap punggung tangan Zela.


"Mas juga bahagia banget lihat mereka yang akur kembali" tuturnya yang menatap Nada dan Kean saling pandang.


'Ternyata kehangatan ini yang selama ini aku rindukan'


'Ya Alloh terimakasih telah mengembalikan Nada di sampingku.'


'Bantu aku menjaganya ya Alloh'


'Hanya dia wanita satu satunya yang aku inginkan'


"Mah, Cashel berangkat yah, udah mau telat ini" jelasnya berdiri untuk mencuci tangan, lalu meraih tangan Nada, dengan penuh sayang tangan itu Cashel cium.


"Cashel ayo sama opa, sekalian kan searah" jelas Kenan kepada cucunya.


"oma ikut Shel, yah!" ucap Zela yang ikut berdiri.


"Mau ngapain bun?" tanya Kean kepo, padahal bundanya kayaknya baru pulang dari Inggris, gak cape mau langsung jalan - jalan kah.


"Kangen beberapa hari ini gak nganter Cashel. Terus mau ke rumah mba Ara juga, jenguk nenek kamu." jelasnya kepada Kean.


"Emang nenek kenapa bun?" Lagi lagi Kean menanyakan tujuan sang bunda yang menurutnya kurang jelas.


"Ya gak papa, cuma pengin ketemu aja" Kean hanya meng ooh kan sebagai jawaban.


"Salam aja deh bun, besok kalau udah sehat Kean ke sana" jelasnya mengingat Kean memang masih kurang sehat.


"Ayo Shel!" ajak Kenan kepada cucunya, mengingat waktu sudah pukul 06.20


"Ayok!"Cashel berjalan menuju Kean, lalu menyambut tangan papahnya.


"Pah" Cashel mencium pucuk tangan Kean. "Cashel berangkat dulu ya pah Assalamualaikum"


"Waalaikum salam Shel, belajar yang rajin ya sayang!" Cashel mengangguk mengiyakan. Lalu mendekatkan kepalanya pada sang papah. "Pah jangan lupa buatin Cashel adek!"


"Siap" jawab Kean yang memainkan matanya pada Nada, karna Nada menatap horor Kean dan Cashel.


Mereka berjalan beriringan keluar dari pintu utama. Tangan Kenan dan Zela menggandeng kedua tangan Cashel.


"Kita juga mau jalan jalan Nad, apa kamu mau ikut?" tanya Kenzo kepada Nada. Nada menggeleng kaku. Pertengkaran Kenzo dan N ada belum menemui titik terang itulah kenapa Nada masih berbicara seadanya.


Cashel dan kedua orang tua Kean sudah berangkat, tinggalah mereka yang masih asik dengan makananya. "Masih marah sama kaka?"


Nada mengangkat kepalanya,lalu menggelengkan kepala. "Nada gak bisa marah sama kakak" tuturnya kepada sang kakak masih dengan wajah yang menunduk.


Kenzo tertawa lalu menjiwir telinga Nada. "Jangan bandel makanya." kejadian itu membuat mereka yang ada di meja makan tertawa. Lucu sekali sepertinya melihat Kenzo dan Nada. Mereka lebih mirip anak dan orang tua.


"Jadi istri yang sholehah, jangan bandel lagi, nurut sama suami." Ucapan Kenzo terhenti. Bagi Kean nasihatnya justru lebih dalam dari ayahnya.


"Surga seorang istri itu pada suami Nad" jelas Kenzo pada Nada. "Jadi Key, kalau Nada bandel jewer aja!" pinta Kenzo pada Kean. Kean tersenyum lalu melirik Nada yang memanyunkan bibirnya.


"Kakak" serunya manja kepada Kenzo, lalu Kenzo mengusap kepalanya.

__ADS_1


"Kaka pulang malam ini Nad, melihat kamu udah baikan kakak bisa tenang" jelasnya lalu beranjak dari meja makan.


"Kakak beneran pulang nanti malam?" tanya Nada masih dengan sorot kerinduan.


