Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
20


__ADS_3

Yang lebih buruk dari dibenci adalah diabaikan karena kamu seperti tidak ada sama sekali, dan kehadiranmu bukanlah apa-apa


* *


"Kita jadi pulang bareng kan?" ucap Bunga, ia tak menganggap keberadaan Nada. Nada cengo, melihat Kean yang menganggukan kepalanya.


'Bisa bisanya Keannnnn'


"Oh, apa kamu mau pulang bareng Nada?" tanya Bunga menatap Nada yang masih cengo.


"i..." suara Nada terpotong oleh Kean


"Enggak ko, Nada nunggu jemputan ia kan Nad?"


'Jahat kamu Key'


'sakit'


'sesek banget nie dada'


Nada mengangguk, ia mundur beberapa langkah, memberi ruang untuk Bunga dan Kean. Tanganya mencengkeram ransel miliknya. " Gak nungguin Nada dijemput dulu Key?" tanya Bunga, niatnya baik, tapi apa gak mikir kalau di tungguin kalian malah bikin enek.


"Duluan aja, supirnya udah deket ko" ucap Nada, meyakinkan Bunga.


"Seriusan?" Nada mengangguk. Bunga menaiki jok metic big itu, dan sesaat bayangan mereka hilang dari pandangan.


"Udah mandanginya?" tanya Bara mengagetkan Nada. Air mata Nada yang hampir jatuh pun ia tahan dengan mengedipkan kedua kelopak matanya.


"Ko masih disini?" tanya Nada mengalihkan pembicaraan, Bara turun memasang helm dan memakaikan jaket di pinggang Nada.


"Hanya memastikan kamu pulang dengan selamat" Bara menyimpulkan senyumnya.


'Tuhan kenapa jodohku bukan Bara saja'


"Ayo naik!" Bara menaiki moge dilanjutkan oleh Nada.


Seiring perjalanan mereka hanya diam, tidak ada cakap, juga tidak ada yang mau memulainya. "Na, kalau mau nangis, nangis aja kali" Nada menjatuhkan kepalanya di punggung Bara, air mata itu mulai berderai.


"Sakit Bar" isaknya mulai terdengar, "dadaku sesak"


'gue juga sakit liat loe kaya gini Na'


Tak lama, jarak mereka dengan sekolah itu tak jauh, dan dengan cepat Nada sampai di rumah. "Balik ya Na!"


Bara menutup helm full facenya, lalu berputar arah, namun ia buka kembali kaca di depan menampilkan mata dan hidung Bara. "Kehidupan masih panjang Na, jangan jatuh hanya karena rasa sakit yang tidak membuatmu dewasa!"


Nada tersenyum, benar kata Bara, 'bodoh jika kita terpaku pada rasa sakit yang hanya membuat kita terpuruk dan tidak membuat kita dewasa'


Disisi lain Bunga baru sampai di gerbang rumahnya, sudah ada ibu Bunga disana. "tante" sapa Kean.


"Siapa Nga?" tanya ibu Bunga.


"Kenalkan saya Kean tante Kean Pribumi Arettha" Siapa yang tak kenal dia, putra dari Kenan Alfan Arretha pengusaha muda yang sukses sejak usianya 24 tahun.


Melihat ibunya Bunga tak merespon, Kean beranjak, akan lebih baik jika ia pamit. "Nga balik dulu ya" Bunga mengangguk,ia tak enak sebenarnya, karna ibunya yang acuh.


"Key maaf!" ucap Bunga tulus. Kean mengangguk, lalu mengusap puncak kepala Bunga.


Sepeninggalan Kean, Bunga disered masuk oleh ibunya. " Bu ampun bu, apa salah Bunga bu?"


Tangan kokoh itu mencengkeram mulut Bunga. " Kamu tau, lelaki tadi itu adalah keturunan orang berada Bunga"


"ii.... iya bu" ucapnya terbata


"Kamu tau kamu harus apa?" Bunga menggeleng.


"Jadikan dia suamimu kelak, maka kamu tidak akan seperti ibumu ini!" pinta sang ibu, mengingat kehidupanya yang tidak pernah beruntung tentang cinta.


