
Kesulitan tidak hanya bersandar pada hubunganmu. Semua orang melalui dengan caranya masing-masing
* *
"Kean sudah bertunangan dengan Nada"
Deg
'Itukah alasanya, selama ini Kean berubah?'
'Itu jugakah alasanya ibunda Kean tidak mau menerimaku, karna sudah ada Nada?"
"Tante....." Air matanya hampir luruh, namun Bunga tahan, apakah akhirnya semuanya selesai, ia tidak bisa bersama dengan Kean lagi. "Apa tidak bisa, jika....."
"Maaf Bunga, bukanya tante menentang hubungan kalian, tapi Keanlah yang berjanji akan melindungi Nada, menikahi Nada, dan membahagiakanya didepan ibunya Nada.
Bunga ingat bahwa Kean pernah mengatakan dialah yang merenggut nyawa kedua orang tua Nada. "Itu artinya?" Zela menganggukinya, ia tau gadis di depanya menahan tangisnya mati matian.
"Maafkan tante na" ucapnya kepada Bunga." Zela melihat itu, melihat sebuah kristalan bening yang sedari tadi menumpuk di pelupuk matanya menggelinding bebas membasahi pipi.
Bunga mengangguk, lalu tersenyum, senyum palsu yang selalu ia tampilkan. "Baik tante, Bunga yang akan melepaskan Kean sebelum Kean mengatakan itu."
"Bunga terimakasih" Zela memeluk Bunga dengan lembut, yah ia tahu gadis didepanya mati matian mengatakan ia, Zela salut dengan gadis di depanya ini. bukan karna ia tak tahu perihal masalah kehidupanya, ia tahu betul.
'Sebenarnya tante setuju kamu dengan Kean, tapi ...... ada banyak hal yang jauh lebih baik jika Kean dengan Nada'
'Dua gadis ini adalah gadis tangguh yang punya sisi lain tersendiri, punya masalah tersendiri, dan punya sisi kuat tersendiri'
'Tapi Nada berbeda, Keanlah yang membuat Nada seperti itu, dia anak yang baik, beragama, santun dan sangat ramah.
"Bunga pamit tante" Ucap Bunga yang kemudian beranjak dari duduknya. Zela mengangguk dan ikut beranjak dari sana.
"Bunga" Sang pemilik nama menengok, ia menatap wanita yang sangat cantik menurutnya.
"Ya tante"
"Jika kamu perlu apapun, katakan pada tante" ucap Zela, yah selain dalam hal ekonomi, Bunga ternyata lebih banyak masalah dalam hidupnya.
Bunga mengangguk mengiyakan " terimakasih tante!"
Flash Back Of
Tubuh Bunga meluruh setelah menatap kepergian hati yang sama hancurnya. Bunga tahu Kean masih sangat mencintai Bunga, namun rasa tanggungjawabnya lah yang membuat Kean sedikit mengabaikan Bunga.
'Hubungan ini lambat hari juga akan berakhir'
'Itu pasti'
*
Kean disini, di tempat remang remang, penuh dengan suara riuh, datang saat sepi, sampai keadaan mulai ramai. Fikiranya kacau, sampai sampai ia datang ke tempat seperti ini. Hatinya hancur berkeping keping.
'Seperti inikah rasanya putus cinta' Dia lelaki, yang tidak mudah menangis, tapi dapat dilihat dari sorot matanya, bahwa binar di matanya seakan menggambarkan bahwa kehidupanyan hancur.
Flash back kisah manis tentang Bunga, Bunga dan Bunga, wanita yang megisi harinya selama hampir 3 tahun itu. Gadis tegar dengan segala senyumnya itu membuat Kean selalu penasaran dengan Bunga.
Ternyata kehidupanya begitu menyiksa, apalagi semenjak ia tahu bahwa ibunya menikah dengan ayahnya Bara, penderitaan semakin dimulai. Sampai pada akhirnya ayah Bara menceraikan ibunya Bunga, ibunya menjadi gila dan Bunga menjadi amukan ibunya setiap hari.
Tidak sampai disitu, ia terkena penyakit gagal ginjal akut karna pola makan yang tidak baik, entah apa yang ia konsumsi sampai ginjalnya rusak, untung saja baru akut, dan masih bisa di obati.
