
The best way out of a difficulty is through it.
Cara terbaik keluar dari kesulitan adalah dengan melaluinya
Mereka yang berbahagia adalah yang mampu mengubah masalah menjadi hikmah
* *
"Biar sama gue aja" ucap Bara membuat Bintang dan Langit yang saling berebut cengo.
Bara yang sudah mengangkat Nada didorong oleh Kean." Sama gue aja" ucap Kean menatap sengit Bara. Kean langsung mengambil alih Nada yang berada digendongan Bara.
"INGET STATUS NAD LOE ITU ISTRI GUE" ucap Kean lirih dengan penuh penekanan. Nada menatap iris mata hazel milik lelakinya, yah lelaki yang sudah sah menjadi miliknya.
"Inget ko, situ yang gak inget statusnya adalah seorang SUAMI, inget SUAMI Key" Kean tersenyum, berada dalam jarak yang sedekat ini membuat dadanya tergelitik.
"Ya udah ntar malem jangan lupa kewajiban seorang istri itu melayani suaminya mau." Kean menaik turunkan alisnya dan mengedipkan satu matanya membuat mata Nada membulat ia tak percaya Kean menantangnya seperti itu.
"Apaan si.... Dasar mesum" ucap Nada menoyor pipi Kean.
"Bilang aja mau nyium" lagi Kean menggoda Nada membuat wajahnya merona.
"Kean sialan" ucapnya keras membuat semua mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya yang tampak mesra menatap mereka. Kean terkekeh, lalu mendudukan Nada di kursinya, ia lalu berbalik mengambil kursi rodanya. Bisik bisik dari teman sekelasnya dan tetangga kelas mereka pun mulai bergemuruh.
'bukanya Kean pacarnya Bunga'
'sweet banget si Nada sama Kean'
'itu namanya PHO'
'oh kalian gak tau merekakan sepupu'
'masa sih'
'tapi mereka serasi'
'couple goals'
'lebih suka sama Bara aja'
Sesampainya di luar kelas Nada, Bintang, dan Langit sudah menuju kelasnya, tinggalah Bara yang memegang kursi roda milik Nada. Kean berjalan menabrak pundak Bara. "Dia miliku Bar, ingat itu." jelasnya menatap tak suka Bara.
"Sebelum janur kuning melengkung, tidak ada kata milik, dia juga bisa jadi miliku" Kean tertawa mereka saling memunggungi tapi masih bisa adu mulut.
"ck ck Ingat sesuatu yang telah menjadi miliku gak akan pernah menjadi milik orang lain."
"Kean...." teriak sang gadis yang ia yakini adalah kekasihnya. Bara yang mendengar suara Bunga langsung bergegas masuk.
"Hai... ko udah berangkat si yank?"tanya Kean. Bunga mencebikkan bibirnya, ia kesal karna Kean tidak menjemput, namun tidak mengabari.
"Maaf ya, tadi berangkat bareng Nad..." Belum selesai ucapanya, Bunga berlari menuju kelasnya, ia ingin tahu keadaan Nada.
"Dasar...." cibir Kean. Ia kembali berjalan menuju kelasnya karena bell tanda masuk sudah berkumandang.
"Nada ...... " teriaknya membuat Nada menatap Bunga yang berlari menghampirinya. "Mana yang sakit, aku denger dari Kean kamu kecelakaan"
"Gak papa Nga, ini cuma lecet kecil, sama lukanya agak dalam, jadi sama dokternya belum boleh jalan, soalnya ada tulang yang katanya si dislokasi atau berpindah dari tempatnya, jadi kemarin sempat di reposisi, di benerin gitu posisinya" Bunga manggut manggut.
"Nanti kalau ada apa apa panggil aku ya!" jelasnya membuat Nada tidak enak hati.
'ingin rasanya menjauh darinya tapi sayang, dia terlalu baik'
"Bar...."
