Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
81


__ADS_3

"Key.... aku ke toilet sebentar" pamit Nada pada Kean. Kean mengangguk mengiyakan.


"Perlu ditemani?" Nada tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


Setelah Nada selesai dari toilet, ia dapati sosok Bintang di sana. Sosok lelaki tampan yang sedang berdiri bersender di tembok. "Tang"


"Apa kamu bahagia Nad kembali pada Kean?" Nada tertegun, ia masih berfikir panjang kenapa Bintang sampai mengucapkan kata itu.


"Kalau kamu mengenal Kean selama 7 tahun ini seperti apa, harusnya kamu tahu jawabanya Tang" ucap Nada terjeda. "Dia sudah berubah Tang"


"Seyakin itu kamu Nad" Nada menganggukan kepalanya bahwa ia tidak ragu sama sekali menerima Kean kembali.


Kean disana, menyaksikan drama istrinya dengan sahabatnya. Ia memang sengaja membiarkan Bintang menyusul Nada. Hanya memberi sedikit waktu untuk mereka bisa menyelesaikan masalahnya.


'Ternyata fikiranku salah'


'Bintang secinta itu sama Nada'


'Bahkan selama ini'


'Gila'


"Aku masih mencintaimu Nad" Nada menatap Bintang, ia tertegun mendengar pengakuan Bintang. "Aku tau aku salah, tapi hatiku tertutup dan hanya namamu disini Nad" ucapnya menunjuk jantungnya.


"Aku juga masih mencintainya Tang. Bahkan setelah semua yang Kean lakukan kepadaku, aku masih bisa menerimanya, karna ternyata aku jauh lebih takut jika bersanding dengan pria lain"


Yang di maksud pria lain itu Fidan. Karena Nada sangat trauma dengan lelaki lain, tapi berbeda dengan Kean. Dia bahkan menikmati saat bersama Kean meski dulj ia juga sempat trauma karenanya.


Nada yang tadinya menanggapi sepele ungkapan Bintang, akhirnya harus mematahkanya dengan serius. Karna tidak mungkin lagi seorang wanita beristri bersahabat dengan lawan jenis.


"Kalau boleh memilih aku juga tidak ingin hatiku berlabuh padamu Nad, tapi.... Mau gimana lagi menghapusnya bahkan selama ini aku tidak bisa melupakanmu" terangnya kepada Nada.


"Cinta memang gak pernah salah Tang, yang salah itu kamu. Gak seharusnya kamu mempertahankan cinta yang mustahil akan jadi milikmu Tang"


"Mustahil Nad katamu? Kalau aku mau dari dulu aku bisa miliki kamu? Aku mencintaimu sebelum Kean Nad, seharusnya aku juga bisa memilikimu" Angkuh Bintang kepada Nada


Kean geram, venanya berkontraksi, dan menimbulkan guratan di lenganya. Kenapa pembicaranya lebih serius dari yang Kean fikirkan. Kean hendak menyusul Nada dan Bintang, sayangnya Langit mencegahnya.


grep


Langit mencekal lengan Kean dengan kuat. Ia tidak mau dua sahabatnya kembali rusak seperti dulu. Kean melepaskan tangan Langit dengan kuat. "Lepas Ngit!"


Langit menggeleng, ia menginstruksi Kean agar tetap berada di tempatnya. "Jangan gegabah!"


"BRENGSEK" Kean mencekal kerah baju Langit "Bintang udah kelewatan Ngit" emosi Kean kian memuncak. "Dia lupa Nada milik gue"


"Kalau loe kesana persahabatan kita hancur" cegah Langit pada Kean.


"Gue gak peduli" ucap Kean yang hendak berjalan kembali tapi terhenti karna cekalan tangan Langit.


"Jika tidak peduli pada persahabatan kita maka pedulilah pada Nada yang baru kembali kepelukanmu" Kean diam, benar ucapan Langit, Kean harus percaya pada Nada. "Bahkan selama ini Nada masih mencintaimu.


