
Manisnya janji jika tak ditunjukan lewat perbuatan nyata hanya akan menggoreskan luka di hati
* *
"Mending kamu balik deh ke kamar kamu" pinta Nada, ia was was kalau tidur berdua dengan Kean.
"Kenapa?" Nada menggeleng, wajahnya menyemu karna Kean menatapnya lekat dan dengan jarak yang begitu dekat.
"Apa kamu menginginkn malam pertama?"
Dugh
"Akhhhh" Kean meringis mendapat pukulan tepat di perutnya.
"Syukurin, makanya kalau ngomong sama anak di bawah umur itu difilter" Nada berdiri hendak berjalan keluar, dengan cepat Kean menahanya.
"Lepasin..... lepasin.... lepasin gak Key, kalau gak aku teriak ini." ancam Nada
"Teriak aja coba!"
"Tol......mmmppphhh" Kean membekap Nada dengan cepat.
"Nanti tetangga pada kesini Nad" keluh Kean pada Nada
"Biarin... wle" Nada memeletkan lidahnya lalu beranjak keluar dari kamar.
Nada berlari memasuki kamar di sebelahnya disusul oleh Kean, sayangnya Kean kalah cepat karna Nada berhasil mengunci dan menutup kamarnya. "Nad buka!"
"Tidur sendiri" pinta Nada, Nada merebahkan tubuhnya dibatas kasur berukuran sedang itu, lalu menutupnya dengan selimut dan ia pejamkan matanya perlahan.
"Nad"
"Tidur Key"
"Serius gue gak akan ngapa ngapain loe"
"Tidur sendiri!"
"Nad"
"Tidur sendiri!!" Kean akhirnya mengalah, lalu menuju kamarnya dan merebahkan dirinya.
Sedangkan Nada, ia masih memflash back kejadian sun set di sore hari tadi. Bahagia satu kata yang Nada rasakan saat ini, apalagi Kean berjanji akan meleaskan Bunga perlahan. 'Seperti menang lotre saja, mimpi apa semalam Kean semesra ini'
Mata Nada yang memang sudah tidak dapat dikondisikan akhirnya terpejam. Begitu juga Kean yang sudah sampai di alam mimpinya.
drrrrrttt
drrrrtt
drrrttt
Nada terbangun, lalu mengambil sebuah ponsel milik Kean, yah disana tertera sang ibunda.
'Mati Kean, pasti kesininya gak ijin '
Nada menggeser tombol berwarna hijau itu lalu terdengarlah suara sang ibunda.
📞"Hallo Kean, kamu di mana nak, seharian gak kelihatan, lalu semalaman gak pulang, nglayap kemama kamu Key, bunda sampai cape nyarinya, awas saja kamu balik rumah dalam keadaan mabok, bunda khitanin kamu lagi. Ini ayah juga sudah nyuruh orang buat nyar......."
Nada tertawa lucu melihat aksi ibundanya yang kalau lagi marahin Kean itu tanpa spasi.
📞"Assalamualaikum bunda"
Zela terdiam lalu menatap layarnya kembali, ia takut salah menelphone orang, 'tapi nama yang dihubungi benar milik Kean, kenapa yang jawab Nada'
📞"Bundaaaaaa...... Assalamualaikum"
📞"Nada, ko ponsel Kean"
📞"Assalamualaikum"
📞"Ehhhh ia, Waalaikum salam sayang, ko ponsel Kean ada di kamu si sayang?"
📞"Ia bunda Kean disini"
📞"Disitu? Sepagi ini bareng kamu?"
📞"Gak bunda, maaf maaf, Kean tidur di kamar Nada, Nada tidur di kamar sebelah."
📞"Bagaimana ceritanya Kean bisa disitu Nad?"
📞"Nada juga gak tau bunda, kemarin sore tiba tiba disini "
📞 "Dasar anak kurang ajar, dicariin semaleman malah taunya disitu, ya udah mama tenang deh kalau sama kamu, setidaknya dia gak mabok mabokan."
__ADS_1
📞"Emang Kean pernah mabok bunda?"
📞"Ia kadang sayang, bilangin sana, biar gak kumat lagi."
📞"Siap bunda"
📞"Ya udah bunda tutup ya, cepet pulang bunda kangen kamu !"
📞"Gak kangen Kean bun?"
