Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
7


__ADS_3

Jatuh cinta adalah patah hati yang disengaja


It is really hard to decide when you're too tired to hold on. Yet, you are too in love to let go


Sangat sulit memutuskan ketika lelah bertahan. Namun, kamu merasa sulit untuk melepaskan cinta.


*


" Pacar baru, model baru kamu, atau selingkuhan kamu" senyum penuh menginterogasi Cila begitu mengerikan membuat Abi menatap wajah Cila serius.


" Apa....Dia ****** yang menghangatkan ranjangmu Bi?" teriaknya keras membuat Cakra berlari ke arah sumber suara.


"Plak"


Suara paduan antara tangan dan kulit di pipi yang halus begitu menggema, Cila menganggkat wajahnya yang tidak merasa sakit sedikitpun, yah..... Cakra lagi yang menjadi tameng amukan Abi.


"Cakra...." Cila tersadar bahwa ada lelaki yang rela berkorban sebegitu dalam untuknya.


"Kalau loe bukan saudara gue, gue habisin loe sekarang juga Bang!" Mata Cakra melotot, si pelawak kaya Cakra kalau udah marah juga menakutkan.


"Gak usah ikut campur Kra!" pintanya memperingati Cakra, yang tak lain adalah saudaranya.


Cakra meraih kerah milik Abi, emosinya yang mungkin sudah memuncak membuat ia tak sabar ingin menghajar laki laki yang lahir dari saudara sedarah tertua ibunda Cakra. "Loe laki apa banci, beraninya main tangan sama cewe Bang"


Baku hantam pun mulai terjadi, antara Cakra dan Abi dimulai dari Cakra yang memukul Abi.


"Bugh" pukulan mendarat di pipi Abi


"Bugh"


"Bugh"


Lagi lagi Abi tak melawan dan membiarkan Cakra memukulnya. Cakra itu jago kalau berantem, apalagi tawuran, tasnya aja ada cluritnya.


"Kra udah Kra udah..... Cukup!" pinta Cila yang mulai khawatir pada Abi, seumur umur Abi itu gak bakalan ngelawan kalau dipukul Cakra, bisa babak belur Abi kalau Cakra terus memukulinya.


"Belain terus Cil, belain dia!" Cakra udah bosen, dia yang belain Cila dan rela ditampar oleh saudaranya ini, dia juga nanti yang dimarahin Cila karna mukulin Abi sampai babak belur, dan biasanya Cakra yang diusir lalu Abi dimaafin tanpa syarat." Lelaki bangsat kaya dia itu harusnya di kantongin aja, di kiloin di Shoppe."


Cila memukul lengan Cakra pelan" Kalau ngomong Kra." keluhnya kesal kepada sahabatnya karna kalau ngomong gak pernah di filter.


" Gue balik, sebelum di usir sama loe." ucapnya melangkah pergi. Abi yang menyeringai senang karna udah pasti seperti biasanya, abis ini bakalan dimaafin oleh Cila.


" Tunggu " Atensi keduanya terpaku pada Cila. " Bawa sekalian nie sodara loe, karungin sekalian, mau di diskonin jual di Shoppee atau Lazada terserah."


Abi menatap heran dengan Cila, gak biasanya begini, biasanya diseret masuk, diobatin, terus dimaafin. " Cila..."


"Lah....." tatapan Cakra cengo, sama seperti Abi. " Tumben Cil.....? Biasanya...."


" Keenakan dia kalau langsung dimaafin terus." ucap Cila lalu mendorong Abi keluar dari rumahnya.


"Yank... dengerin dulu yank... yank!" Abi berusaha membuka pintu yang hendak ditutup Cila.

__ADS_1


" Udah ayo bang, gue anter ke pemulung biar dikiloin, laku deh pasti, seorang Ceo Pharma Group yang tampanya mirip artis Thailand di gelandangin juga banyak yang mungut." Kekehnya kepada Abi.


"Anj....."


"Ngomongnya, ada anak dibawah umur bang ini!" protes Cakra


Abi bertambah murka, kesal jelaslah, sama adik yang usianya terpaut jauh dia dikadalin "Minggir...." ucap Abi kesal, 2 saudara ini emang terpaut usia hampir 10 tahun dan gak pernah akur, childis banget.


*


Bara dan Nada berjalan beriringan, Sesekali mulutnya komat kamit memberitahu letak ruangan yang ada disekolah Rajawali. Sesampainya di masjid, Nada berhenti " Bar, sampai sini aja, kamu kalau laper kekantin aja!" pintanya kepada Bara.


" Loe mau ngapain?" tanyanya dengan wajah yang masih datar.


" Kangen rama biyungku" ucapnya tanpa melihat lawan bicara.


" Memang dimana mereka?" Nada mendongak, ia menatap langit yang terik dan awan cerah sebagai penghias langit biru.


"Maaf..." sepersekian detik ucapan penyesalan Bara, karna salah bertanya. Nada hanya menganggukan kepalanya.


" Ponsel loe mana?" Nada kembali menggeleng, 'ini sekolah ngapain bawa ponsel'


"Aku gak bawa ponsel" Bara berdecak, masih ada cewe jaman sekarang yang gak ketergantungan sama HP. Bahkan mereka para remaja lebih mendewakan ponsel dari segi apapun dan khalayaknya mereka lebih suka membawa HP dari pada barang berharga lainya.