"Kenapa masih kangen, masih pengin denger omelan kakak?" lagi Nada menggeleng.


"Nada kangen ibu bapak" ucapnya masih menatap tangan yang saling memilin kerudungnya.


Kean menyatukan tangan kirinya denagn tangan kanan Nada, membuat Nad menatap Kean. Dimerematnya jari milik Nada. Matanya seolah memberikan ketenangan kepadanya.


"Kapan kapan ajak Kean kesana!" jelasnya kepada Nada dan Kean.


"Pasti ka" ucapnya kepada Kenzo. Kean alihkan tanganya ke pundak Nada, memberikan usapan kecil sebagai penenang untuk Nada.


"Sayang ayok kita berangkat!" ajak Kenzo pada Alea. "Nada beneran gak mau ikut" tawarnya pada Nada.


"Jangan ganggu orang yang mau bulan madu mas!" tegur Alea yang beranjak pergi. Jelas saja wajah Kean dan Nada bersemu.


"Oh ia, lupa mas, ya udah ayok berangkat!" ucap Kenzo yang menyusul Alea.


"Pergi aja sana, gak usah peduliin Pangeran." mereka semua tertawa melihat Pangeran yang ngambek.


"Uluh uluh.... Anak bunda marah" Alea berbalik lalu mencubit pipi Pangeran gemas. "Gendongin ini yah, anak ayah yang satu ini masih balita!"


Kenzo berbalik lalu berjongkok tepat di hadapan Pangeran, membuat pangeran sedikit kesal "Sini naik Ran!"


"Ayahhhhh" teriaknya kesal, karna di anggap anak kecil oleh orang tuanya "Pangeran udah bukan anak kecil yah!"


"Iyah ayah tau deh kamu udah punya gebetan, makanya udah gak mau ayah gendong kan" ledek Kenzo yang membuat Pangeran semakin kesal.


"Wah serius Ran?" ledek Nada


"Anak bunda udah puber ternyata?"


"Bundaaaa ..... Tante....." kesal Pangeran kepada mereka, "Tau ah sebel sama kalian" Pangeran lalu berjalan naik ke kamar Cashel karna kesal.


"Kalau balik, berarti ditinggal yah!" ancam Kenzo pada putranya


"Tinggal ajah tinggal" ucap Pangeran ngambek.


"Ayo tinggal Ndaa!" ajak Kenzo pada Alea sambil menggandengnya, mereka berjalan meninggalkan Pangeran yang kesal.


"Katanya tadi gak ikut" ledek Kenzo pada Pangeran yang sudah di belakangnya.


"Ikut yah" ucapnya dengan nada manja.


Setelah semua orang pergi, Kean dan Nada saling diam, tiada satupun diantara mereka yang mengucapkan kalimat. "Ikut aku mau?" tanya Kean memecah keheningan.


"Kemana?" tanya Nada penasaran


"Siap siap gih!" ucapnya beranjak dari kursi meninggalkan Nada, tanpa menjawab pertanyaan Nada.


'Ihh nyebelin banget sih tuh orang'


'Tahu gitu aku ikut mba Lea tadi'


'Udah di bela belain di temenin di rumah malah kayak gini'


Duk


"Awsss" ringis Nada yang menabrak dada Kean. Nada memundurkan langkahnya, karena yang ia tabrak itu dada Kean. Dan otomatis jarak mereka sangat dekat.


Kepala Nada menabrak Kean yang tepat di depanya. " Ngalamunin apa sih yank, sampai gak fokus gitu, gag liat suami kamu berdiri disini sejak tadi?"


'yank'


'Berasa aneh manggilnya'


'Kean abis makan apa sih dari semalam manggilnya aneh'


Kean melambaikan tanganya tepat di wajah Nada. Sayangnya Nada tak ada respon.


Cup


Deg

__ADS_1


Mata Nada membola, tiba tiba saja Kean memberinya sebuah serangan yang membuat kelistrikan jantungnya tidak stabil. Mada mendorong Kean. Kali ini tanganya melilit erat di pinggang Nada.


