Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
48


__ADS_3

"Apa kamu gila Nad, mendonorkan 2 ginjal sama saja kamu bunuh diri"


"Aku gak peduli ka, aku udah gak kuat hidup seperti ini ka" ucap Nada sambil menangis.


"Jika kamu tidak peduli dengan hidupmu maka mulai detik ini cobalah peduli pada janinmu"


Deg


"Janin?" Nada cengo, ia tidak salah dengar kan "Kaka bilang.....?"


"Ia janin Nada, ada janin kamu dan Kean disitu" jelas Kenzo pada Nada.


"Bagaimana bisa ka?" Nada mengingat ulang ceritanya bersama Kean yang sangat pedih itu. Bukan hanya menyakitkan tapi menoreh luka yang hebat di hatinya. "Enggak, itu gak mungkin ka"


"Orang yang sudah menikah menanyakan bagaimana bisa?" Kenzo terkekeh " Kamu lucu Nad"


"Sedikit saja Jill terlambat ngabarin kalau kamu berencana mendonorkan kedua ginjal kamu, kamu tidak akan selamat, bahkan dokter yang tahu kamu hamil, mereka berencana membunuhmu dan bayimu" suara Kenzo melengking, ia gemas dengan Nada, yang Iq nya tinggi, tapi jika berurusan dengan perasaan itu 0.


"Jill, kaka kenal dengan Jill?" Kenzo mengangguk, lalu menyedekapkan tanganya.


Kenzo itu ganteng, cool, sayang udah punya istri. uups inget suami Nad. Istri Kenzo juga sangat cantik, Nada hanyalah secuil kertas jika diibaratkan.


"Bunda yang minta buat jagain kamu, dan Jill lah yang menjaga kamu di sekolah, di luar ada juga yang selalu memantau kamu." Nada bungkam, pantas saja Jill selalu ada di sampingnya, dia memang tidak oernah bertanya apapun tapi dia selalu ada jika Nada butuh.


"Di mana Jill?"


"Dia sedang mengurus permintaan kamu, mengungkap siapa yang membuat kekasih suamimu seperti itu." Itu sindiran, sindiran kuat karna Nada begitu bodoh mempertahankan hubungan yang selalu menyakiti hatinya.


"Sudah ketemu?" Kenzo menggeleng, lalu menyodorkan sebuah foto temanya.


"Kenal sama dia?" Kenzo memperlihatkan foto seorang lelaki yang memakai seragam sama dengan Nada.


"Langit..." Kenzo mengangguk lalu mendaratkan tubuhnya di sofa yang terletak di kamar itu.


"Dia yang selalu memotret kamu bersama Bintang, dan Bara" jelasnya. Nada ingat dia juga pernah mendapatkan pesan dari nomor tak dikenal, disana berisi foto mesra Kean dan Bunga.


"Apa dia juga yang mendorong Bunga ke kolam, sampai berdarah seperti itu?" tanya Nada penasaran.


"Dia perempuan, bukan Langit" Kenzo menatap lekat wajah Nada, membuat Nada salting sendiri. "Siapa wanita yang tidak menyukaimu?" tanyanya ingin tahu.


Sekelebat ingatan tentang Santi yang pernah memasang foto profil Kean membuat Nada curiga. "Santi"


"Tepat" Kenzo tampak berfikir, ia masih menatap ponselnya dengan serius. "Apa Santi punya dendam sama kamu dan Bunga?" Nada menggeleng, tapi ia meyakini satu hal, seorang wanita yang memasang foto profil seorang lelaki bisa di tebak wanita itu suka atau terobsesi pada Kean.


"Santi menyukai Kean" Kenzo kembali fokus pada Nada.


"Sepemikiran, dan Santi tidak menyukai Jill?" Nada menggeleng.


"Aku kurang yakin" jawabnya.


"Kamu ingat insiden saat Jill mendorong kamu?" Nada mengagguk sambil mengingat "Ada seseorang di roftop yang hendak menjatuhkan benda tajam ke arahmu" Nada kaget, syok dan benar benar tidak tahu bahwa ada temanya yang ingin mencelakainya.


"Dia wanita, yang sidik jarinya sama juga terletak di ponsel Jill dan kertas yang bertulisan sama persis dengan tulisanmu." jelas Kenzo.


"Kita akan tahu dan hasilnya secepatnya akan kita dapatkan" ucap Kenzo.


Ceklek


"Nada?" suara seorang wanita yang lebih tua dari ibundanya mendekat, beliau masih memakai seragam dinasnya.