Bunga menggeleng, ia tidak mau bersikap demikian. "Ngga bu, Bunga gak akan...."


plak


brugh

__ADS_1


Suara tamparan dan dorongan saling bersahut, Bunga terjatuh, kepalanya terbentur meja. "Bodoh kamu, kamu harus turutin kemauan ibu kalau kamu tidak mau bernasib sama seperti ibumu." ucapnya lagi lagi menarik rambut Bunga secara membabi buta.


"Ampun bu....Ampun.... Jangan bu.....Ahhhh" Lagi lagi Bunga tersungkur, sudah dengan kepala berlumuran darah.


"Kamu tau kan, ibu ninggalin ayah kamu karna dia miskin, jadi kamu harus cari calon suami yang kaya, jangan kaya bapak kamu itu." Bunga menggeleng, membuat ibunya berteriak dan mencekik Bunga.


Sesaat tetangga mulai ramai membantu melerai ibunya dan Bunga. Sudah bukan hal aneh ketika ibunya Bunga mengamuk dan Bunga menjadi sasaran.


Dulu sebelum kedua orang tuanya bercerai ayahnya juga sering memukul Bunga. Padahal ayahnya terlihat sangat sayang pada Bunga. Tapi karna masalah ekonomi sehingga kedua orang tuanya sering bertengkar dan Bunga menjadi korbanya.


*


"Bun...."


"Sudah pulang Key?" Kean mengangguk, ia langsung menyantap makanan yang ibundanya siapkan.


"Kamu ini loh Key, mandi dulu, ajak Nada turun." Kean tidak bergeming, rasa lelahnya melebihi petani yang baru pulang bekerja.


"Nanti bun, Kean cape abis mikir keras, seminggu ini belajar terus terusan, biar gak nyontek itu menyiksa bun" ucap Kean kesal.


" Siapa suruh?" Acuh bunda Zela


"Bunda si, banding bandingin sama Nada." lagi lagi Kean menjadi lebih kesal mengingat kedua orang tuanya yang selalu membandingkan dengan istrinya.


"Nyonya, non Nada gak mau makan" ucapnya yang baru turun dari kamar Nada.


"Biar aku aja bi yang kesana." ucap Kean bergegas membawa nampan berisi lauk pauk.


'itung - itung mau minta maaf sama kejadian siang tadi'


Kean memasuki kamar Nada, Nada masih meringkuk terbungkus selimut. Perlahan Kean duduk disampingnya. "Nad... Nad...makan dulu!" pinta Kean.


'Biyung'


Lirih Nada lalu meringkuk kembali. Kean mengecek kepala Nada, dan betapa kagetnya saat ia merasakan suhu tubuhnya meningkat "Nad kamu sakit?" ucapnya langsung membuka selimut Nada.


"Makan ya,terus minum obat!" pinta Kean. Sebenarnya masih marah, tapi ia merasakan seluruh tubuhnha yang menggigil, dan rasa lapar yang begitu hebat namun tertunda karna mual hebat, dan muntah disertai demam. Yah dia mempunyai riwayat TF atau biasa disebut thipoyd fever.


TF merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi. Biasanya ditandai dengan nilai widal pada hasil laborat meningkat.



"Loe gak hamil kan Nad?" tanya Kean asal. Nada melotot " Gue belum goal in loe"


plak


Kean meringis mendapat teplakan di lenganya. "Dasar cowo gila" Kean terkekeh.


'wajah Nada tambah imut kalau lagi cengo kaya gitu'


"Aku gak mau yah, di goal goal in sama kamu" ucap Nada kesal.


"Suka suka gue donk, gue yang suaminya" ledek Kean membuat wajah Nada sedikit aneh rasanya, malu malu gimana bahas hal gituan.


"Ihh gak mau, cowo brengsek kaya kamu, ogah aku mah" jawabnya memalingkan muka.


"Ogah tapi suka" terka Kean membuat Nada lebih salah tingkah.


Bugh


Bugh


Nada melemparkan gulingnya ke arah Kean, dan juga sebaliknya.


Tring


Tring


Tring


Kean menghentikan aktivitasnya, ia mengambil benda pipih di sakunya.


