
"Nad...."
"Nad"
Ucap mereka kompak. Nada yang merasa pukulanya terlalu keras mencoba bertahan dan menatap keduanya bersama. "Pulang Bintang"
"Tapi loe Nad?" sanggah Bintang yang merasa khawatir.
"Pulang Bintang, Kean benar ini rumah tanggaku, jadi tolong jangan ikut campur!"
Bintang mundur 2 langkah, ia mengacungkan jarinya "Gue pulang Nad, kalau loe merasa tersakiti ada gue disini yang akan menjadi...."
Bugh
"Nada gak akan kemana mana" Kesal Kean kepada Bintang. Bintang berbalik dan berjalan mundur. Sumpah serapahnya keluar merutuki sahabatnya itu.
Nada berjalan masuk ke dalam apartemenya diikuti oleh Kean yang siap menerjangnya dengan seribu pertanyaan.
"Nad...."
"Nad" Kean tetep mengejar walaupun Nada tidak menghiraukannya, hingga langkahnya berhenti karna sebuah lengan kekar yang menarik tanganya.
"Nad..."
"Aku cape Key, jadi tolong biarkan aku istirahat!" ungkapnya pada Kean. Nada mencoba melepaskan tanganya yang masih tertaut di tangan Kean.
"Cape selingkuh?" tanya Kean yang langsung membuat Nada naik darah.
"Aku bukan kamu yang selalu terang terangan di depanmu"
"Kamu mainya sembunyi sembunyi" Emosi Nada terpancing membuat Nada yang awalnya badanya sudah menatap pintu kembali mensehajajarkanya dengan Kean.
"Kenapa cemburu? " Nada seolah menantang Kean. Nada terkekeh "Mana mungkin seorang Kean cemburu sama Nada, cintanya buat Bunga seorang hanya BUNGA INGAT NA HANYA BUNGA, JANGAN BERMIMPI MENDAPATKAN APA YANG KAMU INGINKAN, BAGI LELAKI SEPERTI KEAN NADA HANYALAH BUTIRAN DEBU" ucapnya lantang, dari matanya tersirat sebuah luka yang dalam.
"Nad, tadi siang itu....."
"Aku tahu itu ungkapan yang paling jujur, jadi lupakan."
"Nad" Lagi cegahnya pada Nada yang hendak memasuki kamarnya.
"Aku lelah Key, perasaan ini sungguh menyiksa, jadi tolong lepasin aku jika memang kamu gak bisa berubah." ucapnya membuat nafasnya kembali tak beraturan, rasa gondok di tenggorokan ingin sekali ia teriakan, sesak di dada ingin sekali ia lepaskan, dan pembuat onar yang selalu membolak balikan hatinya sangat ingin ia pasrahkan.
brak
Nada menutup pintunya kasar, berulang ulang rasa ini bersarang dalam hidupnya.
'Yung Nada kesel'
'Nada lelah'
'Pengin nyusul yung'
Tanpa sadar air matanya terasa hangat asin dan panas itu membasahi wajahnya. Setelah itu ia beranjak, mengambil air wudunya dan kembalikan kepada yang diatas.
Ingat kekecewaan yang begitu dahsyat adalah berharap kepada manusia.
drrrrtt
drrrtttt
no name
Jika sudah tidak ada lagi harapan, maka tinggalkanlah
^^^Nada^^^
^^^Sebentar lagi akan aku lepaskan^^^
no name
Jika melepaskan jauh lebih baik, maka lebih cepat itu solusi yang terbaik.
Pesan itu lagi. Siapa pengirimnya Nada akan tahu ketika ia mengatakan aku menyerah.
*
Pagi buta Nada sudah berkutat dengan masakan di dapur, Kean yang sedari tadi sudah bangun namun memikirkan Nada yang sedang tidak mood membuat ia malas turun. 'gimana caranya buat Nada gak marah lagi'
Kean berjalan turun, disana sudah ada Nada yang sedang menikmati sarapan paginya. Tidak ada sapa atau apapun yang ada Nada menunduk menatap makananya.
Melihat Nada yang beranjak dari kursinya Kean ikut beranjak, dengan cepat Kean menyambar tangan Nada erat. "Lepasin Key!" pintanya kepada Kean, tapi Kean tidak menghiraukanya. Ia menggenggam erat tanganya.