"Hmmmm" jawab Bara
__ADS_1
"Katanya mau baikan sama Bunga" lirihnya
"Kagak ada yang janji"
"Ihhh Bara, rese deh" Nada mencebikkan bibirnya kesal.
"Lagi usaha Na" Jawaban itu mampu membuat Nada tersenyum bahagia.
"Jam kosong nie mau kemana?" tanya Bara menaikkan alis matanya.
"Perpus hayu!" ajaknya, Bara langsung membantu Nada untuk memakai kursi rodanya dan mendorong hingga ke perpus.
Sedih satu kata, ketika melihat Bunga yang sedang belajar, ditemani Kean. Kean itu bad boy, gak pernah masuk kelas, jadi kalau ada ulangan ya repek alias nyari jawaban sama orang.
"Na.... jangan segitunya ngliatinya" ucap Bara, yah memang Bara belum tau apa hubungan Key dan Nada, tapi Nada pernah bilang bahwa Keylah yang telah menghilangkan nyawa kedua orang tua Nada. Jadi Bara 100% yakin bahwa mereka bukan saudara.
Bara mengambilkan buku yang diinginkan Nada, lalu duduk di sampingnya. Hening, satu kata ketika mereka sama sama memegang buku. "Hai bidadari surga?" panggil Bintang pada Nada, tentu saja membuat sang Kean menatap sengit Bara sejaligus Bintang.
'sialan Bara nyuri star terus'
"Kamu ngomong apa yank" tanya Bunga. Buru buru Kean memegang tangan Bunga kembali.
"Gak ko yank, kamu belajar lagi gih" jelasnya, Kean ya gitu, di depan Bunga menjadi sosok yang lembut, tapi tidak di depan yang lain, dia dingin dengan semua orang.
"Kamu gak belajar?" tanya Bunga
"Liat kamu aja, aku bisa tau jawabanya."
''Gombal''
''basi''
Ucap Bintang dan Langit kompak. Kean melempar kertas ke arah Bintang yang membuat Nada dan Bara mengalihkan atensinya ke Kean, namun kembali lagi kemateri mereka. "Bara pinjem ponsel buat ngitung" Bara langsung memberikan ponselnya pada Nada.
Setelah beberapa menit menggunakan aplikasi kalkulator, terdapat sebuah pesan dari papanya Bara.
Nada melotot, ia hanya membaca sekilas pesanya di jendela ponselnya, dan pesan itu sangat mengejutkan. Nada menatap iba lelaki didepanya.
"Njir si Nada ngliatin Bara gitu amat." ucap Langit. Bara yang ditatap merasa salting, sedangkan Nada malah biasa saja, namun Kean sepertinya mulai kesal.
"Rese deh kamu" kesal Nada pada Langit dan Bintang. Nada sudah tak lagi fokus karna pesan tersebut, ia lebih memilih melamun.
"Bar"
" Hmmm.... ya Na?"
"Kamu dirumah tinggal sama siapa?"
"Kenapa, kamu mau ketemu sama calon mertua" ledek Bara
"pletak" Nada memukul Bara keras.
"Cie Bara, yang mau ngenalin Nada ke camer, kalah start dong guenya" kalimat itu spontan membuat Kean menatap tajam Nada, Nada yang ditatap segera menepis pandanganya.
" Serius Na" tanya Bara serius.
"Ia ..... pengin ketemu bunda kamu" Sesaat Bara tersenyum melihat Nada.
"PJ ....... PJ" teriak Langit. Nada menaikan satu alisnya.
"Pajak Jadian"
"Bintang .... Langit keluar" teriak guru penjaga perpustakaan. Mereka langsung bangkit meninggalkan perpustakaan.
*
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 12.30, namun Abi belum juga kembali, padahal ia sudah menghabiskan semua DO yang di pesan Abi. Ia juga sudah tertidur hingga bangun dua kali. Bolos udah bukan hal aneh bagi Cila dan Cakra, tapi meskipun suka bolos Cila masih bisa meraih 3 besar di kelasnya.