"Kean....kamu"


cup


Lagi Kean mendaratkan ciuman itu di bibir Nada. "Mesum"


Cup


"Kean... kamu brengsek"


Cup


"Jangan ngomong kasar, nanti aku cium lagi Nad" Nada spontan menutup bibirnya lalu berlari ke kamarnya.


"Kean gila, dasar gila gila gilaaaaa" rutuknya kepada Kean sambil berjalan masuk ke kamarnya.


Kean tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Kenapa baru tahu kalau istriku itu pemalu banget, polos lagi, jadi gemes kalau ngerjain dia" kekehnya kemudian berjalan memasuki kamarnya.


Setelah 15 menit Kean sudah selesai memakai celananya, belum bajunya karena ia membutuhkan Nada untuk membantunya.


Lukanya sudah mulai membaik, hanya perlu mengoles salp serutin mungkin, serta obat paten yang ia minum membuat lukanya lebih cepat kering dan tumbuh jaringan baru pada kulit yang terluka.


"Keaaannnn....." Kean tertawa ia tahu betul kenapa istrinya marah marah.


ceklek


"Kamu yang mindahin baju baju aku?" Ingin rasanya Kean bersorak bahagia. Apalagi melihat istrinya di depanya hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh serta rambutnya yang basah. Sungguh menambah kesan seksi di mata Kean.


"Bukan" jawabnya dengan santai, namun sorot matanya sayup melihat pemandangan yang sangat menggoda imanya. Mendadak Nada menutuokan handuknya di dadanya yang terekspos.


"Terus siapa?" cercanya dengan Nada yang tidak bisa dijelaskan, antara marah, malu dan kesal.


"Kakakmu"


'Sial'


'Kak Kenzo...'


'Kenapa lupa masih ada macan seperti dia'


Wajah Nada memerah, kesal, malu dan takut bercampur menjadi satu. "Minggir" pintanya membentak Kean. Kean memiringkan tubuhnya agar Nada bisa masuk ke dalam, lalu dengan segera mengunci kamarnya.


Kean bisa menghitung kalau Nada sudah haid hari ke 8. Kalau Nada saat ini keramas itu tandanya ia sudah selesai dari masa haidnya.


'Salah kamu Nad, kenapa membangunkan beruang yang kelaparan'


Grep


Brugh


Akh


Kean menarik Nada dan menjatuhkan tubuhnya tepat di atas ranjang. Sehingga membuat posisi Kean yang masih bertelanjang dada mengukungnya tepat di atas Nada.


"Key ka-mu" ucapnya terbata, jujur saja Nada grogi, aliran darahnya mendadak berjalan cepat, jantungnya juga memompa dengan kecepatan ekstra.


Mata Kean menatap dalam mata Nada. Sapuan nafas mereka hangat saling menerpa wajah masing masing. Bahkan jakun milik Kean sudah naik turun menelan ludahnya.


"Nad a-ku....." Kean memastikan kembali apakah istrinya itu benar benar sudah bersih dan mengijinkan dirinya menggaulinya, layaknya suami dan istri.


Kalau boleh jujur rindu, Kean sangat merindukan Nada. Karna jujur Nada juga sangat merindukanya. "Bolehkah Nad?"


'Jadi istri yang sholehah Nad'


'Surgamu berada pada suamimu'


Mendadak ucapan Kenzo terngiang dalam fikiranya. Tadinya ia ingin menolak, tapi kenapa dengan tubuhnya yang tak bisa mendorong Kean. Dan kenapa ucapan Kenzo selalu terngiang di kepalanya.


Kean putus asa, diamnya Nada bukanya jelas kalau dia belum siap. Kecewa itulah yang dirasakan Kean. Lalu Kean beranjak hendak melepaskan Nada dari kukunganya.


"Key....." Kean menatap Nada yang memegang lenganya tiba tiba, seolah mencegahnya pergi dari posisinya.


Nada menganggukan kepalanya pada Kean "Aku mau"

__ADS_1


Nambah semangat yah



__ADS_2