" Berani, balik ke kelas sendiri kan?" Nada kembali mengangguk dengan sudut bibir tertarik 2 cm.


'Gila senyumnya'


Nada rindu, sangat rindu kepada kedua orang tuanya, dia hanya punya mereka, dan dalam sekejap mereka pergi meninggalkanya. Benar benar ujian berat untuk Nada.


" Buat loe" Bara memberikan 2 kue, dan 1 botol susu fermentasi. "Makasih Bar!" ucapnya dengan senyum yang begitu menawan. Pemandangan ini tak luput dari netra Kean, lagi lagi membuat dirinya garang.


"Loe ngapain si bawa bawa makanan dan minuman ini?" tanya Kean dengan wajah kesal pada Bunga.


"Ini buat Nada sepupu kamu?" Wajah Kean yang tadinya garang, sudut bibirnya tertarik 1 cm.


" Makasih udah perhatian sama Nada, gue titip dia ya!" Kean mengusap punggung tangan Bunga yang masih dalam genggamanya.


"Dengan senang hati" jelasnya. Kean bangga, selalu bangga kepada Bunga yang amat ramah dan baik.


Seisi kelas pun selalu senang kalau lihat couple Kean dan Bunga, mereka tidak pernah bertengkar, dan selalu tampil mesra. Kali ini tidak dengan Nada, hatinya sedikit tak rela melihat kemesraan diantara mereka.


Bunga berjalan menuju bangku milik Nada lalu memberikan batagor yang terbungkus sterofoam dan air mineral "Nada dimakan ya, tadi kan gak sempet ngantin!" pintanya ramah.


Hati Nada berbunga, ternyata diperlakukan baik oleh seseorang itu membahagiakan. " Makasih Bunga"


"Kalau ada apa apa, kamu bisa ko kasih tau aku, atau kalau ada yang tidak dimengerti boleh tanya ke aku!" jelasnya.


"Nada kamu tau, Bunga itu selain baik, ramah, dia juga menjadi pemegang juara paralel nomer 2 setelah Bara." ucap Santi yang duduk di sebelah Nada.


'Pantas saja Kean sangat sayang pada Bunga dia punya banyak keistimewaan'

__ADS_1


Setelah memakan batagor yang diberikan oleh Bunga, pelajaran pun dimulai, dengan hikmat Nada mendengarkanya. Tak terasa 3 jam pelajaran dilalui dengan pelajaran Bahasa Indonesia, dilanjut bel tanda istirahat berbunyi.


"Nada mau kekantin?" ajak Bunga dan kawan kawanya. Namun nada menggeleng " maaf ya Bunga aku masih harus diorientasikan ruangan oleh Bara." Bunga mengangguk.


" Gak papa ko, kalau gitu kita duluan ya." pamit mereka sebelum keluar dari ruangan.


Bara berjalan menuju masjid dengan Nada " Loh kok kesini?" tanya Nada cengo.


" Termotivasi sama kamu buat sholat dhuhur." Nada tersenyum bahagia mendengar penuturan Bara. Setelah itu mereka mengambil air wudu lalu sholat berjamaah bersama guru guru di sekolahnya.


"Loe mau kan jadi sahabat gue? ucap Bara tiba - tiba kepada Nada, dan itu membuat hati Nada girang segirang girangnya.


"Mau" jawabnya pelan dan lembut


Dan begini hari harinya, istirahat pertama Nada sholat duha di pergantian jam, karna tidak enak jika selalu menolak ajakan teman temanya untuk ke kantin di jam istirahat pertama, untuk sholat jamaah dhuhur barulah Nada berani menolak dan menyusul mereka ke kantin.


^^^Key^^^


^^^pulang bareng gue, tunggu di lobi sekolah^^^


Nada


OK


5 menit


10 menit


15 menit


30 menit


"Key dimana si, katanya ngajakin pulang bareng... telvon aja deh" gerutunya kesal karna sedari tadi nunggu Kean yang tak muncul batang hidungnya, dan panggilan itupun ditolak


^^^Key^^^


^^^Maaf Nad, Bunga minta di jemput di perpustakaan kota^^^


Nada menutup ponselnya dengan kesal, 'kalau udah gini mesti gimana, gak mungkin minta jemput orang rumah juga kan'


Ia duduk, merasakan kecewa yang biasa ia dapatkan dari Kean, selalu ia dinomer duakan setelah Bunga.


Suara moge berwarna putih menyita perhatianya, dan sesaat senyum itu tercipta dari sudut bibirnya. "Bara"


Pemilik moge putih itu turun lalu menyimpulkan senyumnya. " Gue anter pulang." ucapnya. Nada mendekat hendak naik ke moge itu.


" Sebentar!" pintanya Nada yang hendak naik ke moge itupun berhenti


Bara melepaskan jaketnya lalu mengikatnya di panggul Nada, guna menutupi lutut Nada yang pasti akan terlihat ketika berada diboncengan mogenya." Aurat, gak boleh dipertontonkan"


'MasyaAlloh sweet banget'

__ADS_1


Visual Bara Ardana Galaksi



__ADS_2