Suara bariton itu tiba tiba terdengar di samping Nada, membuat Nada kaget, dari mana Kean bisa masuk ke kamarnya
📞"Ia bunda sayang ini Kean"
📞"Kalian tidur bareng?"
📞"Nggak bunda sumpah" ini suara Nada
📞"Niatnya ia bunda, pengin bikin cucu buat bunda, sayangnya Nada gak mau diajak...."
"Auuuuhhh sakit Nad"
"Syukurin, lagian itu kalau ngomong jangan asal si Key!" Zela tersenyum karna mendengar putra dan putrinya saling bertengkar.
📞"Key....Awas kamu ya kalau macem macem sama Nada. Ingat Nada itu masih sekolah, dan....."
📞"Ia, Kean tutup ya!"
📞"Dasar anak durhaka, cepet pulang!!"
📞"Siap"
tut
tut
tut
plak
"Apalagi si Nad?"
"Gak bisa salam dulu apa?" Keluh Nada pada Kean yang mematikan ponsel secara sepihak.
blush
Panggilan sayang itu mampu membuat Nada terenyuh dan berbunga bunga. Yah seindah ini ternyata diperlakukan manis oleh orang yang dicintai.
"Balik ke Jakarta ya Nad!" Nada menatap Kean, ia masih belum ingin kembali ke Jakarta, tapi Kean suaminya dan harus menurut padanya. Nada mengangguk, membuat ujung bibir Kean tertarik ke samping.
"Tapi ke makam dulu" Kean mengangguk, ia juga ingin kesana, meminta maaf pada mertuanya.
"Mandi sana, aku bantu bibi masak dulu, abis itu kita siap siap ke makam dan pulang ke Jakarta" ucap Nada beranjak dari duduknya sambil mendorong Kean ke kamar mandi.
Setelah Nada keluar kamar ia melihat isi pesan yang sudah lebih dari 10 hari tidak dilihat oleh Bunga. Entahlah ada segurat luka yang terukir di hatinya. Wanita yang akan ia lepaskan perlahan ternyata melepaskan diri terlebih dahulu.
'Bagaimana sekarang kabar Bunga?'
'Apakah dia baik?'
'Apa penyakitnya kambuh'
'Apa dia terluka'
'Inget Key lepasin Bunga'
*
Sedari tadi Nada hanya duduk diam disana, entahlah apa yang ada di hatinya, kita tidak tahu. 2 gundukan itu menjadi saksi betapa kejam Kean yang telah membuat mereka disana, meninggalkan gadis kecil didepanya sendiri.
"Ayo Key kita pulang!" Ajaknya setelah hampir 45 menit Nada duduk bersila di tengah tengah gundukan tersebut.
"Duluan" ucap Kean yang kemudian menempati posisi dimana Nada duduk.
Nada berjalan meninggalkan Kean, bukan apa apa, mungkin Kean ingin mengucapkan maaf terkait janjinya kepada sang biyung sewaktu ijab dan qabul itu.
'Rama biyung, maaf belum bisa bahagiain Nada, Kean janji akan berusaha membahagiakan Nada.'
Hanya itu, kalimat yang keluar dari bibir Kean. Lalu ia beranjak dari posisinya, memflashback ijab dan qabul waktu itu. Sungguh ia tak tahu kenapa takdirnya sebecanda ini, tapi ia bersyukur karna Nada lah orangnya. Mungkin jika itu wanita lain mereka akan meninggalkan Kean sejak dulu.
"Ayok!" Ajak Kean yang berjalan mengiringi langkah Nada.
"Nad" Nada menengok "Maaf" Nada mengangguk. Lalu mendekatkan dirinya pada Kean.
"Aku memaafkanmu, tapi ingat janjimu, jika kamu masih menyakitiku maka kamu akan melepasku Key" ucapnya dengan serius. Kean mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Temani aku dan ajari aku arti hidup ini Nad, sampai aku mencintaimu dan akan menjadi cinta terakhirmu." Wajah Nada kembali menyemu, ucapanya dalam, seperti sebuah ungkapan seseorang yang sangat bersungguh sungguh.
*
Setelah melewati waktu 12 jam, mereka sampai dikediaman Kean, yah rumah megah yang sangat indah, dimana rumah tersebut menyimpn sejuta kenangan.