My Soulmate Bunga

__ADS_1


Key aku dirumah sakit


^^^My Soulmate Kean^^^


^^^search lokasi yank, oku otw^^^


Kean berjalan meninggalkan Nada. Tanpa sepatah katapun. "Key mau kemana?" tanya Nada ingin tahu.


"Bunga sakit Nad"


Deg


'Bunga lagi'


"Aku juga sakit Key" ucapnya dengan lirih.


"Maaf Nad, Bunga lebih butuh aku, maaf yah" Kean berlalu meninggalkan Nada begitu saja.


tes


tes


tes


'aku juga butuh kamu Key' Ucapnya lirih tanpa ada yang tau 'kenapa sesakit ini mencintainya'


*


"Anda siapanya pasien?" tanya sang perawat


"Pacar sus" Suster tersebut terkekeh, 'lelucon macam apa ini'


"Walinya?" Kean menggeleng, wajahnya masam melihat sebuah lembar edukasi disana. Lembar itu adalah suatu lembar untuk menjelaskan penyakitnya, hatinya mulai gundah, apa yang terjadi pada kekasihnya.


"Ayahnya pergi entah kemana, sedangkan ibunya mempunyai riwayat gangguan jiwa" Perawat tersebut diam. Tidak lagi berkomentar tentang wali.


'Keluargaku kacau, berbanding terbalik dengan keluarga Kean, bahkan sampai kapanpun jelas hubunganku dengan Kean tidak akan mendapatkan restu' lirih Bunga yang mendengar jawaban Kean kepada suster disana.


'Tuhan kenapa rasanya ingin memiliki Kean itu bagaikan langit dan bumi, yang sepertinya tidak akan mungkin terjadi'


'Aku semakin takut, semenjak ada Nada sifat Kean sedikit berubah, meskipun ia bilang kalau Nada adalah sepupunya, tapi ada yang lain menurutku, mereka saling memiliki tapi terhalang oleh seseuatu'


'Dan sesuatu itu adalah aku'


'Bolehkah aku egois?'


Kean sudah berada di ruang dokter di ruangan edelweis. "Apa penyakit Bunga dok?" tanya Kean penasaran. Ia sudah menduga ada hal yang tidak beres.


"Melihat dari hasil laboratnya ureum dan creatininya mengalami peningkatan hampir 8 kali lipat"


Ureum dan kreatinin merupakan senyawa kimia yang menandakan fungsi ginjal normal. Oleh karena itu, tes ureum kreatinin selalu digunakan untuk melihat fungsi ginjal kepada pasien yang diduga mengalami gangguan pada organ ginjal.


deg


Lututnya melemas mendengar penuturan dokter tersebut. "Lalu tindakanya dok?"


"Pasien harus dilakukan haemodialisa atau cuci darah, dan jika membaik cuci darah cukup sekali, tapi jika hasilnya masih tetap tinggi maka HD dilakukan seminggu dua kali sampai ia mendapatkan donor ginjal." Kean mengangguk, ia tidak terlalu paham dengan bahasa medis tersebut.


Tapi ia pernah mendengar bahwa seseorang yang terkena gagal ginjal biasanya yang selalu mengkonsumsi analgetik dalam jangka panjang atau minuman instan, bersoda dan berstamina.


Seperti yang diceritakan oleh orang tuanya tentang tantenya Adellaura yang mengalami gagal ginjal kronis dan berakhir dengan transplantasi jantung dan ginjal karena mengkonsumsi analgetik dosis tinggi.


analgetik atau antinyeri


"Bagaimana?" Kean mengangguk lagi.


"Lakukan dok!" pintanya dengan nada memelas.


Kean kembali ke ruangan dimana Bunga dirawat, ia bingung bagaimana cara mengatakanya langsung kepada Bunga. "Key aku kenapa?"


Kean memeluk Bunga dengan erat, lalu mengusap rambutnya perlahan " tenang aja, semua akan baik baik aja" yah hanya itu kalimat penenang yang ia berikan kepada Bunga.


"Key...." Kean mencium kening Bunga perlahan. "Dokter bilang apa?"

__ADS_1


"Kamu harus cuci darah Nga"


Deg


__ADS_2