Ucapan Langit benar, Nada tidak akan goyah hanya karna pernyataan Bintang. Langit dan Kean kembali ke tempatnya mendengarkan percakapan Nada dan Bintang yang semakin serius.

__ADS_1


"Tapi sebelum Kean mencintaiku aku sah miliknya dan hatiku juga sudah milik Kean Tang" Ucapnya terjeda lalu meraup oksigen dengan rakus, dadanya pun ikut naik turun. Nada lega, ungkapan Nada membuat Kean bahagia.


"....." Bintang menatap Nada yang saat ini air matanya mulai berjatuhan.


"Dan kalaupun aku- tidak kembali- dengan Kean, aku- juga tidak akan menerimamu Tang. Karna aku bukan wanita yang suka merusak hubungan orang lain, termasuk persahabatan kalian"


Remuk, hancur sudah Nada mematahkanya hati Bintang. Salah Bintang karena masih melabuhkan perasaanya pada Nada.


Nada berjalan meninggalkan Bintang, tapi Bintang justru menarik lengan Nada. Membuat Nada berbalik dan berhadapan dengan Nada. "Nad"


"Cukup Tang, gak seharusnya kamu menikam Kean seperti ini!" Nada melepaskan tangan yang dipegang oleh Bintang dengan kasar. "Dia sahabat kamu tang, suami aku, dan aku sahabat kamu."


"Maaf" ucapnya dengan nada lirih, sepertinya ia menyesal telah mengatakan hal yang tidak seharusnya Bintang katakan pada Nada.


Nada tak menggubris ucapan Bintang tapi ia berlalu meninggalkan Bintang disana. Nada mencoba menarik nafasnya dalam beberapa kali, lalu meghapus air matanya dan mencoba tersenyum.


Padahal Kean disana tersenyum melihat semuanya. Dengan pelan dan anggun Nada berjalan keluar menuju ruangan yang katanya restauran yang sudah dipesan oleh Kean untuk merayakan kembalinya Nada.


"Key...." panggilnya manja. Kean dengan semangat menggandeng tangan Nada.


"Kenapa sayang?" Nada cemberut, lalu memanyunkan bibirnya.


Kean paham, Nada sudah tidak mood berada di lingungan itu. "Bro gue cabut yah" pamitnya dengan tiba tiba membuat Nada menatap Kean heran. Langit hanya menganggukan kepalanya.


Kean menarik tangan Nada, lalu berjalan keluar dari restaurant itu. "Kita pulang, aku tau kamu cape" ucapnya kepada Nada yang masih melongo akibat Kean menariknya tiba tiba.


ceklek


Kean membukakan pintunya lalu membungkuk melepaskan tangan Nada "Silahkan tuan putri" Nada tersenyum lalu memasuki mobil Kean. Tangan Kean memegang bagian atas mobil agar Nada tidak terkena body mobil.


"Ada urusan mendadak Nad, jadi kaka harus segera pulang" ucapnya sambil memasukan koper koper milik anak dan istrinya ke dalam bagasi.


Nada cemberut, tampak kesedihan di wajah Nada karena harus berpisah dengan kakaknya. "Bapak sama ibu sehat kan?" Kenzo mengangguk lalu tersenyum, tanganya ia usapkan di rambut Nada.


"Mereka sehat, tadi juga nelphone nanyain kamu, tapi kakak bener bener ada urusan mendadak Nad, jadi maaf kaka harus pulang yah!" Jelasnya menerangkan alasan pulang kepada Nada.


grep


Kean cemburu, melihat Kenzo yang memeluk Nada tiba tiba, mana ada pasangan yang tidak cemburu ketika pasangan dipeluk orang lain. Tapi kak Alea sepertinya tidak cemburu.


"Sehat sehat yah de, mudah mudahan keluarga kamu kali ini bener bener sakinah de, nurut sama suami ya, gak boleh ngebantah!" ucapnya lirih dan sangat lembut, saat saat seperti ini Kenzo kenapa jadi melo dan bikin haru.


"Kak Alea" Nada melepaskan pelukanya, lalu berpindah kepada Alea dan memeluknya hangat.


