
Saya bisa menahan rasa sakit selama itu ada artinya
* *
'tapi tetap saja hatinya masih untuk Bunga'
Sesampainya di sekolah, Kean menggandeng tangan Nada sampai di kelasnya lalu Kean melepaskanya. Nada menatap tautan tangan yang terlepas, lalu melihat ke arah kelasnya, ada Bunga di sana.
'Begini rasanya dilambungkan tinggi lalu dijatuhkan sekeras kerasnya'
"Aku masuk" Kean masih menatap saksama wajah Bunga, tapi Bunga hanya menunduk. Kean yang melihat Bunga menunduk melanjutkan langkahnya, hatinya sakit diabaikan oleh Bunga.
'Tidak bisakah kamu menganggapku dan tidak mengabaikanku Nga'
Begitu juga Bunga yang melihat Kean menggandeng Nada, begitu sakit melihat lelaki yang sangat ia cintai bersama wanita lain.
'Apakah aku bisa jika melihat Kean dan Nada bersama setiap hari.'
"Nad, boleh aku bicara" Nada mengangguk, lalu mengikuti langkah Bunga yang menggandeng tangan Nada.
Disini, sebuah bangunan yang berada di ujung ruangan. Tampak sepi, dan tidak ada yang disini. Ruang theater, dimana kelas bahasa biasanya melakukan latihan disini, sayangnya hari masih pagi, sehingga ruangan ini kosong.
"Maaf Nad" ucap Bunga yang menunduk dan menitikan air mata.
"Maaf untuk?" Nada bungung kenapa dengan Bunga
"Aku gak tau kalau kamu udah tunangan dengan Kean, maaf selama ini...." Nada memeluk Bunga, ia tidak tega melihat Bunga menangis.
"Bunga sudah, jangan menangis" Nada mengangkat wajah Bunga lalu mengusap air matanya, wajahnya terdapat bekas tamparan.
"pasti sakit" tanya Nada memegang pipi yang memerah itu, Bunga menggeleng lalu memegang tangan Nada.
"Lebih sakit hati kamu yang aku sakiti setiap hari Nad" ucap Bunga. Nada menggeleng ia juga sama seperti dirinya sama sama perempuan. Bunga juga pasti sakit mengetahui semua ini.
"Aku janji akan menjauhi Kean, aku janji Nad, aku tidak mau membuat kamu sakit kembali, aku .... aku ..... aku janji akan melupakan Kean Nad, aku gak mau nyakitin kamu lagi"
"hussst.... Jangan bahas rasa sakit, disini kita semua merasakan sakit Nga" ucap Nada. "Aku, kamu, juga Kean merasakan sakit yang sama" Nada mengulurkan kelingkingnya lalu menautkan di tangan Bunga.
"Janji, jangan sedih Nga, kamu boleh curhat apapun padaku, jangan dipendam sendiri" Bunga tersenyum kepada Nada.
"Apa kamu mau jadi temanku?" Nada menganggukinya, lalu memeluk Bunga erat.
"Ia Nga, sekarang kita teman" ucap Nada dengan semangat.
'Aku akan buka hati aku untuk berteman denganmu Nga, aku akan menggantikan Kean untuk menebus rasa bersalahku padamu'
"Ayo kekelas!" ajak Nada pada Bunga. Yah kali ini tangan Bunga bertaut di jari Nada. Nada menatapnya sekilas lalu dengan tak ragu menariknya menuju kelas.
Di sana sudah ada Jill dan Santi, Nada duduk di samping Santi sedangkan Jill duduk di samping santi berbeda baris denganya.
Bara tampak diam di belakang Nada. "Bar diem diem bae, napa loe?" itu suara Jill yang membuat atensi keduanya berbalik menatap Bara. "Jam kosong ngantin yuk!" ajak mereka kepada Nada dan Nara yang masih asik saling tatap.
"Na bisa bicara sebentar?" tanya Bara dengan datar dan tanpa ekspresi.
"Ada apa si, dari tadi itu banyak banget yang ajak kamu bicara Nad, ada apa sebenarnya?" ucap Jill polos, dengan cepat Santi menginjakkan kakinya di kaki Jill.