Melihat Kean yang tidak mengatakan satu patah kata pun, Nada ikut diam. "Naik!" Nada naik ke boncengan moge metic milik Kean. Setelah naik ia memberikan hodie miliknya kepada Nada. "pakai"
__ADS_1
Motor segera melaju, dengan cepat Kean menarik jemari Nada, hingga tubuh mereka berhimpit. Motor itu melaju sangat cepat membuat Nada berpegang erat pada Kean.
Tak terasa motor sudah sampai di parkiran sana. Bisik bisik siswa lain yang terdengar di telinga Kean, namun tidak membangunkan Nada yang terlelap di punggung Kean. "Nad kalau mau kaya gini terus, kita balik ke rumah aja!" ledek Kean pada Nada.
Nada masih belum bangun, hingga Kean memegang jemari Nada lalu menciumnya. Barulah Nada terbangun.
''Kean putus sama Bunga''
''Syukurlah Bunga itu cantik tapi keluarganya tak jelas, mending sama Nada, tapi bukanya Nada kekasih Bara?"
"Bara yang suka Nada, kalau Nada mah biasa aja."
"Sweet banget ya ampun Kean" melihat Kean yang masih menciumi tangan Nada.
"Kean" Nada yang kaget karna tanganya di cium langsung menarik tanganya.
"Nad....."
"Maaf"
Nada beranjak turun dari motor Kean, ia masih belum mau memaafkan Kean. Kean meraih pinggang Nada dan memojokanya di motor Kean. "Maaf, dan beri aku kesempatan"
"Berapa kali lagi kesempatan yang kamu minta?" Wajah Nada berubah serius, kali ini, ia tak mau termakan janji manis Kean lagi.
"Lakukan sesukamu dan buktikan ucapan kamu" Nada berjalan meninggalkan Kean, Kean dengan cepat menarik tangan Nada, menyatukanya dan menariknya untuk berjalan beriringan.
Sesampainya di depan kelas Nada, Kean masuk kelas "Mau ngapain Key?" Kean berjalan menuju bangku Nada, disana ada Bunga ada Bara, Kean hanya melewatinya, seolah ia tak mengenal Bunga.
Didudukanya tubuh mungil Nada lalu mengusap dan menyelipkan anak rambut Nada. "Belajar yang bener, nanti aku jemput pas istirahat!"
cup
Satu kecupan di kening Nada, membuat Nada salah tingkah. Yah hatinya ikut dag dig dug diperlakukan oleh Kean sedemikian mesra.
Kean berjalan meninggalkan kelas Nada dengan perasaan yang gundah dan rasa bersalah, hatinya masih utuh milik Bunga dan entah sampai kapan. 'Maaf Nga!'
'Sungguh sakit yang luar biasa'
Itu Bunga, dia yang kini menunduk dan menitikan air mata lalu beranjak dari duduknya dan berlari ke kamar mandi.
"Kamu pasti sakit Nga" ucapan seorang gadis membuat Bunga menengok, dia Santi.
"Santi..." lirih Bunga
"Nangis aja Nga!" Bunga meraih pundak Santi dan menenangkanya disana.
"Dari mana kamu tahu Nga?"
"Ibunya Kean yang menjodohkan mereka" ucapnya masih dengan isak.
"Cuci muka gih kita ke kelas Nga!" ajak Santi kepada Bunga.
Sesampainya di kelas Bunga tidak menatap Nada, ada segurat marah dan cemburu yang tak ia sampaikan namun dapat ia perlihatkan.
'Maaf Nga, jika Kean berbuat sedemikian, itu bukan kendaliku'
Tatapanya kali ini jatuh pada Bara, terlukis sebuah luka yang besar di hatinya. Yah selama ini yang ada di samping Nada itu Bara. Nada menatap sedih Bara, yang ditatap beringsut meninggalkan Nada, mencari sebuah kursi kosong.
'Maaf Bar aku tidak bermaksud menyakitimu'
'Kenapa Cintaku kepada Kean terlalu banyak menyakiti orang lain?'
3 jam sudah pelajaran Bahasa Indonesia, di tambah fisika, yang membuat mereka suntuk. Sebelum Nada beranjak akan mengajak Bunga, Jill, dan Santi, Kean justru sudah berada di arah pintu.
khem
"Nad dicariin tu" itu ucapan teman sekelas Nada
"Nada apa Bunga tu?"