"Loe kenapa Key?" Bintang yang juga sering nongkrong disini datang menemuinya.
"Hei broo, datang juga loe, mana Langit?" tanya Kean yang tampak menyambut Bintang. Bintang tau, tidak ada yang baik baik saja dengan sahabatnya itu, melihat botol yang jumlahnya sudah melebihi 3 dengan kondisi kosong.
"Lagi kencan sama Alia" jelasnya sembari duduk di depan Kean. "Loe ada masalah sama Bunga?" benar tebakanya, wajah Kean memburam, mengingat hubunganya yang sudah hancur.
__ADS_1
"Gue putus sama Bunga" Bintang membelalak, tidak mungkin rasanya seorang Bunga memutuskan Kean.
"Gue.... Gue..." Kean menghentikan ucapanya, mendadak air matanya jatuh dan rasa mual menyerang.
"Loe bikin salah?" Tidak ada jawaban, ia mulai memegang perutnya dan....
Huek ..... huek....huek...Muntah menyerangnya bertubi tubi hingga ia tak sadarkan diri.
Kali ini Bintang mulai bingung, yah ia tidak mungkin membawanya pulang ke rumah Kean, pasti kena amuk bunda dan ayahnya Kean, apalagi balik ke rumah Bintang, dirumah hanya ada adiknya yang masih kecil.
Hidupnya sebatangkara ayahnya meninggal, ibunya melarikan diri dengan lelaki kaya dan meninggalkan Bintang serta Bulan adiknya. Ia ditinggal bersama neneknya yang saat ini sedang sakit keras karna lelah mencari nafkah, sampai tau memikirkan kondisi kesehatanya dan mengurus Bulan serta Bintang.
Bintang meneliti saku Kean, lalu mengambil dompetnya untuk melakukan transaksi. Yah di saku sebelah kirinya ada ponselnya. Bintang dengan segera mengambilnya.
Terdapat banyak notif dan panggilan tak terjawab disana. Tak lama ponsel Kean kembali bergetar menampilkan nama ISTRI disana. "Alay banget udah putus masa nama Bunga dikasih nama Istri" ucap Bintang lalu menggeser tombol warna hijau disana.
"📞Assalamualaikum"
Bintang menjauhkan ponselnya, 'tumben Bunga salam, insaf kali ya'
"📞Waalaikimsalam Nga" jawab Bintang
"📞Ko Nga si Key, ini Nada, bising banget disitu kamu pasti mabok ya, aku bilangin bunda sama ayah baru tau rasa kamu Key"
Deg
Bintang membeku, 'kontak Nada diberi nama Istri, maksudnya apa ya?'
"📞Key....."
"📞Ia ... ia Nad, ini Bintang"
"📞Ooh Bintang. Maaf Tang, Keanya ada, soalnya dari tadi siang pergi gak pulang pulang?" ucap Nada lembut.
📞Kean mabok Nad, gue anter pulang aja apa gimana ya?"
"📞Iya"
"📞Bawa ke apartemen aja Tang, nanti aku kasih tau alamatnya" pinta Nada. Bintang tau kalau Nada itu sedikit gaptek.
"📞Search lokasi aja Nad?"
"📞Hah..... Caranya?"
"📞Itu tombol opsi di bawah WA kan ada tulisan lokasi terus di oke oke aja!" pinta Bintang
"📞Ohh gitu ya, bentar tak coba"
"📞Jadi Ngga?" tanya Nada
"📞Udah terkirim Nad, gue balik sekarang"
"📞Iah hati hati Tang, Assalamualaikum"
'Ya Alloh manis banget'
"📞Waalaikumsalam"
45 menit sudah Bintang sampai di apartemen, disana pintu apartemen langsung terbuka, menampilkan seorang gadis cantik dengan baju tidur motif Doraemon. "Masuk Tang, maaf yah repotin kamu" ucap Nada.
Bintang memapah Kean ke kamar yang ditunjukan oleh Nada. Yah sepanjang perjalanan Bintang heran, keadaan apartemen sepi 'Apartemen ini sepi dan kecil, jadi tidak mungkin keluarganya Kean jatuh miskin dan pindah disini kan?'
