
Perhiasan yang indah bagi seorang lelaki adalah kesetiaan pada janjinya
* *
"Tapi ...." ia urungkan untuk memberi tahu pesan Abi kepada Cakra yang baru saja ia dapatkan.
"Semua akan baik baik aja ya, percaya" Kini Cakra mulai menenangkan Cila.
"Kalau Abi malah kabur dari pernikahan?"
Yah sempat terbesit perasaan seperti itu bahwa Abi akan pergi dari pernikahan.
"Jangan nething Cil, Abi emang brengsek, tapi ini masalah serius dan gak mungkin Abi lepas tanggung jawab gitu aja. Cila mengangguk mengiyakan.
"Semoga Kra" setelah pesan itu terkirim, rasanya Abi takut akan mempermainkan keluarganya.
"Gue balik yah, ini udah tengah malam, dan lagi besok ada UTS" Ucap Cakra mengusap surai hitam kecoklatan milik Cila, Cila menganggukinya.
"Kra...."
"Besok gue jemput"
Cakra berjalan turun lewat jalan pintas, mana mungkin orang tua Cila membiarkan Cakra masuk walaupun ia adalah sahabat kecilnya.
'Awas aja loe Bi, kalau sampai kabur dari pernikahan'
* *
Bugh
Bugh
Abi tak bisa berkutik, kali ini ia tau konsekuensinya jika hubunganya terekspos sampai keluarga Cila, apalagi Abi sahabat karipnya Derrick.
Masih ingat Derrick putra dari Arion dan Ayra, kisah mereka yang lumayan melo di Gadis liar.
" Sejak kapan loe mainin adek gue" Derrick tampak murka, yah, bagaimana tak murka, Abi itu lelaki yang tak pernah lepas dari sosok wanita nakal. Dulu aja tampang kalem, tapi semenjak diselingkuhin mantan pertamanya, ia jadi begitu.
"Udah lama banget, sejak Cila kelas 2 SMP" ucapnya tanpa ekspresi. Ia akui salah karna berani mempermainkan adik Derrick.
bugh
bugh
"Bajingan loe" suara itu menggema, Dilan yang menjadi sahabat tiga serangkai Derrick dan Abi melerai.
"Rick udah, bonyok ntar Abinya" lerai Dilan pada Derrick.
"Awas aja loe sampai gak tanggung jawab dan kabur saat pernikahan" Derrick menudingkan telunjuknya "Gue bunuh loe" Derrick berlalu meninggalkan Abi dan Dilan.
Lalu ia melajukan kemudinya ke rumah Kean, yah dia kira Cila ada disana, makanya ia kesana. "Rick" sapa Kenan.
"Om, ini udah tengah malam baru pulang aja." sapanya
"Ia nie lembur, masuk yu!" Ajak Kenan.
"Loh Derrick tumben kesini?" sapa Zela.
" Nyari Cila tan"
"Cilanya dirumahnya, gak disini Rick" jawab Zela.
" Tumben tan" Derrick menggaruk kepalanya
"Lagi dipingit Rick" jawab Zela.
" Ah... Ya udah aku bal..."
" Nginep aja si, kaya sama siapa, kamu kan jarang kesini." ajak Kenan merangkulkan tanganya pada putra Arion. "Nanti om yang bilang sama mama papahmu" Tidak bisa menolak, yah memang Derrick tidak pernah berkunjung kesini.
"Ya baiklah." Akhirnya Derrick memutuskan untuk menginap karna waktu sudah menunjukan pukul 01.30
* *
Detik waktu menunjukan pukul 06.45 Nada baru selesai bersiap, ia keluar dari kamarnya menuju kamar Kean, berharap Kean belum meninggalkanya. "Ahhhhhhhh" Nada berlari keluar dari kamar Kean, yah ia kaget karna melihat sosok lelaki asing di kamar Kean.
__ADS_1
"Bunda.... ada makhluk asing" ucapnya dengan nafas terputus putus.
"Nada... Nada... tenang...tenang sayang tenang, istighfar" pinta bunda Zela
"Astaghfirulloh"
"Siapa tan?" ternyata Derrick dibelakang Nada, menyusulnya keluar.
"Ahhhhhhh ....... Itu tan, itu makhluk asingnya" Derrick tergelak, adik kecil ini sangat lucu, karna ia dikira makhluk asing.
