Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
47


__ADS_3

Ketika satu pintu di tutup maka Tuhan bisa saja membukakan pintu atau jendela yang lain


*


'Qaira Nada Assalwa'


Deg


Lututnya melemas membaca name tag tersebut. 'Ini adalah ponsel yang selalu di gunakan oleh Nada'


"Apa nama pendonor ginjal itu adalah Nada sus?" suster tersebut mengangguk mengiyakan.


"Ia betul mas, nama gadis itu Nada"


drrrtttt


drrttttt


Ponsel Nada berdering, nama sang ibunda tertera di sana.


"📞Ha-llo....?" suara serak terbata itu terdengar di seberang sana.


"📞 Ini siapa?"tanya sang bunda "Lelaki Key yang ngangkat" Kean merebut ponsel bundanya dengan cepat, lalu menempelkan ponselnya di telinganya.


"📞Hallo ini siapa?"


"📞Balik badan Key" pinta Bintang, Kean membalik badanya, di ujung sana ada Bintang yang mengangkat telephon sambil membawa seragam serta tas milik Nada.


"Kenapa loe yang angkat ponsel Nada?" Bintang hancur, ingin rasanya ia menjerit sekeras kerasnya.


"Bintang, itu tas Nada kan?" tanya bunda Kean heran. Lalu meneliti seragam tersebut dengan teliti.


"Ini pemilik wanita yang mendonorkan ginjalnya untuk Bunga"


Deg


Kean berlari merampas baju serta barang milik Nada. "Enggak, ini gak mungkin" Kean setengah berteriak. Bundanya ikut meneliti baju milik Nada.


'Qaira Nada Assalwa'


"Maaf mas, ini liontin milik pendonor yang tertinggal" Kean berbalik menatap sang suster lalu menerima liontin yang beberapa pekan lalu ia belikan untuk Nada.


"Sus.... katakan dimana pemilik yang mempunyai barang barang ini?" Kean mencengkeram kerah baju perawat tersebut.


Awalnya melihat Kean perawat tersebut kagum, tapi sayangnya Kean mencengkeram dengan kuat pundak sang perawat tersebut.


"Ahhh sakit mas" Kean mengkendorkan cengkeramanya "Di mana Nada sus?"


"Mmmm anu, jenazahnya di bawa sama keluarganya"


Deg


"Jenazah"


"Nada....." ibunda Kean mendekat lalu menanyakan kepada suster tersebut. "Suster di mana Nada?"


"Pendonor tak bisa di selamatkan dan jenazahnya di bawa oleh keluarganya pulang" jelas sang perawat dengan rasa takut. Yah yang perawat itu tau keluarga yang ada di depanya adalah orang kaya. Jadi ada rasa grogi ketika mengatakanya langsung.


"Keluarga, siapa dia?" tanya Kenan penasaran. Perawat tersebut menggeleng.


"Boleh saya lihat identitas pasien?" Perawat tersebut membuka statusnya dan melihat identitasnya. Lalu memberikan Kartu keluarga milik Nada yang tertera nama Kean di sana kepada Kenan.


"Benar Nada" jelas Kenan lemas.


"Enggak mungkin" Kean berteriak keras, ia sadar betul kemarin Nada menelphone lalu menanyakan jika Kean diberi pilihan siapakah yang diinginkan Kean untuk hidup, ia menjawab Bunga, dan ini jawabanya.


"Nada....Nada jangan tinggalin bunda" Bunda Zela terjatuh, ia syok mendengar Nada pergi. Bintang sendiri merasa terpukul, jika benar itu Nada, berarti ia telah menorehkan luka yang dalam di sisa hidup terakhirnya.


Flash Back On


Pagi itu saat Bintang berangkat, ia ingin meminta maaf kepada Nada perihal meneriakinya dan tak mengantar Nada pulang setelah pemakaman neneknya.


"Pagi bener udah berangkat?" tanya Langit pada Bintang.


"Ia mau ketemu Nada, lihat gak?" Raut wajah Langit berubah, ia tidak suka kepada Nada.

__ADS_1


"Loe bisa gak si, jangan dekat dekat sama dia.... " kesal Langit pada Nada "Perusak hubungan orang lain" lirihnya


"Maksud loe apa ngatain Nada?" Bintang mencengkeram kerah Langit, ia tak terima jika Nada di jelekan.