Setelah Kean diposisikan terlentang, Nada menyelimutinya lalu beranjak keluar dari kamar Kean. Tidak ada yang bersuara, tahu kan kalau Bintang emang sedikit suka sama Nada sejak pertama kali bertemu.
"Nad, baju Kean basah" ucap Bintang kepada Nada, Nada menatap Bintang lalu menelisik baju yang dikenakan Kean, benar kata Bintang bajunya Kean basah.
__ADS_1
"Gak papa Tang, nanti aku yang ganti" ucap Nada pada Bintang
"Emmm Bintang, udah malem mending Bintang pulang aja ya!" Bintang menatap Nada, tapi Nada hanya menunduk.
"Bener kamu istrinya Kean?"
Nada diam, ia mematung, 'dari mana ia tahu tentang fakta itu'
"Kalau gak mau jawab gak papa ko Nad" seru Bintang kembali, membuat Nada bernafas lega.
"Maaf Tang, lebih baik kamu tanyakan sama Kean saja besok pagi" pinta Nada, yang kemudian berjalan keluar apartemen dan diikuti oleh Bintang.
"Sudah malam Tang, aku gak enak nerima tamu yang bukan mukhrim, lagian ini juga udah tengah malah" ucap Nada memperjelas bahwa Kean adalah mukhrimnya dan Bintang bukan mukhrim. Bintang mengangguk mengiyakan ucapan Nada.
"Gue balik Nad" Nada mengangguk, barulah ia menatap wajah Bintang.
"Assalamualaikum Tang"
Bintang kembali menoleh lalu mengangguk "Waalaikumsalam"
Nada berjalan masuk ke dalam kamar Kean, ia mengambil kaos asal lalu mendekati Kean, wajahnya kotor, bau meyengat mulai tercium, membuat Nada pusing karna bau muntahan dan alkohol bercampur menjadi satu.
Nada keluar, dia mengambil waslap dengan baskom berisi air hangat, tak lupa dengan tisu basah dan tisue kering. Lalu ia berjalan ke kamar Kean.
Nada membersihkan dagu Kean dengan tisu basah terlebih dulu, lalu membuka kaos yang dikenakan Kean, yah disanahanya tertinggal kaos singletnya.
''Ya Alloh, maaf Ya Alloh, Nada khilap''
"Gak papa deh sekali dosanya, lumayan ini tontonan langka"
''Maapin ya Alloh''
''huh kenapa Kean tampan banget si'' gerutunya, lalu membuka kaos singletnya. Kali ini Kean bertelanjang dada membuat Nada berbinar
''Ya Alloh maap ya Alloh''
''Gagah tenan yung, Nada khilap yung''
''Key noel dikit ya" Nada mencubit kotakan tiga di sebelah kanan itu, lalu menelan ludahnya kasar.
"Udah ah, cepetan, khilap nanti."
Nada dengan tlaten membersihkan tubuh Kean dengan tissue basah, lalu membersihkan dengan air hangat,setelah selesai barulah Nada membaluri tubuh Kean dengan minyak telon.
''Hummm..... wanginya, dari dulu suka banget sama minyak telon My Baby warna orange" ucap Nada sambil mencium tanganya sendiri. Setelah selesai, ia memakakan baju Kean dilanjut melepaskan celana Kean.
"Untung aja pake celana kolor, kalo gak nanti khilap noel yang......mpph" Nada membekap bibirnya sendiri.
'ngeres kamu Nad'
"Dasar ngeres kamu Nad" Nada beranjak hendak berdiri, namun sayangnya Nada kembali terhuyung kepelukan Kean saat Kean menariknya.
cup
Kean mencium bibir Nada dengan lembut, tidak ada perlawanan dari Nada, sepertinya ia mulai terbuai dengan perasaanya.
Ini adalah ciuman kesekian kalinya antara Nada dan Kean, karna memang Kean seneng banget nyosorin Nada.
Kean melepaskan tautanya, lalu menatap Nada dengan tatapan aneh. "Nga....."
'Bunga..... gak salah denger kan, Kean nyebut nama Bunga?'
"Bunga" serunya berulang membuat hati nada tercabik. "Jangan putusin gue, gue cuma sayang dan cinta sama loe Nga, gue gak cinta sama Nada"
tes
__ADS_1
tes
tes