"Ya elah cowo tampan kaya gini dibilang makhluk asing" Nada masih bersembunyi di belakang Zela.
"Nada kenalin, dia abang kamu namanya bang Derrick, dan Derrick dia Nada istri Kean" jelas Zela, Derrick kaget, pasalnya gadis didepanya masih sangat kecil dan polos.
"Istri.... Ohhh ia ia, gue inget, bunda pernah cerita kalau Kean menikah dijodohkan karna Kean menabrak kedua orang tuanya" Ucap Derrick sambil berfikir.
"Ya bener Rick"
"Untung banget ya, nabrak malah dinikahin ama yang beni..."
plak
"Bicaranya Rick" ucap Zela membuat Derrick kikuk.
"Ya udah makan yu, ini udah jam 06.50 katanya kamu UTS nanti telat." ajak Zela pada putrinya dan diikuti Derrick.
"Emang Kean udah berangkat bun?"
"Loh gak pamit? tadi bilangnya ada perlu Nad" ungkap Zela
'pasti jemput Bunga'
"Ya udah Nada gak jadi sarapan, nanti telat ah bun" jelas Nada beranjak dari duduknya.
"Bareng aja sama gue" tawar Derrick
"mmmmm....." Derrick menarik tangan Nada
"Kaya sama siapa, gue gak akan makan loe, gak berani gue sama yang sah sah gitu." ungkap Derrick.
Sesampainya di garasi Derrick memberikan jaketnya pada Nada "Pake nanti kedinginan" jelasnya, yah karna Derrick menggunakan mogenya.
"Makan dulu, nanti gak konsen kamu ngerjain ujianya." Derrick membelokan mogenya ke sebuah restauran pagi.
"Tapi..."
"Gak bakal telat!" Yah menunya disana tinggal ambil, jadi gak kelamaan deh.
20 menit kemudian
Seluruh penjuru siswa di SMA Rajawali memperhatikan Nada yang dibonceng moge hitam, bukan mogenya, tapi Derricknya dengan lesung pipinya, putra dari pasangan Arion dan Ayra, 2 sejoli yang mempunyai lesung pipi begitu memikat.
Sesampainya di area parkir, Derrick membantu Nada yang kesusahan turun dari mogenya. Pandangan itu tak luput dari Kean, yah Kean bersama Bunga. "Masuk sana, selamat belajar adik ipar" Nada tersenyum, yah menurut Nada Derrick itu lelaki bertanggung jawab tidak seperti suaminya.
'Kenapa hanya Kean lelaki brengsek yang aku temui, padahal abangnya baik gini'
Sesaat ketika Nada hendak berjalan ternyata berpapasan dengan Kean. Kean mendekati Derrick, entah apa yang mereka katakan, melihat raut wajahnya sepertinya kurang baik.
'Punya istri cantik gitu dianggurin, malah sibuk sama wanita lain, dilirik cowo lain baru tau rasa Key'
Kean mengepalkan tanganya, ada guratan marah di wajahnya, ada kecemburuan yang menyeruak hatinya. "Jangan melebihi batas bang!"
"Yang melebihi batas itu yang mengasikan dan menantang" Derrick berlalu meninggalkan Kean dan pacarnya yang menyusul dibelakang.
Kean mengedarkan pandanganya, ia mencari sosok Nada namun tak terlihat batang hidungnya."Nyari siapa yank?"
"Masuk kelas Nga!" Raut wajah Kean sudah berubah, tidak ada kehangatan di wajahnya.
Setelah sampai di kelas Bunga, Kean ingin menemui Nada, sayangnya bel sudah menginstrupsi mereka untuk kembali ke kelas masing masing.
4 jam kemudian
"Key, ngapain di kelas si, ngitung kancing baju aja susah amat, tinggal a b c atau d gampang kan, susah susah amat" ucap Bintang meledek. Yah mereka itu kalau ngerjain cuma ngitung kancing, skur skur d contekin sama temen. Tapi kali ini Kean berbeda, ia sungguh sungguh ngerjainya.
"Wkkkkk kalau gue bukan ngitung kancing, ngitung cicak di kelas" tawa Langit pecah namun tidak dengan Kean, wajahnya masam.
__ADS_1
"Kenapa si loe?" Kean berjalan meninggalkan kedua sahabat yan masih berdebat itu tanpa berniat menjawab.
