Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
35


__ADS_3

Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus


*


Bintang terkekeh 'Kean tidak tahu kalau ada Nada disini'


"Lalu hati loe akan terus buat Bunga, ia?" Kebali pertanyaan itu terlontar dari bibir Kean.


"Ia, Bunga gak akan bisa dilupain, walaupun Bunga bukan kekasihku lagi, dia akan selalu menjadi pioritasku, akan selalu aku jaga, dan lindungi dengan segenap hati gue." ucap Kean membuat Bintang serasa ingin menonjok Kean sampak babak belur.


"Key..." Bintang mendekat ke arah Kean "Ada Nada di balik pintu itu"


Deg


Kean menatap arah pintu disana, benar ada Nada. Nada yang tahu bahwa Bintang dan Nada menatapnya langsung berlari menuruni anak tangga. Hatinya seperti diremuk berulang ulang, tapi ia mencoba bertahan dengan semua ini.


Kean hendak berlari mengejar Nada dengan cepat Bintang menarik pundaknya "Jangan dikejar!" itu pinta Bintang


"Loe sengaja kan?"


"Nada berhak tahu watak asli loe Key, gue tahu betul loe itu cinta mati sama Bunga, dan gue pengin loe lepasin Nada!" peringat Bintang pada Kean.


"Brengsek emang loe" Bintang terkekeh, tawa jahatnya menggema di rooftop tersebut


"Haaaa haaaa haaaa Kean .... Kean...." Bintang kembali menatap Kean untuk yang kesekian kali.


"Mulai detik ini gue akan rebut Nada dari loe, inget kalau loe gak bisa hargain, cintai dan sayangi Nada, loe akan kehilangan dia" Bintang berjalan turun melalui tangga menuju kelasnya.


Di sebuah tangga darurat, seorang gadis sedang duduk menunduk menitikkan air matanya "hiks...hiks....hikss"


"Nad" Nada menoleh, ia memghapus sisa air mata yang masih mengalir di wajahnya.


"Tang" jawabnya sambil menampilkan senyum tipis yanb dipaksakan.


'Masih bisa senyum kamu Na'


"Nad" Nada menatap Bintang.


"Lepaskan!" ucapnya kepada Nada, Nada menggeleng. "Jangan bodoh Nad, jangan mengharapkan sesuatu yang fana"


"Udah terlanjur sayang Tang" ucap Nada yang kini air matanya mengalir dan terpaksa ia hapus sendiri.


"Kamu pinter Nad, jangan jadi bodoh karna cinta, ini udah keterlaluan Nad" Bintang membentak. Nada kaget dengan intonasi yang tiba tiba meninggi.


"Ikut aku!" ajaknya yang menarik lengan Nada, Bintang tak peduli jika Nada akan mengatakan mukhrim atau tidak mukhrim.


*


"Bangun Cakra" teriak Cila keras di telinganya.


"Mulut Cil masyaAlloh, gini gini gue suami loe" ucap Cakra kesal.


"Gue gak peduli, cepat bangun, mandi, anterin gue ke rumah Abi!" Cakra mendadak kesal Cila menyebut kata Abi dipagi hari dan membangunkanya.


"Gila ya?" Cakra menelungkupkan kembali kepalanya lalu ia tutupkan bantalnya di telinganya. "Pergi sendiri" kesal Cakra, ia baru tidur subuh tadi. Alasanya ya karna ia dibiarkan tidur di sofa kamar Cila.


"An-ter-in Cakra!" teriak Cila yang membuat telinganya melengking.


"Ia bentar cuci muka" Sekesal kesalnya Cakra, ia selalu nurut sama Cila.


'Aneh.... gue kenapa nurut banget sama Cila'


30 menit sudah mereka berdua berada di gerbang milik Abi, tidak ada seorangpun di sana, membuat Cila frustasi. "Argghhhhh kemana kamu si Bi?" tanyanya dengan kesal. Cakra mendekat lalu menantingnya.


"Bangun Cil, kamu berhak bahagia, sudah cukup selama ini kamu terkurung dalam permainan Abi" Cakra tau, seberapa banyak wanita yang Abi bawa hanya sebagai pemuas nafsunya.


