
Kean masih menatap langit yang cerah itu, sedangkan Nada masih terpaku memandang wajah tampan milik Kean.
"Nad seandainya aku bikin salah yang fatal, apa kamu akan meninggalkanku?" Nada menatap Kean dengan serius.
"Tergantung" Kean menatap penuh pertanyaan wajah Nada. "Kalau hatiku masih kuat maka akan aku pertahankan, tapi jika tidak aku lepaskan"
"Jangan bahas perpisahan, akan terasa lebih dekat jika kita terus membahasnya!" ungkap Nada kembali. Ia enggan jika harus membicarakan hati yang luka dan tetap bertahan.
"Nad.... pernah kamu membenciku?" tanyanya tanpa mengalihkan pandanganya dari rasi bintang yang sedang ia rangkai berulang.
"Sangat...." Barulah Kean mengalihkan pandanganya dari garis rasi bintang ke garis wajah Nada yang tampak tanpa ekspresi. "Tapi....." mendadak air matanya jatuh dan isakan kecil keluar di bibirnya.
Kean mendekat, merapatkan tubuhnya dan menyangga kepala Nada pada dada bidangnya "Maaf Nad maaf"
Nada memcoba menahan isakanya "Tapi rasa benci itu tertutup oleh rasa sayang Key" lagi Nada menelungkupkan kepalanya pada dada bidang milik Kean.
'hatiku sangat sakit jika melihat Nada menangis'
cup
cup
cup
"Udah Nad, maaf ya, jangan nangis lagi!" ucap Kean menenangkan " kamu boleh pukul kalau kamu mau!" pinta Kean
bugh
bugh
bugh
Nada menepuk nepuk dada Kean, berakhir dengan rengkuhan dan sebuah pelukan hangat di malam yang dingin. Hingga Nada tertidur di dada bidang miliknya.
Dengan perlahan Kean memindahkan Nada ke dalam tenda yang mereka buat tadi, tidak dingin karena busanya saja tingginya ada 10 cm, lengkap dengan guling dan lampu kedap kedip berwarna lavender yang dipasang di luar tenda.
'Nad padahal rembulan sangat indah, tapi kamu malah tertidur.'
Kean mengusap rambut kecil yang menjadi poni poni kecil di wajah Nada. Lalu mengecup kening milik Nada "Selamat tidur tuan putri"
Kean masih merenung, disana tidak ada Cila dan Cakra entahlah, paling mereka mencari angin keluar. 'dasar gak asik, ngajak kesini malah kita ditinggalin'
Kean menatap ponselnya, ia melihat galeri miliknya, masih penuh dengan foto foto milik Bunga.
'Gimana kabarnya, apa dia baik?'
'Nga maaf yah, aku tidak bisa melindungimu, menyayangimu lagi, tapi aku akan selalu menjagamu dari jauh aku janji'
Delete
Ok
'Maaf kenangan ini harus aku hapus'
"Belum tidur?" Tanya Cakra, Cila tidak menyapa ia langsung masuk ke dalam tendanya.
"Dari mana?" tanya Kean
"Nyari angin?" Cakra tampak diam, ikut menatap langit penuh dengan rembulan dan rasi bintang.
"Udah ngambeknya?" tanya Kean penasaran
"Dia mah..... dikasih jajan aja diam" jelas Cakra.
"Seberapa dalam loe dekat dengan Cila?" Kean penasaran, entah kenapa Cila selalu ngelawan Cakra, berantem dengan Cakra, dan ribut terus sama Cakra, Tapi Cakra benar benar bisa menakhlukan Cila 100%.
"Apapun tentang dia gue tau" ucap Cakra mantap "Dia itu unik" Cakra menatap langit dengan senyuman yang tertarik 2 cm. "Kadang manja, kadang jaim, kadang dewasa, kadang kekanakan, kadang pro kadang kontra" Yah mereka saling bertukar cerita.
"Sepertinya moment seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan hubungan gue sama Nada" sela kean di tengah tengah percakapan mereka.
Hingga larut malam mereka bercerita, entah masalah cinta, masa lalu, dan masa yang akan datang. Kean menyusul Nada yang entah sampai mana mimpinya, dan Cakra menyusul Cila.