Mereka disambut hangat oleh Zela dan Kean yang memang sedari tadi menunggui mereka. " Ya ampunnn sayanggg, bunda kangen banget" ucapnya memeluk gadis mungil dan cantik didepanya ini.
"Sama Kean gak bunda?" Kean yang dibelakang Nada hanya memandang iri hubungan bundanya dan istrinya yang sangat harmonis itu.
"Gak, kamu itu udah gede gak bisa disamaain sama Nada."
"Nada juga cuma selisih 5 bulan sama Kean nda" Zela tak bergeming, ia masih merapikan anak rambut putrinya itu.
"Bun, gak pengin nambah satu lagi yang cewe?" itu suara Kenan suami Zela. spontan Zela melototkan matanya pada Kenan lalu menginjak kaki Kenan. Kean tertawa mendengar ucapan sang ayah.
"Ngomong itu difilter yah, ada anak kecil " Tegur Zela dengan marah pada suaminya.
"Dari pada Kean dikasih adek, mending Kean yang bikin cucu buat kalian."Lagi lagi mereka menatap horor ucapan Kean, apalagi Nada yang notabenya masih polos. Dan Zela yang sudah memperlihatkan tatapan garangnya.
"KEANNNNNN....." Kean berlari sekencangnya lalu meninggalkan mereka yang masih stay disana, kecuali Zela yang sudah beraksi mengejar sang putra.
"Ngomong apa tadi?"
"Gak bunda"
"Ngomong apa?"
"Cucu.....Ahhhhh sakit bunda.... ini telinga nda" Nada dan ayahnya berjalan mengikuti arah dimana mereka bertengkar.
"Syukurin, makanya kalau ngomong itu yang bener!" Lagi lagi tontonan Zela dan putranya yang hobinya bertengkar seperti tom dan jeri menghiasi rumah megah ini.
'Dulu Ara, Kenan dan Arion yang selalu seperti ini, sekarang mereka, jadi rindu Arion dan Ayra, Ara dan Kevin. Yang jelas rindu Saka yang selalu punya cara untuk mengademkan suasana'
"Kean udah sah sama Nada nda, dan ahhhhh"
"Berani sentuh, bunda potong tangan kamu"
glek
Kean menelan ludahnya mendengar ancaman bundanya. "Tapi kan Kean mau hidup berdua sama Nada nda"
"Apah? " Suara kompak ayah dan bundanya berseru di halaman rumahnya.
"Kamu serius Key?" Kean mengangguk lalu kedua orang tuanya menatap Nada yang sepertinya sudah tau keputusan ini.
"Nada?" ulang konfirmasi kepada Nada. Nada mengangguk mengiyakan.
"Cariin rumah yah, aku serius buat bertanggungjawab sama Nada" ucap Kean yang mimik wajahnya mulai tenang dan berwibawa.
"Baiklah, papa akan carikan, tapi tentang cucu....."Zela, Nada dan Kean menatap aneh kepada Kenan. "Jangan terburu buru, kalian masih sekolah dan inget batasan, walaupun kalian sah, tetap saja umur kalian masih sangat muda untuk mengenal sexs."
"Yah ko gitu sih?" ucap Zela kesal
"Bun, mereka sah, jadi dosa kalau kita melarangnya juga." nasehat Kenan kepada Zela.
"Kean setuju"
"Nada gak setuju" ucapan Nada sukses membuat atensi mereka terfokus pada Nada.
"Pisah kamar wajib yah, Nada gak mau kalau sampai Kean tidur bareng Nada, tapi Kean masih berhubungan sama Bunga."
Deg
Lagi lagi pembahasan itu yang menjadi topiknya. "Bunda setuju Nad, enak aja lelaki memang semaunya sendiri"
" Kean sudah berjanji akan melepaskan Bunga secara perlahan bun"
"Bagus itu"
"Lelaki yang baik itu hanya setia satu wanita Key, ingat, Nada itu tanggung jawab kamu dan kamu harus bisa menjaga dan melindunginya" ucap Kenan yang menatap dan memegang pundaknya dengan serius.
"Key berjanji didepan Nada, bunda dan ayah, bahwa Key akan membahagiakan Nada dan melindungi Nada dengan nyawa Key sendiri." jawab Key lebih serius.
"Ingat Key, janji yang kamu ucapkan harus kamu tepati, jika tidak maka kamu akan menyesal di kemudian hari"
Bonus Visual
Kean
Nada
__ADS_1