"Kenapa Kra, kenapa ..... kenapa Abi tega pergi tinggalin aku Kra." Cakra ikut berjongkok menyetarakan tinggi badanya, lalu mengusap surai hitam milik istrinya itu.


"Lepaskan Cil, jika dia jodohmu maka akan dengan mudah kamu menerimanya kembali."


Cila dengan erat memelukan tubuhnya pada Cakra. Cakra akui perasaanya lebih dari sekedar sahabat untuk Cila. Namun yah namanya Cakra, bawaan humorisnya menutupi perasaanya.


*


"Bintang ini di mana?" tanya Nada, saat ini ia membolos bersama Bintang.

__ADS_1


"Ini sirkuit Nad, disini kalau siang gak ada orang" Ucap Bintang menatap lekat Nada, Nada beringsut lalu berjalan ke arah tengah.


"Teriak Nad!"


"Hah .... apah Tang?" tanya Nada yang tidak terlalu mendengar.


"Teriak Nad teriak, keluarkan isi hatimu!" ucap Bintang yang berlari menyusul Nada. Nada menatap Bintang aneh, ia tidak yakin akan berteriak sesuka hati.


"Ayo!"


"Apa Tang?"


"Teriak !!" Nada mengangguk mengiyakan.


"Aaarrgggghhhhh KEANNNNNN AKU BENCI KAMU " Nada menatap Bintang kembali.


"Lagi!" pinta Bintang, Nada menggeleng


"Kenapa?


"Gak bisa" ucapnya polos.


Bintang beranjak mendekati Nada lalu mengacak rambut Nada dengan gemas. "Orang kalau udah cinta sesakit apapun pasti bertahan."


"Termasuk kamu" ucapan itu lolos keluar dari bibir Nada, membuat Bintang menatap jeli wajah Nada yang berdiri 1 meter di depanya.


"Yah cinta sama loe"


blus


Dimana mana wanita kalau ada lelaki entah itu serius entah itu becanda mengatakan kata cinta itu selalu bikin baper.


"Jangan becanda Tang" Nada tau, Bintang menyukainya, tapi Nada tidak mau terlibat percakapan serius dengan lelaki lain, ia hanya mau serius dengan Kean.


"Kalau serius?" Bintang itu usil, seneng banget godain cewe cewe, itu yang Kean peringatkan pada Nada, tapi setaunya Bintang itu humble, asik, selalu bisa bikin suasana keruh jadi lebih ada artinya.


"Kalau kamu gak mau lepasin Kean, jangan pernah perlihatkan sisi lemahmu Nad, kamu harus kuat!"


"Maksud kamu Tang?" tanya Nada pada Bintang.


"Buat dia cemburu juga Nad!" Nada bingung 'bagaimana caranya buat Kean cemburu, Kean saja tidak pernah mencintainku'


"Mulai hari ini kamu harus bisa buat Kean mengakui bahwa dia mencintai kamu" Nada menggeleng, ia tak yakin jika rencana itu berhasil.


"Caranya?"


"Pacaran sama gue gitu haaa.... haaa...." ledek Bintang, membuat Nada membulatkan matanya. " Becanda..... gini intinya loe jangan jaga jarak sama gue atau Bara" Ucap Bintang terpotong


"Jangan ngeles, gue tau Bara juga cinta sama loe....jangan bilang loe juga pura pura gak tau" tekan Bintang


"Aku tau" Jelas Nada


"Bagus, intinya Kean akan cemburu"


"Kalau gak?"


"Nasib" Nada memanyunkan bibirnya lalu menganggukan kepalanya tanda ia mengerti. Mereka sejenak termenung, dengan pemikiran masing masing.


"Tang"


"Nad"


Kalimat itu sama sama terlontar dari bibir mereka. "Loe dulu" pinta Bintang.


"Wanita kemarin" Nada menjeda ucapanya


"Mesin Atm gue Nad" Bintang menatap langit yang biru. "Menghidupi adik, dan mengobati penyakit nenekku sekaligus itu butuh biaya yang tidak sedikit." jelasnya, Nada masih setia menanti Bintang berucap.