"Ibu...." Nada bangun, bu Yasmin memeluk Nada dengan erat. "Makasih"


"Tidak, jangan katakan itu sayang, ini adalah bentuk terimakasih ibu kapada kamu" ucap ibu Yasmin.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih bu" Ibu Yasmin mengangguk, ia sungguh kasian jika mendengar kabar Nada dari Jill.


"Sudah lama ibu ingin membawa kamu kemari, tapi sepertinya hatimu begitu kuat mengahadapi masalah demi masalah." Nada tersenyum kecut, jika diingat perjuanganya selama ini itu sia sia. Tidak ada yang pernah dianggap.


*


"Kamu Santi?" tanya seseorang, beberapa waktu lalu Kenzo mendapatkan hasilnya, dan dialah yang mempunyai sidik jari sama yang berada di ponsel Jill dan kertas yang tulisanya mirip dengan Nada.


"Siapa kalian, lepaskan penutup kepalaku!" Santi berteriak seperti orang gila.


"Keluar bos, ada yang mau berbicara denganya. " Yah dia Nada, bersama Kenzo dan Jill, Nada ngotot ingin menemui Santi, dan kenzo menurutinya untuk kembali ke Jakarta.


"Kenapa San, kenapa kamu lakukan itu?"


"Nada... kamu kamu......" Santi kicep ia kali ini kehilangan kata katanya, "Dari mana kamu tahu?" tanya Santi.


"Aku selama ini menganggap kamu sahabatku San"


"Haaa haaa haaa, sahabat, bahkan Bunga juga mengatakan itu dulu.... dulu , tapi dia merebut Kean dariku" Santi tertawa lalu menangis. "Aku mencintai Kean dari SMP, tapi Kean tidak pernah melihatku, malah dia bersama Bunga, dan setelah bersama Bunga justru malah denganmu Nad".


Benar dugaan Nada, Santi sangat menyukai Kean bahkan terobsesi. " Kamu jahat San" ucap Nada sedih. Ia benar benar kecewa pada Santi.


"Kamu yang lebih jahat, sudah jelas Kean tidak pernah mencintaimu, kenapa kamu memaksanya untuk bertunangan denganmu, dasar murahan"


plak


"Tahu apa kamu tentang hidupku?" Kesal Nada pada Santi.


"Nad..." panggil Kenzo pada Nada. Nada menengok ke arah sumber suara.


"Jaga emosi kamu, ingat janin kamu" Kenzo menunjuk perut Nada yang masih rata. Nada mundur, jika ia terus di sana, ia akan semakin emosi. Yah Santi mendengarnya, tapi fikiranya tak sampai sejauh itu.


"Minta maaf dan akui perbuatanmu, seperti Nada mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan!" itu suara Kenzo.


plak


Sekali lagi Nada menampar Santi hingga Santi meringis kesakitan. "Nad, keluar!"


"Tapi ka, dia"


"KELUAR Nada" Nada keluar ia mendengarkanya dari bilik pintu itu.


"Mana yang ingin kamu donorkan?" tanya Kenzo memainkan sebuah tongkat "Mata adikmu, atau ginjalnya, atau jantungnya?"


"Jangan lakukan itu, tolong, adik saya masih sangat kecil" Kenzo menginjak kaki Santi dengan tongkatnya, hingga Santi menangis tersedu. "hiks .... hiks.....Aku janji akan lalukan apapun yang kamu mau" Kenzo berbalik lalu meminta Nada masuk.


"Mau kamu apakan dia?"


"Minta maaf dan mengaku kepada pihak sekolah" Kenzo cengo mendengar penuturanya.


"Hanya itu Nad? Kamu merengek kembali ke Jakarta dan hanya ini yang kamu inginkan?" Nada menganggukinya lalu Kenzo berputar balik keluar dari pintu.


"Pulang Nad...... SEKARANG!" Kesal Kenzo pada Nada, Nada berputar lalu berjalan meninggalkan Santi.


"Nad..." Nada menghentikan langkahnya. "Maaf"


tes


Beberapa tetes air mata Nada jatuh, 'ternyata mencari sahabat yang tulus itu sulit'


"Terlambat San" Nada melanjutkan langkahnya meninggalkan Santi. Di luar sana ada Jill yang sudah siap untuk ikut bersama Nada.


"Nada"

__ADS_1


"Jil"


Mereka saling berpelukan layaknya teletabis. "Alhamdulillah kamu selamat"


"Makasih Jill untuk semua" Jill mengangguk lalu mereka kembali berpelukan.


*


Kean berjalan menyusuri koridor sekolah, lalu ia membelokan dirinya menuju tempat tongkrongnya, disana ada Bintang dan Langit yang sibuk dengan ponselnya masing masing.