"Kenapa tu?" Langit mengidikan bahunya. Tampak Kean yang berjalan menuju kelas XI IA 1, " nyari yank yank bebnya kali." jelas Bintang.
"Nada mana San?" yah dia Santi teman sebangku Nada. Wajahnya berbinar melihat Kean.
"Kean" wajahnya masih menatap Kean dengan saksama.
"NADA mana?" tekanya dengan kalimat yang di perjelas.
"mmmm anu mmm Nada tadi ke parkiran deh" Kean bergegas, sejak tadi fikiranya tak jelas.
"Mana Kean?" Bunga yang berlari keluar kelas mengira Kean mengajaknya pulang.
"Pergi" Bunga cengo, 'ya kali dia kesini nyari Nada bukan gue' Bunga sedikit kesal, pasalnya memang akhir akhir ini Kean agak berubah semenjak ada Nada.
'gak boleh nething Nga, inget Kean cinta mati sama loe'
Bunga berjalan menuju parkiran mengejar Kean, sayangnya motor Kean melaju cepat menuju gerbang depan, mungkin mengejar Nada yang sudah berada di sana. "Bareng ayo!" Bara, yah dia yang mengajak Nada. Nada tersenyum mengangguki Bara yang tak sudah melepaskan jaketnya.
"ckiiittt" suara moge hitam pekat mengkilap milik Derrick bukan Kean, menepi di samping Nada.
"Adik ipar bareng gue aja" ucap Derrick yang secara tiba tiba menurunkan helm full face nya.
'adik ipar berarti Nada.....' yah Bara mengenal Derrick, karna hubungan Bara dulu cukup dekat dengan Kean sebelum ada Bunga.
"Abang ko disini, gak kerja ya?" seru Nada, menghentikan langkah Bara yang menarik uluran jaketnya yang ia tujukan pada Nada.
"Bang Derrick kan?" Derick tampak mengingat ingat siapa Bara, sepersekian detik ia mengingatnya.
"Bara" tebaknya benar da dijawab anggukan oleh Bara " Wah gimana kabar?"
"Baik bang" ucapnya sambil menjabat tanganya.
"Ayo Nad balik!" Ajak ulang Derrick pada Nada, sedangkan Bara sedikit berharap Nada akan pulang bersamanya.
'Inget status Bar, loe siapa'
Nada mengangguk lalu menatap Bara yang masih berbinar berharap padanya agar menolak Derrick. "Maaf ya Bara" Bara mengangguk, sesaat setelah Nada mendekati motor Derrick suara seseorang menginstrupsi mereka bertiga.
"Nada balik sama gue" Derrick menyerah, walau bagaimanapun dia yang sah jauh lebih berhak, Derrick mengangkat kedua tanganya pasrah.
"Silahkan" ucapnya setelah Kean berada di dekat Nada dan menariknya. Kean menarik lengan Nada dengan kasar, membuat sang empu mendekat ke arah motornya.
"Na, balik ya!" suara Bara mengalihkan atensi Nada dan Kean yang saling tatap. Lalu dengan cepat memutukanya.
"Ia Bara hati-hati"
"Gue juga lah, gak mau ganggu kalian" jelas Derrick, kedua lelaki tersebut meninggalkan Nada dan Kean, dan perlahan suara mogenya menghilang.
"Naik" suara Kean mengagetkan Nada. Nada mengangguk, lalu berputar hendak menaiki matic besar milik Kean.
"Kean....... hosh .....hosh .....hosh" Bunga berhenti tepat di samping Kean, yah, kali ini Kean sadar bahwa ia meninggalkan sang pujaan hati. "Kamu tuh ya, aku cari cari." ucapnya yang masih mengatur nafas berat.
"Kita jadi pulang bareng kan?" ucap Bunga, ia tak menganggap keberadaan Nada. Nada cengo, melihat Kean yang menganggukan kepalanya.
'Bisa bisanya Keannnnn'
"Oh, apa kamu mau pulang bareng Nada?" tanya Bunga menatap Nada yang masih cengo
"i..." suara Nada terpotong oleh Kean
"Enggak ko, Nada nunggu jemputan ia kan Nad?"
Deg
'sakit'
'sesak banget hatiku'
Visual Derrick
*Maaf yah bulan ramadhan jarang up, takut bikin dosa*
__ADS_1