"Awwhh sakit San" Santi nyengir, ia merasa bersalah kepada Jill.
"Kita ke kantin aja ya!" ajak Santi pada Jill lalu menariknya pergi.
Disana ruang kelas sudah tidak ada orang, membuat Nada sedikit takut karna berduaan dengan Bara. "Ada masalah apa Bar?" tanya Nada pada
__ADS_1
"Benar kamu sudah menikah dengan Kean?"
Deg
'Dari mana Bara tahu' Nada heran dari mana Bunga, Bara, dan Bintang tahu bahwa dirinya sudah menikah dengan Kean.
"Dari mana kamu tahu Bar?"
"Jawab aja Na, benar atau salah?" Nada mengangguk ragu, masalah pernikahanya Kean pernah mewanti wanti jika Nada tidak boleh sembarangan untuk memberitahu tentang statusnya yang sudah menikah.
Badanya seperti meluruh, lemas, wanita yang sangat ia cintai ternyata sudah sah menjadi milik orang lain. " Kenapa Na..... Kenapa.....Kenapa harus Kean yang sudah memiliki kekasih"
Nada menggeleng, ia juga tidak tahu sebelumnya jika Kean sudah memiliki orang lain." Jika aku bisa memilih, aku juga akan memilih lelaki selain Kean Bar, aku sakit setiap hari melihat Kean dan Bunga bersama, aku sakit"
Deg
'Nada sakit, itu tandanya Nada sudah mencintai Kean'
"Kamu mencintainya?" Tanya Bara ragu, yah ia tahu Nada mencintai Kean, tapi ia tidak sanggup jika harus mendengar langsung dari Nada, bahwa ia juga mencintai Kean?"
Nada menunduk, lalu menganggukan kepalanya. Air matanya terjatuh, membasahi pipinya.
"Kamu tahu Na, kalau aku juga mencintai kamu?" Wajah Nada terangkat, matanya membulat sempurna, ia juga tidak siap untuk menolak Bara.
Nada menganggukan kepalanya tanda bahwa ia mengerti tentang perasaan Bara, dia bukan gadis bodoh yang tidak tahu bahwa Bara dan Bintang menaruh hati padanya. "Maaf Bar"
"Sudahlah lupakan, itu bukan salah kamu, itu salahku" Bara beranjak meninggalkan Nada yang masih membisu disana. Ia semakin bingung menghadapi Bunga, Kean, Bara dan Bintang nantinya. Alasanya simple karna mereka telah mengetahui statusnya.
"Beraninya mengungkapkan perasaan ke Nada, jelas jelas udah tahu kalau Nada istri gue" gerutu Kean yang kesal karna ternyata sedari tadi ia menyimak percakapan antara Bara dan Nada.
Nada beranjak dari kelasnya lalu menyusul Jill dan Santi di kantin. Tampak Bunga yang duduk sendirian, membuat Nada menatap iba kepada Bunga. 'Kasian dia'
"Nga..." Bunga menoleh menatap Nada. Nada berjalan menghampiri Bunga lalu meraih gelas Bunga dan menarik tangan Bunga. "Bareng aja sini!" ajaknya setelah sampai di meja kantin yang ada Jill dan Santi.
Di seberang sana ada Bintang dan Kean. Langit bersama kekasihnya. "Nada cantik banget ya, lembut, kalem, humble, pokoknya perfeck deh, pengin deh jadiin...." Ucap Bintang sambil melirik Kean, Bintang sengaja memancing emosi Kean.
Benar saja Kean meraih kerah Bintang lalu menariknya "Maksud loe apa hah muji Nada di depan gue?" Emosi Kean terpancing oleh Bintang.
"Peduli apa loe sama Nada, bukanya loe cinta sama Bunga, kenapa jadi ke Nada?" tanya Bintang terkesan menantang.
"Karena dia....." Ucapanya terhenti tidak ada jawaban dari Kean.
"Karena apa hah.... Gak bisa jawab?" Lagi lagi Bintang menguji kesabaran Kean. "Mendadak gagu loe, apa kehabisan kata kata?"
bugh
Kean melayangkan bogemnya pada Bintang. Membuat seisi kantin memperhatikanya.
bugh
Bintang ikut membalas bogeman Kean. Langit yang berada di sebrang mereka langsung berdiri melerai.