Wajah Kean kusam seperti orang yang tidak punya semangat hidup. "Napa loe?" Tanya Langit. Kean menggeleng lesu, Bintang hanya menatap sekilas lalu ikut fokus kembali pada ponselnya.


"Minjem ponsel loe!" Bintang yang meminjam ponselnya pada Langit. Langit dengan entengnya memberikan ponselnya.


Bintang mencoba menghubungi Nada dengan ponsel Langit, sayangnya ketika ia mengetikan nomornya sudah ada chat Langit dengan Nada. Bintang menautkan alisnya. Lalu dengan cepat chat room itu terbuka menampilkan foto mesra milik Kean dan Bunga.


Malam itu Nada masih menghubunginya setelah Bintang membentaknya, perihal Kean belum pulang hingga malam, ia juga sempat menceritakan bahwa ia bertemu dengan Kean yang menemani Bunga cuci darah. Tapi Bintang Abaikan, dan tidak membalasnya karena masih kesal dan fikiranya masih kalut atas insiden kematian sang nenek.


Bintang keluar dari room chatnya lalu meneliti galeri kameranya, ada foto Nada dengan Bara yang sedang berpelukan, dan ada fotonya dengan Nada yang berpelukan mesra. Hatinya bergemuruh, rasa emosi menelisik hatinya.


Bintang mendekati Langit lalu menyodorkan ponselnya yang menampilkan pose mesra Nada dan Bintang. "Maksudnya ini apa Ngit?"


Langit menatap ponselnya yang menampilkan pose mesra antara Bintang dan Nada. Langit Kicep, panik ketika Bintang mengetahui hal itu. "Tang gue bisa jelasin!" Seru langit pada Bintang.


Terlambat, Bintang sudah emosi kepada Langit. "Jadi loe yang nyebarin foto foto ini dan bikin hubungan Kean dan Nada renggang?"


'Nada'


'hubungan'


'Apa maksudnya'


"Gue bisa jel...." ucap Langit yangbterpotong oleh pukulan Bintang


Bugh


Bugh


"Kalian kenapa?" lerai Kean pada Bintang dan Langit yang salung baku hantam. "Jangan jadi anak kecil banci!" cerca Kean yang masih berusaha melerai. "Tang, lepasin Langit!" pinta Kean pada Bintang yang memukul Langit dengan membabi buta.


Bugh


Bugh


Buhh


Bintang menghentikan pukulanya, ia masih waras jika harus menghabisi Langit. "Lihat Key, hanya demi wanita dia jadi seperti ini?"


Bintang sudah bosan dengan drama murahan Langit. "GUE KELUAR DARI PERSAHABATAN INI." Kean menatap horor Bintang yang dengan mudah mengatakan hal bodoh, lalu Kean menarik baju milik Bintang.


"Maksud loe apa an**ng?" Bintang berteriak


"Lihat Key hanya karna per...." kalimatnya terpotong oleh Bintang


"Tau apa loe tentang Nada hah?" Kean bingung, kenapa Nada di bawa bawa oleh Bintang.


"Ini maksudnya apa?" tanya Kean bingung.


"Apa ini sahabat, menurut kalian apa kalian pantas disebut sahabat?" terang Bintang.


"Apa kalian tahu Nada lebih banyak mengobati rasa sakit dalam kehidupanku dibandingkan kalian yang selalu mengatasnamakan sahabat, tapi menusuku dari belakang?" Langit dan Kean menyimak saksama ucapan Bintang yang sedang emosi


"Apa kalian tahu siapa wanita yang selalu aku antarkan belanja dan selalu pergi bersamaku? TIDAK.... KALIAN TIDAK TAU APAPUN, JUSTRU NADA TAHU SEMUANYA, DIA .....DIA. AKU....AKU MENJADI GIGOLONYA DEMI UANG, DAN WANITA YANG AKU KENALKAN SEBAGAI IBU ITU ADALAH MESIN ATMKU DAN AKU AKAN MENDAPATKAN UANG BANYAK JIKA AKU MEMUASKANYA" Nafas Bintang terengah nafasnya tercekat. Langit dan Bintang mendengar saksama ucapan Bintang. Lalu keduanya kecewa karna sebagai sahabat tak bisa ada di saat Bintang terpuruk.

__ADS_1


"APA KALIAN TAHU KENAPA NADA MEMELUKKU, ITU KARENA NENEKKU MENINGGAL, SELAMA 3 TAHUN INI BELIAU SAKIT, DAN .... DAN AKU MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA KARNA IBUKU MEMBUANGKU DAN ADIKU DARI HIDUPNYA" Air mata Bintang jatuh, ia sudah tidak kuat mengungkapkan kekuranganya terhadap sahabatnya yang selama 5 tahun ini ia tutup tutupi.


__ADS_2