* *
__ADS_1
Santi
Nga lihat storynya Kean deh
^^^Bunga^^^
^^^Foto apa San, gue udah di block^^^
Santi
sent image
sent image
sent image
Deg
'Sakit'
'Sakit'
'Sesak banget hatiku'
Bunga beranjak, ia meninggalkan ponselnya di meja kamarnya, lalu berlari keluar kamar menuju kamar mandi.
"Nga...."
"Bunga"
"Nga dimana kamu, ibu mau minjem ponsel kamu buat nelphone....." ucapanya terputus melihat ponselnya tergeletak di meja kamarnya.
Diambilah ponsel milik Bunga, dan ketika ponsel dibuka barulah terpampang jelas foto milik Nada dan Kean, yang sedang berkemping, ada foto rasi bintang, rembulan yang bersinar, dan foto Kean yang merengkuh Nada.
'Dasar anak ini, sudah ku bilang jangan lepaskan tambang emas kita, kenapa dia bodoh sekali sampai membiarkan Kean bersama dengan wanita lain'
"Ibu...? Cari apa?" tanya Bunga kepada ibunya.
"Bu, jangan begini, ayah juga tiap bulan kirimin buat Bunga, Bunga gak enak sama papanya Bara" tolak Bunga. Yah ibunya Bunga sangat matre jika masalah uang.
"Apa kamu bodoh, kita itu butuh banyak uang Bunga, mama mau ke salon biar papa kamu mau balik lagi sama ibu"
"Buuuu"
plak
Ibu Bunga menarik rambut Bunga kasar. Lalu mengambil minuman yang keras dan memaksa Bunga untuk meminumnya.
"Ngga bu engga" Bunga tampak memberontak dan membuang botol berisi minuman keras itu. Sayangnya minumanya tidak pecah karna kemasanya bukan kaca.
prakkk
"Bunga gak mau minum itu lagi" Ucap Bunga dengan isaknya.
"Makanya otak kamu tambah hari tambah lemot kalau gak dikasih ini.... minum....minum gak!" Ibunya Bunga mencoba memaksa memberikan minuman tersebut kembali, mengingat kondisi Bunga kali ini lebih buruk dari sebelumnya.
"Ampun bu ampun jangan suruh Bunga minum itu lagi, Bunga mau lakukan apapun syarat dari ibu" Ibunya Bunga tertawa bahagia.
"Cari cowo yang tajir Bunga biar ibu tidak seperti ini terus sama kamu, cinta saja tak cukup, kenyataanya ibu ditinggalkan ayah dan papa kamu" Bunga menggeleng, ia tidak membenarkan kenapa ibunya ditinggalkan oleh keduanya.
'Masalahnya ada pada ibu bukan pada ayah dan papa'
"Ajak Kean kesini" Bunga tampak berfikir, jika sedang seperti ini, ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya kalau ia dan Kean sudah tidak bersama.
"Baiklah bu" sebuah anggukan berat dilakukan oleh Bunga.
*
Pagi ini Kean dan Nada seperti biasa tampil mesra, saling bergandengan tangan. "Berasa dunia milik berdua" ledek Bintang.
"Iri bilang bos" jawab Kean pada Bintang.
"Iah gue iri, loe punya bini cantik, baik gitu, pinter lagi" Kean mengatukan giginya lagi lagi rasa tak suka ketika seseorang memujinya merasuki hatinya. "Becanda bos" ucapnya yang tahu bahwa ekspresi wajah Kean berubah.
__ADS_1
"Ia gue tahu, masuk yu Nad, udah mau bell!" ajak Kean pada Nada yang sudah sampai di depan kelas Nada.
Sesampainya disana, seperti biasa ada Bunga yang menunduk tidak mau melihat kedatanganya, tapi setelah Kean mengecup Nada dan berjalan dekat dengan dirinya, ia kembali berani menyelipkan sebuah kertas pada Kean tanpa sepengetahuan Nada.
'Maaf Nad, aku ada perlu dengan Kean, tapi tidak bisa ijin denganmu'
Kean berjalan ke kelasnya, disana hanya ada Bintang, Langit selalu sibuk dengan pacarnya. Saat Bintang tengah asik menggoda perempuan, Kean sempatkan untuk membaca pesan tersebut.