Itu sebuah ledekan untuk Kean, yang kabar berita putusnya belum terdengar tapi sudah gandeng mesra Nada.
"Nad ayo ke kantin!" ajaknya pada Nada, ditautkanya jemari Nada pada Kean, hingga membuat seluruh penghuni kelas heboh.
Namun saat sampai di kantin ada Bintang disana."Wah wah wah, beda yah, kalau udah cinta dimesrain dikit luluh." Ucap Bintang menyindir. Nada kesal kedua sejoli yang mengaku sahabat itu belum juga berdamai.
"Ikut aku Key!" Nada menarik tangan Kean, tapi yang bikin Kean kesal Nada juga menarik Bintang.
"Jangan sentuh Bintang Nad!" wajahnya tampak serius menatap Bintang.
'Apa Kean benar benar cemburu?'
Kean menarik Bintang, dan jadilah mereka bergandeng tiga seperti akan menyeberang jalan.
__ADS_1
"Gak usah pegang, gue masih normal" ucap Bintang. Keduanya saling lepas, hingga mereka sampai di roftoop sekolah.
"Selesaikan masalah kalian berdua, aku gak suka seseorang yang awalnya sahabatan jadi musuhan, apalagi karna adanya aku"
"gak"
"gak"
Itu jawaban kompak dari keduanya sambil memalingkan wajahnya. " Kalau kalian gak mau baikan aku aduin bunda, kalau Kean nyakitin aku, dan aku akan diemin kamu....."
"Ia... Ia....Nad gue mau baikan, asal jangan dicuekin guenya!" Kean kalangkabut, entah kenapa sehari tidak bercanda dengan Nada itu ibarat rumah seperti kuburan.
"Tang maaf " ucap Kean patuh.
"Bintang"
"Gue benci sama Kean yang...."
"Rahasia kamu aku beberin ke semua orang" ucap Nada berbisik pada Bintang, Kean langsung menarik Nada yang menurutnya terlalu dekat dengan Bintang. Bintang menelan ludahnya kasar, seorang Nada bisa mengancam.
"Rahasia apa?"
"Maaf Key" ucapnya yang kemudian menarik tangan Kean untuk berjabat tangan.
"Pelukan!" Kean dan Bintang saling tatap dengan apa yang diucapkan Nada untuk berpelukan, hatinya sesaat menghangat melihat pemandangan itu.
"Sahabat itu penting, jangan pecah hanya karna seorang wanita atau masalah apapun. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik baik." Ucap Nada bijak, barulah Bintang sadar lelaki di depanya adalah sahabat terbaiknya.
"Key maaf ya, gue terlalu ikut campur sama urusan loe" ucap Bintang dengan serius.
"Gue juga maaf ya" Mereka kembali berpelukan.
*
"Loe mau berangkat sekolah gak si?" Cila kesal, dari semalam sampai pagi Cakra hanya bermain game kesukaanya.
"Males, pemilik sekolah keluarga loe ini" Cila melotot kesal pada Cakra.
"Mau honeymoon gak?" lagi lagi penuturan Cakra membuat Cila naik darah. Cila melemparkan gulingnya kepada Cakra.
"Double date yu, ngajakin Nada," ajaknya pada Cila.
" Gak mau" tolak Cila
"Ayo lah, itung itung bikin mereka berdua dekat" Cila menghempaskan tubuhnya di bad berukuran big zize itu.
"Dari pada sekolah, ayo aja lah" jawabnya kepada Cakra.
"Telphone mereka sekarang!" Cila tampak kesal pada Cakra. Tapi tetap menuruti ucapanya.
drrrttt
drtttt
"π hallo Key"
"π Ya, apa"
"π diajakin camping sama Cakra di Bogor mau gak"
"πboleh"
"π gue bilang Nada dulu!"
tut
tut
tut
"Nad, diajakin camping sama Cakra dan Cila"
"Hah.... ngapain? "
"Camping, sekalian honeymoon" ucap Kean meledek Nada yang masih menyiapkan makanan.
"Bolos berarti?" tanya Nada.
"Sekali kali sih, besok sabtu ini" Nada tampak menimang nimang ajakan Kean. Lalu menganggukan kepalanya.
"Ajak Bintang" Kean menatap datar ucapan Nada.
"Kamu sebenarnya ada apa sama Bintang, main rahasia rahasiaan segala?"
__ADS_1
Deg
'Haruskah aku menceritakan semua tentang Bintang'