"Jadi istri sholehah ya cantik, jangan lupa surgamu ada pada suamimu" Nada mengangguk mengiyakan.


"Key" Kenzo mendekat lalu berpelukan dengan Kean, begitu juga dengan Nada yang berpelukan dengan Queen dan menjahilinya.


"Queen ate di tinggal sih, gak mau disini aja sama ate?"


"Bikin makanya Nad" Nada mati kutu mendapat candaan kakakanya.


"Key jagain adek gue yah, awas kalau lecet" ucapnya bercanda pada Kean.Kean mengangguk lalu melepaskan pelukanya.

__ADS_1


"Pasti ka" janjinya pada Kenzo " Key akan jagain Nada benar benar akan jagain Nada sampai ajal menjemput"


"Gue pegang janji loe" ucapnya menepuk pundak Kean. Lalu berbalik menatap sang istri. "Ayo yank kita balik" ajaknya yang kemudian menggandeng Alea dan mengambil alih Queen.


"Kak ayo aku antar!" tawar Kean pada Kenzo. Kenzo menggeleng kepada Nada dan Kean.


"Kalian pasti cape, istir-"ucapanya terpotong oleh Nada.


"Nada harus ikut ke bandara kak" ucap Nada bergegas.


"Gak usah, kami diantar supir Nad, kalian istirahat saja, Kean juga pasti cape, kondisinya belum stabil kan?" Nada menatap Kean yang menatap balik Nada.


"Tapi...."


"Jangan keras kepala sayang" ucap Alea pada Nada dan sukses membuat Nada patuh.


"Kalian gak nunggu Cashel kak, sekalian aja ayo kita ke sekolah Kean" tanya Nada yang berharap ikut dengan mereka dengan alibi menjemput Cashel.


"Kita tadi sudah ke sekolah Cashel Nad" jelas mereka kompak. "Dan katanya Cashel ikut kakek neneknya nginep di rumah orangtua mereka."


"Yahh" Lesu Nada mendapat penolakan halus dari kakak dan mbaknya dan mengetahui bahwa Cashel tidak akan pulang. "Ya udah salam buat ibu uah kak" Kenzo mengagguk dan mengiyakan.


"Kami pamit yah, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam hati hati kak" Kenzo mengangguk pada Nada.


*


Malam malam seperti ini rasanya bikin Nada dan Kean canggung, pasalnya di rumah mereka hanya ada mereka berdua. Para pembantu pun sudah pulang ke rumah masing masing.


"Sini" Kean menepuk kursi di sampingnya agar Nada duduk di sampingnya. Nada menurut dan bergeser dengan perlahan. Ia sandarkan kepalanya pada dada bidang milik Kean. "Kenapa?"


Nada menggeleng. Sungguh Kean seakan tahu apa yang sedang dipikirkan Nada. Nada sejak tadi tidak tenang karna kelakuan Bintang tadi sore. "Key"


"hmmm yah?" Nada menggeleng kembali lalu merapatkan pelukanya pada Kean. "Gag mau crita sesuatu?" Nada mendongak menatap saksama wajah Kean yang tepat di atasnya.


"Crita apa ?" Nada kembali merebahkan kepalanya membuat jantung Kean dag dig duer karna berada dekat dengan Nada.


"Tentang Bintang gitu." Tebak Kean yang sukses membuat Nada menatap cengo pada Kean.


Deg


'Bagaimana Kean tahu'


'Apa Bintang mengadu'


'Gag mungkin'


"Gag ada" jawabnya berulang, meyakinkan Kean bahwa tidak ada apa apa.Dan Nada baik baik saja.


'Bahkan sudah seperti tadi, dia tidak mau menceritakan apapun padaku'


'Apa Nada belum percaya sepenuhnya padaku'

__ADS_1


'Atau dia takut hubunganku dengan Bintang rusak dan berfikir itu karenanya?'


"Tentang Bintang yang menyatakan perasaanya kembali padamu Nad?" Nada kali ini melepaskan rengkuhan Kean yang tanganya sejak tadi mengusap rambut Nada.


__ADS_2