"Nyokap gue nikah lagi sama orang kaya, dan gak pernah ingat sama kita, bokap gue mati, nenek gue mati matian kerja dari gue kecil sampai gue SMA kelas 1" Bintang menjeda kalimatnya


"Sampai sekarang nenek di ICU, dan itu butuh biaya yang tidak sedikit"


'Bintang, ternyata bebanmu begitu berat'


"Jangan kasian sama gue Nad" Tampak Bintang meledek Nada yang hampir menitikan air mata.

__ADS_1


"Hidup loe juga keras karna menikah dini" Bintang tersenyum, mencoba mencairkan suasana.


" Bodohnya lagi aku jatuh cinta sama Kean" sambung Nada. "Padahal dia yang telah membuat kedua orang tuaku pergi" Bintang menatap serius wajah Nada.


'Jangan jangan Nada anak dari orang tua yang Kean tabrak'


"Nad...." Nada menatap Bintang, masih ada sisa air mata disana. "Orang tuamu meninggal karena ditabrak oleh Kean?" Nada mengangguk membuat Bintang kaget.


Deg


'Sama aja, gue juga ikut terlibat membunuh orang tuanya'


"Bagaimana bisa kamu menikah dengan orang yang sudah membunuh orang tuamu" Bintang tidak tahu bahwa kecelakaan itu adalah awal dari penderitaan seorang gadis yang ia sukai sejak pertama bertemu di sekolah Rajawali.


"Kean hanya perantara, orang tuaku meninggal sudah takdir, dan...." Nada menatap Bintang sebentar lalu tersenyum "Nyatanya aku cinta sama Kean sejak hari dimana aku menyandang sah sebagai istrinya"


drrrrtttttt


drrrtttttt


"📞Assalamualaikum Key"


"📞Pulang sekarang Nad!"


Nada tertegun, mendengar suara Kean yang sedikit bergetar dengan aura kemarahanya membuat ia takut. "Tang ayo balik!" Ajak Nada pada Bintang.


Bintang tau itu Kean, dengan cepat ia menaiki motornya, ia juga tidak tahu jika masalah Kean dan Nada serumit itu. "Naik Nad" Titah Bintang, dengan cepat Nada naik ke motor Bintang.


Tak lama mereka telah membelah jalanan, tidak ada percakapan diantara mereka, yah mereka sibuk dengan pemikiranya masing masing.


1 jam sudah mereka sampai di apartemen Kean, Kean yang melihat dari cctv langsung keluar dari apartemen tersebut.


ceklek


Kean menatap nyalang lelaki yang ada di depanya. Tidak kalah, Bintang pun sama ia juga menatap Kean penuh dengan dendam.


Bugh


"Mau jadi perusak rumah tangga orang lain loe?" suara Kean meninggi


Bugh


"Gak malu rebut wanita sahabat loe sendiri?"


Bugh


Kali ini Bintang yang membalas "Ia gue pengin hancurin rumah tangga loe yang loe sia siain." ucap Bintang menantang.


Bugh


"Bosen hidup loe?" tanya Kean marah ia masih menarik kerah milik Bintang.


"Udah cukup" lerai Nada, namun pertengkaran mereka belum juga usai.


"Tang cukup" Nada memegang lengan Bintang yang siap memukul Kean. Bintang melepaskan tanganya dari tangan Nada.


"Harusnya loe ngaca Key ngaca, ngaca !Loe udah buat kedua orang tuanya meninggal, dan sekarang loe mau buat dia menderita juga" ucap Bintang dengan intonasi keras.


"Gue peringatin jangan ikut campur urusan rumah tangga gue.... atau hidup loe akan berantakan, termasuk hidup adek loe"


"Bangsat " Bintang mengambil ancang ancang hendak memukul Kean, tapi Nada menghalanginya.


Bugh


Satu pukulan itu mengenai Nada dan keduanya saling pandang dengan tatapan menyesal.


"Nad...."


"Nad"


Ucap mereka kompak. Nada yang merasa pukulanya terlalu keras mencoba bertahan dan menatap keduanya bersama. "Pulang Bintang"


"Tapi loe Nad?"sanggah Bintang yang merasa khawatir.


"Pulang Bintang, Kean benar ini rumah tanggaku, jadi tolong jangan ikut campur!"

__ADS_1


__ADS_2