Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
51


__ADS_3

"DENGERIN BRENGSEK, NADA BUTUH LOE DAN SUAMINYA DI WAKTU WAKTU TERSULITNYA, TAPI APA LOE MALAH DENGAN ENTENGNYA MEMBUANG MUKA DI SAAT NADA MEMBUTUHKAN PEMBELAAN DARI LOE DAN SAHABAT SAHABAT LOE YANG KAYA AN**NG ITU" Emosinya meluap luap dengan arah guncangan tanganya yang mencengkeram bahu Bintang


" TAPI APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH.... KALIAN MEMBUANG MUKA DAN MEMOJOKAN NADA SEOLAH KALIAN SEMUA MEMBENARKAN TUDUHAN ITU ADALAH NADA YANG MELAKUKAN" Nafas Bara memburu, semakin ia emosi semakin ucapanya tak karuan.


"Gue emang salah Bar" jelas Bintang dengan penuh penyesalan. "Gue emang brengsek, mungkin kalau gue..."


"Percuma Tang menyesal saat ini, toh gak akan balikin Nada" Bara kesal setengah mati sama Bintang, apalagi Kean yang jelas jelas membuat Nada benar benar sakit hati.


Bara berjalan meninggalkan Bintang, melihat itu Bintang mengikutinya "Bar dimana Nada?"


"Kalaupun gue tau, maunya gue gak akan kasih tau kalian" Bara terus berjalan tanpa menghiraukan Bintang. "Biar kalian puas puasin dulu nyeselnya, sampai kalian nangis darah."


*


"Ka..... mana si gurunya?" Alea yang sedari tadi memangku putranya hanya memperhatikan Nada yang uring uringan menunggu guru home schoolingnya. "Tau gitu Nada sekolah biasa aja" ucapnya dengan asal membuat Kenzo kesal.


"Nad, gak sadar lagi hamil" Nada mencebikkan bibirnya, ia lupa bahwa ada janin di dalam perutnya.


"Lalu kapan aku sekolah biasa?" tanya Nada dengan senyum kecewanya.


"Kuliah" Lagi lagi Nada melotot, "Mau ambil apa kamu?" tanya Kenzo kepada Nada.


"mmmmmm dokter boleh!" Kenzo mengangguk, lalu ia yang sudah selesai memakai dasi berdiri, mengecup sang istri dan buah hatinnya.


"Pangeran...." Sapa Kenzo pada putranya, membuat lelaki tampan berdarah Belanda itu mendongakan kepalanya.


"Yes daddy"


"Kalau mba kamu nakal, getok aja kepalanya" ucapnya membuat Alea tersenyum melihat Nada mencebikan bibirnya kembali.


"Ga oleh nakal daddy!" Kenzo hormat pada putranya, lalu pandanganya jatuh pada istrinya.


"Le, nitip dia ya, kalau nakal getok aja, disuruh bunda!" Lea kembali tersenyum lalu mengangguk.


"Na, kaka ke dapur dulu ya, ini Pangeran mau *****" pamitnya pada Nada.


"Ihh Pangeran udah gede gak boleh ***** terus!" Pangeran mendelik kesal pada Nada.


"Kata nda oleh kok" Pangeran ikut mencebikkan bibirnya " Boleh kan nda"


Alea mengangguk mengiyakan "Ia sayang" Alea berjalan lalu meninggalkan Nada yang sudah siap dengan bukunya.


"Na, kaka tinggal yah!" jelasnya yang berjalan namun menyempatkan mengusap rambut Nada.


Nada bergeming, ia terharu dengan keluarga ini yang sangat akrab denganya.


'Ya Alloh trimakasih, Engkau selalu memberikan keluarga yang sangat baik kepadaku. Bahkan lebih baik dari keluarga Kean'


Nada menatap luasnya taman yang berhias langit biru, dan rindangnya gazebo taman yang dihiasi bunga bermekaran. Kalaimat terakhir yang selalu terngiang dalam ingatanya.


'Minta maaflah dulu Nad, agar kamu bisa melanjutkan cita citamu'


'bunda tapi Nada tidak melakukanya'


'Tapi semua bukti mengarah padamu sayang'


'Gue lebih memilih Bunga'


'Loe an**ng loe, loe gak punya hati, harusnya loe mati aja ikut orang tua loe'


'perempuan murahan'


'pinter si tapi pelakor'


Air mata itu tumpah, benar benar tumpah membasahi pipinya. Rasa sakit yang dibuat Kean atas kehilangan kedua orang tuanya, tak sebanding dengan penghinaan yang Nada dapat.