"Kalian apa apaan si?" tanya Langit memisahkan mereka berdua.
"Loe...."
"Apa loe?"
"Udah hehh, kaya anak kecil aja"
"Diem loe.... " ucap mereka kompak membuat Langit diam.
__ADS_1
'udah kaya perang dunia aja'
Kean menarik kerah Bintang lalu menariknya menjauh dari kantin. "Ikut gue banci" Bintang terkekeh mendengar ucapan Kean "Diem disitu Lang, jangan ikut campur!" ucap Kean memperingatkan Langit.
Langit kicep, diam tanpa bergerak. "Yank...." Alia mendekat merangkul lengan Langit. "Kamu gak papa?"
Langit menggelengkan kepalanya "seumur umur gue temenan ama mereka, baru kali ini gue lihat mereka berdua kaya gitu" jelas Langit pada Alia kekasihnya.
Nada di sebrang merasa was was melihat Bintang dan Kean yang berjalan keluar dari kantin. Nada berdiri dari kursinya membuat Bunga, Jill, dan Santi menatap Nada aneh.
"Aku ke toilet bentar" pamitnya kepada mereka bertiga.
Nada berjalan cepat mengikuti Kean dan Bintang, yah mereka menuju ke rooftop sekolah, disana Kean menghempaskan Bintang hingga tubuhnya menabrak tembok. Bintang terkekeh melihat kegarangan Kean.
"Kenapa kesini hah?" Ucapan Bintang seakan membuat Kean lebih emosi. "Takut?" Bintang terkekeh " ha ha haa "
" Loe kenapa si Tang?"
"Gue kenapa?" tanya Bintang balik
"Loe yang kenapa, gue cuma muji Nada, loe jadi garang gitu"
"Anjing loe"
Bugh
Bugh
"Kenapa si, sampai segitunya, mengakui Nada sebagai istri loe susah banget kayaknya" ucap Bintang receh, ia sudah kesal sedari tadi memancing agar Kean mengakui Nada sebagai istrinya tapi seakan Kean enggan mengakuinya.
"Loe tau dari mana?"
"Gak penting, gue cuma pengin tau kenapa loe gak mau jujur aja si, kurang apa Nada di mata loe?" Bintang tampak lebih emosi, ia tau ada Nada yang mengikutinya, dansaat ini sedang menguping.
"Gue gak cinta sama Nada?" ucap Kean jujur
Deg
'Hatiku seperti ditusuk dengan ribuan jarum setiap kali Kean mengatakan dia tidak mencintaiku'
Itu Nada, yang kali ini sedang berjongkok dan menitikan air mata. Kesekian kalinya ia mendengar ucapan itu dari Kean.
"Mata loe buta?" Bintang emosi, ia menarik kerah Kean. "Nada lebih baik dari wanita manapun Key, buka mata loe anjing!"
"Segitu tergila gilanya loe sama Nada?" Kean tertawa hambar. "Mau jadi perusak rumah tangga orang lain loe?" Kean ikut menarik kerah Bintang
"Lepasin Nada Key, dia berhak bahagia, entah itu gue atau Bara yang akan bahagiain dia" ucap Bintang tegas.
"Gak akan, dia milik gue"
"Milik loe yang akan selalu loe sakitin?" tanya Bintang.
"Mau gue sakiti mau gue tinggalin dia, mau gue apain dia, itu urusan gue Tang" ucap Kean.
Bintang terkekeh 'Kean tidak tahu kalau ada Nada disini'
"Lalu hati loe akan terus buat Bunga, ia?" Kebali pertanyaan itu terlontar dari bibir Kean.
"Ia, Bunga gak akan bisa dilupain, walaupun Bunga bukan kekasihku lagi, dia akan selalu menjadi pioritasku, akan selalu aku jaga, dan lindungi dengan segenap hati gue." ucap Kean membuat Bintang serasa ingin menonjok Kean sampak babak belur.
"Key..." Bintang mendekat ke arah Kean "Ada Nada di balik pintu itu"
__ADS_1
Deg