Cila membuka room chatnya dengan Cakra, yah wanita itu ternyata merindukan sahabatnya. "Batu banget si, gak mau minta maaf dulu." kesalnya.
Disisi lain Cakra juga merindukan Cila, ia ingin menghubungi Cila tapi gengsi. Disini Cila yang salah, kenapa harus Cakra yang minta maaf fikirnya. Hingga lamunan Cakra dikagetkan oleh Bilqis, dia kekasihnya yang bertahan menghadapi sifat Cakra yang selalu mengutamakan Cila.
"Beb, ke kantin ayo!" ajak Bilqis pada Cakra, Cakra langsung tersenyum lalu merangkulkan tanganya pada pundak kekasihnya itu.
Kembali lagi pada Abi yang sudah selesai dari laboratorium pharma. Ia memasuki ruanganga, lalu menelphone sekretarisnya agar tidak mengganggu, dan jangan menerima tamu. Ia memasuki ruang kerjanya dan ke ruang istirahat.
Dilihatnya Cila yang masih terlelap tidur, Abi melonggarkan dasinya dan melepaskan jasnya, lalu ikut terlelap di samping Cila.
Cinta pertama, bagi Cila, Abi adalah segalanya, begitupun Abi, namun Abi memang tidak bisa setia pada satu wanita.
"Dimana Abi" tanya sang mama kepada sekretaris Abi
"Maaf bu, Tuan Abi sedang tidak mau diganggu." ucap dua sekretarisnya yang saling pandang.
"Kamu tahu saya siapa?" mereka berdua mengangguk, tak lama sang ayahanda menyusul.
"Ada apa si ma?" tanya ayah Abi.
"Ini loh yah, kita mau masuk tapi gak boleh" sarkas sang mama
"Ya udah tinggal masuk si ma" jelas ayah Abi.
Sesampainya di ruangan Abi, ruangan kosong, lalu ayah Abi masuk ke dalam ruang istirahatnya. Pemandangan yang sangat mengagetkan, bahwa Abi sedang tidur memeluk seorang wanita. Sontak saja mereka kaget.
"Abi...."
Cila terbangun lalu dengan cepat mendorong Abi untuk bangun. "Ehh mama" panggilnya santai tanpa tahu apa yang terjadi.
"Abi apa yang kamu lakukan?" Sedangkan Cila sudah mati kutu. Bagaimanapun ini pertama kalinya Cila bertemu dengan orang tua Abi tapi kesan pertama yang diberikan sangat buruk.
"Nggak ngap.... " Abi membelalak, ia melihat Cila yang duduk disampingnya, membuat Abi menegakkan badanya. "Yah, mah ini gak seperti yang kalian kira" Ucap Abi yang mulai panik. 'Bisa brabe kalau kaya gini, bisa bisa nikah muda'
"Ia om tante, ini gak seperti yang kalian lihat" Cila ikut panik, kenapa bisa 'Abi tidur disampingnya'
Mama Abi langsung menjewer telinga Abi, lalu menariknya untuk bangun. "Mah... Mamah salah paham ma, dengerin Abi dulu."
"Kamu ini, kenapa mainya sama anak SMA?" kesal mamah Abi pada Abi.
"Siapa nama kamu na?" tanya mamah Abi
"Cila tante, Arcila Quenara Markle" jawabnya lirih dan takut.
"Kamu putri dari keluarga Markle" ucapnya dengan senang. Lalu memainkan matanya kepada ayah Abi. Cila yang tampak bingung itu kini mulai khawatir, ayah bundanya pasti akan marah, apalagi abangnya Derrick.
"Apa"
"Hubungi keluarganya, masa anak sudah kaya gini mau dibiarin aja si yah" ungkap mama Abi pada suaminya.
"Maksud mama?" tanya Abi curiga
"Yah kalian harus menikah" kalimatnya seperti petir disiang bolong membuat Cila dan Abi kaget.
"NIKAH?"
Visual
Abi
Cila
__ADS_1