^^^Kean^^^
Maaf karna lancang memberikan surat ini Key, ibuku mau bertemu kamu nanti sore setelah kamu mengantarkan Nada.
Please tolong aku, ibu tidak tahu kalau aku dan kamu sudah putus, kalau dia tau dia akan sangat marah kepadaku, jadi bisakah sekali ini saja kamu tolong aku, jika ia datanglah kerumah nanti sore
Bunga
"Woi lagi ngapain?" ucap Langit dengan cara mengagetkan, spontan Kean langsung meremas kertas tersebut.
"Ngagetin aja si loe" kesal Kean.
"Pulang sekolah mabar kui" ajak Bintang.
"Gue gak bisa" ucap mereka kompak, membuat Bintang kesal.
"Tau deh yang udah pada punya pacar ga asik lagi" Bintang kesal, sayangnya percakapan dan perseteruan mereka terhenti karna ada guru mapel yang mengajar.
Sepulang sekolah, setelah mengantar Nada, Kean ijin kepada Nada bahwa dirinya ada perlu sebentar. Nada mengijinkanya. "Jangan malam malam pulangnya!" Kean mengangguk, lalu mengecup kening yang akhir akhir ini mulai jadi candunya.
"Siap tuan putri" ucapnya dengan hormat. Kean berjalan tergesa gesa, detik waktu sudah menunjukan pukul 18.30
Mobil Kean memasuki halaman rumah Bunga, otomatis ibunya Bunga membukakan pintu dan menyambut Kean. "Malam tante?" Ibu Bunga tersenyum lalu menjabat tangan yang diulurkan oleh Kean.
"Bagaimana kabar kamu nak Kean?" tanya ibunya Bunga.
"Baik tante, Bunganya ad...." belum selesai ucapanya, Bunga sudah keluar dari kamarnya.
"Nak Kean ibu tinggal bentar buat minum ya!" Ibunya Bunga memasuki dapur dan membuatkan jamuan untuk Kean.
Setelah dihidangkan banyak pertanyaan yang ditanyakan kepada Kean dari ibunya Bunga. Pertanyaanya seperti apa hubunganya dengan Bunga kedepanya nanti.
"Nak Kean, ibu sedikit pusing, ibu masuk kamar ya, Bunga tolong siapkan obat ibu!" Ibunya Bunga memasuki kamarnya disusul dengan Bunga.
"Ambilkan dua obat Nga!" pinta sang ibu
"Loh bu biasanya satu"
''Ibu minta dua Bunga!" Bunga mengangguk lalu mengambilkan 2 obat yang efeknya tertidur.
Setelah memastikan ibunya tertidur, Bunga kembali ke ruang tamu, Kean disana, menikmati secangkir kopi yang dibuatkan oleh ibunya Bunga.
'Kenapa kean terlihat sangat tampan malam ini?'
'Inget Nga, dia bukan milik kamu lagi'
Bunga duduk tepatnya disamping Kean, Kean yang mengetahui keberadaan Bunga disampingnya menatapnya tajam, seolah ada sebuah magnet yang menariknya.
"Nga, gue rindu" Kean memeluknya, tidak kalah, Bunga juga mempererat pelukanya.
Disisi lain ada Nada yang sedang berjalan memasuki kamarnya, ia mencoba merebahkan tubuhnya dan meregangkan otot otognya, sayangnya tanganya menyentuh gelas di nakas.
pyak
"Astaghfirullohaladzim" Nada mengelus dadanya, ia mulai panik dan meneliti ponselnya, ponsel Kean mati, dan tidak dapat dihubungi.
Bara
Na, tadi gue lihat Bunga ngasih surat buat Kean
Deg
Sedangkan di rumah Bunga, Kean mulai tak kontrol, tidak hanya memeluk ternyata rasa rindu yang bersarang dibenaknya lebih besar.
"Aku kangen banget sama kamu" tidak ada penolakan dari Bunga membuat Kean berani mencium kening Bunga, dan dilanjut dengan pipi, berakhir ciuman panas antaranya dengan Bunga.
__ADS_1