"Loe sadar gak si, Nada itu bikin hancur persahabatan kita" kesal Langit. " Gara gara Nada, persahabatan kita hancur"


"Disini yang salah bukan Nada" bela Bintang pada Nada "Tapi Kean"


"Buta loe, cuma gara gara wanita, waras dikit Tang" Cerca Langit "Gini deh sekarang loe pilih sahabat atau Nada?" Bintang Kicep, yah ia tidak sadar gara gara perasaanya Bintang menjadi renggang dengan Langit dan Bintang.


"Jawab babi?" Bentak Langit meraih kerah Bintang. Bintang tak menyangka efek dekat dengan Nada membuat ia lupa pada Langit dan Kean.


"Sahabat"


"Ok fiks, jangan pernah dekat dengan Nada lagi" pinta Langit pada Bintang. Bintang terpaksa mengangguk.


"Awas kalau loe ingkar janji" Bintang berlalu pergi meninggalkan Langit yang masih di belakang.


Flash Back Of


'Nad maaf'


'Gue emang brengsek'


Bintang ingat kembali ketika ia selalu memutuskan kontak matanya dengan Nada di saat dia terpuruk dan butuh bantuanya.


Kean membuka ransel kecil milik Nada, ada sebuah kertas lipatan kecil. Kean mengambilnya lalu membukanya. "Bun... dari Nada" Zela menggeleng ia tidak kuat jika membacanya.


"Bacakan Key!" pinta sang ayah


To Bunda


Hai bunda sayang, kalau bunda baca surat ini, mungkin kita udah jauh bun. Pasti Nada bakalan kangen banget sama bunda, Nada bakalan kangen dimanjain bunda, Nada bakalan rindu masak bareng bunda Nada bakalan kangen jalan sama bunda


Nada bakalan rindu semua tentang bunda


Bunda, bunda tahu, Nada sedih akhir akhir ini, Nada pengin peluk bunda, untuk melepaskan rasa sakit ini. Nada pengin banget critain semua yang Nada rasakan sama bunda.Tapi Nada takut bunda bakalan sedih kalau denger cerita Nada. Jadi Nada lebih suka meluk bunda sebagai tanda Nada kuat jika bersama bunda


Bunda Nada pamit yah, mudah mudahan kita bisa berjumpa lagi, Nada cuma mau ngasih tahu kalau Nada sakit ketika bunda gak percaya sama Nada, bahwa Nada enggak pernah nglakuin semua itu, termasuk mencelakai Bunga, itu bukan Nada bunda.


Maaf kalau Nada menyerah bunda, terimakasih sudah merawat Nada dengan penuh kasih sayang.


Nada sayang bunda.


^^^Nada^^^


"Nada...... jangan tinggalin bunda sayang, Nada...." Zela menangis meraung memanggil nama Nada. Hingga akhirnya ia benar benar ambruk dan terpaksa dibawa ke IGD.


Kini Kean diam, memorinya berputar kembali tentang ucapanya kemarin yang mengatai Nada seenak jidatnya.


'an**ng loe'


'mati aja loe'


'kenapa loe gak ikut mati orang tua loe aja'


Kean berjalan tertatih, ia keluar dari rumah sakit menuju apartemenya. Sesampainya di rumah, rumah dalam keadaan terang.


'Mudah mudahan Nada di rumah'


Ia membuka apartemenya, di sana, di dapur biasanya Nada sedang memasak. Ia buka krondong sajinya, kosong. Hati Kean berdenyut nyeri, sungguh menyesakkan.


"Nada...." Kean berjalan menuju kamar Nada, biasanya dia sedang belajar.


ceklek


'Sangat rapi'


"Nad.... NADAAAAAAAAA" Teriaknya seperti orang gila, ia menyusuri apartemenya, bayangan Nada semua benar benar terekam jelas diingatanya.


"MULAI DETIK INI AKU AKUI AKU MENCINTAIMU NAD.... KEMBALILAH JANGAN TINGGALIN AKU NAD!"


"NADAAAAAA"


*

__ADS_1


Nada terbangun, ia seperti bermimpi dipanggil oleh Kean. "Dimana aku?" Nada membuka matanya, lalu menyisir ruangan yang tampak asing itu.


"Kak Kenzo" Dia lelaki berusia 19 tahun yang anaknya pernah diselamatkan karna hampir tertabrak mobil oleh Nada. Kenzo dan Alea pasangan muda yang menikah karena kecelakaan. Anak dari seorang abdi negara bernama Arif dan Yasmin.