Kean yang tak pernah mencintainya, Bintang yang awalnya baik menjadi jahat, Santi yang sudah dianggap sahabat dan Bunga, dia adalah sember masalahnya.

__ADS_1


'Bunda, kenapa bunda gak percaya sama Nada, kenapa bunda'


Flash Back On


Kenzo duduk di dalam mobil, sambil mengendarai mobilnya. "Ka ....."


"Kenapa?" Kenzo menatap Nada yang sekarang sedang menatapnya.


"Pengin balik ka" jelasnya dengan penuh harap.


"Aku anterin, tapi tolong bisakah kamu berjanji untuk tidak sakit di kemudian hari" Nada menggeleng.


"Bagaimana aku bisa janji ka" serunya dengan menunduk.


"Kalau kamu tahu kamu tidak akan bahagia, jangan diteruskan Nad, itu hanya akan menambah luka, sudah.... cukup Nad" Air mata Nada luruh begitu saja. Ia rindu Kean, rindu bunda dan ayahnya.


"Sekarang ingat semua luka yang sudah kamu dapat" Nada memflash back semua ingatan pahit yang ia dapat.


"Masih mau balik?" Nada menggeleng ia tidak sanggup mengingat semuanya.


"Ada saatnya kamu balik ke rumah, tapi tidak sekarang Nad" ucap Kenzo memperingati. "Nanti ketika semua sudah merasakan betapa yang namanya penyesalan itu menyiksa saat sudah tidak bisa memperbaikinya kepada orang yang dulu disepelekan."


'Penyesalan itu selalu ada, tapi jika penyesalan itu kepada orang yang sudah tiada semuanya akan lebih terasa seperti menikam dan menggerogoti tulang belulang sampai habis'


'Dan itu hanya sia sia'


Flash Back Off


drrrt


drrrt


Jill nama itu tertera dalam ponselnya. Wanita itu kini sedang menikmati pelajaran bersama kawan kawan barunya di sekolah. Yah Jill adalah salah satu teman Nada yang hidup sebatangkara. Dan karna Kenzo meminta Jill memata matai Nada, Jill saat ini ikut dengan Nada.


"📞Hallo Jil Assalamualaikum"


"📞Jill ih, "nakal


"📞Bagaimana home schooling pertamanya?" Suara Nada serak seperti sedang menangis.


"📞Belum dimulai Jill, bt gak ada kamu" terangnya kepada Jill.


"📞Nad aku tau kamu sedang menangis" Isak Nada justru semakin kuat, menandakan bahwa semua yang ia lalui belum dapat ia lepaskan "semangat Nada, yang sudah jangan diingat itu hanya akan menambah luka yang dalam buat kamu"


"📞Jill...." Nada bersuara masih dengan tangisnya


"📞Sakit ya Nad, semangat ya, masih ada debai kamu, yang harus kamu perjuangkan, yang harus kamu ingat saat ini jangan lagi menangisi mereka yang pernah menyakitimu, karna itu akan menyakitimu dan debay kamu!" ucap Jil seraya menyemangati.


"📞Iah Jill makasih, cepet pulang ya, aku gak ada temen" jelasnya kepada Jill


*


"Key" Sapaan itu datang dari seorang wanita yang sudah sehat semenjak transplantasi ginjal.


"Bunga" Kean menatap lekat Bunga, sayangnya perasaanya hanyalah perasaan benci padanya.


'Memang Nada pergi bukan karena Bunga'


'Tapi karna dialah aku melukai Nada terlalu dalam'


''Maaf" Iirihnya kepada Kean. Yah Bunga sadar bahwa keberadaanya lah yang membuat Nada pergi.


"Lupakan, maafmu tak akan membuat Nada kembali Nga"


"Secinta itu kamu padanya Key?" Suara bunga meningkat, ia sedikit kesal kepada Kean yang berubah drastis, Yah Kean yang sekarang berbeda dengan yang dahulu, peringkat sekolahnya naik seiring berjalanya waktu. Dan ia sendiri berjanji akan memenangkan juara satu paralel demi Nada.


"Kalau kurang jelas jawabanya IYA Nga" Kean memalingkan pandanganya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kita mulai dari awal Key?" Kean kembali menatap Bunga.