Kenzo menatap jendela kamar yang di bawahnya ada taman yang sangat megah itu. Lalu memorinya berputar pada saat Nada berada di ruang operasi.


Flash Back On


Mendengar jawaban Kean bahwa Kean akan memilih Bunga dari pada Nada, Nada menyerah, ia akan mengikhlaskan Kean untuk Bunga. Ia mengikuti dokter yang tadi berada di ruangan Bunga.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang dokter


"Saya mau mendonorkan ginjalku dok" dokter tersebut kebingungan lalu Nada mengatakan sebagai pendonor pasien atas nama Bunga.


Setelah melalui prosedur pemeriksaan fisik, laboratorium kondisi metabolik umum, koagulasi darah, darah rutin, kolonoskopi, hingga pap smear dan mamografi. Serta pemeriksaan umum pasien yang akan dioperasi. Hasilnya normal dan cocok.


Setelah menunggu hampir 36 jam Nada akhirnya di bawa ke ruang operasi. "Sebelum kita memulai operasi marilah membaca doa menurut agama dan keyakinan masing masing, berdoa dimuai"


Nada sudah tidak sadarkan diri, sehingga ia tidak tahu apa yang terjadi di ruang operasi tersebut "dok, ada satu pemeriksaan yang kita lewatkan" mendengar penuturan sang perawat mereka mulai tegang, ini operasi besar, sangat berbahaya jika ada kesalahan sedikit saja.


"Pemeriksaan apa?" tanya operator operasi


" pp test" Mereka mengernyit, lalu menatap perawat tersebut.


pp test atau tes kehamilan


"Priksa sekarang!"


Seteah beberapa menit, hasilnya keluar dan dua garis merah nampak disana. "dok..." Semuanya menatap horor perawat tersebut "positif" Mereka mundur, tidak mungkin jika akan menggagalkan operasi.


Setelah beberapa menit menimang nimang, pemimpin operasi mengambil keputusan "Lakukan operasi"


"Tapi dok" sanggah perawat tersebut


"Keluar jika kamu tidak mau terlibat!"


pintanya dengan membentak "Kita mulai operasi"


"messer!" Saat bisturi hendak merobek bagian pinggang, pintu operasi terbuka.


brak


"Siapa anda?"


"Saya walinya, dan kalian berani melakukan transplantasi pada pasien yang sedang hamil?" mereka ketakutan mendengar teriakan Kenzo "Hentikan operasinya" ucap Kenzo


"Tapi gadis itu butuh transplantasi" tunjuknya pada Bunga.


"Saya membawakan gantinya" jelas Kenzo "Pasien dengan golongan darah sama seperti Nada rh +, dengan dx mati batang otak." Jelasnya lalu membawa Nada keluar. Namun sebelum keluar Kenzo lebih dulu menghentikan langkahnya.


"Tidak perlu mengganti identitas, karna identitas Nada sudah teregistrasi di Komite Transplantasi Nasional. Akan sangat sulit jika kalian mengkaji ulang dan meregistrasi ulang"


rh (rhesus)


dx(diagnosa)


Setelah selesai dengan urusanya, Kenzo membawa Nada terbang ke Sulawesi. Disanalah Nada akan tinggal melanjutkan hidup yang sesungguhnya.


Flash Back of


Kenzo mendudukan badan Nada, Nada meneliti bagian tubuhnya sayangnya tidak ada yang sakit "Ka aku kenapa gak jadi dioperasi?" Nada ingat betul bahwa dirinya berada di rumah sakit untuk mendonorkan ginjalnya.


Kenzo mendekat, lalu duduk di samping Nada. "Kamu yang bilang menyerah Nad, jadi aku hanya menuruti apa yang kamu inginkan."


"Tapi aku mau mendonorkan ginjalku terlebih dulu ka" Ucapnya pada Kenzo.


"Apa kamu gila Nad, mendonorkan 2 ginjal sama saja kamu bunuh diri"


"Aku gak peduli ka, aku udah gak kuat hidup seperti ini ka" ucap Nada sambil menangis.


"Jika kamu tidak peduli dengan hidupmu maka mulai detik ini cobalah peduli pada janinmu"


Deg


"Janin?"

__ADS_1


__ADS_2