"Perlu kamu tahu Nga, Nada bukan hanya sekedar tunangan buat aku, dia istri sah Nga, ISTRI SAH YANG SAAT INI SEDANG MENGANDUNG PUTRAKU"


Deg


"Jangan becan" kalimatnya terpotong


"Itu kenyataanya, mau kamu percaya atau tidak itulah kenyataanya." Kean berjalan meninggalkan Bunga yang masih shock dengan ucapan Kean.


"Nggak Key, katakan itu bohong" Bunga menarik lengan Kean, membuat Kean berbalik menatap Nada.


"Perlu gue kasih tau buku nikahnya?" tanya Kean sinis, tapi Kean melanjutkan perjalananya.


*


2 tahun Kemudian


"Nad...." Panggil Kenzo yang sudah sampai di ruangan kerja kakanya.


"Gimana ka?"


" Dosen meminta kamu mempercepat kuliah kamu" Nada menautkan alisnya, ia mengerti maksudnya, tapi yang benar saja, ibu tunggal seperti Nada harus merangkap semester 1 dan 3, selanjutnya merangkap semester 2 dan 4, 5 dan 7, 6 dan 8, sehingga masa kuliahnya akan dipercepat.


Di dunia ini tidak ada axelerasi yang langsung lompat tanpa membaca. Ingat mereka yang kuliahnya cepat itu merapel smester. Dan untuk study banding itu biasanya di perkuliahan.


"Ka...." Protesnya kepada Kenzo


"Kaka mohon" ucap Kenzo" Nada greget jelas saja ia kesal yang suka semaunya.


"Ka.....Bagaimana dengan Cashel ka, aku gak mungkin tinggalin dia buat nyelesaian 8 semester dalam 2 tahun. " Yah nama anak dari Nada dan Kean bernama Cashel Eza Aretha. Dia biasa di panggil Cashel.


"Ada Jill ada kaka kamu Alea, dan ada Pangeran." jelas Kenzo.


Nada beranjak dengan kesal kepada Kenzo "Terserah kaka, atur saja Nada semau kaka" ucapnya berlalu pergi ke kamar menyusul Cashel yang berumur 14 bulan itu.


Kadang ia gemas kepada kakanya yang terlalu mengatur Nada, tapi apalah daya, Nada juga bersyukur sampai sekarang masih diurus oleh Kenzo.


"Nad ada apa? " tanya Alea yang sedang mengajari Pangeran mengerjakan tugas.


"Kaka itu ambisius" jelas Nada. Alea menatap lekat Nada yang sedang kesal terhadap Kenzo suaminya.


"Dia juga kayak gitu karna pengin kamu cepet lulus Nad" jelas Alea.


"Ya sih ka, tapi kakak tahu semua mata kuliah itu repot, apalagi beberapa blok mata kuliah itu butuh ketelitian dan waktu. " Kesal Nada yang saat ini sedang menggandrungi dunia medis.


"Udah ah jangan bahas ka Kenzo, Nada kesel" Alea terkekeh, memang suaminya itu terlalu ketat kepada Nada, bahkan tidak ada lelaki yang berani mendekati Nada.


Kenzo paham, Nada masih mencintai Kean, dan Kean juga selalu memberikan nafkah yang dibuktikan dengan transfer uang untuk menghidupi Nada.


"Mau bahas siapa? Kean?" Nada melotot, ia kesal kepada Alea juga yang selalu memprovokasi perasaan Nada.


"Sekali kali bikin email gadungan, terus kirimin fotonya Cashel Nad ke Kean" Nada terfokus dengan ucapan kakanya.


"Gak ah, buat apa, males ka, belum tentu dia ingat sama Nada." ucapnya acuh lalu beranjak dari ruang santai sambil membawa Cashel.


"Gitu gitu dia suami kamu Nad!"


Sesampainya di kamar Nada teringat ucapan Ka Alea. Nada membuka leptopnya, dan memulai ritualnya.


Ia memencet tombol on, lalu menunggu layar itu menyala, dibukanya aplikasi google, dan mulailah ia membuat email gadungan. Ia masukan beberapa foto Cashel, namun tidak dengan foto dirinya.


Di waktu yang bersamaan Kean yang sedang membuka ponsel, aplikasi emailnya muncul di jendelanya lalu Kean buka dengan malas.


Deg


"Dia...."

__ADS_1


__ADS_2